
Chapter 263. SALING MEMAHAMI.
\=
Hana dan Alda di dalam kamar akhirnya melakukan hubungan intim lagi, kini keduanya melakukan dengan sadar tidak seperti siang tadi keduanya melakukan karena pengaruh obat.
Setelah beberapa jam berlalu, malam ini Hana dan Alda sudah tidak lagi malu seperti sebelumnya! Apa lagi bagi Hana.
"Alda apa kamu tidak menyesal?" Ucap Hana, kini keduanya tidak satu selimut yang sama bahkan tubuh keduanya saling menempel.
"Menyesal yang bagaimana?" Alda penasaran dengan penasaran, karena mau bagaimanapun Hana adalah wanita yang sempurna jika di bandingkan dengan kebanyakan wanita lainnya.
"Menyesal, karena di saat kamu terkena pengaruh obat afrodisiak saat berduaan bersama ku." Hana berucap seperti itu tidak berani menatap mata Alda langsung.
"Tidak..!" Jawab Alda singkat.
Karena jawaban singkat itu, akhirnya Hana mendongak! Hana menatap mata Alda. Lalu entah apa yang Hana pikirkan dia malah menangis dengan diam.
"Kenapa menangis?" Alda bingung.
Hana hanya menggelengkan kepalanya dan tidak berbicara lagi, namun dia langsung memeluk Alda dengan erat.
Kini keduanya sudah saling memahami satu sama lain! Apa lagi setelah melakukan hubungan yang ke dua kalinya dengan secara sadar.
*
Di sisi lain.
Saat keduanya sedang enak-enak di salah satu kamar hotel di ruangan no 100! Di luar sana malah berita semakin gempar.
Berita tentang Grup Brighton yang telah mengakuisisi anak perusahaan Grup Readbulld semakin menyebar luas! Orang-orang semakin banyak membicarakan tentang itu.
Di kantor cabang Grup Brighton kota Westa.
Rizal sedang duduk di kursi depan meja kerjanya! Di hadapan dia sekarang ada Nia Daniaty dan salah satu asistennya, setelah mendapatkan undangan dari Rizal! CEO wanita cantik itu dan asistennya yang wanita bergegas ke kantor Grup Brighton.
Rizal memandang Nia Daniaty, dia mengamati dengan dalam! Setelah di pandang dengan tatapan seperti itu oleh Rizal, Nia Daniaty entah kenapa meras malu dan langsung menunduk.
"Sudah berapa nona Nia Daniaty menjabat sebagai CEO di perusahaan itu?" Tanya Rizal sambil melihat biodata Nia Daniaty yang sekarang ada di tangannya.
__ADS_1
"Sudah lebih dari 2 tahun taun Rizal!" Jawab Nia Daniaty.
Dia meras grogi! Padahal dulu saat dia berbicara dengan Hiski Readbulld yang bisa di bilang pemilik perusahaan tempat dia bekerja namun tidak begitu grogi seperti ini.
"Hemmm, sangat bagus! Bahkan perusahaan yang kamu pimpin juga melonjak setelah kamu menjabat CEO beberapa bulan." Ucap Rizal sambil mengangguk puas.
Nia Daniaty hanya diam saja di puji seperti itu! Namun asistennya terlihat seperti bangga.
"Baiklah, aku akan mempertahankan kalian memimpin perusahaan itu! Di setiap bulannya kalian harus melaporkan kepada ku!" Lanjut Rizal, lalu dia menyerahkan berkas dari peraturan baru bekerja di bawah kendali Grup Brighton.
"Silahkan baca, itu adalah peraturan Grup Brighton." Ucap Rizal.
"Tuan Rizal, apa aku tidak harus bertemu dengan direktur Grup Brighton?" Tanya Nia Daniaty dengan lirih.
"Hemm, oh tidak perlu! Semua yang di naungi Grup Brighton di kota Westa dalam kendali aku penuh." Jawab Rizal, dia tidak sombong namun benar adanya!.
Jangankan di kota Westa, bahkan di kota Mako saja hampir sepenuhnya di urus Rizal! Sedangkan Jhonatan Brighton hanya membantu sedikit urusan Rizal.
"Baik tuan Rizal, sekarang aku mengerti!" Jawab Nia Daniaty.
Setelah itu dia mengambil berkas yang tadi di berikan oleh Rizal! Dia membacanya dengan cermat, setelah membaca beberapa kali alis Nia Daniaty mengerut dalam.
"Maaf tuan, apa ini benar? Jika seperti ini maka setiap perusahaan yang ada di bawah naungan Grup Brighton sulit untuk di kontrol." Nia Daniaty mengungkapkan keganjalan dalam pikirannya.
"Tidak kamu salah! Justru karena peraturan ini semua yang ada di bawah naungan Grup Brighton malah meningkat pesat, seharusnya kamu sudah baca di halaman berikutnya kan?" Rizal langsung menyangkalnya.
Nia Daniaty dan asistennya saling pandang! Setelah itu mereka fokus ke halaman selanjutnya, akhirnya keduanya hanya bisa terkejut.
Karena di sana tercantum! Semakin bagus kenaikan saham perusahaan, bonus tahunan sebanyak 30% keuntungan saham keseluruhan akan di bagi dengan presentase sesuai tingkatan jabatan.
Keduanya tahu, semakin tinggi jabatan semakin tinggi juga bonus presentasi tahunan mereka.
Nia Daniaty bergetar halus tubuhnya! Karena jika ini di jalankan maka dia sebagai pemimpin tertinggi akan mendapatkan bonus tahunan paling banyak.
"Apakah ini mungkin?" Ucap Nia Daniaty sangat tidak percaya.
Jika seperti ini maka dia seakan mempunyai perusahaan sendiri! Karena semakin bagus perusahaan itu semakin tinggi yang mereka dapatkan, sehingga mereka seperti dewan direksi di perusahaan itu.
Padahal semua saham tercatat di miliki secara mutlak oleh Grup Brighton! Mereka pemilik tunggal, namun jika di jalankan dengan cara ini! Grup Brighton seperti membagi saham mereka ke setiap pegawai yang bekerja di dalam perusahaan mereka.
__ADS_1
"Jika tidak percaya, maka periksalah sendiri di beberapa perusahaan yang di naungi Grup Brighton! Lihat di sini." Rizal menyodorkan tablet kepada Nia Daniaty.
Nia Daniaty menerima, dia melihat banyak sekali perusahaan di bawah kendali Grup Brighton! Dari yang besar hingga yang kecil, bahkan ada perusahaan investasi juga.
Namun yang paling banyak, perusahaan di bidang kargo! Namun yang paling mengerikan bagi Nia Daniaty ada perubahan yang multi nasional di bawah kendali Grup Brighton.
'Ternyata Grup Brighton sebesar ini, pantas mereka bisa mengakuisisi tiga perusahaan yang terkait dengan keluarga Readbulld itu' ucap Nia Daniaty.
Asisten Nia Daniaty juga sama terkejutnya, namun dia masih bisa menenangkan pikirannya dan hatinya! Dia hanya bisa menghela nafas.
Nia Daniaty kembali melihat Rizal, di banyak berkas penting itu jelas tertulis Rizal adalah asisten direktur Grup Brighton! Namun herannya semua berkas penting di tanda tangani oleh Rizal.
'Sebenarnya orang seperti apa tuan Jhonatan Brighton itu? Dia begitu percaya dengan tuan Rizal hingga di tahap ini?' Ucap Nia Daniaty di benaknya.
Namun dia tidak akan berani mengungkapkan pertanyaan itu kepada Rizal di depannya dengan terang-terangan! Jadi dia hanya bisa berbicara di benaknya.
"Bagiamana sekarang apa sudah percaya?" Rizal kembali bersuara, hingga akhirnya Nia Daniaty dan asistennya hanya bisa mengangguk.
"Tapi tuan, apa kita hanya melaporkan rekapan keuangan setiap bulan?" Nia Daniaty masih sangat penasaran, dia sampai sekarang berpikir bahwa para petinggi di setiap perusahaan cabang yang di naungi Grup Brighton pasti banyak penyelewengan.
"Ya, cukup itu! Karena hanya dari itu saja aku sudah bisa melihat dengan jelas operasi di lapangan seperti apa." Rizal sudah terbiasa sehingga dia merasa ini sangat sederhana.
Akhirnya Nia Daniaty mengobrol sebentar lagi dengan Rizal, setelah itu keduanya langsung pergi dari kantor cabang Grup Brighton kota Westa.
Rizal melihat punggung Nia Daniaty, setelah itu dia tersenyum tipis! "Wanita yang sangat menarik! Sepertinya dia akan cocok bekerja di bawah naungan Grup Brighton ini!" Ucap Rizal dengan pasti.
Rizal yakin Nia Daniaty adalah orang yang memiliki kemampuan! Itulah kenapa Nia Daniaty di panggil lebih awal oleh Rizal, karena Rizal ingin menilai langsung bagaimana tempramen wanita karir seperti itu.
Selama dia bekerja menjadi sekertaris Jhonatan Brighton, dia baru melihat wanita yang sangat gigih dan memiliki aura beda! Apa lagi dia juga CEO yang sangat cakep.
Sehingga Rizal sangat optimis, bahwa Nia Daniaty akan menjadi wanita yang sukses dalam bidang bisnis.
\=
\=
Ada tambahan chapter kentang di sini😁, maaf jika masih ada typo.
...
__ADS_1