
Chapter 137. TUAN BESAR JINK BERGERAK.
\=
"Bodoh...!"
Plak...!
Askar Kamto langsung memukul Aenan Kamto dengan keras di wajahnya! Setelah itu cacian dan bentakan terdengar terus menerus di dalam bangsal itu.
"Aaaahhhhkk, ayah ampun!" Ucap Aenan Kamto kesakitan.
Tamparan ayahnya di wajah Aenan Kamto, cukup ringan namun karena sedang terluka Aenan Kamto di buat menjerit kencang.
Askar Kamto tahu, setelah menelusuri sedikit demi sedikit bagiamana Grup Dorman hancur! Masalah pertama di timbulkan oleh pertengkaran Reyes Dorman dengan seorang pemuda tidak di kenal.
Di sana ada Angela Chelin yang seterusnya sebagai pacarnya Reyes Dorman! Sehingga setelah mengenali nama Angela Chelin, Askar Kamto langsung mengamuk dia tahu bahwa anaknya selalu bersenang-senang dengan wanita sehingga pantas dia terbuai oleh wanita itu.
Karena tahu masalahnya Askar Kamto terus memukul anaknya hingga dia capek.
*
Malam ini kota Mako tenang.
Di hotel tempat Sem Broko menginap.
Setelah mendapatkan penolakan dari Grup Brighton beberapa saat lalu, Sem Broko langsung menelepon tuan besar Jink di ibu kota.
Sem Broko terus menunggu, dia menunggu mendapatkan telpon balik dari tuan besar! Karena saat dia melaporkan kepada tuan besar Jink orang tua itu sangat marah, dia di suruh menunggu saja.
Sehingga dia menunggu pergerakan dari tuan besar Jink dengan sabar! Namun tetap saja dia gelisah, bagaimana ada orang yang berani menolak proposal dari keluarga Jink di ibu kota, ini seperti merendahkan status keluarga Jink.
Saat dia memikirkan banyak hal, ponselnya yang ada di meja depannya berdering! Dia langsung melihat siapa yang menghuni, setelah tahu itu tuan besar Jink dia mengangkat dengan buru-buru.
"Iya tuan besar Jink." Ucap Sem Broko dengan tubuh tegak.
"Aku sudah mengutus seseorang, sepertinya besok pagi mereka akan tiba di kota Mako! Ingin gunakan kekuatan semaksimal mungkin dan cari siapa mereka yang berani memotong daging gemuk milik keluarga Jink!" Ucap tuan besar Jink di sebrang sana.
__ADS_1
"Baik tuan besar, akan ku jalankan tugas ini semaksimal mungkin! Jangan khawatir paling lambat 2 hari informasi akan ku dapatkan." Jawab Sem Broko dengan yakin.
Karena di awal dia hanya membawa kekuatan kecil, sehingga dia tidak berani merajalela di kota Mako! Dia tahu bahwa tiran terdahulu sudah hancur sehingga dia hanya bisa minta bantuan kepada tuan besar untuk berjaga-jaga.
"Aku tunggu kepastiannya!" Ucap tuan besar Jink, lalu dia langsung mematikan sambungan telponnya.
Tuan besar Jink bergerak, karena dia menyadari sekarang informasi dari kota Mako sudah benar-benar terputus! Kota itu seperti sudah menjadi siang bagi keluarga Jink jadi dia mengutus kekuatan yang cukup besar.
"Grup Brighton, lihat besok dan seterusnya kami akan tahu orang di belakang layar sebenarnya! Setelah terungkap kalian akan menerima kemarahan dari tuan besar Jink." Ucap Sem Broko dengan dingin.
Dia tahu semengerikan apa tuan besar Jink itu, karena dia mengikuti tuan besar Jink saat dia masih sangat muda hingga sekarang dia berumur hampir setengah abad lebih.
Senyum dingin muncul di sudut bibir Sem Broko dia langsung beranjak dari sofa itu berniat untuk tidur lebih awal! Karena besok dia akan bekerja keras.
Di sisi lain.
Alda tidak tahu bahwa akan ada kekuatan besar dari ibu kota yang akan menekannya! Dia kini sudah sampai di villa mewah miliknya.
Setelah masuk, dia sudah melihat Dion di sana sedang duduk di ruang tengah.
"Dion, ternyata kamu sudah kembali!" Ucap Alda setelah ikut duduk di sofa ruang tengah.
"Jangan katakan itu! Kamu adalah teman ku jadi itu tidak perlu di sebutkan." Ucap Alda dengan senyum ringan.
"Setelah ini apa yang akan kamu lakukan?" Lanjut Alda bertanya.
"Entah lah, tapi yang pasti seperti ucapan ku dulu di perguruan! Setelah urusan ku selesai, maka giliran aku membantu mu mengurus masalah." Jawab Dion.
"Baik, itu yang aku tunggu!" Jawab Alda dengan senyum lebar.
"Minum ini sebagai perayaan kemenangan kuta!" Ambil melemparkan botol anggur dari bawa rak meja.
Dengan cepat Dion menangkap botol anggur itu dan meminumnya, Alda juga membuka botol lain lalu minim bersama.
Di lantai dua, Hana melihat keduanya sedang minum! Namun dia hanya melihat dari kejauhan karena tidak ingin menggangu perayaan mereka.
Malam semakin larut! Akhirnya Alda dan Dion menyudahi perayaan kecil itu dan segera istirahat di kamar masing-masing.
__ADS_1
Malam ini hening, angin tidak besar seperti biasanya! Langit cerah dan berbintang ombak di pesisir pantai tidak besar seperti biasanya.
Namun malam tenang seperti ini, menandakan akan ada badai setelahnya.
*
Malam hari berlalu dengan cepat.
Kini siang hari sudah tiba! Orang-orang kembali melakukan kesibukan masing-masing, begitu juga di Grup Brighton.
Namun saat orang-orang melakukan kesibukan masing-masing, banyak mobil sedan hitam terparkir di halaman depan perkantoran utama Grup Brighton.
50 orang dengan menggunakan jas hitam, seperti kulit dan kacamata hitam turun satu persatu! Setelah itu membentuk barisan dan menyambut orang itu dengan megah.
Seorang pemuda sekitar umur 32 tahun turun dari mobil sedan berwarna hitam, jas dan dasinya senada dengan kemaja yang di kenakan di dalam jas berwarna biru tua, dengan wajah sombong dan dagu di angkat tinggi! Orang-orang yang tadi berbaris langsung menyapanya.
"Tuan muda Jink! Selamat datang di kota Mako." Ucap 50 orang pengawal yang berbaris.
Sem Broko langsung turun dari mobil juga dan berdiri di samping tuan muda Jink itu! Dia juga tidak menyangka orang yang di utus adalah tuan muda Jink- Roland Jink tuan muda dari keturunan ke 3 keluarga Jink yang terkenal paling sombong di ibu kota.
Karena keluarga Jink di bilang sangat berkuasa di ibu kota, apa lagi di bisnis bawah tanahnya maka Roland Jink yang sombong bisa di bilang wajar.
Apa lagi di kota Mako yang terbilang kecil dan dalam kondisi tidak begitu seimbang karena di perbatasan negara lain! Apa lagi dia sudah tahu bahwa keluarga Jink memiliki tangan kanan duluan di sini sehingga dia menganggap remeh semua orang di kota Mako ini.
"Sial, kota ini sangat kering udaranya! Mana payung." Ucap Roland kepada pengawalnya.
Jika saja dia tidak di perintahkan oleh kakeknya, maka dia tidak akan ke kota Mako! Dia lebih senang di ibu kota sejuk dan nikmat apa lagi banyak wanita cantik di sana.
"Ini tuan muda...!" Jawab pengawal keluarga Jink sambil membawa payung.
Perlakuan seperti ini sangat mencolok di depan kantor utama Grup Brighton! Karena di sini termasuk kawasan elit dan banyak perkantoran besar sehingga saat hari sibu seperti ini banyak orang berkumpul di sini untuk bekerja.
"Siapa mereka, datang ke hadapan kantor Grup Brighton dengan begitu megah! Apa itu mitra Grup Brighton?" Ucap salah satu orang di depan gedung besar Grup lainnya.
Rombongan itu memang sangat megah, sehingga menimbun pertanyaan besar karena orang besar di kota Mako jika berpergian tidak sebanyak itu.
Sehingga membuat banyak orang pebisnis dan kalangan atas di kawasan perkantoran elit itu penasaran.
__ADS_1
\=
...