
Chapter 284. RENCANA TERSELUBUNG.
\=
Pembicaraan mereka selesai dengan cepat, Dion tidak berbicara banyak! Dia hanya menyampaikan kepada Rizal agar selalu berkomunikasi dengan paman Jo, apa bila mereka tidak bisa memutuskan hal-hal besar baru mereka menghubungi mereka.
Dion berucap seperti itu karena dia tidak mau di ganggu oleh urusan Grup Brighton terlebih dahulu, karena akan menghadapi sekte tersembunyi yang sekarang mulai bergerak.
Dion tahu, karena dia sering menjalankan misi saat di perguruan terpencil yang berhubungan dengan sekte tersembunyi sangat berbahaya.
Mereka selalu melakukan rencana terselubung sehingga membuat musuh mereka lengah dan bingung.
Jika saja guru mereka tidak memiliki kekuatan absolut! Sudah pasti mereka bersembilan akan selalu di tekan oleh sekte tersembunyi lainnya.
Bisa di bilang mereka adalah penjaga dari dua dunia yang berbeda! Jadi banyak hal yang di pertaruhkan oleh mereka, tidak hanya tenaga dan waktu tapi juga nyawa mereka.
Setelah urusan mereka berdua dengan Rizal selesai, keduanya langsung pergi dari kantor cabang Grup Brighton itu! Mereka kembali ke kediaman keluarga Aditya.
Rizal yang masih berdiam diri di kantor yang mewah yang ada di cabang Grup Brighton kota Westa, tertegun sebentar.
Begitu juga tiga bawahnya! Mereka semua memandang pintu keluar di mana Dion dan Alda telah melewati pintu itu, mereka tetap di sini karena permintaan Alda untuk tidak mengantar keluar karena akan menimbulkan reaksi yang tidak perlu.
"Tuan Rizal, berarti pemilik Grup Brighton yang sebenarnya adalah tuan Alda itu?" Ucap salah satu dari tiga pemuda bawahan Rizal.
"Ya, apa pendapatmu tentang ini?" Ucap Rizal tanpa basa-basi dia langsung membenarkan.
Karena dia tahu, tiga anak muda itu sangat cerdas sehingga belum lama mengikuti dirinya! Mereka sudah tahu lebih dalam.
Jadi Rizal tidak akan menyembunyikan apapun, karena semakin mereka tahu! Pergerakan ketiga orang itu akan bebas dan sangat membantu Rizal kedepannya.
"Tuan Alda sangat hebat! Aku yakin dia keturunan dari salah satu keluarga besar, karena tidak mungkin dengan umur yang masih sangat muda, bisa memiliki kesuksesan seperti ini." Yang lainnya langsung mengomentari.
Mereka tahu, meskipun Alda di berikan kesempatan! Jika dia bukan dari keluarga besar, dia sangat yakin Alda tidak akan sampai di posisi ini.
Paling hebat dia masih akan bergerak secara massif! Karena sesuatu yang besar butuh kekuatan dan kekuasaan yang besar untuk melindunginya.
__ADS_1
Jika tidak, itu semua akan runtuh seperti gedung yang tidak bagus dalam pondasinya.
"Aku sangat setuju..!" Orang yang sedari tadi diam langsung ikut menyela.
"Aku juga berpikir seperti itu! Tapi mau siapa di belakang tuan Alda, aku hanya akan mendengarkan ucapannya saja." Jawab Dion.
Mereka akhirnya mengobrol sebentar, setelah itu langsung mempersiapkan semuanya setelah kepergian Alda dan Dion! Karena Rizal sudah memperhitungkan kemungkinan terburuknya Grup Brighton tidak memiliki pimpinan tertinggi di sekitarnya.
Karena bahaya akan selalu datang kapan saja! Sehingga jika mereka tidak siap dan lalai, maka mereka akan berharap kepada siapa kedepannya.
Setelah itu Rizal memberikan kabar kepada paman Jo! Lalu semua pergerakan Grup Brighton lebih di tingkatkan.
*
Alda dan Dion baru saja sampai di kediaman keluarga Aditya, akan tetapi baru juga sampai ke garasi milik keluarga Aditya, Tama langsung menghampiri mereka.
"Hei, kapan kita akan berangkat?" Ucap Tama terlihat begitu bersemangat.
Padahal Alda dan Dion baru saja turun dari mobil dan pergi sebentar ke Grup Brighton! Namun seakan mereka sudah pergi lama dan jauh hingga di sambut oleh Tama di garasi mobil.
Dia maju lalu memutari Tama yang sedang berdiri sedikit tersentak itu! Dion terus memperhatikan Tama apa ada sesuatu yang salah dengan bocah tua ini.
"Tidak, itu karena kita akan melawan sekte tersembunyi! Aku jadi teringat beberapa kenangan di perguruan terpencil, he-he-he." Jawab Tama sambil tersenyum canggung.
Alda tidak berbicara, namun dia tahu Tama menyembuhkan sesuatu dari mereka! Karena meskipun Tama pintar dalam hal komunikasi dan teknologi jaringan maupun beladiri.
Dia sangat ceroboh dalam menyembunyikan sesuatu! Sehingga bisa di lihat dari ekspresi Tama saja, dia sedang menyembunyikan sesuatu hal dari mereka.
Namun Alda tidak peduli! Paling yang di sembunyikan hal-hal konyol saja.
"Kita akan berangkat sekarang! Menurut kamu kita baiknya menggunakan apa untuk pergi ke ibu kota dengan cara senyap?" Ucap Alda.
Dia tidak ingin memperlihatkan kepada keluarga Button cabang 2! Karena dalam pikiran Alda, bahwa berita tentang sekte tersembunyi menyebar itu di buat oleh keluarga Button cabang 2 itu.
Sehingga dia lebih memilih masuk ke ibu kota dengan cara senyap, karena itu akan lebih aman! Apa lagi Alda masih yakin, bahwa masih ada beberapa master luar negeri maupun master kuat yang bersembunyi di ibu kota untuk menghadapinya sewaktu-waktu.
__ADS_1
"Sebenarnya jika ingin cepat, kita harus menggunakan pesawat! Tapi ini sangat rentan di lacak, apa lagi orang yang melacak memiliki kekuasaan tinggi di negeri ini! Itu akan sangat mudah baginya." Jawab Tama.
Lalu dia mengelus janggutnya.
"Cara yang paling aman, kita berkendara menggunakan mobil! Tapi jika dari kota Westa ini akan memakan waktu lebih dari 3 hari lamanya jika berjalan melewati setiap kota besar, tapi jika lewat hutan dan beberapa gunung kita akan sampai lebih cepat bisa 2 hari perjalanan." Ucap Tama kembali.
"Kita gunakan mobil saja! Dua hari sudah cukup." Jawab Alda dengan yakin.
Dia juga tidak buru-buru, karena memang memasuki ibu kota tidak mudah jika menggunakan transportasi umum! Jika menggunakan kendaraan pribadi maka bisa menghindari radar setiap kota besar sehingga semakin sulit di lacak.
Apa lagi menggunakan mobil Tama yang sudah di modif sangat baik, sehingga untuk menghindari pelacakan semakin mudah.
"Itu baru seru! Ikut aku, akan aku tunjukkan jalan yang bagus untuk kita lewati." Ucap Tama, lalu langsung masuk ke dalam rumah.
Dion dan Alda tidak banyak bertanya lagi, mereka berdua mengikuti Tama dengan rasa penasaran yang tinggi.
Setelah masuk, ke dalam rumah! Alda mengajak Riko dan Hana untuk mengikuti mereka, begitu juga Hani.
Akhirnya semuanya masuk ke ruang kerja pribadi milik Tama! Ruangan itu sangat luas! Mereka duduk di sofa yang besar, lalu di depan mereka semua ada layar yang besar dengan di soroti oleh proyektor.
Di sana terpampang peta dari beberapa kota besar kecil dan bahkan pegunungan maupun hutan juga ada guru pasir dan gunung berbatu yang di selimuti salju.
"Lihat semua, akan aku tunjukkan jalan tercepat menuju ke ibu kota." Ucap Tama.
Dia lalu mengeklik beberapa kali di papan keyboard, lain di peta itu muncul garis-garis yang sangat detail dengan warna yang berbeda.
Semuanya menatap dengan serius.
"Lihat garis merah ini, kita akan mengikutinya! Untuk keamanan kita gunakan data dan sinyal pribadi, dengan tetap terhubung tim yang selalu siapa siaga, sehingga jika ada hal berbahaya kita langsung tahu." Tama menjelaskan dengan semangat.
\=
\=
....
__ADS_1