Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
268 BERTATAP MUKA


__ADS_3

Chapter 268. BERTATAP MUKA.


\=


Tidak butuh waktu lama bagi Haris Hanaga untuk mengatur pertemuan, apa lagi orang yang di ajak bertemu masih bagian dari keluarga Button.


Namun saran dari Charles Button, untuk menghormati Certeo Button yang dulunya adalah saingan saat masih muda! Mereka merencanakan bertemu di Hotel bintang lima yang sangat mewah di kota Katao.


Karena jika salah satu saling mendatangi, maka akan menjatuhkan wibawa masing-masing di dalam kubu di keluarga Button.


Namun jika Charles Button menggunakan hak keluarga utama Button! Sebenarnya bisa menekan Certeo Button yang hanya keluarga cabang, namun karena Charles Button tidak ingin memperdalam masalah sebelumnya memastikan beritanya dia masih perlu menekan sedalam mungkin.


Sehingga dia lebih memutuskan untuk bertemu di luar.


Mobil Rolls-Royce melaju dengan di ikuti oleh beberapa mobil pengawal, di bagian depan dan belakangnya! Barisan panjang mobil itu sedikit membuat orang penasaran.


Namun karena ini adalah ibu kota, negara Trukotan! Sehingga tidak jarang iring-iringan mobil seperti itu, namun yang ini sedikit berbeda karena tidak menggunakan sirine dan plat nomor kendaraan itu tidak menunjukkan nomer khusus kendaraan pejabat.


Sehingga sedikit memancing perhatian masyarakat yang ada di pinggir jalan.


Kini Haris Hanaga menyetir mobil sendiri! Karena tidak hanya sebagai orang kepercayaan Charles Button, dia juga menjadi supir pribadinya.


Karena di dalam kubu orang kaya dan area politik, sangat sulit untuk mempercayai seseorang dengan mudah! Jangankan orang luar, bahkan saudara sendiri kadang menikamnya dari belakang.


Orang-orang seperti itu hanya mengutamakan kepentingan! Tidak ada kata saudara, teman dan musuh abadi yang ada kepentingan abadi.


Selagi ada kepentingan, maka semua bisa di bicarakan.


Akhirnya iring-iringan mobil kendaraan keluarga utama Button sampai di hotel bintang lima! Mobil Rolls-Royce langsung mengarah ke pintu utama hotel itu.


Akhirnya Haris Hanaga turun langsung dan membukakan pintu belakang mobil Rolls-Royce dengan cepat! Seketika para pengawal langsung menjaga keamanan dari Charles Button di semua sisi.


Bahkan pejabat yang sedang memimpin saja tidak memiliki pengamanan dan penjagaan seketat itu! Namun Charles Button memilikinya, karena jika terjadi sesuatu dengan Charles Button negara Trukotan ini akan goyah di beberapa bagian.


Tidak main-main, para pengawal itu adalah para master yang sudah di rekrut dan di latih khusus.


Orang-orang yang ada di sana langsung terkejut melihat kejadian ini! Namun untuk memastikan siapa yang datang mereka tidak memiliki wewenang itu, di tambah pertemuan Charles Button dan Certeo Button di rahasiakan dari publik.

__ADS_1


Setelah Charles Button turun, manager lobi hotel itu langsung menyambutnya! Namun hanya sampai pada Haris Hanaga saja.


"Antarkan kami ke ruangan yang sudah di pesan sebelumnya!" Ucap Haris Hanaga kepada manager lobi hotel.


Manager lobi langsung mengangguk dan menjawab dengan hormat.


"Baik tuan!" Ucapnya dengan senyum cantiknya.


Manager hotel itu adalah wanita cantik yang kira-kira memiliki umur 35 tahun! Namun karena perawatan yang sangat baik, masih terlihat sangat muda.


Dengan cepat Haris Hanaga dan tiga pengawal yang tadi ikut beriringan mobil ikut masuk! Sedangkan sisanya berjaga di luar.


Tidak butuh waktu lama, rombongan kedatangan dari Certeo Button juga datang! Kedatangannya tidak beda jauh dengan Charles Button, namun dia hanya membawa beberapa mobil saja! Tapi bedanya, dia menggunakan mobil pejabat tinggi negara.


Sehingga orang-orang langsung mengenali siapa mereka dan memaklumi apa yang di lakukannya itu.


Di dalam ruang pertemuan, Charles Button mendesah pelan.


"Hufff, dia masih saja merasa tinggi hati! Padahal aku sudah mengalah terlalu banyak." Ucapnya.


Haris Hanaga yang berdiri di sampingnya hanya diam melihat tuan besar yang selama ini di layaninya bertingkah seperti itu, karena dia tahu bagaimana tuan besar Button mengalah kepada Certeo Button yang dulunya adalah saingan di masa mudanya.


Setelah lewat 10 menit lamanya, barulah Certeo Button datang dan kini berdiri dengan tegak di depan pintu ruang pertemuan dan menatap tajam ke arah Charles Button.


Setelah sekian lama keduanya bertatap muka! Pandangan Certeo Button masih sombong seperti dulu.


"Sifat kamu tidak pernah berubah..!" Ucap Charles Button berucap lebih dulu.


"Karena perubahan sikap itu tidak baik dalam segala hal..!" Jawab Certeo Button, dia langsung berjalan dan duduk di kursi yang ada di sana tanpa sungkan sedikitpun.


Charles Button tidak menjawab, dia hanya hanya tersenyum tipis! Setelah itu dia duduk kembali setelah tadi berdiri saat kedatangan Certeo Button.


*


Di kota Westa.


Alda, Tama dan yang lainnya sudah mempersiapkan semuanya! Kini satu mobil off-road sudah siap untuk di gunakan dalam perjalanan kali ini.

__ADS_1


Kini kelima orang itu berkumpul di garasi milik keluarga Aditya, setelah selesai menyiapkan semuanya.


"Apa satu mobil ini cukup?" Ucap Alda sedikit bimbang.


Karena mereka berlima sehingga pikir Alda itu tidak cukup, namun saran dari Tama cukup menggunakan satu mobil! Padahal barang-barang yang di bawa Tama sangat banyak.


Bahkan di bagasi belakang dan set baris ke tiga di isi penuh dengan perbekalan dan beberapa alat yang di butuhkan.


"Lebih dari cukup! Aku yakin orang-orang kita sudah terbiasa melakukan hal-hal berbahaya semua, termasuk dua wanita ini." Ucap Tama sambil menunjuk ke arah Hana dan Hani.


Karena Tama pikir mantan organisasi pembunuh bayaran juga sering melakukan perjalanan gelap, sehingga rintangan berat yang akan mereka lalui akan biasa saja di mata mereka berdua.


"Aku tahu..!" Jawab Alda, namun yang dia tidak habis pikir jika mobil ini terlalu banyak muatan akan semakin lambat dalam hal pergerakannya.


"Benar Alda, ini cukup! Aku yang menyetir saja." Ucap Dion.


Dia lalu langsung masuk ke dalam mobil off-road itu untuk menyalakan mesin mobilnya.


"Hei, apa kita tidak akan berpamitan dengan tuan besar Aditya?" Ucap Alda.


Namun Dion langsung menyalakan mobilnya tanpa peduli! Dia sangat tahu sifat Tama, sehingga dia tidak memikirkan Tama akan berpamitan kepada kakek maupun ayahnya dan keluarga lainnya dari keluarga Aditya.


"Tidak perlu, itu kita sampai setelah kita berada di luar." Jawab Tama, dia langsung masuk ke mobil juga duduk di kursi samping pengemudi.


Hana memandang Alda, setelahnya dia juga masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Hani! Akhirnya Alda hanya bisa ikut masuk, dia duduk di kursi penumpang di samping Hana.


"Baiklah, berangkat sekarang..!" Ucap Tama dengan semangat.


Dia tidak peduli nantinya dengan kemarahan kakeknya itu! Yang dia pedulikan sekarang adalah berpetualang dengan jalur yang sangat ekstrim.


Dion langsung menginjak pedal kopling dan memasukan gigi persneling lalu melapangkan pedal kopling dengan di barengi injakan pedal gas.


Raungan mesin mobil off-road itu terdengar di dalam garasi mobil keluarga Aditya lalu meluncur dengan cepat keluar dan akhirnya keluar dari kediaman keluarga Aditya.


Karena terbiasa menggunakan mobil itu, penjaga gerbang kediaman keluarga Aditya juga langsung membukakan pintu gerbang tanpa curiga bahwa Tama akan kabur dari kediaman keluarganya itu.


\=

__ADS_1


\=


__ADS_2