
Chapter 087. ALDA TIDAK TERKEJUT.
\=
Hanya dalam beberapa menit berita kecelakaan kapal di dermaga kota Mako yang sedang bersandar langsung menyebar di kota Mako.
Banyak orang dari kalangan atas yang mengaitkan kejadian ini dengan konspirasi kelompok kalajengking merah, karena Grup Brighton merebut perusahaan maupun gedung perkantoran yang strategis dari Grup Champion Ship.
Sehingga mereka langsung tahu bahwa ini adalah awal permusuhan dalam dunia bisnis dan mafia.
Mereka tahu bahwa yang melakukan ini pasti Grup Champion Ship dan kelompok kalajengking merah yang berdiri di belakang perusahaan itu namun semuanya hanya bisa diam.
Karena tidak berani menanggung akibatnya dari menyinggung raksasa besar dan tiran kota Mako.
Berita terus memberitakan kecelakaan ini, karena memakan banyak korban dari awak kapal dan beberapa petugas pelabuhan.
Bahkan dari awal kapal ada puluhan korban meninggal dunia! Sehingga berita ini semakin panas, bahkan di perkirakan kerugian material mencapai ratusan miliar karena banyak barang milik perusahaan lain menjadi korbannya.
Di perusahaan yang di akuisisi oleh Grup Brighton kini terjadi keributan, karena perusahaan ini yang memiliki kapal yang sedang mengalami kecelakaan itu.
Sedangkan di pusat Grup Brighton.
Suasana kantor masih hening, meskipun mereka mengetahui kejadian kecelakaan ini! Namun karena tidak banyak pegawai di kantor ini sebagai tidak ada kepanikan sama sekali, meskipun kejadian ini yang paling banyak menimpa kerugian adalah Grup Brighton.
Di ruangan kantor, sudah ada beberapa orang eksekusi meskipun sekarang sudah sore hari namun orang-orang ini belum pulang.
Di dalam ruangan itu masih hening, seketika pintu ruangan terbuka Jhonatan Brighton dan Rizal masuk bersama! Keduanya sudah mendengar berita ini namun dia belum menghubungi Alda maupun Dion.
Setelah keduanya duduk, orang-orang yang di dalam ruangan itu ikut duduk bahkan ada umah langsung membuka mulut.
"Ketua, apa yang harus kita lakukan sekarang?" Ucap seorang eksekutif wanita yang baru bergabung beberapa waktu lalu, karena memiliki pengalaman yang cukup dia di masukkan ke dalam jajaran eksekutif.
"Kita lihat dulu perkembangan, kalian rangkum daftar kerugian yang di alami, sekaligus periksa apakah banyak korban yang tertimpa bencana ini." Ucap Jhonatan kepada semuanya.
__ADS_1
"Rizal, siapkan santunan untuk keluarga korban! Aku mendengar sudah ada beberapa korban yang meninggal di dalam kecelakaan ini." Paman Jo langsung memberikan instruksi apa yang anggotanya lakukan.
Beberapa dari mereka di perintahkan untuk menuju ke anak perusahaan yang memiliki kapal itu! Mereka ingin melihat hasil oleh TKP dan data dari kamera pengawas di dalam kapal kargo itu.
Setelah semua sudah di atur, kini orang-orang di sana langsung bergerak cepat untuk mengerjakan pekerjaan masing-masing.
Sedangkan Jhonatan Brighton masih terduduk di kursi sambil menopang kepalanya dengan tangan di atas meja, dia menggosok mukanya beberapa kali lalu segera mencari ponselnya.
Paman Jo melakukan panggilan, setelah menunggu akhirnya panggilan itu te sambung.
"Tuan Alda, ada kabar buruk!" Ucap Jhonatan Brighton kepada Alda dengan suara lirih.
"Katakan..!" Ucap Alda di sebrang sana.
"Tuan, kapal kargo di bawah kepemilikan perusahaan yang di akuisisi kita beberapa waktu lalu mengalami kecelakaan! Namun kecelakaan ini aneh....!" Paman Jo menjelaskan apa yang dia dengar dan yang dia pikirkan.
Alda mendengarkan penuturan paman Jo dengan tenang, akhirnya dia bersuara!.
"Aku sudah menduga bahwa mereka akan melakukan pergerakan! Namun sayang kita tidak mengawasi sampai ke perusahaan itu!" Ucap Alda.
"Baiklah, aku mengerti sekarang! Apa Dion sudah tahu kejadian ini?" Tanya Alda kepada paman Jo di sisi lain.
"Aku belum memberitahu ketua, saya kira ketua sedang bersama tuan Alda!" Ucap Jhonatan mengungkapkan pikirannya.
"Baiklah, nanti aku yang akan berbicara dengan dia paman Jo!" Jawab Alda, setelah itu sambungan telfonnya di putus.
Jhonatan Brighton sudah mengungkapkan kepada Alda bahwa sepertinya ini adalah konspirasi dari kelompok kalajengking merah dan Grup Champion Ship! Dia juga mengungkapkan bahwa kapal itu meledak karena memang telah di ledakkan dengan boma rakitan.
Setelah menjabarkan itu semua, paman Jo keluar dari ruang rapat! Dia akan menghubungi semua anggota kelompok Beruang Hitam untuk siaga.
*
Di dalam taksi.
__ADS_1
Luna masih tertunda malu karena Dion mau mengantarkan dia pulang, sebelum dia berbicara dengan Dion ponselnya berdering.
"Ya ada apa?" Tanya Luna setelah mengangkat panggilan telfon yang masuk.
"Apa...?" Luna terkejut sampai matanya melotot tajam, sedangkan tangan lentiknya yang tidak memegang ponsel langsung menutupi mulut dengan reflek.
Dion di sisinya melihat Luna terkejut seperti itu hanya bisa terus memperhatikan, dia masih tenang tidak mencoba bertanya ada apa? Karena menurut Dion itu tidak baik.
Setelah Luna selesai menelfon, dia langsung memandang Dion yang ada di sampingnya.
"Dion, bisakah kita ke perusahaan tempat aku bekerja?" Tanya Luna mencoba meminta izin.
"Kenapa tidak, memangnya ada apa bukannya sekarang sudah jam pulang kerja?" Dion sedikit ingin tahu.
"Ada masalah serius di perusahaan, tadi aku mendapatkan berita bahwa kapal kargo milik perusahaan terjadi kecelakaan di dermaga." Ucap Luan mencoba menjelaskan kepada Dion.
"Benar kah, bagaimana bisa ada kapal kecelakaan di dermaga?" Dion sedikit bingung, karena dia baru mendengar hal anah seperti ini.
"Entah lah, kejadian sebenarnya belum di pastikan! Namun aku tahu pasti kecelakaan ini adalah unsur kesengajaan orang yang membenci perusahaan tempat ku bekerja." Luna tidak begitu menjelaskan apa penyebabnya namun dia berspekulasi sendiri.
Dari sorot mata Luna, dia benar-benar yakin bahwa ada orang yang melakukan kejahatan di properti milik perusahaan tempat dia bekerja.
Hanya butuh waktu beberapa menit, akhirnya taksi yang di tumpangi oleh Luna dan Dion sampai di depan perusahaan Luna bekerja.
Saat ini di depan mobil itu berhenti, ada gedung pencakar langit! Gedung perusahaan Di Me Com, salah satu perusahaan logistik terbesar di kota Mako! Namun setelah di akuisisi oleh Grup Brighton mereka tetap melakukan pekerjaan mandiri hanya saja sekarang keputusan akhir ada di orang-orang Grup Brighton.
"Dion terimakasih, maaf merepotkan! Nanti kapan-kapan aku ajak makan lagi untuk hari ini maaf karena ada lelucon besar." Ucap Luna sebelum keluar dari mobil.
"Ya, sama-sama! Akan aku tunggu ajakan makan dari mu!" Jawab Dion singkat.
Setelah itu Luna bergegas keluar, dia sampai berlari kecil di depan perusahaan Di Me Com hingga dadanya yang cukup besar berguncang lembut.
Dion hanya menggeleng kepalanya, dia lalu menyuruh pak supir taksi untuk segera pergi dia menuju villa mewah milik Alda.
__ADS_1
\=
...