Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
188 PEMBUNUH DAFTAR LANGIT


__ADS_3

Chapter 188. PEMBUNUH DAFTAR LANGIT.


\=


Dor..Dor!


Setelah Dion bergerak dan bersembunyi di pohon dua tembakan terdengar! Peluru menghantam aspal yang di lintasi Dion tadi.


Dalam beberapa detik, Alda juga bergerak! Dia bergerak ke arah orang yang sedang bersembunyi, orang ini termasuk ahli yang cukup baik dalam menyembunyikan dirinya.


Itulah kenapa Tama tidak mau mengurus si pelempar bom! Karena dia tidak tahu orang itu bersembunyi di mana sedangkan orang yang menembak dia tahu orang itu di mana.


Alda yang sempat melihat orang yang melempar sehingga dia bergerak dengan cepat tanpa kesulitan langsung menghampiri orang itu.


Setelah tembakan itu, Tama juga bergerak! Gerakan Tama sangat cepat, dia bergerak sambil memungut beberapa kerikil di pinggir jalan.


Pandangan orang yang menggunakan tembakan sangat terbatas karena dia melihat dengan satu titik! Sehingga setelah melihat ke arah Dion jadi dia buram dengan gerakan Alda dan Tama.


Melihat dua lainnya bergerak kembali, Dion langsung berpindah posisi dengan cepat! Berusaha mendekati si penembak.


Akhirnya dua tembakan kembali lagi terdengar.


Dor..Dor..!


Dion menghindari tembakan itu dengan mulus! Sedangkan Hana dan Hani memperhatikan ketiganya beraksi hanya bisa tercengang.


Itu tembakan, bagiamana mereka bisa menghindari? Keduanya bertanya-tanya di benak masing-masing.


Apa lagi Hani, setelah kejadian ini kemampuan menembak dia seperti di ragukan apa dia bisa menembak ketiganya hingga mati, Hani langsung pesimis seketika.


Di gundukan tanah cukup tinggi! Yang berjarak kurang lebih 300 meter dari posisi Alda dan yang lainnya ada seseorang yang memegang senapan laras panjang.


Matanya melebar karena sudah menembakan banyak peluru namun tidak mengenai sasaran sekalipun.


"Bagiamana bisa? Apa ini kehebatan sesungguhnya orang yang memiliki harga tinggi?" Gumam dia karena sangat terpukul.


"Gawat, mereka menyerang!" Ucap orang di interkom yang terpasang di telinga si penembak.


"Aku melihatnya, sejak tadi aku menembak tapi tidak mengenai sasaran." Jawab dia.


Braakk..!


Di interkom itu terdengar suara pukulan yang keras, sehingga dia langsung menegang.


"Aaaahhhhkk...!" Jeritan di kejauhan terdengar.


Namun yang paling membuat beban, jeritan kesakitan itu menusuk di telinga orang yang tadi menembak.


Di sisi lain.


Setelah Alda bergerak, karena jarak si pelempar bom hanya berjarak kurang dari 100 meter sehingga hanya bergerak dalam beberapa detik sudah sampai di hadapan orang itu.


Setelah sampai, Alda mengayunkan tinjunya dengan kuat! Tinju Alda langsung mengarah ke kepala orang itu, namun di sambut dengan pukulan balasan.


Braakk..!

__ADS_1


Kreeek..!


"Aaaahhhhkk..!" Dia langsung menjerit kesakitan.


Setelah tinju mereka saling beradu, suara keras terdengar dan di susul dengan suara tulang patah.


Tatapan orang itu begitu ketakutan melihat Alda! Padahal dia sudah masuk ke dalam pembunuh daftar langit, namun menahan seorang Alda tidak berdaya sama sekali.


Hingga dalam satu serangan, tangan dia langsung patah! Sehingga langsung mundur ketakutan.


Namun Alda tidak berhenti di situ saja! Dia langsung bergerak dan mengunci orang itu, leher orang itu di cekik oleh Alda.


"Siapa kalian?" Ucap Alda, mengintrogasi orang itu.


Kreeek..!


Interkom di telinga orang itu langsung di hancurkan oleh Alda, sehingga obrolan mereka tidak di ketahui oleh rekan satunya.


Setelah menghancurkan interkom itu, Alda mengendurkan cengkraman di leher orang itu.


Namun setelah mengendurkan cengkraman itu, belum juga ada jawaban! Sehingga Alda bertanya lagi.


"Apa kalian dari organisasi pembunuh bayaran?" Ucap Alda.


Namun pertanyaan itu tidak di jawab, sehingga membuat Alda malas untuk bertanya lagi.


"Tidak berguna!" Lanjut Alda berucap.


Kreeekk...!


Alda langsung mematahkan leher orang itu, bahkan kepalanya hampir memutar 180° seketika orang itu langsung mati karena nafasnya tercekik habis.


Kejadian ini hanya kurang dari 1 menit!


*


Tama sampai di dekat gundukan tanah! Jaraknya hanya kurang dari 20 meter, namun orang itu baru menyadari kedatangan Tama.


Dia baru saja mendengar bahwa interkom di telinganya mendengung.


Sedangkan pandangan dia melihat ke arah Dion juga menghilang meskipun dia sudah menembak 4 kali berturut-turut, namun tidak ada satupun yang mengenai target.


Woosss..!


Traak..!


Telinga dia mendengar desingan halus, namun setelahnya kepala dia di hantam dengan batu kerikil.


Serangan itu sangat kuat hampir seperti lemparan ketep busur! Sehingga dia langsung terpental mundur beberapa meter.


"Aaaahhhhkk...!" Jerit kesakitan langsung terdengar.


Kepala dia langsung bocor akibat serangan itu! Seketika kepala dia di pegangin dengan erat olehnya.


"Apa itu tadi?" Keluhannya, namun kesadaran dia sedikit buram.

__ADS_1


Baammm..!


Namun belum pulih dari kesaksian karena terkena hantaman batu yang datang entah dari mana, ada kaki yang melayang ke wajahnya.


Membuat dia langsung terkapar karena serangan kejam itu.


"Mampus..!" Bentak Tama.


Dia sangat marah, karena di tembak tadi dengan sangat tiba-tiba! Jika saja dia tidak memiliki refleks yang bagus dan kemampuan merasakan bahaya mendekat dia pasti susah mati tadi.


Dengan cepat, Tama mengambil senapan laras panjang itu dengan cepat menembakkan beberapa tembakan.


Dor..Dor..Dor..!


Tembakan itu mengarah ke kepala orang itu! Sehingga yang awalnya sudah bocor parah akhirnya hampir pecah karena tiga tembakan itu.


Setelah membunuh Tama langsung keluar sambil membawa tembakan itu, dia dengan kesal melempar senapan laras panjang.


Keadaan sudah aman akhirnya Dion keluar dari persembunyiannya itu! Jika saja hari masih siang mungkin keadaan Dion akan sangat berbahaya.


Untungnya matahari baru saja tenggelam, sehingga jarak pandang si penambak sedikit sulit! Sehingga Dion bisa mengelak dengan mudah dengan pergerakan dia yang cepat.


Hana dan Hani hanya bisa melihat tiga orang beraksi dengan sangat sempurna! Ketiganya saling bekerja sama dengan ritme yang pas.


Kekaguman Hana kembali meningkat! Dia akhirnya langsung menghampiri mereka, setelah Hana dan Hani sampai di hadapan Dion dan Alda tidak butuh waktu lama akhirnya Tama juga sampai.


Alda melemparkan satu orang yang sudah mati! Dia menuju ke arah panah itu.


"Hana apa kamu kenal dengan mereka?" Ucap Alda.


Hana melihat lebih dekat, namun dia tidak mengenali mereka! Sedangkan Hani langsung berucap.


"Dia adalah salah satu orang pembunuh daftar langit, jika tidak salah sepertinya peringkat 90 dari daftar langit!" Ucap Hani.


Alda melihat ke arah Hani, dia seperti sedikit tertarik dengan informasi pembunuh daftar langit.


"Apa kalian sebelumnya masuk dalam daftar langit?" Tanya Alda.


"Ya, kami masuk di 20 besar!" Jawab Hani, karena mereka berpasangan sehingga admistrasi selalu di kontrol Hani jadi Hana tidak terlalu peduli.


"Pantas mereka tidak berbahaya! Tingkat 20 besar saja seperti kalian!" Ucap Alda setelah mendengar jawaban Hani.


Hana hanya menunduk! Sedangkan Hani memerah wajahnya, dia memang mengakui bahwa di bandingkan Alda dan yang lainnya memang kalah jauh, namun di organisasi pembunuh dia cukup di perhitungkan.


"Pasangan dia di atas! Apa mereka juga masuk dalam daftar langit?" Tanya Tama karena dia sama penasaran juga.


"Tidak, dia bergerak sendiri biasanya! Mungkin rekannya juga sama-sama masuk daftar langit." Jawab Hani.


"Baiklah, tidak perlu di pikirkan! Yang pasti sekarang kita di incar oleh organisasi pembunuh, sebaiknya kita segera pergi dari sini dulu." Ucap Dion.


Mereka semua setuju, Dion melangkah ke dekat mobil yang terbalik, dengan kekuatan mereka berlima mobil itu di balik ke posisi semula.


Setelah itu dua mobil yang rusak melaju dengan seadanya ke pusat kota Mako!.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2