Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
097 MENGANGGAP LEMAH


__ADS_3

Chapter 097. MENGANGGAP LEMAH.


\=


Luna langsung bangun dari tempat duduknya, lalu bergegas pergi ke samping belakang Dion.


"Ya, aku Luna! Ka-kalian siapa?" Luna langsung menjawab setelah sudah di sisi Dion, karena dia sekarang merasa sedikit aman setelah berlindung di belakang Dion.


Dion, memegang tangan Luna yang terus memegang ujung baju Dion seperti sedang ketakutan! Karena memang orang yang datang benar-benar bisa di bilang sangar, ada beberapa tato naga dan cicak di lehernya.


Sehingga bagi wanita lemah seperti Luna pasti merasa takut.


"Bagus nona cantik! Ternyata kamu cukup jujur!" Ucap pemimpin orang-orang itu dengan sambil menjilat sedikit ujung bibirnya.


Dia ingin berucap lagi untuk menakut-nakuti Luna dan Dion! Namun dari arah pintu terdengar tepuk tangan yang keras.


Prok..prok..prok...!


"Ha-ha-ha, kalian bekerja sangat baik! Sekarang biarkan aku berbicara dengan mereka, kalian cukup bertindak menunggu perintah saja!" Ucap Bara yang langsung masuk setelah melihat situasi sudah aman.


Karena keamanan restoran sudah di lumpuhkan oleh orang-orang yang dia bayar! Sehingga setelah melihat keadaan aman dia masuk dengan heboh.


Dia pikir kemenangan mutlak sudah di tangannya! Karena menganggap lemah Dion yang saat ini bersama Luna.


Dia tidak tahu, karena saat berada di restoran hot pot! Hanya Alda yang bergerak sehingga dia berpikir Dion adalah orang yang lemah.


Bara melihat dari tubuh Dion yang ramping dan standar dengan setelan kemeja biasa! Sehingga dia berpikir bahwa Dion tidak bisa bertarung, itu juga di dasari dari banyaknya orang yang dia bayar sehingga dia langsung meras hebat.


"Baik tuan Bara!" Ucap semuanya dengan patuh.


Dion melirik bara dengan santai, sedangkan dia menghitung ada berapa orang di sana yang bisa dia bereskan sekalian! Karena dia menghawatirkan Luna yang ada di belakangnya.


Jika ada orang lain yang menjaga Luna, dia ingin sekali langsung bergerak sekarang! Namun Dion tidak buru-buru dia ingin tahu apa yang di inginkan si Bara ini.


"Luna, gara-gara kamu Wida di pecat! Juga gara-gara kamu aku di berikan sangsi berat oleh Bos, maka jangan salahkan aku bila aku keterlaluan sekarang!" Ucap Bara dengan suara yang di buat-buat agar terlihat menakutkan.


"Pak bara, bagiamana itu aku yang menyebarkan? Aku tidak tahu apa-apa!" Ucap Luna dengan bingung.


Memang dia tidak melakukan apa-apa, hanya saja anggapan Wida dan Bara bahwa pelaku utama mereka gagal adalah Luna karena tidak mau di ajak kerja sama.


"Jangan banyak berdalih, kamu tidak mau membicarakan perusahaan Grup Brighton itu tandanya kamu yang melakukan semuanya terhadap Wida." Jelas bara.


Padahal tuduhan dia sama sekali tidak nyambung! Luna tidak mau membicarakan karena memang itu aturan perusahaan Di Me Com, bawah orang yang membocorkan rahasia perusahaan akan di anggap berkhianat.

__ADS_1


"Tidak ada hubungannya dengan ku!" Luna tidak mau banyak bicara, karena menurut dia percuma berbicara dengan orang yang tidak masuk akal.


"Kamu....!" Bara sangat kesal sehingga dia tidak bisa berbicara banyak lagi.


"He-he-he-he....!" Senyum cabul Bara langsung tersungging, dia membasahi bibirnya dengan lirikan yang serakah.


Luna tertegun, dia langsung memegang lengan Dion dengan erat! Dion menepuk tangan mungil Luna agar dia sedikit lebih tenang.


"Kalian semua! Patahkan tangan dan kaki bocah itu! Lalu bawa si wanita ke hadapan ku." Bentak Bara langsung memberikan perintah.


Tangannya langsung menunjuk ke arah Dion! Setelah itu dia tertawa terbahak-bahak.


"Ha-ha-ha....! Bocah kamu mati saja, di sini tidak ada si bajingan itu kamu bisa apa?" Tawa Bara sangat puas, dia seperti sudah bisa membayangkan bahwa dia sudah mengangkangi tubuh Luna.


Yang di maksud si bajingan adalah Alda! Karena jika ada Alda dia tidak akan seberani ini bahkan dia akan bersembunyi, Bara sudah menjadikan Alda sebagai orang yang harus di hindari.


Itulah kenapa dia sebelumnya mengawasi pergerakan Luna terlebih dahulu! Dia takut jika di sekitar dia ada Alda.


Drap..!


Drap..!


Langkah kaki banyak orang yang menyerang ke arah Dion, karena 10 orang yang ada di sana langsung bergerak bersama.


Dion maju selangkah! Menunggu orang-orang itu datang ke hadapan dia.


Woosss..!


Tinju besar dari orang yang paling depan mengarah ke wajah Dion! Dengan sigap Dion sedikit merunduk untuk menghadang pukulan lalu memukul perut orang itu dengan keras.


Tap..!


Dion langsung menahan pukulan itu dengan mudah.


Baammm..!


"Uhukkk...!" Air liur orang itu langsung muncrat meleleh ke lehernya.


Kraakkk..!


Tangan yang di tahan langsung di patahkan oleh Dion dengan sangat kejam! Seketika tangan orang kekar itu berbentuk V.


Bruk..!

__ADS_1


Alda melamar orang itu ke samping! Seketika dia jatuh dan tubuhnya langsung melengkung seperti udang bakar. Gerakan menyerang itu hanya butuh kurang dari beberapa detik saja.


Setelah itu Dion menerjang orang ke dua! Serangan kedua lebih parah! Karena Dion langsung mematahkan kaki orang itu dengan menendangnya.


Lalu ke orang ke empat pukulan dia mengarahkan ke leher dan langsung berderak orang itu mati di tempat karena lehernya patah, rahangnya bengkok! Saluran pernafasan orang itu langsung tersumbat sehingga mati dengan cepat.


"Aaahhhhh..!" Luna menjerit setelah sadar, dia takut Dion kenapa-kenapa.


Wajahnya begitu tegang! Dion langsung mundur satu langkah lagi untuk mendekati Luna, setelah mendengar jeritan Luna.


"Uh...!" Bara tertegun di tempat, dia tidak menyangka bahwa Dion sangat mengerikan juga bahkan tidak kalah dari Alda.


Bruk..!


Bara mundur ketakutan! Namun dia jatuh tersandung kakinya sendiri.


Di depan dia Dion terus membantai orang-orang yang di bayar dia dengan bayaran mahal.


Bagi kelompok itu juga tidak mengira bahwa lawan mereka yang hanya satu orang sangat mengerikan! Sehingga mereka tidak sempat mundur, bahkan mereka baru sadar setelah 5 orang di pihaknya berjatuhan.


Akhirnya sisa dari mereka hanya kembali menyerbu bersama! Namun hasilnya tetap sama 10 orang terkapar di lantai ada yang mati dan ada yang tidak sadarkan diri! Namun yang paling banyak yang mengerang kesakitan.


Dion mencengkram leher pemimpin berandalan itu, wajah pemimpin itu langsung memerah! Sedangkan Dion tidak berkeringat sedikit pun.


Baamm..!


Dion membanting orang itu dengan keras ke lantai! Setelah itu dia menghampiri Bara yang tergeletak sedang ngesot mundur karena saking takutnya dengan Dion.


"Kamu, jangan berani-beraninya menyentuh ku! Aku adalah eksekutif Grup Champion Ship!" Ucap Bara hanya bisa menggunakan jurus terakhir dengan membanggakan Grup Champion Ship.


Kraakkk..!


"Aaaahhhhkk...!" Jerit Bara karena kaki yang masih di gunung untuk mendorong tubuhnya agar menjauh dari Dion langsung di patahkan.


Orang-orang di sana yang sedang makan di restoran barat itu termasuk keamanan yang ada di sana yang sudah babak belur tercengang dengan aksi Dion.


Karena Dion membereskan banyak lawan yang tidak mampu di hentikan oleh keamanan restoran barat, hanya seorang diri bahkan dengan waktu sangat singkat.


"Apa kamu pikir hanya Alda yang bisa kejam? Aku juga tidak kalah kejam ke orang yang ingin menyerang ku dan orang terdekat ku!" Ucap Dion di hadapan Bara.


\=


...

__ADS_1


__ADS_2