
Chapter 190. SI PALING AROGAN.
\=
Tama langsung tersenyum cerah, karena di pandang seperti itu oleh si pemilik kios tempat makan itu.
Tama bangga karena dia bisa menghabiskan 5 porsi sendirian! Dia berpikir bahwa pak Datum kagum dengan kehangatan makanya itu, namun sebenarnya pak Datum kagum Tama di bilang bos di sini, sehingga lebih tinggi derajatnya dari pada yang lain.
Namun sayangnya Tama salah paham, dia pikir pak Datum kagum dengan daya makan dia, padahal tidak! Jika tahu bahwa pak Datum bangga bahwa dia lebih tinggi dari Dion maupun Alda dalam status dia tidak butuh bahkan tidak akan berekspresi seperti sekarang.
"Baik tuan Dion!" Jawab pak Datum dengan sedikit membungkuk.
Setelah itu dia langsung pergi dengan menarik sedikit lengan putrinya yang masih bengong! Karena pesanan ini sangat besar sehingga dia membutuhkan bantuan putrinya, apa lagi mereka bukan orang-orang sembarangan sehingga tidak boleh di ganggu.
Pak Datum takut putri kecilnya membuat kesalahan fatal di depan orang-orang ini.
Tama, Dion dan yang lainnya duduk di bilik sederhana! Mereka menunggu makan yang akan di siapkan.
Di depan mereka sudah ada perapian yang sudah menyala! Tungku kecil itu untuk memanggang daging secara langsung.
Waktu berlalu, hingga akhirnya! Pak Datum dan putri kecilnya membawa banyak nampak ke meja mereka.
Tidak butuh waktu lama, makanan sudah ada di depan mereka semua! Dari sari laut yang sudah siap santap maupun daging tipis yang siap di panggang juga ada berbagai saus.
"Pak, sediakan kami bir! Jika makan daging panggang tidak dengan bir akan sangat kurang." Ucap Tama.
"Tuan tidak perlu khawatir! Sudah saya siapkan, ini." Ucap pak Datum dia menarik kardus kecil yang berisi bir.
"Bagus, anda sangat terampil dalam hal ini!" Ucap Tama, langsung memuji.
"Maaf pak Datum, kita merepotkan!" Ucap Alda.
"Tidak tuan, ini memang pekerjaan kami!" Jawab pak Datum dengan hormat, setelah itu dia pamit untuk tidak menggangu mereka lagi.
Tama langsung melancarkan aksinya! Dia dalam hal memanggang daging memang cukup ahli selaras dengan keahlian makanya yang sangat banyak.
Beberapa daging langsung di masukan ke dalam tungku! Setelah itu bau daging bakar memanuhi bilik sederhana itu.
Dengan cekatan Tama langsung memasukkan beberapa bumbu tabur dan saus! Seketika bau harum yang membuat orang lapar menguar.
Cukup singkat mereka memasak, setelah itu mereka semua menyantap dengan riang! Hana dan Hani juga sama memasak sendiri, karena sudah hidup sendiri mereka cukup baik dalam hal ini.
__ADS_1
"Tuan Alda, ini sangat enak! Cobalah." Ucap Hana sambil mengambilkan daging panggang racikan dia sendiri.
Alda tidak memperdulikan apapun, dia langsung melahap daging yang di berikan oleh Hana dengan lahap, setelah itu dia tersenyum.
"Ya, ini sangat enak!" Ucap Alda.
Meskipun dia adalah keturunan langsung dari keluarga Button, di perguruan terpencil selama 10 tahun mereka makan seadanya! Sehingga makan seperti ini memang sangat enak apalagi bersama orang-orang terdekat seperti ini.
Saat makan berlangsung dan minum bir dengan nikmat, di luar terjadi keributan! Karena bilik yang mereka tempati sangat sederhana sehingga suara berisik itu terdengar.
Baammm...!
"Bedebah, aku dari kelompok Beruang Hitam! Jangan berani-beraninya kamu membangkang." Bentak orang itu.
Mendengar bentakan di luar seperti itu, Dion dan Alda mengerutkan keningnya! Keduanya saling pandang lalu mengangguk.
"Sepertinya semakin besar kelompok memang semakin sulit di kontrol!" Ucap Alda.
Dia langsung keluar, di ikuti oleh semua orang! Setelah keluar dari bilik semuanya melihat ada dua pemuda yang wajahnya sangat terlihat sombong.
Terlihat arogan, dia seperti orang si paling arogan di jalan Niseng ini.
"Tuan, maaf..!" Ucap dia kembali terputus.
"Aku mengerti! Sepertinya aku yang harusnya meminta maaf kepada pak Datum!" Ucap Dion sedikit menampilkan dengan wajah bersalah.
"Hei, bedebah jangan ikut campur! Cukup makan saja lalu pergi setelah kenyang, ini urusan kami." Bentak salah satu dari mereka.
"Kalian siapa?" Ucap Dion dengan tenang, dia tidak marah di bentak seperti tadi oleh salah satu dari mereka.
"Berengsek kalian masih berani bicara!" Yang lainnya angkat bicara.
"Kalian siapa?" Tanya Dion kembali.
"Dengar, kami adalah kelompok Beruang Hitam! Wilayah ini adalah wilayah kekuasaan kami, beraninya kalian lancang." Bentak orang yang pertama berucap.
Dia melihat tiga orang laki-laki dan dua orang perempuan ini tidak takut! Sehingga langsung mengungkapkan identitas mereka saat ini.
"Nama kalian siapa, lalu ada keperluan apa di kios pak Datum?" Kali ini yang berbicara adalah Alda.
"Diam apa urusanmu menanyakan urusan kami!" Keduanya benar-benar menganggap bahwa Dion dan Alda orang luar yang dapat mereka tekan, tatapan keduanya benar-benar meremehkan Alda dan yang lainnya.
__ADS_1
Setelah bergabung dengan kelompok Beruang Hitam mereka berdua tidak takut apapun di kota Mako ini, karena mempunyai bekingan yang kuat di belakang mereka.
Dua orang ini adalah orang yang baru bergabung dengan kelompok Beruang Hitam! Setelah melihat kehebatan kelompok ini sehingga mereka ingin sekali bergabung, hingga akhirnya di terima.
Namun setelah di terima, mereka langsung menjual nama kelompok Beruang Hitam! Karena daerah belakang jalan Niseng seperti ini jarang di datangi dan di kontrol dengan ketat oleh para senior dari kelompok Beruang Hitam, akhirnya mereka beraksi.
"Pak Datum, katakan apa yang mereka lakukan di sini?" Ucap Dion, karena sudah tidak peduli dengan mereka berdua.
"Tuan Dion, mereka memeras biaya keamanan cukup tinggi tadi! Jadi kamu menolak namun mereka memaksa dan mengancam akan merobohkan kios ini!" Ucap pak Datum dengan jujur.
Awalnya mereka berbicara dengan lirih sehingga Dion, Alda dan yang lainnya tidak mendengar ucapan mereka! Namun setelah itu ada meja yang retak akibat di hantam oleh salah satu dari mereka.
Keduanya tidak menganggap serius, karena ini wilayah kelompok Beruang Hitam! Lagi pula jika dia berkata bahwa orang-orang ini membuat masalah di sini, maka para senior dan pemimpin kelompok di jalan Niseng ini akan membantu keduanya.
Dia yakin! Pemimpin tim tidak akan percaya pada mereka, pasti percaya pada rekan sendiri.
Setelah mendengar ini, Dion langsung mengeluarkan ponselnya! Dia menelpon dengan cepat.
"Cih, cari bantuan! Apa kalian tidak melihat lingkungan ini di mana?" Ucap salah satu dari mereka dengan arogan.
Namun mendengar ocehan itu, Dion tidak peduli! Setelah itu sambungan telepon langsung terhubung.
"Datang ke wilayah belakang jalan Niseng! Cepat, jangan lebih dari 2 menit." Ucap Dion dengan suara dalam.
Bipp..!
Tanpa menunggu jawaban di sana, Dion langsung mematikan sambungan telponnya itu.
"Aku ingin melihat, sampai di mana kesombongan kalian!" Ucap orang yang tadi meremehkan Dion, lalu dia juga mengeluarkan ponselnya.
"Kak, ada orang yang membuat onar di wilayah belakang jalan Niseng!" Ucap dia memberitahu orang di seberang sana.
"Baik...!" Jawabannya setelah mendengar perintah dari sebrang sana.
Lalu orang itu tersenyum miring, dia melihat Dion, Alda, Tama seperti sudah menjadi mayat! Namun melihat Hana dan Hani penuh dengan nafsu bejat.
\=
\=
...
__ADS_1