
Chapter 165. TARUHAN ANTAR TUAN MUDA KAYA.
\=
Alda, Tama maupun Hana dan Hani mendekati kerumunan orang! Meskipun tidak terluka banyak hanya puluhan orang namun di tempat yang tidak begitu ramai sehingga menarik perhatian orang-orang di lantai itu, termasuk Alda dan yang lainnya.
Setelah keempatnya sampai di sana ternyata di meja judi itu ada beberapa tuan muda sedang melakukan taruhan.
Itu di dasari dari memperebutkan wanita sebelum, namun setelah itu menjadi persaingan taruhan antar tuan muda kaya! Sehingga membuat kehebohan di lantai itu.
Tama melihat ini juga tertarik, karena di lihat taruhan itu menunjukkan cukup banyak uang yang di masukan dalam taruhan.
"Hei, apa kalian masih berani menyebut tuan muda kaya generasi ke dua di kota Mako ini? Jika taruhan yang kalian lemparkan hanya receh seperti itu?" Ucap anak muda dengan jas rapi dan tubuhnya yang sedikit kurus.
Sepertinya anak muda ini tubuhnya sudah rusak oleh wanita dan alkohol! Sehingga terlihat begitu kuyu namun tampang yang di tunjukkan benar-benar arogan.
"Sial kamu! Apa 3 miliar kamu anggap receh?" Tanya anak muda yang menggunakan pakaian kasual namun mewah.
"Benar, apa 3 miliar masih kurang banyak! Sedangkan ini hanya taruhan biasa, apa kamu akan menjual pelacur itu?" Ucap orang lain yang mengitari meja judi.
Di sana ada empat orang yang sedang berdebat, sedangkan ada wanita yang cantik dan tinggi semampai dengan tubuh yang sangat menggoda! Jika bisa di katakan wanita itu seperti buah persik yang sudah matang tinggal di menunggu di gigit saja.
Bahkan senyumnya seperti buah delima yang mekar, membuat orang yang melihatnya begitu tergoda.
Namun setelah salah satu dari tuan muda di sana berbicara bahwa dia yang di sebutkan di sebut pelacur, dia langsung marah.
"Apa yang kamu katakan?" Ucap wanita itu dengan kesal.
"Cih, kamu yang menghasut kami sampai seperti ini! Bagaimana kamu tidak terima?" Tanya orang yang tadi menyebut dirinya pelacur.
"Tunggu, apa ada permainan seru?" Ucap Tama setelah melihat keributan yang sedikit kacau, dia langsung menerobos dari belakang dengan cepat.
Dengan kekuatan Tama saat ini, bergerak dengan cepat dan menerobos kerumunan puluhan orang bukan hal sulit.
Alda yang melihat ini hanya bisa tersenyum kecut, bagaimana punya sahabat yang selalu membuat onar seperti ini! Tidak memandang tempat, Tama selalu ingin tahu sesuatu yang menyenangkan.
Emang anak muda dan wanita cantik yang di sebutkan menengok ke arah Tama yang seketika menyela pertengkaran mereka semua.
"Hei, siapa kamu?" Tanya anak muda yang menggunakan jas rapi dan wajahnya terlihat kusut itu.
__ADS_1
"Aku Tama, jika ada permainan seru aku ikut bergabung!" Ucap Tama dengan senyum lebar.
"Apa kamu pantas?" Tanya dia kembali.
"Sial, kamu terlalu meremehkan orang! Apa syaratnya agar aku menjadi pantas untuk ikut bersenang-senang?" Ucap Tama dengan suara yang sedang dalam.
"Setidaknya sekarang kamu punya 3-5 miliar!" Jawab orang lain dari empat tuan muda itu.
"Hanya segitu? Prok-prok..Alda tukar lebih banyak!" Ucap Tama dengan sangat elegan, setelah bertepuk tangan dua kali.
Alda yang memang sudah ada di sana seketika tertegun, dia menatap Tama dengan galak! Namun Tama mengedipkan matanya.
"Sial anak ini senang sekali merepotkan orang." Keluh Alda di benaknya.
Tama menggunakan isyarat melambaikan tangannya, setelah itu dengan tenang menatap ke empat tuan muda kaya lainnya.
"Baik tuan muda..!" Jawab Alda dengan nada kecut.
Dia dengan enggan keluar, lalu sehingga menari pegawai dari kasino itu untuk menukar uang menjadi cip! Karena tadi hanya ada dua miliar seharusnya kurang 3 miliar lagi untuk memenuhi syarat tadi.
"Ini tuan muda dari keluarga mana, aku belum pernah melihatnya di kota Mako?" Ucap kerumunan dengan lirih.
"Sepertinya akan lebih menarik!" Diskusi orang-orang di sekitar semakin banyak.
Hani melihat Tama begitu bertingkah sampai membuat Alda seperti bawahan dia tersenyum sedikit puas! Karena sebelumnya dia berusaha seperti apapun tidak bisa membuat Alda kesal, hanya dia sendiri yang terkena dampaknya.
Padahal Tama tidak tahu emang pemuda itu merebutkan kekuasaan maupun meributkan wanita, yang pasti Tama ingin senang-senang di sana.
Setelah bergabung dengan empat orang itu, dia langsung duduk di kursi yang masih kosong di sana.
Dengan cepat Alda datang membawa cip yang senilai 3 miliar, lalu di taruh di atas meja di hadapan Tama sekarang.
"Kerja bagus!" Ucap Tama sambil memberikan acungan jempol kepada Alda.
Tanpa mengatakan apa-apa lagi, Alda mundur di belakang Tama dan bergabung bersama Hana maupun Hani! Dia berbicara kepada Hana.
"Apa kamu tahu mereka semua akan memainkan taruhan apa?" Ucap Alda.
"Tidak tahu tuan, sejak anda pergi! Tuan Tama hanya duduk di sana sambil melihat ke empat lawannya." Jawab Hana.
__ADS_1
"Ya baiklah, aku terlalu malas bertanya kepada Tama! Jika sudah seperti ini akan sulit di ajak berbicara." Keluh Alda, karena ini sudah seperti kebiasaan Tama.
Jika sedang melakukan kesenangan, dia akan lupa aturan! Sampai-sampai yang harus turun adalah orang tua yang di anggap guru saat di perguruan terpencil.
Ketiga orang itu sekarang memandang fokus ke arah meja judi!.
*
Di sisi lain kota Mako.
Organisasi gelap datang satu persatu, ini adalah instruksi dari tuan besar Jink! Mereka di berikan tugas untuk membunuh Alda dan jajaran orang-orang penting dari Grup Brighton.
Namun mereka di berikan tugas ini dengan satu syarat! Mereka bergerak dengan sangat senyap, jangan sampai menimbulkan kekacauan.
Berarti mereka harus melakukan pembunuhan dengan terstruktur! Jika pembunuh tidak normal maka orang-orang dari ibu kota yang memandangi kota Mako dari kejauhan akan curiga, tuan besar Jink khawatir dia akan di musuhi oleh 4 keluarga besar lainnya.
Mobil sedan hitam dan beberapa mobil Suv, datang ke kota Mako! Mereka datang dari berbagai arah agar tidak menimbulkan kecurigaan besar.
"Apa kamu sudah mendengar di mana posisi target kita?" Ucap seseorang paruh baya dengan tenang.
Dari waktu ke waktu, tubuhnya mengeluarkan aura intimidasi kepada siapa saja yang memandang dia.
"Di gedung Kasino, jalan Niseng!" Ucap orang yang ada di sebelahnya.
"Baiklah, kita segera kesana!" Ucap laki-laki paruh baya tadi.
"Tetua tapi, itu tempat keramaian! Kita harus menunggu momen yang tepat, itu menurut tuan besar Jink!" Jawab orang tadi.
"Yang bertindak aku apa kamu? Itu hanya masalah sepele, segera ke sana aku masih banyak urusan." Laki-laki paruh baya itu masih tidak ingin di atur dengan ketat.
Setelah berbincang dia langsung memejamkan matanya kembali! Karena menurut dia ini adalah pekerjaan mudah, hanya membunuh beberapa anak muda.
Supir mobil itu hanya memberi isyarat mata, minta apa yang harus mereka lakukan.
"Kita ke jalan Niseng sekarang!" Ucap orang yang tadi melarang, berbicara kepada supirnya.
Mobil sedan hitam melaju dengan cepat menuju kota Mako, mereka akan menuju ke jalan Niseng.
\=
__ADS_1
...