Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
103 KETUA KELAS YANG SOMBONG


__ADS_3

Chapter 103. KETUA KELAS YANG SOMBONG.


\=


Mendengar suara yang seakan sedang menegur itu membuat Luna dan Dion menoleh ke belakang, di belakang mereka ada dua anak muda seumuran dengan mereka.


"Tori, Kale...!" Luna menyebut dua nama itu setelah melihat keduanya.


Keduanya tidak begitu mengenal Dion, di tambah Dion banyak mengalami perubahan! Sekarang dia sangat tinggi dan wajahnya putih halus, karena lama berada di area yang sejuk di pegunungan selatan tepatnya perguruan terpencil.


Sedangkan dulu, Dion hidup di pesisir dermaga dan banyak ikut perkelahian jalanan, sehingga kulitnya sedikit gelap.


Namun saat di sekolah, dia cukup ceria dan energik! Tapi tidak banyak yang berteman baik dengannya sehingga keduanya tidak begitu mengenal Dion.


"Wah, apa bunga kelas kita akhirnya mendapatkan pasangan setelah lama menjomblo?" Tori langsung bertanya.


Namun lirikan kala membuat Tori sedikit salah tingkah! Tapi Luna langsung tersipu setelah Tiro bertanya seperti itu, membuat Kale sedikit heran.


"Tori, kamu bisa saja! Apa kamu tidak mengenal dia?" Tanya Luna sambil menunjuk ke Dion.


"Siapa dia?" Tori heran, dia adalah tipe orang yang selalu terbawa arus.


"Tori, apa kamu tidak mengenal ku?" Dion heran.


Kala dari tadi melirik ke arah Dion, lalu ke mobil Hummer tidak jauh dari keduanya! Dia seperti pernah melihat Dion namun dia juga lupa.


"Tidak, aku lupa!" Jawab Tori dengan bodohnya, dia sambil mengingat-ingat sedikit menggaruk kepalanya.


"Hehehe, sudahlah nanti kenalan di dalam saja!" Pungkas Luna, lalu dia melangkah sambil menarik Dion pelan.


Kala dan Tori hanya bisa melihat keduanya berlalu lalu menyusul dengan cepat! Karena memang sudah agak telat.


*


Di ruangan mewah hotel permata! Ruangan yang berbeda satu kelas dengan ruangan Alda dan keluarga Radcliffe bertemu! Karena dari mereka banyak yang sudah bisa di katakan sukses, sehingga kelas mereka juga harus tinggi.


Ketua lekas yang memesan kamar pribadi ini, dia baru pulang dari luar negeri! Karena melihat peluang kerja di kota Mako kota asal mereka, di tambah jabatan dia cukup menjanjikan baginya.

__ADS_1


Kini sudah ada lebih dari 30 orang di dalam sana! Meskipun tidak banyak kelas aslinya namun kebanyakan mereka membawa pasangan masing-masing sehingga cukup banyak.


Ada beberapa yang tidak ikut karena tidak memiliki waktu, sehingga hanya ada sedikit yang hadir!.


Ruangan itu kini sudah ramai! Pusat perhatian di ruangan itu adalah ketua kelas, sehingga membuat dia bersikap sombong.


"Ketua kelas, kamu sekarang sangat hebat! Setelah pulang dari luar negeri langsung bekerja di perusahaan Northern Corp itu sesuai dengan reputasi mu!" Ucap seseorang yang menjadi kaki tangan ketua kelas saat sekolah.


Hingga sekarang dia juga senang menyanjung ketua kelas! Mendengar sanjungan itu seketika senyum cerah langsung menyeruak di wajah ketua kelas.


Mata dia sambil menatap liar, seperti sedang mencari sesuatu! Setelah tidak menemukan yang dia cari akhirnya dia hanya tersenyum bangga dengan apa yang di bicarakan orang-orang kepadanya.


"Wah, perusahaan Northern Corp sekarang sedang tenar! Karena di akusisi penuh oleh Grup Brighton, ketua kelas apa kamu bisa merekomendasikan kita agar bisa bekerja di sana." Ucap orang lain.


"Omong kosong, bagiamana tidak bisa? Ketua kelas adalah sandaran kita, dia pasti akan membantu berbicara dengan eksekutif Grup Brighton." Yang lainnya menjunjung tinggi ketua kelas.


Saat suasana sedang intens! Pintu ruangan terbuka akhirnya 4 orang masuk dengan cepat.


"Maaf semuanya kita sedikit terlambat!" Ucap Luna.


"Ya, kita tadi berbincang sebentar sehingga sedikit telat..!" Kale juga berucap.


Dia yang sudah mengejar Luna, saat dia bekerja di luar negeri saja belum pernah memegang tangan mungil dan mulus Luna! Namun laki-laki itu langsung di gandeng, membuat tatapan permusuhan langsung muncul di mata ketua kelas.


"Apakah kamu Dion?" Tanya wanita yang duduk paling dekat dengan Dion berdiri.


"Ya, kamu Vlania kan?" Tanya Alda setelah mengkonfirmasi bahwa dia Dion.


Deg...!


Tori dan Kale langsung terkejut, dia padahal tadi baru saja mau duduk namun terhenti.


"Sial, pantas saja tadi aku seperti mengenal mu!" Tori langsung berucap, dia menjabat tangan Dion.


Tori memang aneh! Dia orang paling labil dan dapat di bujuk ke mana saja! Namun pikiran dia sederhana selagi tenam ok.


Kini tatapan ketua kelas semakin membara, memang sejak sekolah dia tidak suka dengan Dion! Di tambah sekarang muncul dengan menggandeng tangan Luna wanita incaran dia sendiri dulu.

__ADS_1


"Benar, aku Vlania! Apa kamu pacaran dengan Luna?" Dia berbicara sambil menunjuk tangan keduanya yang bergandengan.


Luna tersipu! Dia tidak melaporkan genggaman tangan itu! Sehingga membuat orang berpikir ke sana, Dion juga tidak melepaskannya.


"Wah keren...!" Ungkap Vlania, dia memang dekat dengan Luna dan Dion sebelumnya sehingga langsung bisa mengenal Dion meskipun tidak bertemu lama.


Suasana langsung ramai! Karena ini berita baru bagi kelas mereka, Dion yang sudah 10 tahun seperti menghilang setelah muncul langsung berpacaran dengan Luna.


"Bos, dia ke sini membawa Hummer!" Ucap Kale kepada ketua kelas dengan lirih di telinganya.


Mendengar ini, ketua kelas makin emosi! Dia langsung bangun dan menghampiri Dion.


Dion setelah belajar banyak di perguruan terpencil sehingga langsung peka, dia tahu bahwa ketua kelas membacakan aura permusuhan kepadanya.


"Dion kan, lama tidak bertemu! Sepertinya setelah lebih dari 10 tahun tidak ada kabar kamu sekarang sukses?" Ketua kelas mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Dion.


"Ya, ada banyak hal! Tapi aku belum sukses!" Ucap Dion menerima jabatan tangan itu.


Dengan senyum sinis, ketua kelas Hendi Albar langsung meremas tangan Dion dengan kekuatan yang dia miliki! Karena dia berlatih beladiri campuran di luar negeri sehingga sangat sombong.


Menurutnya dengan sekali remas, tangan Dion akan terkilir! Setidaknya akan kesakitan.


Dion merasa ini dengan senyum tipis, dia tersenyum dan akhirnya.


Klek..!


Tangan ketua kelas Hendi mengalami pergeseran tulang jari, dia meringis namun tidak menjarit karena menjaga wibawa dan kehebatan dia.


Karena tadi dia sudah banyak membual tentang kekuatan fisik dia di luar negeri dan kecerdasan dia hingga akhirnya di rekrut oleh perusahaan Northern Corp.


"Sepertinya, ketua kelas Hendi yang sekarang sudah sukses? Sekarang ketua kelas bekerja di mana?" Dion berbasa-basi karena dia akan mempermainkan ketua kelas yang sombong ini.


Orang-orang di sekitar mereka tidak menyadari! Karena hentakan tangan Dion tidak terlihat, dia mengenakan kemeja panjang sehingga otot-otot lengannya tersamarkan.


Cukup lama, wajah ketua kelas Hendi Albar langsung merah padam menahan sakit di telapak tangannya.


\=

__ADS_1


...


__ADS_2