
Chapter 201. PERGURUAN ELANG HITAM .
\=
"Taun muda, cepat pergi dari sini! Di sini sangat berbahaya!" Teriak tuan Cakar Elang kembali.
Namun Bramantyo Button masih asik dengan pikirannya, kepala dia masih bersandar di sandaran kursi mobil Rolls-Royce phantom dengan nyaman.
Karena kaca mobil tertutup rapat, sehingga teriakan dari tuan Cakar Elang tidak terdengar oleh Bramantyo Button, apa lagi posisi tuan Cakar Elang masih sangat jauh.
Namun salah satu pengawal dari tuan muda Bramantyo Button yang ada di mobil sedan hitam melihat tuan Cakar Elang jatuh dari tembok villa mewah milik Alda, sehingga karena penasaran dia membuka kaca mobilnya.
Setelah itu beberapa orang di dalam mobil mendengar teriakkan dari tuan Cakar Elang! Mereka semua keluar dan segera memberitahu tuan muda Button yang berusaha mereka lindungi.
Tak..tak..tak..!
"Tuan muda! Tuan muda! Buka kacanya!" Ucap salah satu pengawal yang tadi keluar.
Setelah itu, kaca di buka dengan cepat!.
"Tuan muda, tuan Cakar Elang sudah kembali, namun dia dalam keadaan seperti itu!" Ucap salah satu pengawal itu sambil menunjuk ke arah tuan Cakar Elang.
Akhirnya, taun muda Bramantyo Button melihat orang yang datang berlari dengan susah payah! Itu memang tuan Cakar Elang, namun melihat keadaan seperti itu Bramantyo Button langsung terkejut.
'Bagaimana bisa?' Ucap Bramantyo Button bertanya-tanya di benaknya.
Karena mau bagaimana tuan Cakar Elang adalah salah satu tetua dari perguruan elang hitam yang sangat terkenal di selatan negeri ini, sehingga melihat terluka parah seperti sekarang, Bramantyo Button sangat terkejut.
Di tambah, kekuatan tempur tuan Cakar Elang masuk dalam 10 besar di perguruan elang hitam! Jadi siapa orang yang bisa mengalahkan tuan Cakar Elang dengan sang singkat.
Namun saat dia sedang terkejut, pintu gerbang utama villa mewah milik Alda terbuka! Kini 6 orang anak muda keluar dari villa mewah itu.
__ADS_1
Namun Bramantyo Button kembali terkejut setelah melihat Alda Button baik-baik saja! Karena mau bagaimanapun yang menyerang adalah tuan Cakar Elang salah satu tetua dari perguruan elang hitam.
Bahkan tuan Caka Elang sampai terluka seperti sekarang, Bramantyo Button berpikir tuan Cakar Elang terluka karena mengambil resiko untuk membunuh Alda! Namun Alda malah masih baik dan sehat, membuat dia merasa sangat sakit kepalanya.
Akhirnya, karena penasaran! Bramantyo Button melihat orang-orang di sebelahnya tapi dia tidak melihat ada master hebat di sebelahnya! Karena orang-orang di sana hanya anak muda yang umurnya paling seumuran dengan dirinya sekarang.
Sehingga sehebat apa mereka, Bramantyo Button hanya bisa meremehkan saja.
"Hei kalian, serang mereka semua! Sepertinya master yang melindungi mereka tidak ikut keluar!" Ucap Bramantyo Button kepada pengawalnya, karena dia merasa Alda dan yang lainnya akan mudah di bereskan.
"Baik tuan muda..!" Ucap para pengawal yang ada di sana.
"Segera pergi, di sini sangat berbahaya!" Teriak tuan Cakar Elang.
Namun tatapan beberapa pengawal dan Bramantyo Button seperti keheranan! Apanya yang berbahaya? Karena mereka semua melihat hanya ada 6 orang anak muda di hadapan mereka sekarang.
Jadi bagaimana di sini berbahaya, sedangkan mereka berjumlah lebih dari 10 orang di sini.
"Tuan muda, cepat pergi! Mereka semua berbahaya!" Ucap tuan Cakar Elang setelah sampai di dekat mobil Rolls-Royce phantom yang di naiki Bramantyo Button sekarang.
"Tidak, mereka tidak mampu menghadang, pengawal tuan muda akan kalah! Cepat pergi sebelum terlambat tuan muda." Tuan Cakar Elang lang masih berusaha menyakinkan Bramantyo Button.
Tapi jelas, Bramantyo Button tidak percaya sedikitpun dengan ucapan dari tuan Cakar Elang! Karena bagaimanapun kekuatan pengawal yang di milikinya sangat kuat.
"Tuan muda, dengarkan aku! Bahkan orang-orang dari perguruan elang hitam saja tidak akan sanggup menghadapi mereka!" Tuan Cakar Elang langsung jujur, karena serangan dirinya saja langsung di blok oleh Alda dengan mudah.
Sedangkan saja jika kepala perguruan Elang Hitam yang melawan dirinya saat itu! Kepala perguruan elang hitam akan membutuhkan cukup banyak jurus untuk mengalahkan dirinya.
Tapi Alda hanya menyerang dengan satu gerakan! Bahkan jika di jadikan jurus itu tidak akan lengkap.
Namun Bramantyo Button tidak mendengarkan ucapan dari tuan Cakar Elang, dia malah memilih turun dari mobil Rolls-Royce phantom miliknya, tuan Cakar Elang hanay bisa mendesah pasrah.
__ADS_1
Setelah Bramantyo Button turun, Alda dan yang lainnya juga sampai di dekat mereka semua! Pengawal Bramantyo Button juga sudah mengepung Alda dan yang lainnya.
"He-he-he, Alda! Ternyata kamu masih hidup, aku sangat terkejut di awalnya karena sudah berusaha sangat keras dari awal, bahkan sampai aku mengerahkan organisasi pembunuh bayaran yang bodoh itu!" Ucap Bramantyo Button, dia menatap lurus ke arah alda.
Dia pikir karena Alda sudah di kepung seperti sekarang, maka menghadapi Alda dan teman-temannya lainnya akan sangat mudah seperti dia membalikkan tangan.
"Ternyata yang mengirim orang-orang itu adalah kamu! Tidak heran kepala ku di bandrol sangat mahal di sana." Ucap Alda seperti main-main.
Menurut Alda, Bramantyo Button ini sangat naif! Hanya mengandalkan kekuasaan keluarga dan uang saja tanpa mengandalkan kekuatan bertarung sendiri, ingin membunuhnya dengan mudah maka itu hanya sebuah mimpi yang manis.
Bahkan dengan tenang berbicara seperti itu di hadapan Alda sekarang! Seperti sangat percaya diri sekali.
"Ya, tapi sayangnya orang-orang bodoh itu tidak berhasil!" Jawab Bramantyo Button.
Sedangkan tuan Cakar Elang di belakang Bramantyo Button ketakutan melihat tatapan main-main Alda! Karena itu adalah tatapan yang di tunjukkan terhadap dirinya saat dia masih bersikap sangat sombong dengan memandang orang-orang di hadapannya saat itu hanya semut kecil yang bisa di injak sampai mati kapan saja.
10 pengawal yang menjaga Bramantyo Button yang menaiki mobil sedan masih menatap dengan tatapan galak! Mereka tidak takut sama sekali, bahkan sok mencoba mengintimidasi Alda dan yang lainnya.
"Alda, kenapa masih banyak berbicara? Sebaiknya langsung bantai saja!" Ucap Tama yang sudah tidak sabar.
Sedangkan Dion dan Riko masih mencoba menelisik kekuatan 10 orang di hadapannya sekarang.
Memang dari postur dan aura tubuh yang di pancarkan, sepertinya memang mereka adalah master setengah langkah! Sehingga bisa di bilang mereka adalah pengawal elite yang hanya bisa di miliki keluarga-keluarga besar di ibu kota.
Bramantyo Button mendengar ucapan Tama yang menurutnya sangat arogan membuat dia tersenyum miring, dia langsung menatap beberapa pengawal yang dia bawa itu lalu berucap.
"Yang tadi berbicara habis lebih dulu! Beritahu dia bahwa orang yang tidak bisa menjaga ucapannya akan mati lebih dulu!" Ucap Bramantyo Button dengan arogan.
"Baik tuan muda..!" Beberapa pengawal yang dekat dengan Tama langsung menyahuti perintah dari tuan muda mereka.
\=
__ADS_1
\=
...