Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
175 KABAR BURUK


__ADS_3

Chapter 175. KABAR BURUK.


\=


Malam semakin larut di kota Mako.


Di setiap sudut kota Mako yang di tempati oleh organisasi gelap, yang baru saja datang dari ibu kota dua hari lalu! Bahkan ada yang datang hari ini, mereka hendak melakukan sesuatu yang besar yang sudah di rencanakan sebelumnya oleh keluarga Jink.


Namun sayang, mereka harus di buru seperti tikus oleh Alda dan hang lainnya! Bahkan mereka tidak menyadari itu, sehingga mereka mati dengan sia-sia.


Namun ada beberapa orang yang lolos, mereka menggunakan jalur darat melewati hutan lepas di bagian selatan kota Mako.


Dion setelah beres melakukan misinya langsung kembali ke rumah sakit kota Mako, karena dia cukup khawatir dengan keadaan Luna.


Sedangkan, Alda sekarang masih melakukan misinya! Mobil off-road Alda masih melaju di jalan utama kota Mako di distrik tengah.


"Betul kata Dion, orang-orang itu semakin bertambah!" Keluh Alda, dia melihat indikator di ponselnya.


Yang buat Alda heran adalah! Seharusnya dia sudah selesai menjalankan misinya, karena orang yang di targetkan sudah di musnahkan, karena mereka kebanyakan berkelompok.


Namun entah kenapa, di penunjuk layar ponselnya masih ada beberapa orang yang berkeliaran! Bahkan Tama sudah mengidentifikasi bahwa orang itu dari organisasi gelap.


Akhirnya Alda tidak banyak berpikir! Dia langsung menambah kecepatan mobilnya, karena sekarang sudah larut malam.


*


Di gedung pusat perbelanjaan yang sudah tutup, gedung ini terletak di pusat kota di distrik tengah! Namun karena sudah tutup dan malam benar-benar sudah cukup larut akhirnya di wilayah ini sangat sepi.


Mobil off-road Alda berhenti sekitar 800 meter dari gedung pusat perbelanjaan ini.


"Ternyata mereka semua ada di sana?" Gumam Alda, setelah itu dia langsung turun.


Dengan gerakan cepat, dia berlari mendekat gedung pusat perbelanjaan! Setelah melompat di pagar yang tidak terlalu tinggi, akhirnya Alda masuk.


Dengan gerakan, yang tidak bisa di bayangkan jika ada orang melihatnya! Alda masuk ke lantai dua dengan hanya melompat dan merambat di setiap dinding, setelah itu dia langsung masuk dengan mudah.


Jika ada orang yang melihat ini, pasti mereka mengira sedang melihat hantu! Karena gerakan sangat cepat dan memanjat dinding seperti tidak sulit.


Di lorong belakang, dia bagian gudang! Ada 4 orang sedang melihat-lihat peta dari keseluruhan lantai dari pusat perbelanjaan ini.


"Di sini ruang alat kendali kelistrikan dan cctv gedung ini!" Ucap salah seorang yang memegang peta dari setiap ruangan seluruh gedung.


"Kita harus cepat! Karena gedung ini milik Grup Brighton." Ucap dia lebih menegaskan.


Orang-orang ini di utus untuk membuat kekacauan di pusat perbelanjaan ini! Begitu juga beberapa orang yang sudah di bunuh oleh Alda dan yang lainnya, mereka akan menjalankan rencana kekacauan untuk Grup Brighton dan perusahaan yang bekerja sama dengan Grup Brighton.

__ADS_1


"Sial, kenapa kita harus repot-repot seperti ini? Seharusnya kita langsung serang di saat gedung ini sedang ramai, itu akan lebih seru dan sesuai dengan identitas kita!" Orang yang sedari tadi diam langsung angkat bicara.


Orang ini paling muda, dia egonya masih sangat tinggi! Sehingga melakukan pekerjaan diam-diam seperti ini membuat dia tidak setuju.


Plaakkk..!


Orang itu langsung di pukul kepalanya oleh temannya, lalu langsung di bentak untuk di berikan penjelasan.


"Apa kamu bodoh? Kenapa para petinggi melakukan ini agar keluarga kuat di ibu kota tidak mencurigai kita sehingga kita aman!" Jawab orang yang tadi menjelaskan.


"Ya, aku paham! Tapi ini benar-benar merepotkan!" Ucapnya masih tidak setuju.


"Benar, itu merepotkan! Tapi setelah ini kalian tidak akan repot." Ucap seseorang dari belakang mereka semua, yang entah dari kapan sudah di sana.


Keempatnya langsung menoleh dengan cepat, karena mereka semua benar-benar terkejut.


Traak..!


"Akaaaah...!" Salah satu dari empat orang itu menjerit lalu akhirnya mati.


Karena bagian kepalanya di tembus dengan belati yang entah terbang dari mana, setelah menjerit mengejang sebentar dan akhirnya mati.


Dorr..!


Dorr..!


Sisa satu orang yang tadi menjelaskan, orang itu seketika ketakutan dan mundur ke tembok.


Dia melihat seseorang yang mengenakan pakaian hitam, dengan memegang pistol di tangan kirinya! Tatapan orang itu sangat tajam.


Dia adalah Alda, setelah masuk ke sini dengan cara memanjat tembok dengan memanfaatkan saluran pembuangan air! Alda tidak mengira mereka bener-bener menargetkan Grup Brighton.


"Siapa kamu?" Ucap orang itu.


"Apa kalian menargetkan Grup Brighton?" Alda malah balik bertanya.


"Jawab jika tidak, kamu akan seperti teman-teman mu!" Lanjut Alda berucap, dia berbicara dengan suara yang dalam.


"Ya, itu perintah dari para petinggi! Apa kamu bisa melepaskan ku?" Ucap orang itu kembali, dia merasakan tekanan dari tubuh Alda.


Sehingga mereka dia tidak bisa melawan sama sekali, sehingga langsung memohon.


Dorr...!


"Tidak semudah itu lepas dari ku!" Jawab Alda setelah dia membunuh orang itu dengan satu tembakan.

__ADS_1


"Sial sebenarnya menggunakan pistol ini sangat efisien untuk melawan orang lemah! Kekuatan dan daya lesat peluru ini hampir sama dengan lemparan belati ku!" Gumam Alda melihat pistol kecil di tangan kirinya.


Tidak butuh waktu lama, Alda langsung pergi dari sana dan meninggalkan mayat itu di sana begitu saja.


*


Waktu terus berlalu.


Malam hari semakin larut, bahkan sudah hampir dinihari.


Di kota Hostel.


Mobil sedan hitam melaju dengan kencang, setelah memasuki pusat kota mobil itu menepi dan menyalakan ponsel yang ada di dasbor mobil itu.


Meskipun ponsel itu terlihat jadul, namun sangat berguna jika seperti ini! Karena semua ponsel pintar milik mereka sudah di hancurkan di kota Mako.


Kota Hostel adalah tetangga kota Mako! Namun kemakmuran di dua kota ini berbeda, di kota Hostel banyak berdiri bangunan besar namun kuno.


Karena kota ini dulunya adalah kota besar, namun kota Mako adalah kota di pesisir dermaga! Baru bangkit beberapa dekade lalu, namun karena transaksi perdagangan di sana semakin baik, sehingga kemajuan kota Mako makin bagus.


Namun masih tetap kalah dengan kemegahan di kota Hostel ini.


"Tuan muda, apa bisa terhubung?" Ucap salah satu dari mereka.


"Diam dulu!" Ucap seseorang yang di panggil tuan muda itu.


Karena dia sedang sibuk menelpon menggunakan ponsel jadul yang ada dalam mobil mereka.


"Halo, ini Tiro!" Ucap Tiro.


"Katakan, kenapa kamu menggunakan panggilan darurat?" Ucap orang di seberang sana.


"Kabar buruk! Orang-orang kita sedang di buru oleh organisasi yang lebih kuat! Sepertinya hanya kita bertiga yang selamat." Jawab Tiro, dia langsung mengungkapkan apa yang telah di pikirkan sepenjang jalan.


"Apa tidak mungkin? Ini misi tersembunyi, bagiamana bisa ada yang memburu kalian? Sekarang kamu ada di mana?" Ucap seseorang di sebrang sana terlihat tidak percaya.


"Aku di kota Hostel! Baru setelah sampai di sini baru berani memberikan kabar!" Jawab Tiro masih ada rasa takut.


"Sial, bagiamana kamu sampai di sana? Tunggu orang-orang keluarga Jink akan menjemput kalian."


Setelah berucap seperti itu, sambungan langsung di matikan! Tiro pun bernafas lega, melihat Tiro bersikap seperti itu dua lainnya juga ikut lega.


\=


\=

__ADS_1


...


__ADS_2