Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
189 DIA BOSNYA DI SINI


__ADS_3

Chapter 189. DIA BOSNYA DI SINI.


\=


Jalan utama kota Mako.


Di dalam mobil yang rusak! Tama terus saja mengerut.


"Kurang ajar, kita seperti buronan! Bagiamana kita bisa tidak beruntung, hingga bertemu pembunuh seperti itu di jalan, membuat suasana tidak nyaman." Keluh Tama.


Alda dan Dion hanya diam saja duduk di dalam mobil! Mereka mendengarkan keluh kesah Tama itu.


"Padahal aku sudah memecahkan kepala pembunuh bayaran itu! Tapi perasaan ini tidak membaik, seharusnya tadi aku cincang halus tubuh mereka." Gerutuan Tama masih berlanjut.


Di iringi deru mesin yang berantakan! Dengan bersiur angin sepoi-sepoi yang masuk ke dalam kabin karena kaca depan sudah hancur.


Banyak orang-orang yang melihat mobil mereka dengan prihatin! Mereka menyayangkan bahwa mobil semewah itu bisa hancur ringsek seperti itu, sehingga banyak dari mereka yang mendesah tidak rela. Padahal mobil itu bukan milik mereka namun sakit di hati mereka cukup terasa.


Setelah sekitar satu jam, akhirnya mereka sampai di villa mewah milik Alda.


"Apa kita akan lanjut mencari hiburan?" Alda bertanya kepada Tama, karena itu memang saran Tama sebelumnya.


"Ya tetap lanjut, apa lagi sekarang suasana hati ku sedang buruk! Sangat cocok jika kita bersenang-senang!" Jawab Tama dengan semangat.


Dion masuk ke garasi, dia langsung mengambil mobil off-road yang tersedia di sana.


Wung..Wung..!


"Sepertinya mobil ini memang yang paling cocok! Jika terkena ledakan seperti tadi setidaknya mobil ini tidak terbalik." Ucap Dion setelah membawa keluar Land Rover Defender.


Ucapan Dion memang masuk akal! Karena Land Rover Defender off-road itu sangat besar bobot mobil itu lebih dari 3 ton sehingga cukup kuat menahan ledakan dari bom tangan biasa.


"Baiklah, kita segera berangkat!" Ucap Tama dia langsung masuk ke dalam mobil di samping kemudi.


Akhirnya Alda masuk di set kedua! Di ikuti oleh Hana dan Hani.


Kini Alda duduk berdampingan dengan Hana, membuat Hana tersipu! Jika seperti ini Hana tidak terlihat seperti sang pembunuh malah seperti gadis rumah yang malu bertemu dengan tetangga.


Tanpa banyak berucap, Dion langsung melakukan mobil off-road itu dengan kencang.

__ADS_1


"Kita mencari hiburan ke mana?" Ucap Dion setelah mobil melaju ke arah kota Mako kembali.


"Tempat di mana kita bisa makan daging dan minum bir sepuasnya!" Ucap Tama.


"Maksud mu, aku yang mencari?" Dion ingin memperjelas tujuan mereka sehingga dia bertanya seperti itu, karena hari sudah mulai malam.


Kota Mako sudah berubah beberapa hari ini, sehingga jalanan semakin padat! Itu karena banyak orang yang berdatangan karena melihat potensi kota Mako kedepannya sangat bagus.


Mulai dari pengusaha, sampai pegawai kerah putih! Bahkan para kelas bawah buruh juga datang ke kota Mako setelah peresmian dari proyek itu.


"Ya...! Sepertinya suasana sedang tidak enak seperti ini, solusi satu-satunya adalah makan." Ucap Tama dengan tenang.


"Huf, kelakuan mu tidak pernah berubah!" Ucap Alda yang akhirnya membuka suaranya.


Entah apa yang di latih Tama! Sehingga bisa makan begitu banyak namun badannya tetap tidak gemuk sama sekali, bahkan atletis seperti orang yang makan makanan sehat dan rajin oleh raga.


"Baiklah, aku tahu tempat itu!" Ucap Dion, lalu dia langsung fokus mengemudi karena jalan kota Mako sudah sangat padat di malam hari seperti ini.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 25 menit! Mereka akhirnya sampai di jalan Niseng.


"Hei, kita pernah ke jalan Niseng ini!" Ucap Tama, dia langsung berbinar karena saat pertama ke sini mereka di ganggu oleh para bedebah dari kelompok organisasi gelap.


Dia sudah menaklukkan jalan Niseng ini beberapa waktu lalu, sehingga dia cukup familiar dengan keadaan di sini! Dion juga pernah makan di stand hotpo itu sekali dan Dion merasakan bahwa itu sangat enak.


"Wah, seperti mantap!" Ucap Tama, jika soal makanan dia sangat mementingkan di atas segalanya.


Jika ada dua opsi pilihan! Lebih memilih wanita cantik tapi tidak makan enak apa makan enak tanpa wanita cantik, Tama akan memilih opsi yang ke 2 tanpa ragu.


Ikuti aku..!


Ucap Dion, setelah itu Alda, Tama, Hana dan Hani langsung mengikuti Dion! Mereka berlima tidak masuk ke jalan Niseng melainkan melewati lorong sempit yang ada di belakang komersial jalan Niseng.


Jalan ini adalah jalan kecil yang biasa di gunakan pedagang saat darurat, apa bila jika pengunjung di komersial jajanan jalan ini ramai mereka melewati jalan ini.


Namun jika masih lenggang tidak sampai sulit berjalan, orang-orang itu memilih jalan utama karena memang ramai dan aman.


Tidak butuh waktu lama, akhirnya mereka sampai di tempat belakang jalan Niseng! Tempat ini cukup jauh di belakang hanya ada beberapa pedagang di kios yang di buka itu


Karena kebanyakan pengunjung tidak sampai ke bagian belakang, sehingga tempat di sini tidak terlalu banyak yang menginginkan.

__ADS_1


Meskipun sewa di sini sangat murah namun kualitas untuk berdagang di bagian belakang sangat buruk! Orang-orang lebih memilih kios yang ada di depan karena peluang untuk di beli lebih tinggi, bahkan perbedaan itu sampai 20 kali lipat.


Seorang laki-laki paruh baya dan anak gadisnya sedang membersihkan meja bekas di gunakan orang.


Melihat ada rombongan yang datang, seorang laki-laki paruh baya itu langsung maju untuk menyambutnya.


"Tuan Dion selamat datang kembali di kios kami!" Ucap laki-laki paruh baya itu.


"Ya, pak Datum! Butakan kami hidangan spesial milik anda untuk lima orang!" Ucap Dion setelah mengangguk kepalanya sedikit.


Pak Datum adalah pemilik kios tempat makan itu! Dia sudah berjualan di sini beberapa tahun lalu, padahal masakan di sini sangat enak namun karena tempatnya kurang memadai dan kurangnya promosi di tambah tempat ini sedikit kacau dulunya sehingga banyak orang enggan datang ke sini.


Namun setelah Dion sebagai ketua dari kelompok Beruang Hitam yang memegang wilayah ini, sekarang wilayah ini cukup aman jadi yang tadinya kios yang buka sedikit kini bertambah satu atau dua orang! Meskipun hanya sedikit namun bagi pak Datum ini kemajuan yang besar.


"Baik..!" Pak Datum langsung mengangguk dengan senyum ramah.


Dia sangat menghormati pemuda di hadapannya ini! Meskipun orang-orang mengatakan bahwa suatu kelompok organisasi pasti bengis dan jahat, tapi pak Datum tidak berpikir demikian.


Orang-orang itu hanya melihat kelompok sebelumnya sehingga masih berpikir seperti itu.


Saat pak Datum akan melangkah ke arah dapur, Tama langsung berucap.


"Tunggu...! Untuk lima orang apanya? Siapkan untuk 10 orang, itu baru namanya memesan makanan." Ucap Tama.


Wanita muda anak dari pak Datum hanya bisa bengong sambil melebarkan mulut kecilnya.


"Tuan, apa...?" Pertanyaan itu langsung menggantung saat melihat Dion mengangkat tangannya.


"Ikuti saja pengaturan dia, dia adalah bosnya di sini!" Jawab Dion.


Mendengar orang seperti Dion yang memiliki ratusan anak buah menyebut Tama adalah bosnya di perkumpulan mereka, membuat mata pak Datum melebar sedikit.


Dia tidak tahu keberadaan seperti apa Tama itu, seketika pandangan pak Datum kepada Tama langsung berubah.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2