Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
285 PERMINTAAN BERTEMU


__ADS_3

Chapter 285. PERMINTAAN BERTEMU.


\=


Semua orang menatap ke garis merah yang ada di layar besar di hadapan mereka semua! Tama menujunya dengan menggunakan cahaya laser berwarna hijau.


Karena layar itu sangat besar, orang-orang di ruangan itu bisa melihatnya dengan sangat jelas.


"Bukankah itu jalan berbahaya? Apa bisa mobil melewatinya?" Ucap Alda setelah fokus dengan peta yang di tampilkan.


Alda sedikit paham dengan peta seperti ini! Karena di perguruan terpencil di ajarkan untuk membaca peta karena mereka menjalankan misi yang berbahaya sehingga harus mengenali medam yang akan mereka lewati atau terjun di dalamnya.


Apa lagi peta itu di rancang oleh Tama! Sehingga Alda dan yang lainnya langsung paham, tapi Hana dan Hani sedikit bingung karena penandaan peta itu sedikit berbeda dengan milik organisasi pembunuh bayaran internasional.


Namun untuk keseluruhan mereka juga tahu, tapi mereka lebih memilih diam.


Alda mengambil resiko seperti ini karena sejak dia keluar dari kota Mako! Alda dan yang lainnya di incar oleh pembunuh bayaran bahkan para master luar negeri yang di gemborkan sangat kuat.


Apa lagi ada berita pergerakan sekte tersembunyi yang memasuki dunia sekuler! Ini membuat mereka lebih waspada.


Jika ancaman yang memburu mereka sedikit! Sudah pasti mereka tidak akan melakukan perjalanan secara senyap, apa lagi jika benar-benar orang-orang itu memiliki kemampuan meskipun perjalanan senyap Alda dan yang lainnya di jalankan dengan baik.


Mereka akan mengetahuinya! Jadi jika ada pertempuran mendadak tidak mengganggu masyarakat umum yang tidak tahu apa-apa dengan urusan mereka.


"Jalur ini memang berbahaya, maka itu tidak di jamah oleh orang biasa! Sehingga jika terjadi hal-hal yang genting kita bisa langsung menghabisi mereka semua tanpa kesulitan." Jawab Tama.


Riko langsung melebarkan matanya dan tersenyum jahat! Setelahnya dia berucap. "Kali ini aku setuju dengan kamu Tama! Ini namanya persiapan perjalanan yang bagus." Riko girang.


Dia tahu jika jalur berbahaya saja masih ada yang menyerang mereka! Berarti bisa di katakan mereka sangat hebat, patut untuk jadi lawan pertarungan mereka.


Sehingga sekarang Riko sangat setuju dengan pemikiran Tama kali ini.


"Aku tahu apa pemikiran kalian!" Jawab Alda.


Alda sangat tahu, karena dia sudah mengenal mereka berdua sejak 10 tahun yang lalu bahkan melakukan apa-apa selalu bersama jika sedang berada di perguruan terpencil.


Sehingga melihat sifat kenakalan Tama dan hasrat haus akan pertarungan Riko, Alda begitu paham.


"Kamu memang yang terbaik!" Jawab Tama langsung mengacungkan jempolnya dengan mantap.


Hana dan Hani yang tidak tahu maksud mereka hanya saling pandang, lalu melihat semua peta yang tertera di layar besar.

__ADS_1


Dion hanya diam, dia tidak ingin ikut meriahkan kesenangan dari Tama dan Riko! Namun sebenarnya dia juga tahu.


"Baiklah kita persiapkan semuanya, setelah beres kita langsung berangkat." Ucap Alda.


Setelah itu, mereka keluar! Sedangkan Tama masih di sana untuk mempersiapkan semuanya yang belum dia siapkan.


*


Hari menjelang sore.


Kota Katao masih ramai seperti biasanya, karena kota yang memiliki populasi paling padat di negri ini membuat daya tarik selalu ada di kota ini.


Tapi tidak semua orang bisa masuk dan tinggal di kota Katao sesukanya! Apa lagi untuk keluarga besar dan berkuasa dari kota besar lainnya, karena di sini menyimpan aturan yang tidak tertulis.


Tapi jika untuk berwisata atau orang-orang kelas rendah bisa tinggal di ibu kota, sebab kota ini sangat keras dan ganas! Banyak dari mereka yang akhirnya kembali ke kota asal mereka di karenakan tidak kuat dengan gaya hidup di kota Katao.


Di pinggiran kota Katao.


Kediaman keluarga Button selalu terlihat damai dari luar, apa lagi penghuni di dalamnya sangat jarang! Hanya di dominasi oleh beberapa pengurus rumah dan beberapa pelayan.


Sedangkan keluarga yang ada di dalamnya seperti terlihat kosong! Karena ini adalah kediaman keluarga utama.


Orang-orang keluarga Button lainnya yang datang ke sini jika ada keperluan mendesak saja, sedangkan untuk tinggal sehari-hari mereka memiliki rumah masing-masing.


Sore hari, di belakang kediaman keluarga Button! Charles Button sedang menikmati teh hitam hangat, yang aroma tehnya hingga memenuhi halaman belakang.


Membuat orang yang ada di sana pasti ingin merasakan nikmatnya teh itu.


Charles Button bisa menikmati teh hangat dengan tenang karena dia sudah memastikan keamanan Alda kepada sahabat yaitu Praja Aditya, dia sangat yakin bahwa di sana sangat aman dan dia sangat percaya dengan sahabat lamanya itu.


Saat sedang menikmati nikmatnya teh hangat, Haris Hanaga datang dari dalam dengan wajah yang sangat gugup.


"Tuan besar, ada berita gawat!" Ucap Haris Hanaga setelah datang di hadapan Charles Button.


Charles Button menatap Haris Hanaga tegas dan tenang! Mungkin karena dia sudah sangat berpengalaman dengan semua permasalahan sehingga Charles Button tidak langsung merespon dengan kekhawatiran juga.


"Katakan..!" Ucap Charles Button setelah melihat Haris Hanaga sedikit tenang.


"Siang tadi kelompok yang aku kerahkan menerima kabar bahwa sekte tersembunyi sedang berusaha masuk ke dalam dunia korporat." Jawab Haris Hanaga dengan susah payah.


"Sekte tersembunyi?" Gumam Charles Button dengan sedikit menyipitkan matanya.

__ADS_1


Dia seakan sedang berpikir keras, hingga akhirnya dia mengangguk.


"Sudah sangat lama mereka tidak menimbulkan gejolak! Tapi akhirnya ada kabar lagi, sepertinya akan ada kerusuhan besar di seluruh penjuru negeri ini! Huff aku sudah tua, kenapa masih mendapatkan tekanan masalah seperti ini." Keluh Charles Button langsung lesu.


"Apa ada kaitannya dengan keluarga besar di kota Katao ini?" Tanya Charles Button ingin tahu keseluruhan berita.


"Ada, tapi masih dalam penyelidikan! Tapi yang pasti keluarga Button cabang 2 masuk dalam list daftar paling kuat, karena sudah ada beberapa fakta yang mengarah ke mereka." Ucap Haris Hanaga.


Setelah itu dia menjelaskan keseluruhan situasi yang mereka temukan baru-baru ini! Setelah mengetahui cerita keseluruhan Charles Button langsung merenung lama.


"Aturkan pertemuan dengan Certeo Button secepatnya!" Ucap Charles Button dengan tegas.


Meskipun dia sangat lelah beberapa waktu lalu, namun jika menyangkut keamanan seluruh negeri Charles Button akan bergerak.


Permintaan bertemu secara mendadak ini membutuhkan Haris Hanaga tertegun seketika.


"Tuan besar, tapi ini hanya berita sepihak! Kepastiannya belum cukup tinggi." Cegah Haris Hanaga kepada Charles Button agar tidak langsung bertemu dengan Certeo Button.


Karena ini pertemuan pertama kalinya setelah kejadian berdarah kala itu, sehingga pastinya akan membuat kegemparan.


"Berapa kemungkinan untuk berita fakta itu jika di jadikan persentase?" Charles Button kembali bertanya.


"Setidaknya, 70% berita itu benar." Jawab Haris Hanaga.


"Itu cukup! Segera atur pertemuan dengan cepat!" Ucap kembali Certeo Button dengan mantap.


"Baiklah tuan besar..!" Jawab Haris Hanaga, setelah itu dia membungkuk sedikit lalu segera pergi.


Setelah Haris Hanaga pergi, akhirnya Charles Button langsung menyipitkan matanya.


"Certeo, sepertinya kamu tidak sabar untuk mati lebih cepat! Seharusnya kamu jangan bertindak terlalu berlebih-lebihan seperti ini!" Keluh Charles Button yang seperti memahami sesuatu yang dalam.


Menurut Charles Button, perselisihan internal itu wajar! Jika mereka saling bersaing, namun untuk saling menikam itu berlebihan.


Tapi dia masih terus diam meskipun di tikam, karena menganggap mereka masih saudara dalam keluarga besar! Tapi jika menyangkut keamanan negara Charles Button tidak bisa menoleransi lagi, sehingga dia langsung ingat menemui Certeo.


Asumsi dari Charles Button, jika benar yang memancing keluarga sekte tersembunyi adalah keluarga Button cabang 2! Maka mereka wajib di musnahkan, karena akan membawa malapetaka bagi kestabilan bangsa.


Itulah kenapa setelah menimbang bahaya, Charles Button langsung ingin bertemu dengan saudaranya itu.


\=

__ADS_1


\=


..


__ADS_2