Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
074 KONFLIK TERBUKA


__ADS_3

Chapter 074. KONFLIK TERBUKA.


\=


Ketiga orang itu mendengar instruksi Alda merasa sangat bersemangat, apa lagi paman Jo! Dia bergetar karena saking senangnya, akhirnya ada orang yang membantu mereka untuk bersaing dengan kelompok kalajengking merah.


Melihat akan terjadinya konflik terbuka, Dion langsung tersenyum samar! Dia menekan kepalan tangannya hingga jari-jari itu bunyi berderak dengan nyaring di ruangan itu.


"Hei, Dion sepertinya kamu sudah tidak sabar? Urusan permukaan serahkan kepada paman Jo! Untuk urusan bawah tanah kita bergerak secara pribadi!" Alda di sebrang sana langsung menegur Dion.


"Alda, kamu sangat tahu apa maksud ku, baiklah aku harap itu segera terjadi!" Dion berucap sambil tersenyum lebar.


"Saran ku lagi, kita rekrut orang-orang berbakat di bidang saiber! Untuk urusan kantor kita juga harus memiliki orang-orang yang mampu di bidangnya." Alda kembali berbicara.


"Tuan Alda, aku tahun! Makanya aku sudah mencari beberapa orang yang ahli di bidangnya!" Rizal menanggapi dengan cepat.


Setelah perbincangan mereka selesai, Dion langsung memutuskan panggilan telfonnya!.


"Rizal ternyata kamu semakin banyak kemajuan sekarang!" Jhonatan memuji Riza dengan bersemangat.


Karena pekerjaan dia sangat efektif kali ini, sehingga semuanya berjalan sesuai dengan kehendak mereka.


*


Di kediaman keluarga Radcliffe.


Setelah tidak sibuk hari ini, akhirnya Daniel Radcliffe bisa menemui ayahnya Mananta Radcliffe di ruang kerjanya yang ada di rumahnya.


"Ayah, aku menemukan teman yang sangat menarik! Dia sangat muda namun begitu kaya dan berani!" Ucap Daniel Radcliffe dengan semangat.


Setelah satu hari terlewati, dia akhirnya bisa bercerita dengan ayahnya! Bagiamana dia tidak bersemangat untuk membicarakan tentang Alda.


"Ceritakan dengan jelas tentang orang itu!" Mananta Radcliffe juga penasaran.


"Ayah, dia adalah orang bernama Alda! Jika tidak salah menebak umurnya 25 tahun, namun pemikirannya sangat jeli dan berani....!" Daniel Radcliffe terus bercerita tentang dia dan Alda.

__ADS_1


Bagiamana dia bertemu, lalu Alda membeli villa mewah milik keluarganya yang paling Daniel Radcliffe dan ayahnya bahagia adalah Alda membeli gedung perkantoran yang menurut mereka bermasalah karena di incar oleh kelompok kalajengking merah dan keluarga Dorman.


Sehingga meskipun mereka adalah salah satu keluarga besar, mereka cukup terbebani! Jadi setelah Alda muncul dia membelinya dengan harga normal sesuai pasar yang ada.


Sehingga keluarga Radcliffe tidak mengalami kerugian, justru bisa di katakan untung! Namun yang lebih baiknya lagi, Alda bisa di bilang sekuat mereka saat ini.


Apa lagi, mereka nantinya bisa melebarkan sayap bisnisnya ke ibu kota! Ini yang paling di harapkan oleh empat keluarga besar kota Mako.


"Sepertinya anak muda yang berbakat, aku sangat penasaran ingin bertemu dengannya!" Ucap Mananta Radcliffe setelah mendengar cerita keseluruhan dari anaknya itu.


"Ayah, aku ingin melihat apakah Champion Ship itu akan bergerak setelah tidak mendapatkan gedung perkantoran itu?" Tanya Daniel Radcliffe penasaran.


Dia bertanya seperti itu karena percaya bahwa analisis ayahnya selalu tetap, sehingga dia ingin selalu belajar kepada ayahnya itu.


"Sepertinya begitu, namun Champion Ship ini sangat berhati-hati! Mereka tidak akan langsung bergerak di permukaan, namun lebih sering menggunakan kelompok kalajengking merah untuk menekan lawan." Ujar Mananta Radcliffe sambil berpikir keras.


"Tidak peduli dengan kelompok kalajengking merah, aku yakin Alda tidak akan takut! Apa ayah percaya?" Daniel Radcliffe langsung berasumsi.


Bahkan dia sedikit menantang perkiraan ayahnya itu, hingga membuat ayahnya langsung terdiam tidak tahu apa yang harus dia jawab.


"Baiklah, lebih baik kita perhatikan terus pergerakan mereka! Sekarang perusahaan mereka telah terdaftar namun tidak ada yang memperhatikan itu." Daniel Radcliffe berbicara ke arah lain.


"Apa nama perusahaan mereka?" Mananta Radcliffe penasaran.


"Grup Brighton...!" Jawab Daniel Radcliffe.


"Ha-ha-ha, anak muda ini sangat lucu! Mendaftarkan perusahaan dengan nama grup padahal masih belum memiliki anak perusahaan." Mananta Radcliffe langsung tertawa.


Dia tertawa karena merasa lucu, karena dia belum banyak mendengar seperti itu! Ada beberapa namun perusahaan itu benar-benar langsung menggabungkan banyak perusahaan, sehingga bisa langsung di sebut grup.


"Entah lah, namun aku sangat penasaran dengan mereka ayah!" Jawab Daniel Radcliffe.


"Baiklah, kamu perhatikan terus pergerakan mereka! Terutama untuk Champion Ship jika ada pergerakan besar kamu beritahu si Alda itu!" Ungkap Mananta Radcliffe kepada anaknya.


Lalu kedua anak dan ayah itu melanjutkan obrolan tentang industri milik mereka dan saingan besar mereka keluarga Dorman.

__ADS_1


*


Sore hari.


Di villa mewah milik Alda, dia sudah kembali ke taman belakang villa itu.


Dia berhadapan langsung dengan Hana dan Hani, kini Hani sudah menjadi lebih pendiam! Dia mau berlatih seni beladiri untuk mengalahkan Alda kedepannya.


Ini terdengar konyol, berlatih beladiri dengan Alda namun ingin mengalahkan Alda! Ini seperti murid kecil bertujuan mengalahkan gurunya.


Memang bisa seperti itu, namun jika gurunya sudah lanjut usia! Namun Alda hanya berbeda beberapa tahun dengan Hani, maka tidak akan bisa terjadi seperti yang Hani harapkan.


Apa lagi kekuatan Alda sudah sangat tinggi, jadi Alda juga akan terus mengalami kemajuan terus di masa depan! Jadi pemikiran Hani sulit untuk di capai kedepannya.


Namun karena Hani di Butakan akan kesombongan dan tinggi hati, sehingga dia tidak berpikir demikian! Jadi dia memutuskan untuk patuh sementara kepada Alda, nanti setelah dia menguasai ketrampilan yang tinggi, barulah dia akan menantang Alda kembali.


Alda yang sekarang di hadapannya Hani dan Hana saat ini, dia tidak tahu bahwa pikiran Hani seperti itu! Jika dia tahu, pastinya dia akan tertawa terbahak-bahak karena pemikiran Hani begitu pendek dan bodohnya.


Waktu terus berlanjut, Hana dan Hani benar-benar di gembleng oleh Alda saat ini! Meskipun sudah malam hari, Alda tidak menyuruh keduanya beristirahat sedangkan keduanya sudah sangat berantakan.


Hana dan Hani terus mengikuti gerakan Alda, setelah mereka paham Alda menyuruh mereka bergerak seperti itu di ulang-ulang hingga ribuan kali.


Keringat bercucuran di dahi Hani, dia memandang tajam ke arah Alda yang saat ini sedang memukul samsak pasir dengan pelan, namun guncangan samsak itu sangat besar! Jika saja samsak itu tidak terbuat dari bahan yang sangat kuat, sudah pasti samsak itu akan jebol oleh pukulan Alda itu.


Hani melihat pukulan Alda itu hanya bisa menyoroti dengan tidak percaya, karena sefek guncangan itu bahkan membunyikan rantai yang di gunakan untuk menggantung samsak itu berderak seperti akan putus.


"Sial, dia sangat kuat! Harus berlatih berapa tahun agar aku bisa melampauinya?" Keluh Hani di dalam hatinya.


Dia tidak tahu, bahwa itu adalah pukulan ringan Alda! Jika dia memukul dengan sekuat tenaga maka samsak itu pasti sudah jebol di saat pukulan pertama Alda.


Bagaimana tidak, dia sudah menjadi murid paling unggul di perguruan terpencil.


\=


...

__ADS_1


__ADS_2