
Chapter 257. GAYA ORANG KAYA MERAMPOK.
\=
Kota Westa malam ini sangat ramai! Banyak orang pergi keluar untuk keperluan hidup mereka masing-masing.
Bukan hanya anak kecil, anak remaja! Melainkan orang yang sudah dewasa juga perlu keluar, apa lagi setelah lelah bekerja seharian! Malam-malam seperti ini berburu kuliner adalah hal yang paling berkesan.
Sehingga pusat jajanan kuliner terbesar di kota Westa, jadi padat di kunjungi orang-orang setia harinya.
Kini mobil sport berwarna putih berhenti di parkiran pusat jajanan kuliner malam! Alda di dalam mobil saat mau keluar, dia langsung berucap.
"Tunggu dulu, aku ada yang kelupaan!" Ucap Alda.
"Apa?" Hana penasaran.
"Aku lupa belum menghubungi Rizal, takutnya dia kaget dengan pertemuan tadi bersama keluarga Readbulld." Jawab Alda sambil berbicara dia mengeluarkan ponselnya.
"Oh, jadi seperti itu! Ya sudah lebih baik kamu hubungi dulu Rizal agar kamu di sini tenang." Hana juga setuju dengan pemikiran Alda tadi.
Alda tidak langsung menghubungi Rizal, dia mengirimkan salinan kontak akuisisi yang ada sudah di simpan sebelumnya, setelah lembaran-lembaran kertas eletronik itu terkirim barulah Alda menghubungi Rizal.
Tidak butuh waktu lama, Rizal langsung menerima panggilan itu.
"Selamat malam tuan Alda, apa pertemuannya lancar?" Ucap Rizal setelah sambungan telepon dia jawab.
"Sangat lancar..! Sebaiknya kamu lihat file yang aku kirimkan, setelah itu kamu proses dengan cepat dan umumkan pada pagi hari ini." Ucap Alda.
"Oh baik tuan, akan saya kerjakan langsung." Jawab Rizal di sebrang sana dengan sopan.
Rizal pikir kesepakatan Alda dan keluarga Readbulld terjalin, sedangkan Alda mengirimkan surat jual beli sebidang tanah di distrik baru kota Westa.
"Baiklah, terimakasih sebelumnya." Ucap Alda.
Alda tidak menjelaskan apa-apa lagi, karena dia tahu Rizal akan langsung paham apa yang dia maksud dalam ucapannya tadi, sehingga dia mematikan sambungan telponnya dengan cepat.
*
Di kantor cabang Grup Brighton kota Westa.
Rizal sedang duduk di ruang kerjanya saat ini langsung menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Huff, ternyata ancaman keluarga Readbulld benar-benar di lakukan! Sebenarnya sangat sayang jika tanah itu berpindah kepemilikan dari Grup Brighton ke keluarga Readbulld." Gumam Rizal tidak begitu rela.
Akhirnya dia membuka file kiriman dari Alda! Saat pertama melirik dia biasa-biasa saja, karena dia tahu itu hanya salinan surat jual beli.
Namun saat di bacaan dengan malas, mata Rizal langsung membelalakkan tajam.
"Sial, apa ini benar? Ba-ba-bagaimana ini jadi surat akuisisi perusahaan?" Ucap Rizal dengan keras dan hampir jatuh dari kursi yang di duduki saat ini, karena dia terlonjak hebat.
"Apa yang sebenarnya terjadi, sial aku tidak bisa berpikir!" Keluh Rizal masih sambil tertegun.
Setelah sedikit tenang dia membaca dengan keseluruhan! Lalu kembali terkejut karena tiga cabang yang di akuisisi sangat menguntungkan dan nilai sahamnya beberapa tahun terkait ini selalu naik tajam dan stabil.
"Apa ini yang di namakan gaya orang kaya merampok? Sial sekali memindahkan uang hingga puluhan triliun." Rizal masih saja heboh sendiri.
Dia tidak menyangka, yang dia pikirkan ialah Grup Brighton kehilangan kepemilikan lahan yang kedepannya akan berkembang pesat, namun malah di berikan kejutan seperti ini oleh Alda.
Setelah mengingat kembali ucapan Alda sebelumnya, dia akhirnya tahu maksud dari segera di proses dan umumkan di pagi hari ini.
"Aku tidak peduli bagaimana prosesnya dalam pertemuan tadi, namun tuan Alda sangat hebat bisa mengakuisisi tiga cabang yang menguntungkan milik keluarga Readbulld." Rizal entah kenapa begitu mengagumi Alda dan Dion, dua pemuda yang entah kapan sudah dia tetapkan sebagai panutan dia.
Akhirnya Rizal menghubungi rekanya, setelah itu dia akan mengerjakan tugas ini dengan baik dan cepat, agar di pagi hari menjadi berita besar di kota Westa ini.
*
Kembali lagi kepada Alda dan Hana.
Jalanan pusat jajanan kuliner malam, sangat ramai dan penuh sesak oleh orang-orang yang berlalu lalang, namun bagi Hana tempat itu seperti hanya berdua saja.
Hana dan Alda berjalan sangat lambat di kerumunan orang-orang yang berjalan mengelilingi setiap kios-kios yang ada, karena jalan penuh sesak Hana lebih menempelkan tubuhnya kepada Alda.
"Di sini ternyata sangat ramai, lebih ramai dari pada saat di kota Mako!" Ucap Hana sambil melihat sekeliling.
"Ya itu pasti! Karena kota Westa ini termasuk kota besar di negara ini, sehingga lebih banyak penduduknya." Jawab Alda.
"Kita akan beli apa sekarang?" Lanjut Alda bertanya.
"Bagiamana kalau kita makan mie iga panggang?" Ucap Hana sambil menuju kios yang tidak begitu ramai di kunjungi oleh orang.
Padahal kios itu bersih rapi, namun tidak penuh sesak seperti penjual lainnya! Akhirnya Alda dan Hana masuk ke kios mie iga panggang.
Setelah keduanya duduk, Hana langsung memesan dua menu yang paling atas.
__ADS_1
"Pak, kami pesan dua mie iga panggang sepesial!" Ucap Hana.
"Kalau untuk minum, dua soda putih dengan es batu!" Lanjut Hana memesan dengan cepat.
"Baik nona, tunggu sebentar!" Ucap pria paruh baya yang berpakaian rapi ala koki di restoran.
Lalu dengan cepat pedagang itu langsung bergegas ke belakang untuk membuat pesanan Hana dan Alda.
Hana melihat sekeliling, dia sangat senang sekali! Akhirnya bisa berduaan seperti ini dengan Alda, sedangkan orang-orang yang lain Hana anggap tidak ada.
Sedangkan Alda merasakan sedikit gelisah! Meskipun banyak orang berlalu lalang tapi Alda tahu orang-orang itu tidak memperhatikan mereka berdua, tapi perasaan tajam Alda sebagai petarung yang sudah berpengalaman dia merasakan ada sepasang mata yang terus mengawasi keduanya.
Namun untuk memastikan, dia tidak bisa karena di sini banyak sekali orang yang berkumpul dan terus bergerak, sehingga dia tidak bisa yakin orang mana yang terus mengawasi saat ini.
Perkiraan Alda memang benar.
Di kios lain, yang tidak jauh dari kios mie iga panggang ada seseorang yang menggunakan mantel hitam! Dia bersembunyi di kerumunan orang-orang yang sedang sibuk membeli jajanan di jalan ini.
"Hemm, ternyata mereka tidak lama di Hotel Emperor! Setelah mereka lengah baru aku bergerak." Gumam orang itu.
Dia bergerak seperti orang pada umumnya, agar tidak di curigai! Penyamarannya memang sangat bagus karena pengalaman dia yang banyak.
Dia adalah orang yang sejak awal mengikuti Alda dan Hana, meskipun cukup lama menunggu di luar Hotel Emperor dia terus menunggu! Karena tidak ingin kesempatan bagus ini terlewatkan begitu saja.
Jika saja dia tahu apa yang terjadi di Hotel Emperor, dia pasti akan terkejut dan berpikir dua kali untuk menargetkan Alda dan Hana kali ini.
Namun sayangnya dia tidak tahu kejadian itu! Jadi terus mengincar Alda dan Hana untuk dapat menangkapnya karena hadiah yang di janjikan oleh keluarga Button cabang 2 sangat besar.
Karena orang-orang di sini sangat banyak, Alda akhirnya tidak begitu perduli! Dia lebih memilih bersenang-senang saja dengan Hani.
Kini pesanan keduanya datang dengan cepat! Mie iga panggang sepesial.
Mie goreng dengan toping iga panggang, dengan taburan bawang goreng dan saus yang menggoda! Keduanya langsung makan dengan lahap karena dari siang keduanya belum makan apa-apa, di tambah tadi keduanya mengeluarkan tenaga besar saat melawan keluarga Readbulld.
Waktu terus berjalan, setelah makan mie iga panggang keduanya langsung muter-muter di jalanan pusat jajanan kuliner! Meskipun namanya pusat kuliner namun ada yang menjual aksesoris sehingga Hana membeli beberapa untuk oleh-oleh.
\=
\=
...
__ADS_1