
Chapter 281. HARUS BERTERIMAKASIH DENGAN AKU.
\=
Di kediaman keluarga Aditya, Tama yang sedang berada di ruang kerja pribadinya! Yang jarang banget dia masuki semenjak dia berada di rumah.
Kini dia sedang sibuk dengan semua jaringan cctv kota Westa! Beberapa layar besar yang ada di depannya sekarang sedang menampilkan banyaknya video di beberapa sudut kota yang lebih tersembunyi.
Dia sedang memeriksa keadaan kota Westa secara langsung, karena dia lebih percaya dengan penglihatan sendiri dari pada mendengarkan laporan anggotanya.
"Ternyata lebih parah dari pada yang di beritakan! Sial keluarga Readbulld benar-benar membuat kekacauan di kota Westa." Keluh Tama.
Lalu dia segera sibuk mengirimkan perintah, kepada tim dia yang memang sudah tersebar di beberapa tempat.
Tama sudah tidak ingin berapa lama di ruangan kerja pribadinya itu! Namun setelahnya dia mendapatkan telepon dari kakeknya.
"Bocah, kamu ada di mana sekarang?" Ucap Praja Aditya, tuan besar keluarga Aditya tidak pernah berbicara lembut dengan Tama karena dia selalu nakal dan membuat dia pusing setiap hari.
Sehingga sejak itu dia selalu berbicara keras, tujuannya agar Tama takut dan lebih nurut terhadap omongannya! Namun malah Tama sekarang bar-bar.
Namun itu sudah 10 tahun berlalu, akan tetapi kebiasaan itu hingga sekarang tidak berubah! Jadi tuan besar Aditya selalu berbicara keras jika sedang berbicara berdua dengan Tama.
"Ahh, kakek! Ada urusan apa kakek menelpon ku?" Ucap Tama ingin tahu.
"Aku tadinya mau menyuruh kamu ke sini! Ternyata kamu sedang berada di ruangan itu, sehingga aku mengurangkan niatnya dan hanya menelpon saja! Apa yang kamu kerjakan?" Setelah menjelaskan, tuan besar Aditya akhirnya penasaran dengan apa yang Tama kerjakan.
"Oh, kakek pasti sudah mendengar bagiamana keluarga Readbulld bergerak!" Jawab Tama, namun dia tidak menjawab pertanyaan kakeknya dengan pasti.
"Oh, masalah itu! Apa kamu sedang melakukan sesuatu yang berhubungan dengan itu?" Di sebrang sana tuan besar Aditya mengerutkan alisnya.
Dia tahu sekarang, Tama langsung mengaitkan masalah keluarga Readbulld pasti dia sedang melakukan sesuatu! Jadi dia ingin tahu lebih dalam.
"Ya, aku sedang mendalami masalah keluarga Readbulld." Akhirnya Tama menjawab apa yang dia lakukan.
"Oh, sangat kebetulan! Aku ingin kamu dan yang lainnya mengorbankan keluarga Readbulld jika masalah di kota Westa ini semakin besar." Tuan besar Aditya langsung mengungkapkan niat dia bertemu dengan Tama.
Karena sekarang Tama sedang melakukan itu, maka itu sebuah kebetulan! Sehingga tuan besar Aditya tidak sungkan lagi.
__ADS_1
Deg .!
Tama sedikit terkejut, dia tidak yakin dengan pendengarnya barusan! Namun setelah menanyakan lebih lanjut dan detail, Tama akhirnya bisa memastikan bahwa ucapan kakeknya itu bener dan dia tidak salah dengar.
Setelah berbicara dengan kakeknya, Tama langsung tahu bahwa keluarga Readbulld telah di kutuk oleh para keluarga kelas atas! Karena mereka merasa lebih berkuasa dan begitu merajalela sehingga keluarga Readbulld ingin di musnahkan.
Begitu kakeknya memberikan perintah, dia langsung menjalankan dengan cepat! Setelah menggunakan nama kakeknya, pekerjaan Tama lebih mudah di karenakan semua orang dari keluarga Aditya dan beberapa pejabat pemerintah kota Westa langsung bergerak.
Setelah satu jam bekerja kembali, Tama akhirnya selesai dan dia langsung keluar dari ruang kerja pribadinya.
Wajahnya terlihat sedikit murung, karena baru kali ini dia bekerja sangat keras! Padahal sebelumnya dia selalu bersantai dan tidak terlalu memperdulikan hal-hal sepele.
*
Saat Tama keluar dari ruang kerja pribadinya, hari sudah cukup larut! Alda, Dion dan yang lainnya sudah beres dari makan malam hari ini.
Kini semuanya berkumpul di ruang tengah untuk bersantai, hanya Hani yang tidak keluar! Entah apa yang sedang di lakukan gadis itu di dalam kamarnya.
Kini semuanya saling mengobrol, sedangkan Hana duduk di samping Alda dan terus bertanya bagaimana meningkatkan kekuatan yang dia miliki saat ini.
"Wah sedang mengobrol apa sebenarnya kenapa begitu seru, apa semuanya sudah makan malam?" Tanya Tama setelah datang ke hadapan mereka semua.
"Ya sudah, karena tidak tahu kapan kamu keluar sehingga kami tidak menunggu kamu untuk makan bersama." Dion langsung menjawab pertanyaan Tama.
"Tidak masalah..!" Jawab Tama tidak memperdulikan hal kecil seperti makan bersama itu.
"Alda, apa kamu tahu? Sekarang keluarga Readbulld sedang membuat kerusuhan di kota Westa ini!" Lanjut Tama berucap setelah dia duduk di salah satu sofa di sana.
"Apa itu benar? Keluarga kelas atas memang hebat." Alda tidak begitu percaya, namun dia malah langsung memuji.
Dia tahu sesuatu seperti ini akan terjadi, karena keluarga Readbulld adalah keluarga kaya dan berkuasa! Sehingga setelah mereka mendapatkan pukulan berat, mereka tidak akan menerimanya begitu saja.
Karena jika mereka diam, harga diri dari keluarga kelas atas akan runtuh seketika! Jadi wajar jika mereka membuat kerusuhan di kota Westa, karena ingin membuat kerusuhan ini sebagai masalah dan nantinya bisa melumpuhkan beberapa kalangan.
Sehingga keluarga Readbulld tidak terluka sendiri! Benar-benar strategi yang kejam.
"Tapi kamu tidak perlu khawatir tentang itu! Kedepannya kamu harus berterimakasih dengan aku!" Tama langsung tersenyum dengan bangga.
__ADS_1
"Berterimakasih tentang apa?" Ucap Alda yang tentunya dia juga heran kenapa Tama berucap seperti itu.
"Berterimakasih karena keluarga Readbulld sudah di targetkan oleh keluarga Aditya dan beberapa keluarga atas lainya untuk di musnahkan, sehingga aku sejak tadi bekerja lebih keras dari biasanya karena mengerjakan tugas ini." Jawab Tama masih terlihat bahwa dia berkontribusi sangat banyak.
"Hehhh...!" Alda pastinya terkejut.
Sedangkan Dion dan Riko hanya diam saja memperhatikan dari samping! Bahkan sesekali Riko mencibir ringan terhadap ucapan Tama yang menurutnya berlebihan itu.
"Hei, bukankah itu sudah menjadi tugas kamu yang di perintahkan oleh keluarga Aditya, kenapa juga aku harus berterimakasih secara resmi?" Alda sedikit berseru setelah merenung sejenak.
Ya meskipun dia di mudahkan sedikit! Tapi apalah arti keluarga Readbulld bagi Alda, karena dia sudah membuat perseteruan di awal maka dia juga bisa mengakhiri.
Tapi karena keluarga kelas atas kota Westa akan bergerak, jadi dia tidak perlu repot-repot bergerak juga.
"Itu, sebenarnya itu berbeda..!" Tama yang awalnya sedikit sombong langsung kikuk, karena dia tahu itu memegang tugas dia.
Jadi akhirnya dia hanya bisa tersenyum canggung, padahal tadi dia sebenarnya hanya becanda pada Alda! Bagiamana mungkin dia menagih ucapan terimakasih, sedangkan mereka semua adalah saudara.
"Berbeda apanya....?" Ucap Alda langsung terputus oleh ucapan Tama kembali.
"Lupakan saja, tadi hanya bercanda!" Ucapan Tama menindih suara Alda sehingga Alda berhenti berbicara.
"Lalu bagiamana dengan rancana kita ke kota Katao?" Lanjut Tama berucap.
Tama sebenarnya sudah ingin pergi, menurutnya kota Westa sudah tidak menarik lagi! Padahal ada kerusuhan yang besar di beberapa tempat pinggiran kota Westa namun itu hanya orang-orang kecil dan lemah Tama tidak berminat sama sekali.
"Lebih cepat lebih baik..!" Ucap Alda.
Dia mempertimbangkan di sini hanya karena masih ada keluarga Readbulld yang nantinya sedikit mengancam orang-orang Grup Brighton! Namun setelah ucapan Tama barusan Alda langsung tenang, karena keluarga Readbulld tidak akan mampu melawan beberapa keluarga besar dengan kondisinya yang sekarang.
Tama juga mendengar ucapan Alda tadi langsung bersemangat! Namun setelahnya teringat dengan Cika Lims, apa dia sudah sibuk sekarang atau belum? Dia harus memastikan itu.
\=
\=
...
__ADS_1