
Chapter 226. TUAN BESAR READBULLD MURKA.
\=
Pelelangan sudah selesai, kini sore hari telah tiba di kota Westa! Setelah pelelangan banyak orang yang terus menghampiri Alda dan yang lainnya, namun Alda hanya menolak mereka dengan sopan.
Setelah itu dia tidak lama-lama di Hotel Puncak! Karena jika semakin lama dia di sana maka akan semakin banyak orang yang akan menjilat, meskipun harus menjilat pantat Alda mereka akan melakukan! Karena di dunia bisnis keuntungan dan kepentingan di atas segalanya, masalah harga diri itu di bawah kepentingan.
Makanya jika ada wanita cantik dan menawan sukses dengan bisnis yang di bangun sendiri dari bawah! Di belakang itu semua bisa jadi ada ranjang yang terus berderit.
Karena dunia bisnis kalangan atas adalah dunia perang moderen! Tidak ada musuh abadi, yang ada keuntungan abadi, di dalam bisnis antar negara di sana ada politik dalam ruang lingkupnya.
Jadi antara pebisnis dan pejabat seperti sisi dari dua koin! Satu ke satuan namun berbeda pandangan, akan tetapi tetap berdampingan ke manapun koin itu pergi.
Alda sudah masuk ke dalam mobil Ferarri sport! Dia duduk dengan Hana kembali, sejak di dalam pelelangan Hana tidak melakukan penawaran namun dia terus memperhatikan.
"Tuan Alda, apa kita akan berbisnis di kota Westa ini?" Ucap Hana dengan hati-hati.
"Ya, setelah melihat keadaan di pelelangan kali ini, aku berubah pikiran dan memiliki sebuah ide." Jawab Alda dengan senyum tipis.
"Tapi, kota tua itu...?" Tanya Hana yang belum selesai.
"Hei Hana, kamu sudah berapa lama berada di dunia hitam organisasi pembunuh internasional? Kenapa masih ragu dengan masalah yang sepele seperti itu?" Ucap Alda langsung memotong ucapan Hana tadi.
"Baiklah aku mengerti!" Hana langsung tahu apa maksud Alda mengatakan dia sudah berapa lama di organisasi sebelumnya dia bekerja.
Karena di dunia hitam seperti itu, kekuatan adalah segalanya! Sedangkan di dunia bisnis uang adalah segalanya.
Tiga mobil mewah melesat cepat di jalan kota Westa dari arah Hotel Puncak menuju ke kediaman keluarga Aditya! Itu adalah rombongan Alda, Tama, Hana, Hani dan Cika Lims.
Sore itu seketika hasil pelelangan langsung terbit di surat kabar online! Beberapa artikel langsung di rilis dan tranding di situs web resmi kota Westa.
Berita itu langsung di tonton jutaan orang hanya dalam waktu 10 menit saja! Sudah jelas uang melihat berita itu adalah orang-orang pebisnis yang terus memperhatikan itu sejak lama.
__ADS_1
Karena bagi mereka ini adalah kesempatan emas untuk mereka meraih sedikit peningkatan di masa depan! Distrik baru kota Westa di gadang-gadang akan membuat kota Westa menjadi kota besar ke dua setelah ibu kota.
*
Kediaman keluarga Readbulld.
Tuan besar Readbulld yang sedang duduk di ruang kerjanya seketika wajahnya langsung menghitam.
Dia memandangi berita yang di rilis beberapa waktu lalu! Sedangkan dia sudah berharap bahwa nama keluarganya akan di muat di sana, namun setelah menunggu beberapa lama yang di muat adalah keluarga Calista dan bahkan Grup Brighton memenangkan dua sebidang tanah.
Bahkan tanah yang di incar keluarga Readbulld sejak awal! Sehingga membuat tuan besar Readbulld marah besar.
Tuan besar Readbulld murka, saat sedang marah-marahnya! Pintu ruang kerjanya di buka dengan cepat, setelah itu Hiski Readbulld dan Ahsan Readbulld masuk.
Sedangkan penasehat keluarga Readbulld lebih memilih tidak terlibat! Dia malah langsung melakukan pekerjaan yang sudah lama di tunda, namun sebenarnya itu hanya alasan.
Sebagai penasehat keluarga Readbulld, dia tahu tempramen beberapa orang di keluarga inti ini! Jadi dia lebih memilih tidak ikut campur.
"Katakan apa yang sebenarnya terjadi?" Ucap tuan besar Readbulld dengan tatapan ganas.
"Kakek, di pelelangan tadi ada banyak insiden!" Ucap Hiski Readbulld dengan suara lirih.
Baaammmm..!
Taun besar Readbulld memukul meja dan langsung berdiri, karena melihat dua orang masuk.
"Alasan kamu dia saja! Ahsan apa yang kamu lakukan di sana sehingga tugas anak ini tidak berhasil?" Tuan besar Readbulld masih penasaran.
Karena di artikel tidak detail dan tidak ada keterangan berapa banyak harga yang sudah di keluarkan pihak pemenang lelang.
"Ayah, harga yang di tawarkan orang Grup Brighton sangat tidak masuk akal! Mereka menawar 16 triliun, jadi aku menyarankan mundur." Ucap Ahsan Readbulld dengan serius.
"Sial, kamu juga ikut bodoh! Meskipun kita mengeluarkan 20 triliun sekalipun seharusnya kita berani." Keluh tuan besar Readbulld hingga akhirnya dia duduk kembali di kursi kerjanya.
__ADS_1
"Ayah, kenapa harus seperti itu? Sedangkan kas milik keluarga kita hanya 20 triliun yang dapat di pakai langsung." Jawab Ahsan Readbulld.
Dia adalah orang yang memikirkan sesuatu hingga ke akhir! Sehingga dia takut jika proyek besar ini gagal, keluarga mereka akan berada di ambang kehancuran.
"Kamu memang pintar! Tapi otak dan pemikiran kamu kurang kejam!" Keluh tuan besar Readbulld sambil mendesah.
Setelah mendesah suram, tuan besar Readbulld menopang kepalanya dengan dua tangan di atas meja.
Dia seenaknya saja berbicara bahwa anaknya kurang kejam, tapi di luaran sana orang-orang memanggilnya bahwa dia adalah orang paling kejam di keluarga Readbulld dan orang-orang kalangan atas.
"Meskipun kas kita habis, saat proyek ini di mulai kita bisa langsung membuka pembukaan dana! Para pebisnis otak dangkal itu pasti akan berduyun-duyun datang menawarkan dana, di saat itulah kamu akan tau kita tidak harus mengeluarkan modal besar untuk membangun distrik baru kota Westa itu!" Tuan besar Readbulld mencoba menjelaskan kepada anaknya.
Sedangkan Hiski Readbulld hanya berdiri diam tidak bergerak seperti patung lilin! Dia terus mendesaknya obrolan keduanya.
Ayah Hiski Readbulld sudah tidak ada setelah menjabat sebagai kepala keluarga! Hingga akhirnya kepemimpinan puncak kembali kepada tuan besar Readbulld.
Jadi Hiski Readbulld juga sangat patuh dengan paman ke dua! Yaitu Ahsan Readbulld, di tambah paman keduanya juga cukup perhatian dengan Hiski Readbulld sedari dulu.
"Apa kamu tidak percaya, jika seperti itu lihat ini!" Lanjut tuan besar Readbulld berkata dia langsung menyodorkan ponselnya.
Akhirnya Ahsan Readbulld fokus dengan ponsel milik ayahnya! Dia melihat artikel tentang pelelangan itu, setelah melihat ternyata artikel itu sudah di tonton lebih dari satu juta orang.
Akhirnya otak Ahsan Readbulld berpikir keras, hingga akhirnya dia menemukan apa yang di masukan ayahnya barusan! Setelah itu dia langsung kesal.
"Sial, jika tahu seperti ini maka akan aku dapatkan tanah itu dengan sekuat tenaga!" Keluhnya.
Dia menyesal karena dia sebelumnya tidak berpikir bahwa meskipun keluarganya dalam keadaan darurat keuangan saat pembangunan distrik baru kota Westa, maka dia bisa menggalang dana sesuka hati karena memiliki sumber pasti di tangannya.
"Sudah paham?" Tanah tuan besar Readbulld sambil melirik anaknya itu.
"Berita, kita harus merebut hak milik tanah itu, bagaimanapun caranya." Ucap Ahsan Readbulld dengan tatapan dingin.
\=
__ADS_1
\=
...