Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
121 BERBURU


__ADS_3

Chapter 121. BERBURU.


\=


Mobil off-road Range Rover itu mundur dengan kecepatan mengerikan! Dentuman dari tabrakan belakang mobil itu kerasa.


Namun karena tenaga mobil itu sangat kuat, sehingga mobil yang berserakan di belakangnya, yang bekas pertempuran langsung tersingkir dengan begitu mudah.


Setelah lolos dari kepungan mojok dan beberapa mayat anggota kelompok kalajengking merah, Dion membanting setir lalu mengepot dengan tajam dan melaju ke arah di mana Hana dan Hani bertindak.


Hanya butuh waktu kurang dari satu menit, mobil yang di bawa Dion sampai di club yang Hana dan Hani gunakan untuk bersembunyi.


Setelah mobil off-road berhenti di depan pintu club' malam itu! Hana dan Hani sudah menunggu di sana.


"Sial, ternyata mobil ini langsung bobrok!" Keluh Hana setelah melihat mobil yang dia beli sebelumnya sudah hancur di mana-mana.


Apa lagi bagian belakang, di sana ada beberapa lubang dari peluru yang di tembakan sebelumnya, dan bekas tabrakan tadi. Namun bagian depan masih cukup mulus hanya bemper besi saya yang sedang melengkung karena menabrak pintu Club malam kota Mako dengan sangat keras.


Hani juga merasakan sakit! Dulu mereka berdua ingin mendapatkan beberapa ratus ribu dollar harus membunuh orang yang berpengaruh, sedangkan sekarang mobil seharga ratusan ribu itu langsung hancur lebur seperti barang rongsokan.


"Sudahlah, naik! Kalian tunggu apa lagi?" Ucap Alda setelah membuka kaca samping.


Alda menegur karena kedua wanita itu malah berdiri tertegun dengan menatap mobil yang mereka tumpangi.


Setelah di tegur Alda akhirnya, Hana sadar dia langsung tersenyum dan masuk! Setelah keduanya masuk tidak menunggu lama Dion langsung menancap gas mobil itu.


"Apa yang tadi kalian tunggu? Padahal kita akan berburu!" Ucap Alda, dia ingin tahu apa yang di pikirkan keduanya.


"Tuan Alda, aku melihat mobil ini sekarang menjadi rongsokan! Sehingga kami sedikit tertegun karena merasa sayang." Ucap Hana dengan jujur.


"Apa yang kamu bicarakan? Ini hanya sebuah mobil kita masih bisa memperbaiki atau mengganti, sedangkan jika tidak ada mobil ini mungkin nyawa kita dalam bahaya!" Jawab Alda.


Padahal itu hanya penjelasan omong kosong belaka, sebenarnya jika tidak ada mobil yang menghalangi orang-orang itu akan mati lebih cepat.


Di malam tembakan dirinya dan tendangan maupun pukulan! Sehingga membantai mereka lebih cepat dan efisien.


"Tapi tuan...? Yah baiklah, toh ini mobil tuan Alda." Ucap Hana akhirnya diam.

__ADS_1


Alda juga tidak ingin membahas lagi, dia berpikir bahwa mobil hanya sebuah alat! Sedangkan uang hanya sekedar angka bagi dia.


Karena kekayaan keluarga Button bisa di katakan paling melimpah! Kapan Alda dulu kekurangan uang, sehingga membuat Alda berpikir bahwa uang adalah sebuah angka belaka.


Hani tidak berbicara sedikitpun, dia memandangi Alda dan Dion terus menerus! Dia berpikir pergerakan keduanya tidak banyak sedangkan dia malah membunuh banyak orang, apa keduanya sengaja sedang menguji kemampuan yang di milikinya?


Pikiran Hani ke mana-mana, sehingga dia tidak sempat menyimak obrolan kakaknya dengan Alda.


Mobil off-road itu terus melaju, mesin sekarang sudah mau masuk ke pinggiran kota Mako dan menuju dermaga! Namun kota Mako masuk padat.


Namun karena hujan dan malam hari, jalanan lengang sekali! Jadi perjalanan mereka lebih singkat.


Mobil itu, melaju ke arah Club Mako Champions milik kelompok kalajengking merah secara pribadi, namun setelah sampai di sana Club Mako Champions itu terlihat sepi! Bahkan pengunjung juga tidak ada.


Bisa di katakan seperti Club mati! Namun lampu-lampu ruangan itu masih menyala, bisa di katakan beberapa saat lalu Club Mako Champions masih di gunakan.


Dion dan Alda datang terlambat, sebelum Gerry dan yang lainnya menggunakan tempat ini sebagai markas! Dia tidak menerima tamu umum malam ini.


Beberapa pekerjaan juga di suruh untuk pulang! Sedangkan sisa beberapa orang kepercayaan dari Gerry dan kelompok kalajengking merah.


Setelah Gerry pergi, sehingga ini seperti kuburan di malam hari! Hanya terdengar deru hujan yang berjatuhan di atap dan tanah bangunan Club Mako Champions.


"Seperti apa yang aku duga! Dia langsung pergi bersembunyi setelah kelompok bantuan di musnahkan!" Ucap Alda, meluk juga keduanya turun dan mengecek secara langsung Alda dan Dion sudah tahu bahwa di dalam bangunan itu kosong.


Ini bisa di rasakan oleh insting seorang petarung, mereka bisa merasakan bahwa di dalam sana tidak ada kehidupan.


Mendengar ini Dion juga tahu, sekarang dia mengerti kenapa sebelumnya Alda menanyakan di mana saja letak persembunyian Gerry ketua kelompok kalajengking merah itu.


Namun Aron tidak membuka mulutnya hingga kematian menjemput.


Sebelumnya Alda sudah melacak bawah Gerry bersembunyi di sini! Bahkan pernah berdiskusi dengan Lori Dorman.


Sehingga setelah membereskan orang-orang dari kelompok kalajengking merah, Alda langsung mengarah ke sini. Namun mereka tetap terlambat karena kehilangan jejak Gerry.


"Kenapa kita tidak periksa ke dalam saja?" Ucap Hana.


Dia tidak bisa merasakan apa yang di raksasa oleh Alda dan Dion! Karena dia bukan petarung bela diri.

__ADS_1


Sehingga perasaan itu tidak muncul! Namun Alda hanya menanggapi dengan senyuman dan berucap.


"Jika sudah pasti, kenapa harus di pastikan?" Ucap Alda membingungkan Hana dan Hani.


"Kita akan ke mana?" Tanya Dion yang sudah suram perasaannya, karena dia tahu apa kebenaran yang Alda maksud, jadi dia langsung bertanya seperti itu.


Padahal hari ini hari yang sudah di tunggu-tunggu saat pertama kali dia menginjakkan kakinya di kota Mako! Namun Gerry lolos begitu saja.


"Kita menuju ke keluarga Dorman!" Jawab Alda.


Entah kenapa pikiran Alda ingin menuju ke sana! Karena sebelumnya Dorman pernah berkontak dengan Gerry maka dia tahu di mana persembunyian orang itu.


Sebagai orang luar Alda yakin, bahwa Lori Dorman dan Reyes Dorman tidak akan menjual nyawanya demi orang itu.


"Baiklah, kita ke sana!" Ucap Dion, dengan cepat dia memutar kembali setir mobil dan berbalik arah karena kediaman keluarga Dorman di sebarang sana.


Setelah itu Dion bergegas dengan cepat, pikiran suram membuat dia mengemudikan mobil off-road itu dengan ugal-ugalan.


Percintaan air di roda dan aspal mobil itu seperti tornado dalam badai karena kecepatan mobil yang di kemudian oleh Dion melebihi 120 kilometer perjam.


Kecepatan itu di malam hari dan di dalam hujan lebat sangat tinggi! Untung saja mobil itu sangat stabil sehingga tidak mengepot karena licin.


Hari perburuan ini sudah di mulai, maka jangan di buat tanggung! Sehingga musuhnya harus musnah semua malam ini, itulah tekad Dion dan yang lainnya.


*


Di tempat lain.


Tepatnya di distrik Timur dan Utara, kelompok Beruang Hitam mengamuk dengan hebat.


Mereka terus menyusuri tempat-tempat patroli kelompok kalajengking merah yang di bagi menjadi kelompok-kelompok kecil.


Setelah menyergap mereka, kelompok Beruang Hitam langsung memusnahkan semua dengan ganas.


Malam ini di takdirkan kelompok kalajengking merah musnah.


\=

__ADS_1


...


__ADS_2