Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
043 MASIH MENCOBA MELAWAN


__ADS_3

Chapter 043. MASIH MENCOBA MELAWAN.


\=


Semuanya segera pergi setelah aman, kini Alda membawa mobil BMW seri 7 milik Hana dan Hani, di temani oleh Hana di kursi penumpang depan.


Sedangkan Hani bersama Dion menggunakan mobil Hummer H2 nya! Di dalam mobil Hani sangat canggung sehingga dia diam saja tanpa bicara sepatah katapun.


Bahkan untuk menegakkan kepalanya seperti biasa saja dia tidak berani! Superioritas yang pernah dia tunjukkan kini lenyap di hadapan Dion.


Namun Dion hanya diam saja! Dia tidak memperdulikan Hani yang canggung terhadapnya.


Menurut Dion, pemeriksaan seperti itu sangat wajar! Karena untuk keamanan, namun beda dengan Hani. Itu adalah pengalaman pertama dia tubuhnya di gerayangi oleh laki-laki, sehingga dia sangat malu dan jika dia bisa dia ingin kabur sekarang.


Namun kakaknya ada di dalam mobil bersama si kejam Alda! Kini dia langsung berpikir bahwa Alda dan Dion adalah orang kejam tidak kenal ampun dan tanpa celah.


Dia saja yang sebagai pembunuh bayaran, tidak bisa melihat celah kelemahan pada diri Alda dan Dion.


Hani tidak memperhatikan Riko dan Tama! Karena keduanya menurut Hani biasa saja, karena dia hanya melirik dan belum pernah melihat aksi Tama maupun Riko.


Tiga mobil melaju kencang di jalanan pinggiran kota Emerald, mobil Mercedes Benz G-Class berjalan di urutan paling depan.


Karena Riko ingin mendatangi kediaman keluarga Sanggoro malam ini! Dia bukannya takut dengan pembunuhan bayaran, namun dia sangat malah dengan masalah yang terus di timbulkan oleh keluarga Sanggoro.


Dengan mengandalkan informasi dari keluarga Setiadi! Riko sedang menuju ke villa besar milik keluarga Sanggoro.


Villa keluarga Sanggoro berada di tengah-tengah kota Emerald! Meskipun di tengah-tengah kota Emerald sangat padat namun luas tanah yang di bangun villa keluarga Sanggoro sangat besar.


Malam ini juga, keluarga Sanggoro sedang pulang menuju villa miliknya, setelah perawatan yang tinggi karena setatus keluar Sanggoro cukup baik, di tambah rumah sakit itu miliknya maka kesembuhan Rudi Sanggoro adalah prioritas utama.


Malam ini tuan besar Sanggoro dan Rudi Sanggoro bersama pacarnya pulang ke kediaman keluarga.


Ketiga orang itu tidak tahu, bahwa akan ada yang mengunjungi mereka malam ini! Sehingga masih berangan-angan dan berfantasi tentang kematian Riko dan yang lainnya.


"Ayah, aku sudah tidak sabar menunggu kematian dari Riko maupun orang-orang yang telah berani menyinggung kita!" Ucap Riko.


Dia sekarang sedang di kamarnya di temani oleh Lina pacarnya. Ayahnya yang berdiri di samping kursi roda anaknya juga menyeringai kejam.

__ADS_1


"Orang yang berani mengusik keluarga Sanggoro hanya kematian yang menunggunya!" Ucap tuan besar Sanggoro sama seperti anaknya tadi.


Dia juga sangat marah, karena orang-orang itu bisa membunuh Sugi bahkan tidak ada berita yang meledak di publik.


Namun tuan besar Sanggoro sangat marah sehingga dia tidak berpikir jernih! Dia menganggap bahwa Sugi adalah mafia bawah tanah sehingga polisi pasti memblokir berita Sugi yang sudah mati.


Namun kenyataannya itu semua di blokir oleh keluarga Setiadi, sehingga berita itu tidak beredar sama sekali hanya di ketahui oleh orang-orang atas saja! Keluarga Setiadi melakukan itu guna untuk mengamankan ketentraman kota Emerald.


*


Malam semakin larut, tiga mobil masih melaju dengan kencang menuju ke pusat kota Emerald.


Di dalam mobil BMW seri 7, Hana memandangi Alda dari waktu ke waktu dia sekarang sangat waspada mencari celah untuk melawan Alda.


Dia pikir Alda sedang sibuk mengemudi, jika di serang dengan tiba-tiba maka dia tidak akan bisa menghindari.


Hana masih mencoba melawan, dia sepenuhnya tidak percaya bahwa Alda akan melepaskan mereka kedepannya! Sehingga melawan adalah pilihan yang tepat.


"Apa kamu masih ingin merencanakan untuk melawan?" Ucap Alda tiba-tiba.


Degg...!


Dia meremas tangannya sendiri dengan sangat kuat, itu di akibatkan menahan rasa takut.


"Aku akan terus melawan orang yang ikut campur urusan orang lain!" Ucap Hana sambil sedikit menggigit bibir kecilnya.


"Hemm, ikut campur urusan orang lain? Bukannya kamu dan adik mu yang datang ingin membunuh kita, bagaimana aku ikut campur urusan orang lain?" Tanya Alda kepada Hana.


Mendengar pertanyaan Alda yang menuduh dia yang bersalah, Hana tidak bisa menjawab karena memeng kenyataannya seperti itu.


Sehingga dia tidak bisa menjawab pertanyaan Alda barusan, namun dia tetap menggertaka giginya dengan lembut.


"Aku hanya menjalankan perkejaan ku!" Ungkap Hana singkat.


"Jika mengambil pekerjaan seperti itu, maka kamu sudah siap untuk di bunuh kembali oleh orang yang lebih kuat!" Alda berucap seperti itu acuh tak acuh.


Di depan kekuatan yang besar, orang-orang akan mati kutu meskipun hanya dengan kata-kata yang biasa dan sederhana.

__ADS_1


"Sial...!" Bentak Hana sudah geram.


Sambil tangannya langsung mengarah ke muka Alda dengan kecepatan yang tinggi! Karena jaraknya dekat maka serangan itu begitu berbahaya.


Plaakkk...!


Alda langsung memegangi tangan mulus Hana, dia masih menampilkan senyum tipis! Jangankan sudah adu mulut seperti itu, jika saja Hana menyerang diam-diam di awal, dia akan bisa menangkis dengan mudahnya.


Tangan hanya berhenti di depan wajah Alda, setelah itu Alda menurunkan tangannya dengan pelan! Hana tidak bisa menahan kekuatan dari tekanan dorongan lengan Alda yang kuat itu.


Hana kini wajahnya langsung memerah, tangan kanannya di genggam Alda begitu kuat! Sehingga dia ingin menarik lepas namau cengkraman itu seperti penjepit baja yang kokoh.


Karena saking ingin lepas, Hana mengangkat tangan kirinya! Dia memukul perut bagian bawah Alda.


Masih memegangi tangan Hana, Alda menurunkan tangannya ke bawah! Setelah itu pukulan kuat Hana mengenai lengannya sendiri.


Kraakkk...!


Tangan Hana terkilir karena sentakan dan terkena pukulan sendiri.


"Ahhh...!" Hana langsung menjerit kesakitan.


Namun tidak di situ saja! Karena tangannya menyilang! Dan di sentak ke bawah maka tubuh bagian atas Hana terdorong ke arah wajah Alda.


Sambil menahan sakit tangan kanannya yang terkilir! Wajah mereka saling bertatapan.


Namun Alda masih tetap mengemudi dengan santai! Dia masih fokus ke jalan meskipun sebagai besar jalan itu terhalangi oleh wajah hanya yang cantik.


Wajah Hana memerah karena menahan malu dan sakit, dia tadi menjerit tepat di depan wajah Alda.


Karena baru pertama mengalami kejadian seperti ini, dia sangat malu! Ini pertama kalinya dia di buat tidak berdaya oleh laki-laki.


Biasanya meskipun itu laki-laki, dengan gerakan beladiri yang di kuasai dan tajamnya belati yang dia miliki, laki-laki tersebut tidak bisa berkutik dan mati seketika.


Namun kali ini, dia yang di buat tidak berdaya oleh laki-laki itu! Bahkan laki-laki itu seperti sedang mempermainkan dia.


\=

__ADS_1


...


__ADS_2