
Chapter 193. PEMBUNUH DAFTAR LANGIT LAINNYA.
\=
Akhirnya, acara makan-makan yang di usulkan Tama selesai! Kini mereka sudah menuju pulang ke villa mewah milik Alda, karena sekarang sudah larut malam.
Kota Mako sudah lengang, apa lagi jalan-jalan menuju wilayah villa pribadi di pesisir pantai kota Mako.
Mereka semua tidak begitu mabuk karena toleransi alkohol mereka cukup tinggi! Hanya Hani yang sekarang lebih diam, karena dia hari ini minum banyak dan mabuk parah.
Tidak butuh waktu lama, mobil off-road yang di kemudikan oleh Dion hampir sampai di villa mewah milik Alda! Kini mereka sedang di jalan sepi dan jalan yang agak sempit.
Namun sebelum mobil mereka masuk ke dalam komplek villa mewah milik Alda itu, Dion langsung membanting setir ke samping.
Karena di depan mereka, ada satu truk yang melaju sangat kencang menuju ke arah mereka.
"Bahaya, lindungi titik vital!" Ucap Dion, dia langsung tahu bahwa jarak mereka tidak cukup dan pasti akan tetap di tabrak meskipun bagian samping.
"Sial...!" Ucap Tama.
"Aaaahhh..!" Hana menjerit, karena terkejut.
Setelah itu dia langsung melindungi dirinya sendiri dari benturan keras.
Meskipun dia adalah mantan pembunuh, jika di hadapkan dengan kematian juga akan terkejut.
Ciiiittttt..!
Buummm..!
Suara benturan sangat keras, karena dua mobil bertabrakan.
Meskipun, mereka semua habis minum! Namun fokus Dion masih sangat baik, sehingga berhasil sedikit menghindari.
Sedangkan Alda langsung merangkul Hani, karena dia yang ada di sampingnya! Hani ada di tengah bangku penumpang karena dia cukup mabuk.
Benturan itu cukup keras, sehingga mobil off-road besar itu tetap saja terguling karena di tabrak di sisi bagian depan agak ke samping.
Hingga mobil itu terbalik, padahal Dion sebelum berangkat sudah berucap! Bahwa mobil besar ini tidak mudah terbalik oleh granat tangan biasa.
Namun kali ini di tabrak truk besar, sehingga tetap saja mobil off-road besar ini kalah? Apa lagi di tabrak di bagian sisi samping depan, sehingga lebih mudah terbalik.
Untung saja Dion sigap, langsung mengeram dan sedikit menepi di badan jalan namun masih saja kena.
Namun orang-orang di dalam hanya mendapatkan guncangan keras! Mobil Land Rover Defender cukup mewah dan aman, sehingga mereka tidak terlalu parah.
Braakk...!
Dion langsung membuka pintu dan keluarga! Mobil truk itu berhenti setelah melihat pintu mobil yang di tabrak terbuka.
__ADS_1
Setelah itu Tama dan yang lainnya keluar! Hanya Hani yang kini tidak sadarkan diri, akibat guncangan yang keras.
"Kurang ajar! Orang bodoh mana yang menyetir ugal-ugalan?" Bentak Tama sangat marah.
"Sepertinya mereka memang mengincar kita! Mereka bukan orang bodoh." Jawab Alda, dia langsung menengok ke arah truk yang berhati tidak jauh dari mereka.
"Lindungi adik mu!" Lanjut Alda berucap, sambil menyerahkan Hani terhadap Hana.
Hana memeluk adiknya di samping mobil off-road yang terbaik, sambil menepuk-nepuk wajah Hani.
"Hani, bangun! Apa kamu dengar.?" Ucap Hana, mencoba membangunkan adiknya.
Hani memang tidak terlalu baik dalam hal minum, sehingga banyak minum seperti tadi langsung mabuk berat.
Dion dan Tama melihat dua orang keluar dari truk besar! Keduanya tidak membawa senjata api, namun terlihat membawa senjata belati dan pedang panjang di pinggang mereka.
"Ternyata kalian memang tangguh! Pantas saja memiliki harga kepala yang tinggi." Ucap salah atu dari mereka.
Keduanya adalah pembunuh daftar langit lainnya yang datang ke kota Mako karena tertarik dengan uang yang tertera di kepala Alda.
Setelah mendengar itu, Alda mendekat ke arah Tama.
"Coba selidiki berapa banyak orang memasang harga kepala kita di Drake Web! Kamu tidak perlu turun tangan, cukup aku dan Dion." Ucap Alda lirih, kepada Tama.
Dia berucap sambil menepuk bahu Tama! Dia yakin bahwa Tama bisa sangat mudah mencari informasi itu.
Melihat Alda dan Dion yang setenang air, kedua pembunuh bayaran internasional itu mengerutkan keningnya! Sebagai pembunuh di daftar langit yang sudah banyak pengalaman juga bingung.
Bagiamana bisa ada orang yang ingin di bunuh, malah tetap tenang! Jika seperti ini maka mereka mempunyai kartu truf.
Setelah mengerutkan keningnya, mereka angkat bicara lagi.
Sebenarnya menjadi pembunuh yang paling menyenangkan bagi orang-orang seperti itu adalah membuat suasana hati orang yang akan di bunuh takut! Itu adalah sensasi kesenangan mereka.
"Benar-benar anak-anak muda yang pemberani!" Yang lain dari pembunuh bayaran itu berucap.
Keduanya tidak bisa melihat Hana maupun Hani! Karena di sana cukup gelap, karena kejadian ini susah di rencanakan sehingga keduanya mengincar di tempat gelap dan jauh dari keramaian.
Jika mereka melihat Hana maupun Hani! Pasti sedikit mengenali mereka, karena sama-sama dari pembunuh daftar langit pasti saling memperhatikan.
Di tambah jarak mereka ada lebih dari 30 meter! Kedua orang itu menjaga jarak, karena sudah selama dua hari ini dia mengorek informasi tentang Alda lebih mendalam.
Namun meskipun tidak banyak yang merek dapat! Sedangkan dari beberapa kejadian, akhirnya mereka menyimpulkan bahwa Alda dan yang lainnya sekarang bersama bisa melakukan bela diri.
Sraakk..!
Keduanya langsung menggunakan senjata mereka masing-masing! Karena mereka ingin langsung menghabisi Alda dan yang lainnya.
Yang satu mencabut pedang panjang miliknya, sedangkan rekan lainnya mencabut belati.
__ADS_1
Dion juga mengeluarkan belati! Karena untuk berjaga-jaga, ada penyerangan mendadak seperti sekarang.
Sedangkan Alda hanya menggunakan tangan kosong, dia selalu tidak membawa apa-apa karena percaya dengan kemampuan yang dia miliki.
"Tunggu, sebenarnya kalian pembunuh peringkat berapa di daftar langit?" Tanya Alda, sedikit melambaikan tangannya.
Karena melihat, mereka sudah mulai mau bergerak.
"Baiklah, untuk memenuhi permintaan terakhir kalian akan ku beri tahu! Aku dari peringkat ke 68 di daftar langit." Jawab orang yang membawa pedang.
"Kalau aku, dari peringkat 74!" Jawab orang yang memegang belati.
Sebenarnya Alda ingin melihat kekuatan dari mereka! Jika tahu seperti apa, jadi dia bisa mengira-ngira orang yang lebih di atas seperti apa.
"Baiklah...!" Jawab Alda.
Lalu dia menoleh ke Dion! Tanpa merasa berdosa dia bertanya.
"Dion, apa kamu tahu Hana dan Hani dulunya di peringkat berapa?" Dia seperti meremehkan dua orang pembunuh di hadapannya saat ini.
"Tidak, untuk aku tahu hal seperti itu?" Jawab Dion, sambil bertanya kembali.
"Bedebah, mati saja kalian!" Bentak orang yang menggunakan senjata pedang.
Dia sangat marah, dia kira Dion dan Alda akan takut dengan tingkah mereka di daftar langit! Malah keduanya mengobrol dengan santai di hadapan pembunuh bayaran.
Ini adalah penghinaan tertinggi bagi keduanya! Sehingga langsung bergerak maju.
Woosss...!
"Slaaas..!" Angin tebasan pedang panjang bersiur.
Baammm...
Alda yang di serang, langsung menghindar dengan mulus, lalu memukul perut pembunuh bayaran itu dengan keras.
Braakk..!
Pembunuh bayaran itu langsung terdorong mundur dan jatuh.
"Jika ada orang berbicara jangan memotongnya!" Ucap Alda seperti mengeluh.
Rekan pembunuh bayaran itu hanya bisa berdiam diri mematung melihat kejadian di depan matanya itu.
\=
\=
...
__ADS_1