
Chapter 259. BERITA HEBOH KALANGAN ATAS.
\=
Hani merasa bersalah kepada kakaknya, akhirnya dia ikut masuk ke dalam selimut itu dan memeluk kakaknya dengan lembut, namun Hana tidak merespon sama sekali meskipun beberapa kali Hani berbicara namun tidak di jawab oleh Hana.
Sebenarnya Hana dengar, dia juga tahu ucapnya adiknya bener! Alda memang orang yang tinggi, pasti sangat sulit untuk di gapai.
Tapi Hana senang meskipun hanya ada di sisi Alda selalu, meskipun perasaan dia tidak terbalaskan namun jika dia bisa dekat dan membantu Alda itu sudah cukup baginya.
Sedangkan setelah selama ini Alda menunjukkan perbedaan dan dia sedang senang-senangnya! Malah Hani langsung membuka kenyataan itu kembali ini yang membuat Hana langsung lesu dan sedih.
Sehingga meskipun Hani membujuk seperti apapun, Hana memilih tidak merespon adiknya itu.
Hingga akhirnya keduanya tidur bersama dalam diam!.
*
Keesokan harinya.
Saat pagi menjelang dan pasar saham di negara ini di buka, kegemparan di kota Westa di mulai.
Berita heboh kalangan atas lebih parah, karena menyangkut kelangsungan hidup keluarga kalangan atas seperti keluarga Readbulld.
Reaksi orang berbeda-beda di seluruh penjuru kota Westa, yang pastinya ada yang gembira ada yang sedih bahkan ada yang tidak peduli sama sekali, karena mau perubahan apapun jika tidak menyangkut kehidupan mereka, orang-orang itu tidak akan peduli! Karena kehidupan sendiri lebih berarti dari apapun.
Di kantor perusahaan tambang bijih nikel dan bijih lainya yang sekarang sedang di bincangkan oleh kebanyakan orang dari kalangan pengusaha dan pekerja kantoran, karena perusahaan ini sekarang resmi masuk dalam naungan Grup Brighton yang dulunya adalah milik keluarga Readbulld.
Saat ini.
Di meja kantor ruang CEO! Seorang gadis muda sekitar umur 27 tahun dengan penampilan dewasa dengan menggunakan seragam kantoran yang elegan dan menawan, dia sekarang yang menjabat CEO di perusahaan pertambangan ini.
Sekarang dia menatap nanar ke laptop di meja kerjanya! Karena nama perusahaan ini sekarang sudah berganti.
Wanita muda lainnya dan pemuda berdiri hormat di hadapan wanita itu! Keduanya juga menunjukkan wajah yang serius karena ada perubahan yang mendadak seperti ini.
Bagi mereka bertiga ini seperti lelucon, karena perusahaan besar dan komoditas ekspor yang berada di jajaran atas kini berpindah tangan tanpa ada isu terlebih dahulu dan tidak melalui proses yang panjang, membuat ini seperti ilusi.
"Hei, apa kalian berdua bisa jelaskan apa maksudnya ini?" Ucap CEO wanita muda itu.
Dia bernama Nia Daniaty! Orang yang cerdas yang pernah menggemparkan dunia bisnis kota Westa beberapa tahun lalu karena prestasinya yang cemerlang, hingga akhirnya dia berhasil di rekrut oleh keluarga Readbulld.
__ADS_1
Karena dia wanita karir, hingga hari ini dia belum pernah pacaran dan menikah! Padahal banyak sekali pengagum di kalangan atas namun dia lebih fokus kepada karirnya.
Karena dia bercita-cita ingin mendirikan perusahaan sendiri setelah mendapatkan nama besar di kalangan para pebisnis! Namun saat-saat dia akan melakukan gebrakan baru dan akhirnya dia akan berdiri di kakinya sendiri, malah di perusahaan yang dia pimpin sekarang ada pergeseran nama yang membuat geger kalangan atas.
Bahkan dia yang cerdas saja hingga sekarang masih belum bisa bereaksi dan menerima! Apa lagi orang lain.
"Nona Nia, aku juga tidak tahu! Kami baru mendapatkan kabar baru saja." Ucap salah satu dari mereka yang wanita.
"Ya, bahkan kantor pusat belum memberikan kabar apapun hingga sekarang! Sepertinya ini benar-benar terjadi, kedepannya apa yang nona Nia akan lakukan?" Pemuda satu-satunya di ruangan itu langsung berucap.
Nia Daniaty masih terus merenung! Setelah itu dia melihat Grup mana yang telah mengakuisisi perusahaan yang ada di bawah naungan keluarga Readbulld.
Setelah membacanya dengan teliti, dia melihat nama dan logo besar Grup Brighton.
Seketika dia ingat dengan pelelangan lahan di distrik baru kota Westa beberapa hari yang lalu, yang membuat gejolak kalangan atas bereaksi, lalu dia melihat dua asistennya itu dengan tajam.
"Coba kalian periksa Grup Brighton, karena yang mengakusisi perusahaan ini Grup Brighton." Ucap Nia Daniaty setelah menatap keduanya.
"Baik nona Nia, tunggu sebentar!" Pemuda itu langsung bereaksi.
Dia berjalan ke meja lainnya di kantor itu dan membuka laptopnya! Lalu dengan cepat berselancar mencari dengan kata kunci Grup Brighton.
Seketika semua muncul, dengan terkejut dia membaca informasi tentang Grup Brighton! Lalu dia langsung mengangkat laptop itu ke hadapan Nia Daniaty yang sepertinya masih memikirkan sesuatu.
Karena Nia Daniaty penasaran, dia langsung membacanya dengan cermat! Setelah semakin lama membaca kerutan di dahinya semakin terlihat.
"Sial, ini Grup besar yang bermarkas di kota Mako!" Ucapnya dengan terkejut.
"Kota Mako, bukannya kota kecil di tenggara! Sebesar apa Grup itu jika bermarkas pusat di kota itu?" Salah satu asisten wanita Nia Daniaty bereaksi.
"Tidak, ini benar-benar Grup besar! Coba kamu lihat ini!" Ucap Nia Daniaty menunjuk deretan nama-nama perusahaan yang ada di bawahnya.
Bahkan dia juga menunjukkan nilai pasar dari Grup Brighton! Setelah yakin asisten wanita itu langsung terkejut juga.
"Jika seperti itu, berarti kita kedepannya akan berkembang pesat lagi di bawah nama besar Gurp Brighton ini!" Asisten wanita itu memberikan pendapat yang telah dia pikirkan setelah membaca informasi itu.
"Benar, aku setuju! Meskipun Readbulld besar namun perkembangan kita seperti di remehkan." Jawab asisten laki-laki.
"Nona, ternyata bukan hanya perusahaan ini saja yang berpindah kepemilikan bahkan dua lainnya juga pindah kepemilikan, sial situasi macam apa ini?" Asisten wanita Nia Daniaty kembali bereaksi.
Setelah dia tenang, dia membaca lanjutkan halaman lainnya dari berita yang sampai di tangannya! Karena sebelumnya dia terkejut dengan perubahan mendadak dengan perusahaan tempat dia bekerja sehingga dia juga tidak langsung memeriksa halaman lanjutan berita itu.
__ADS_1
Nia Daniaty dan asisten laki-laki langsung melihat ke arah laptop lainnya! Setelah itu ketiganya saling pandang.
"Ini mengerikan, tiga property teratas yang paling menguntungkan milik keluarga Readbulld berpindah kepemilikan dengan nilai transaksi yang di sembunyikan, sial aku tidak tahu lagi harus bereaksi seperti apa?" Nia Daniaty terduduk kembali di kursi kerjanya sambil memegang kepalanya.
Sedangkan dua asistennya hanya saling pendang, keheningan di ruangan itu terlalu berlalu hingga beberapa menit.
Sedangkan di ruangan-ruangan lain juga heboh! Banyak yang senang, namun orang-orang yang bisanya hanya menjilat keluarga Readbulld berkeringat dingin.
"Ha-ha-ha, akhirnya kita terlepas dari keluarga Readbulld! Padahal aku tadinya akan resign tapi sekarang tidak jadi, karena secara tidak langsung aku sudah berpindah kerjaan." Ucap laki-laki paruh baya di bagian staf produksi.
Banyak yang bereaksi sama dengan dia, namun reaksi mereka belum menunjukkan kesenangan karena tidak tahu Grup Brighton itu seperti apa, karena mereka hanya kalangan pekerja kerah putih yang di bawah! Sehingga tidak tahu keadaan kelas atas.
Bukan hanya di perusahaan tambang ini saja, di perusahaan energi dan perhotelan yang berpindah kepemilikan sama hebohnya.
Karena di dua perusahaan itu yang memiliki karyawan paling banyak, apa lagi di perhotelan! Meskipun hanya kurang dari 5 Hotel besar namun karyawan di sini hampir ribuan orang.
Sehingga pihak yang tahu juga bereaksi, apa lagi sekarang jaman digital dan semuanya bisa di akses leat ponsel pintar! Jadi meskipun orang itu tidak memiliki jabatan asalnya mengikuti media sosial tertentu akan mendapatkan berita terkini seperti itu.
*
Di penjuru kota Westa meriah dan heboh! Namun berbeda terbalik di ruang rawat sebuah rumah sakit internasional kota Westa.
Ruangan VVIP, Hiski Readbulld dan Hansen Readbulld di rawat bersama di sini.
Namun yang membuat suasana di sini tegang bukan luka-luka pada pasien! Melainkan berita yang beredar.
Baaammmm..!
"Bufff...!" Hansen Readbulld muntah darah dan kembali tidak sadarkan diri.
"Ayah, bangun ayah! Jangan membuat aku takut, ayah bangun!" Ucap Ahsan Readbulld, dengan tatapan raut wajah yang sangat cemas.
Ahsan Readbulld bingung setengah mati, inilah kenapa pusat Grup Readbulld tidak bereaksi dengan berita yang beredar, karena Ahsan Readbulld tidak tahu harus berbuat apa karena ayahnya belum bangun setelah tidak sadarkan diri dari semalam.
Begitu juga keponakannya Hiski Readbulld, bahkan dia lebih parah wajahnya rusak akibat banyak pecahan kaca yang menusuknya.
Dahinya di jahit 15 jahitan yang bukan hanya garis lurus saja tapi merambat seperti jaring laba-laba! Entah seperti apa jika luka wajah Hiski Readbulld sembuh nanti.
\=
\=
__ADS_1
...