
Chapter 225. TAMA YANG TIDAK MASUK AKAL.
\=
Para pemimpin dari kalangan keluarga atas dari kelas satu dan kelas dua semuanya memandang ke arah Alda dan Tama! Mereka pikir yang mendapatkan tanah itu adalah orang dari keluarga Aditya, namun pemikiran mereka salah besar.
Nyatanya Alda tidak mewakili keluarga Aditya, melainkan untuk membangun kekuatan sendiri! Sehingga dia bertindak sejauh ini.
Di belakang Alda dan yang lainnya, orang-orang dari kalangan kelas menengah dan atas melihat Alda dengan sungguh-sungguh, semua yang berkumpul di sini adalah orang-orang atas dan lingkaran bisnis kota Westa! Sehingga mereka ingin mengingat wajah Alda, karena kedepannya mereka akan menjilat Alda untuk mendapatkan proyek besar di distrik baru kota Westa.
Sehingga jika mengingat wajah Alda dengan baik, maka mereka semua tidak akan takut nantinya salah dalam bertindak.
Alda tidak tahu setelah kejadian ini, dia adalah orang yang akan di perhitungan di jajaran pebisnis kota Westa kedepannya! Namu dia memilih acuh tak acuh.
Semakin banyak orang yang penasaran dengan Alda, semakin banyak orang saling bertanya mencari informasi tentang Alda! Namun semua itu nihil, karena Alda tidak di temukan di manapun.
Bahkan jejak digital Alda di negara Trukotan ini tidak di temukan! Dari pencapaian, latar belakang keluarga dan beberapa informasi pribadi.
Namun satu orang yang secara kebetulan menemukan informasi singkat tentang Alda.
"Sial, aku tadinya tidak percaya! Tapi ini benar-benar dia, ternyata dia adalah salah satu eksekutif dari Grup Brighton!" Ucap seorang paruh baya yang duduk di kursi barisan tengah.
Dia termasuk orang kelangkaan kelas menengah! Tadinya dia sedikit penasaran dan seperti pernah melihat Alda di suatu tempat, namun akhirnya sedikit ingatan! Di pikirkan dia terbesit berita geger baru-baru ini di kota Mako, laku akhirnya menemukan Alda dengan tidak sengaja.
Orang-orang yang mendengar berita tentang itu, langsung mencari informasi di website resmi Grup Brighton! Setelah membaca secara singkat orang-orang akhirnya tahu apa itu Grup Brighton, lalu melihat Alda di sana adalah salah satu eksekutif Grup Brighton itu.
"Pantas saja dia begitu berani dengan menawarkan harga tinggi, ternyata dia adalah orang dari Grup Brighton!" Ucap orang lain.
Banyak dari keluarga besar kota Westa yang tahu! Grup Brighton telah bekerja sama dengan Aditya Grup, sehingga wajar bahwa eksekutif Grup Brighton sedikit minta bantuan kepada keluarga Aditya.
Karena Grup Brighton bangkit dengan sangat cepat! Bahkan di beritakan Grup Brighton memiliki dana yang sangat melimpah, karena terus mengakuisisi perusahaan besar.
Banyak spekulasi pemikiran orang-orang hebat itu! Hingga akhirnya pelelangan lahan ke tiga di mulai, lahan ini tidak sebagus laha ke 2 tadi.
Karena di sini ada danau besar! Sehingga hanya cocok di gunakan untuk perumahan elit villa mewah, tidak begitu cocok untuk kota yang besar yang di dalamnya berisikan perkantoran dan pusat perbelanjaan, jadi peminat dan harganya di taksir sedikit lebih rendah.
"Sepertinya keluarga Readbulld masih tertarik dengan tanah ini! Tama tolong ladeni dia, berikan sedikit tekanan kepadanya jika kamu sudah puas maka lepaskan." Ucap Alda di sebelah Tama.
Seperti biasa, konstruksi tanah dan lingkungan sekitar di jelaskan! Cukup bagus namun sebidang tanah yang kedua tadi lebih bagus dalam hal pengembangan.
__ADS_1
"Tidak masalah!" Jawab Tama singkat.
"Baiklah, untuk harga awal adalah sama dengan tanah sebelumnya 40 miliar! Dan dengan aturan yang sama dengan sebelumnya." Ucap pembawa acara pelelangan itu dengan senyum menawan.
"1 triliun rupiah...!" Ucap Tama langsung membuka penawaran pertama.
Deg..!
Alda juga langsung menoleh ke arah Tama! Menurutnya Tama orang yang tidak masuk akal.
Namun Alda tidak berkomentar apapun, dia hanya terkejut sebentar lalu tersenyum! Karena Alda tahu bahwa setelah ini akan banyak orang yang kesal terhadap Tama.
Karena dalam penawaran pertama, dia langsung menaikkan harga hampir 30 kali lipat banyaknya! Sehingga membuat orang-orang yang siap ikut berpartisipasi ingin muntah darah di tempat duduknya.
Cika Lims tertegun, dia menoleh begitu cepat karena mendengar suara Tama menawar harga! Dia juga sangat terkejut, hingga akhirnya terdengar suara teriakan.
"Tuan muda Aditya, apa kamu pikir ini lelucon?" Ucap Hiski Readbulld yang sudah terpancar kemarahannya.
Dia tadi sedikit sabar saat melawan Alda, karena Alda masih dalam tahap wajar! Namun Tama sangat tidak masuk akal bagian, sehingga dia langsung menegur.
"Apanya yang lelucon? Jika kamu tidak memiliki uang maka jangan ikut menawar harga di pelelangan!" Ucap Tama kepada Hiski Readbulld.
"Kamu...!" Hiski Readbulld kehilangan kata-kata, karena ucapan Tama sangat tepat! Jika tidak memiliki uang maka jangan ikut berpartisipasi dalam pelelangan.
Sebenarnya Tama tidak melanggar peraturan, namun bagi semua orang Tama yang tidak masuk akal! Karena menaikan harga sangat tinggi di awal penawaran.
"1,2 triliun...!" Ucap seseorang pria paruh baya yang duduk di barisan pertama kursi no 8.
Dia adalah kepala keluarga Keluarga Calista! Keluarga Calista adalah keluarga yang setara dalam segala hal dengan keluarga Aditya, namun keluarga ini tidak begitu menonjol sehingga banyak orang tidak begitu memperhatikan.
Namun semua orang tahu, keluarga ini bergerak di bidang real estate! Sehingga jarang bersaing bisnis panas di kota Westa ini, namun setelah melihat konstruksi tanah yang di lelang ke tiga ini, kepala keluarga keluarga Calista tertarik.
Sehingga dia ikut menawar, orang-orang juga berpikir seperti itu! Tanah ini sangat cocok jika di miliki oleh keluarga Calista.
"1,5 triliun!" Ucap Hiski Readbulld, dia juga akan berusaha untuk mendapatkannya.
"3 triliun..!" Tama kembali membuat penawaran.
Orang-orang masih terus fokus memperhatikan pelelangan kali ini! Karena bagi orang-orang yang keadaan ekonominya berada di jajaran menengah hanya bisa melihat kesenangan ini.
__ADS_1
"4 triliun rupiah..!" Kepala keluarga, keluarga Calista menawar kembali.
Dia tahu, tanah ini seharusnya terjual di kisaran harga 10 triliun! Sehingga kenaikan itu pasti akan berlanjut.
"5 triliun rupiah..!" Hiski Readbulld juga menaikkan harga 1 triliun.
"10 triliun..!" Ucap Tama.
Suasana pelelangan kini hening, mereka tidak lagi terkejut dan terus berdiskusi! Orang-orang itu sekarang malah sibuk dengan pemikiran masing-masing.
Tuan Denu Calista juga mengerutkan keningnya, namun dia langsung menawar kembali.
"12 triliun rupiah..!" Ucap tuan Denu Calista masih dengan nada yang sama.
Hiski sedang di tegur oleh paman kedua keluarga Readbulld, sehingga dia ragu dengan untuk menawar lebih tinggi lagi! Karena tanah ini bagi keluarga Readbulld tidak sebaik tanah yang di dapatkan oleh Alda tadi.
Namun sayang! Jika keluarga Readbulld ingin mendapatkan tanah ke dua tadi, mereka harus mengeluarkan dana lebih dari 16 triliun, bisa jadi jika mereka terus menawar maka bisa di pastikan akan tembus 20 triliun rupiah.
Sehingga mereka lebih memilih mundur! Jika keluarga Readbulld mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk membeli tanah maka pendanaan mereka akan terganggu.
Meskipun bisa di batu dengan para investor lainnya, kekuasaan keluarga Readbulld akan terbatas! Sehingga bukanya menaikkan mereka ke setatus yang lebih tinggi malah akan menjadi beban.
"Sepertinya sudah cukup!" Ucap Tama, dia lalu duduk dengan santai.
Di sana pembawa acara sudah menghitung hingga dua kaki.
"Paman apa kita akan pulang dengan tangan kosong?" Ucap Hiski Readbulld dengan enggan.
"Mau bagaimana lagi, ini di luar kendali kita!" Jawab paman kedua keluarga Readbulld.
Setelah ucapan itu terdengar oleh Hiski Readbulld, pembaca acara pelelangan sudah menghitung hingga tiga kali dan langsung mengetok palu tanda tanah yang di lelang terjual dengan harga 12 triliun rupiah kepada keluarga Calista.
Hiski Readbulld hanya bisa menahan amarahnya, 'jika saja tidak ada Tama dan Alda tidak akan seperti sekarang' keluh Hiski di benaknya.
\=
\=
....
__ADS_1