
Chapter 227. MELIHAT-LIHAT SITUASI.
\=
Malam hari telah tiba di kota Westa! Alda, Tama dan beberapa orang keluarga Aditya sedang mengadakan perjamuan makan.
Ini di usulkan oleh tuan besar Aditya! Sehingga orang-orang yang memiliki cukup status tinggi di keluarga Aditya ikut datang dan makan bersama, sehingga banyak orang di ruang makan milik keluarga Aditya.
*
Namun di sisi lain.
Kota Mako.
Kota Mako semakin hari semakin berkembang pesat! Kini pangsa pasar saja langsung melesat tinggi, membuat kota yang dulu kecil dan selalu ada konflik kini di pandang rakus oleh beberapa cukong, namun setelah mereka memeriksa akhirnya hanya bisa mundur pelan-pelan.
Mereka takut, karena keluarga Jink saja yang di awal-awal melakukan penyerangan akhirnya hanya bisa mundur! Mereka orang-orang besar mempunyai sumber berita yang sangat akurat sehingga sangat mempercayai informasi yang di dapat itu.
Dion sekarang sedang bertarung dengan kelompok yang di kirim oleh tuan muda keluarga Yantoro.
Awalnya keluarga Yantoro melihat kesempatan ini untuk membangkitkan keluarganya kembali yang telah terpuruk! Apa dia lagi melihat kota Mako sekarang lebih tertata rapi dan teratur, di tambah setelah dia mendengar bahwa kelompok kalajengking merah hancur menjadi lebih semangat.
Dia langsung menganggap enteng Kelompok Beruang Hitam yang berkuasa sekarang, di anggap kelopak itu baru muncul! Sehingga dia dengan arogan langsung berlaga di kota Mako dan menganggap mereka enteng.
*
Di gedung perkantoran Grup Brighton sekarang.
Dion dan yang lainnya sedang berkumpul, mereka memantau pergerakan kelompok itu sepanjang hari hingga malam! Hingga akhirnya sekarang dua kelompok sedang bentrok.
"Bagiamana situasi sekarang?" Ucap Dion kepada Brogi.
"Ketua, sebenarnya kelompok itu hanya kelompok berandalan dari kota Hostel! Mereka dapat kita habisi dengan muda." Jawab Brogi dengan yakin.
Brogi sekarang terlihat lebih kuat, bahkan otot-otot di tubuhnya lebih menonjol dari sebelumnya sehingga lebih sanggar.
"Ketua Dion, sebaiknya kamu sekarang hubungi tuan Alda jika ragu untuk menangani mereka!" Ucap Jhonatan Brighton.
Dia langsung tahu, bahwa Dion sekarang sedang ragu! Karena jika dia bertindak semena-mena maka akan menyusahkan sahabatnya itu, sehingga dia dalam beberapa hari ini selalu menahan orang-orang tuan muda keluarga Yantoro itu.
"Tidak, sebelumnya aku sudah dengan percaya diri akan menangani masalah di kota Mako selama dia tidak di sini! Lalu jika aku tetap menghubungi dia maka ucapan ku sebelumnya hanya omong kosong belaka." Ucap Dion dengan tegas.
"Kan sudah aku usulkan! Kirim aku ke sana maka semua akan beres!" Riko langsung menanggapi kebingungan Dion dengan tenang.
__ADS_1
Kepribadian Riko adalah, maju dan mengunakan pukulan lebih banyak dari pada bicara! Sehingga dia tidak banyak berucap dengan pertemuan seperti ini.
"Baiklah, mari kita berangkat sekarang!" Dion langsung mengambil keputusan.
"Jika seperti ini dari awal maka malam ini kita tidak di pusingkan oleh semut-semut itu!" Keluh Riko, lalu dia bergegas bangun dan langsung menuju pintu keluar.
Begitu juga Dion, dia langsung mengikuti Riko keluar dengan cepat! Orang-orang di sana hanya bisa melongo melihat mereka yang akan turun langsung, lalu jika seperti itu apa gunanya memiliki banyak anak buah jika mereka yang memimpin masih turun tangan langsung.
Namun paman Jo hanya bisa mendesah! Akhirnya dia yang memutuskan untuk menghubungi Alda.
Dia langsung mengaktifkan panggilan telepon dari ponselnya! Setelah menunggu beberapa saat, telepon itu di jawab.
"Paman Jo, kebetulan sekali! Anda menelepon di saat waktu yang tepat." Ucap Alda di sebrang sana, dari suaranya terdengar dia berbicara seperti sambil tersenyum lebar.
"Taun Alda, ada masalah cukup repot di sini!" Ucap tuan Jo tidak menanggapi ucapan Alda tadi.
"Memangnya ada apa?" Ucap Alda sedikit penasaran.
"Seperti ini...!" Paman Jo menjelaskan situasi setelah konferensi pers oleh pemerintah kota Mako hingga sekarang.
Karena kepergian Alda tidak begitu lama setelah konferensi pers itu di siarkan sehingga Alda belum tahu keadaan setelahnya.
Jhonatan Brighton menceritakan! Bahwa keluarga Yantoro terus melakukan serangan pasif, namun sangat merepotkan Grup Brighton! Terutama bagi kelompok Beruang Hitam.
"Lalu di mana sekarang Dion dan Riko?" Alda hanya ingin tahu.
"Ketua Dion dan tuan Riko tadi keluar! Keduanya berkata akan membereskan masalah tadi!" Jhonatan Brighton tidak menutupi apa-apa.
"Jika seperti itu, maka masalah selesai! Sebenarnya aku ingin memberitahu kepada paman Jo, segera kirim Rizal ke kota Westa dengan cepat lalu datang ke kediaman keluarga Aditya." Ucap Alda, dia langsung melupakan masalah yang ada di kota Mako.
Karena menurut Alda jika Dion dan Riko sudah turun tangan langsung! Maka tidak perlu ada masalah yang di khawatirkan, sejujurnya lawan mereka yang harus khawatir dengan keselamatan dirinya.
"Tuan Alda apa ada masalah lain?" Jhonatan Brighton langsung penasaran kenapa Rizal langsung di kirim ke kota Westa dengan tergesa-gesa.
"Tidak ada, ini hanya mengurus bisnis! Aku percaya dengan kemampuan Rizal, sehingga cukup dia yang menangani ini! Hanya itu paman Jo, sekarang aku sedang akan sibuk kembali jadi tolong sampaikan kepada Rizal dengan cepat." Ucap Alda, setelah itu dia langsung mematikan ponselnya.
Jhonatan Brighton masih memegangi ponselnya di telinga dia, hingga akhirnya dia tersadar dan menoleh kepada Rizal.
"Tuan Alda meminta kamu datang ke kota Westa secepatnya! Sedangkan di sini serahkan semua tugas kamu kepada aku dan yang lainnya." Jhonatan Brighton langsung menyampaikan pesan Alda.
"Tuan Jo, ada apa sebenarnya?" Rizal sangat penasaran, karena jika tuan Alda langsung yang terlibat sepertinya urusan besar.
Karena penasaran Rizal mencari informasi tentang kota Westa dengan cepat, setelah menemukan beritanya dia langsung terdiam.
__ADS_1
"Ini, proyek yang sangat besar! Bahkan hampir melebihi proyek di sini!" Ucap Rizal dengan semangat.
Jiwa pebisnis dia langsung menggebu-gebu setelah melihat artikel di ponselnya, Jhonatan Brighton juga penasaran dan dia ikut melihat dengan seksama lalu dia juga terkejut.
"Pantas saja tuan Alda ingin kamu secepatnya ke sana, ternyata berhubungan dengan proyek besar." Ucap Jhonatan Brighton setelah melihat artikel.
Bahwa Grup Brighton memenangkan dua bidang tanah yang akan di bangun menjadi distrik baru kota Westa.
Keduanya membahas itu dengan serius.
*
Di kota Westa.
Alda, Tama, Hana dan Hani sedang duduk di halaman belakang keluarga Aditya! Setelah makan malam Alda langsung beristirahat di sini.
Kini dia menurunkan ponselnya.
Alda selesai berbicara dengan Jhonatan Brighton.
"Sepertinya malam ini sangat cerah, cukup bagus untuk melihat-lihat situasi!" Ucap Alda dengan lirih setelah dia mendongak melihat ke atas.
"Apa yang perlu di lihat-lihat?" Tama penasaran, sehingga dia langsung menggeser posisi duduknya.
"Menurut kamu sebagai seseorang yang sudah lama hidup di kota Westa ini! Di dalam kota tua itu, para gangster jalanan sedangkan melakukan apa, bukankah dengan cuaca seperti ini sangat bagus untuk melihat-lihat situasi?" Alda lebih memperjelas ucapan sebelumnya.
"Maksud kamu, kita berkunjung malam-malam ke kota tua itu?" Ucap Tama masih sedikit terkejut.
"Benar, bagiamana menurut mu?" Alda malah bertanya kembali.
"Sangat bagus! Kita berangkat sekarang." Jawab Tama, dia memang sangat penasaran sejak dulu.
Meskipun dia dulunya nakal namun sering mendengar rumor tidak masuk akal di sana sehingga tidak pernah masuk ke kawasan kota tua.
Tama sekarang sangat bersemangat, karena sekarang dia punya kekuatan, dia menjadi ingin melihat juga sebelum kota tua itu hancur, sedangkan Hana dan Hani hanya mengikuti saja.
Dengan cepat keempatnya bersiap-siap.
\=
\=
...
__ADS_1