
Chapter 266. BERKUMPUL KEMBALI.
\=
Dion dan Riko langsung bergegas ke bandara kota Mako, karena Jhonatan Brighton juga tahu masalah ini gawat! Dia langsung menyediakan jet pribadi untuk penerbangan Dion dan Riko, jet pribadi itu dari maskapai penerbangan swasta yang bekerja sama dengan Grup Brighton.
Karena sekarang Grup Brighton sangat besar, sehingga relasinya sangat banyak! Jadi untuk menyiapkan pesawat jet pribadi bukanlah hal yang sulit bagi mereka.
Saat mobil yang di kendarai Dion hampir sampai di bandara kota Mako, ponselnya berdering.
"Ada apa paman Jo?" Ucap Dion yang tinggi tahu ada keperluan apa.
"Apa kamu sudah sampai di bandara kota Mako?" Ucap Jhonatan Brighton di sebrang sana.
"Ini baru sampai." Dion menjawab saja, meskipun dia tidak tahu kenapa paman Jo bertanya seperti itu.
"Bagus! Segera ke pintu masuk penerbangan khusus, aku sudah menyiapkan pesawat jet pribadi untuk penerbangan kalian ke kota Westa." Jhonatan Brighton langsung memberitahukan Dion, karena dia juga tahun Dion sedang terburu-buru.
"Apa benar paman Jo?" Dion masih belum percaya.
"Bener, karena ini masalah mendesak! Sehingga kalian harus menggunakan jalur penerbangan tercepat, apa lagi kota Westa jauh dari sini." Jawab Jhonatan Brighton.
"Baik, paman Jo! Terimakasih sudah membantu kita." Dion langsung senang, ternyata di saat seperti ini paman Jo sangat pengertian.
Dion mematikan sambungan telponnya, dia menuju parkiran khusus! Setelah bisa di bandara internasional kota Mako, keduanya langsung bergerak ke pintu penerbangan khusus.
Sesampainya di sana, sudah ada beberapa petugas yang menunggu keduanya.
"Selamat datang tuan! Apa benar, dengan tuan Dion dan tuan Riko?" Ucap pramugari yang ada di sana.
"Ya, benar!" Jawab Dion.
Sedangkan Riko hanya mengangguk saja, dia toh sedang memikirkan sesuatu lain.
"Baiklah tuan-tuan, ikut aku! Pesawatnya sudah siap, kita bisa terbang sekarang." Ucap pramugari itu.
Keduanya mengikuti, tanpa ada pemeriksaan seperti penumpang pada umumnya! Akhirnya keduanya langsung sampai di pesawat jet pribadi yang kecil namun terlihat sangat mewah.
Dengan mesin yang sudah menyala, mungkin sang pilot sudah di instruksikan bawah mereka harus melakukan penerbangan secepatnya.
Dion dan Riko langsung masuk! Keduanya tidak memperhatikan bentuk kemewahan pesawat jet pribadi itu, langsung duduk dan memasang sabuk pengaman dengan di bantu pramugari yang tadi menjemput mereka berdua.
__ADS_1
Setelah itu, dari ruang kokpit! Terdengar pengumuman bahwa mereka akan langsung lepas landas.
Akhirnya, pesawat jet pribadi yang kecil dan mewah itu langsung mengudara di udara kota Mako.
Sedangkan di bandara itu, ada beberapa penerbangan uang di tunda beberapa menit gara-gara jadwal penerbangan mereka di ambil alih oleh peserta yang di tumpangi Dion dan Riko.
*
Kini pagi hari menjelang di kota Westa.
Hotel Emperor, ruangan no 100 di salah satu kamar yang ada di ruangan itu lampu seketika menyala terang.
Alda bangun dari tidurnya seperti biasa, namun kali ini ada yang berbeda karena di samping Alda ada Hana yang sedang tertidur cantik.
"Hai, Hana! Apa kamu tidak akan bangun?" Ucap Alda setelah bangun dan menyalakan lampu.
"Apa sudah pagi?" Ucap Hana dengan wajah yang masih sedikit kusut namun masih cantik, bahkan terlihat sangat alami.
Alda melihat Hana yang wajahnya masih terlihat bersih dan sedikit berminyak! Apa lagi di tambah ada sedikit bekas air liur yang mengering di sudut bibirnya membuat Alda langsung tersenyum lebar.
"Hai, ini jejak air liur kamu bersihkan dulu!" Ucap Alda sambil mengusap sudut bibir Hana.
"Kenapa malah masuk ke dalam selimut?" Tanya Alda yang sedikit ke bingungnya.
Karena Hana di bangunkan setelah sedikit sadar, malah dia masuk kembali ke dalam selimutnya.
"Alda aku malu! Kenapa saat sedang tidur dengan kamu malah seperti ini, padahal biasanya tidak." Jawab Hana dari dalam selimutnya.
"Iya-iya, aku percaya! Sebaiknya kita mandi, lalu berolahraga sebentar di bawah sepertinya lingkungan Hotel Emperor sangat nyaman untuk berlatih." Ucap Alda tidak berniat memperpanjang keusilannya tadi.
"Iya, kamu duluan mandinya." Ucap Hana masih di dalam selimutnya.
"Baiklah..!" Alda mandi lebih dulu.
Jika saja, Dion dan Riko tahu! Orang yang meremehkan khawatirkan sedang bermesraan dengan Hana seperti ini, dia akan langsung marah besar kepada Tama yang membuat mereka dan yang lainnya sangat khawatir.
Bahkan langsung menggunakan penerbangan dengan pesawat jet pribadi! Sampai mengganggu penerbangan komersial yang membuat banyak orang di bandara kota Mako marah-marah karena perjalanan mereka tertunda.
Setelah menempuh penerbangan yang cukup lama, hingga beberapa jam! Akhirnya jet pribadi yang di naiki Dion dan Riko mendarat di kota Westa.
Setelah keduanya turun dari pesawat jet pribadi, Dion langsung menghubungi Tama.
__ADS_1
"Tama, kami sudah tiba di bendera internasional kota Westa! Kamu ada di mana sekarang?" Ucap Dion setelah sambungan teleponnya terhubung.
"Eehhmmm..!" Suara orang yang belum sadar dari tidurnya.
"Tama, kamu di mana? Apa yang terjadi dengan kalian?" Dion masih sangat khawatir.
"Eh, Dion! Kamu tumbuh sekali menelepon pagi-pagi sekali ada apa?" Tama yang baru sadar tidak memikirkan pertanyaan Dion di awal.
Dia masih dengan santainya bertanya ada apa, bahkan dengan enaknya berucap tumben menelepon pagi-pagi sekali ada apa.
"Tumben, hei! Katakan apa yang sebenarnya terjadi? Aku sudah tiba di kota Westa, apa kalian masih dalam situasi berbahaya?" Dion bertanya kembali.
"Eh, kamu sudah di bandara internasional kota Westa cepat sekali?" Tama heram.
"Sial..!" Dion langsung mengumpat di sebrang sana.
"Baik-baik, tunggu aku di sana!" Akhirnya setelah berbicara sebentar, Tama sudah sadar ini akibat dari kebohongan dia semalam.
Sambungan telepon di matikan! Tama langsung bergegas ke bandara internasional kota Westa.
Akhirnya, mereka berempat berkumpul kembali! Namun sekarang mereka berkumpul di kota Westa, kota asal dari Tama.
Hanya butuh beberapa menit Tama sudah sampai di hadapan Dion dan Riko! Karena sekarang masih sangat pagi, sehingga lalu lintas kota Westa yang biasanya macet kini lenggang jadi Tama bisa memacu mobilnya dengan kecepatan penuh.
"Hei, kalian sangat cepat sekali datang ke kota Westa? Apa karena dia sekarang bisa di ajak berkomunikasi dengan baik." Tanya Tama dengan tampang tanpa berdosa sedikitpun, sambil menunjuk ke arah Riko.
"Apa maksud kamu?" Ucap Riko yang entah kenapa jika melihat Tama yang seperti itu sedikit kesal.
"Tidak ada, aku hanya berpikir kalian sangat cepat bergerak sekarang, bagus sangat bagus! Karena Alda membutuhkan bantuan kita." Jawab Tama.
"Apa tidak terjadi sesuatu terhadap Alda sekarang, bukankah Alda adalah orang yang paling waspada di banding kita semua?" Riko yang biasanya sulit mengerti ucapan Tama sekarang langsung paham.
"Dia masih baik-baik saja! Tapi sekarang dia sedang tidak bersama aku, lebih baik kita segera pergi dari sini." Ucap Tama, kalau dia langsung masuk kembali ke dalam mobil yang di bawanya.
Setelah itu, raungan mobil yang di bawa Tama terdengar di hampir seluruh bandara internasional kota Westa, mereka langsung kembali menuju kediaman keluarga Aditya.
\=
\=
...
__ADS_1