Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
186 PARA PEMBUNUH


__ADS_3

Chapter 186. PARA PEMBUNUH .


\=


Setelah semua yakin sudah berkumpul, Dion sebagai ketua dari kelompok Beruang Hitam ini langsung berdiri.


Dia hanya memberikan sambutan seadanya! Setelah itu dia langsung mengenalkan Alda dan yang lainnya.


"Baiklah, untuk orang-orang yang paling pertama bergabung dengan kelompok ini pasti sudah kenal dengan Alda dan Hana maupun Hani, tapi bagi yang baru pasti belum! Maka kalian harus tau mereka adalah orang-orang yang penting, kalian harus menghormati mereka seperti memandang ku." Ucap Dion, setelah itu ratusan orang itu memandang ke arah tiga orang yang di tunjuk Dion.


Namun bagi anggota lama, melihat serius ke arah Tama! Mereka ingin tahu siapa Tama ini.


"Lalu bagi kalian semua, kenalkan ini Tama! Dia adalah orang yang sama dengan aku maupun Dion dan mereka, harus di ingat juga." Ucap Dion selanjutnya.


Orang-orang di bawah sana memandang Tama! Tatapan mereka terlihat kagum terhadap Tama, karena bisa bersanding dengan mereka orang yang di awal berjuang keras.


Di pandang seperti itu membuat Tama percaya diri! Senyum membanggakan terukir di sudut mulut Tama.


"Baiklah, aku akan bertanya bagiamana situasi kota Mako selama dua hari ini?" Ucap Dion setelahnya.


"Ketua, orang-orang dari berbagai kota lain banyak yang masuk kota Mako akhir-akhir ini!" Ucap salah satu dari mereka, dia salah satu ketua tim dari kelompok kecil.


"Apa menemukan keanehan?" Dion menatap orang yang berbicara tadi.


"Hanya orang-orang yang masuk! Kalau gak mencurigakan kami tidak menemukan." Jawab orang tadi.


"Apa yang lain menemukan sesuatu?" Dion kembali bertanya.


Salah satu dari mereka berdiri! Lalu berucap.


"Aku menemukan sesuatu yang ganjal ketua! Orang-orang di bandara kota Mako yang datang dari luar negeri bertambah, dari mereka ada beberapa yang cukup mencurigakan!" Ucap orang yang tadi berdiri.


"Benarkah?" Ucap Alda memotong percakapan itu.


"Apa yang kamu simpulkan Alda?" Tanya Dion, dia juga cukup penasaran.


"Entah, tapi sepertinya kota Mako akan meriah untuk beberapa hari ke depan!" Jawab Alda, setelah memikirkan sebentar.


Dion sedikit terkejut dengan jawaban Alda, namun Tama malah sangat sumringah mendengar ucapan Alda itu, dia seperti sangat menanti.


*


Saat siang ini.

__ADS_1


Jet pribadi mendarat dengan mulus di bandara kota Mako, beberapa orang sudah menunggu orang yang datang sekarang.


Beberapa orang itu membawa mobil Rolls-Royce untuk menjemput langsung orang itu.


Bramantyo Button keluar dari pesawat jet pribadi itu, pandangan matanya tajam memandang kota di depannya itu! Dengan langkah tegap dia turun dari pintu pesawat melalui tangga yang sudah di pasang oleh kru bandara.


"Selamat datang tuan muda!" Ucap beberapa orang yang menyambut di sana.


"Hemm..!" Gumam Bramantyo Button sambil mengangguk.


"Tuan muda, apa kita akan langsung pergi ke Hotel?" Tanya salah satu dari orang yang tadi menyambut.


"Baik, segera ke sana!" Jawab Bramantyo Button dengan wajah tegas.


Mendengar itu beberapa dari mereka langsung sibuk, wajah ketakutan mereka terlihat jelas! Mereka takut melakukan kesalahan di hadapan Bramantyo Button, karena orang ini di kenal sebagai tuan muda kejam di jajaran para tuan muda di ibu kota.


Mobil Rolls-Royce melaju keluar dengan tenang dari bandara kota Mako, di iringi oleh beberapa mobil yang mengawalnya.


Di dalam mobil Bramantyo Button melihat-lihat kota Mako! Dia memandang kota Mako dengan tatapan sinis.


"Si Alda sangat ahli mencintai tempat persembunyian!" Ucapnya, sambil terus melihat sekeliling kota Mako.


"Tuan muda! Kota Mako sekarang sedang sedikit kacau, sebaiknya jika ingin keluar harus memberitahukan kepada kami." Ucap pengawal yang ada di mobil itu.


"Sudah tuan muda, sepertinya para pembunuh juga sudah ada yang masuk ke kota Mako ini!" Jawab pengawal setia dari Bramantyo Button.


"Aku menjadi penasaran! Seperti apa para pembunuh itu beraksi." Ucap Bramantyo Button.


"Tunggu saja tuan muda! Kita cukup menonton saja pertunjukan serunya!" Jawab dia dengan sangat percaya diri.


Dia yakin, dengan tarif yang dia keluarkan pasti banyak pembunuh yang tertarik untuk menjalankan mini ini.


Karena prinsip para pembunuh mengejar bayaran tertinggi! Semakin tinggi harga yang tertera dari target semakin banyak para pembunuh yang minat.


"Bagus, aku ingin melihat si Alda yang sombong itu mati! He-he-he.." Ucap Bramantyo Button dengan kejam.


Sambil mengobrol akhirnya iring-iringan mobil mereka sampai ke hotel yang sudah di pesan oleh mereka.


Saat Bramantyo Button masuk ke dalam kamar hotel yang di pesan! Ponselnya berdering, setelah melihat siapa yang menelepon dia langsung mengangkatnya.


"Bram, apa kamu pergi ke kota Mako?" Ucap seseorang di sebrang sana, ternyata yang menelpon adalah ayahnya.


"Ya, karena aku ingin memberikan tekanan kepada Alda! Jika masih tetap di ibu kota itu sulit!" Jawab Bramantyo Button dengan mantap.

__ADS_1


"Tapi kamu harus berhati-hati dengan keadaan! Masalahnya bocah itu sekarang sangat misterius." Ujar Bamtoro Button sedikit khawatir.


"Tenang ayah, aku sudah membuat banyak persiapan!" Jawab Bramantyo Button masih dengan percaya diri.


Dia percaya, karena sudah membawa puluhan pengawal yang memiliki kemampuan nyata! Bahkan para pengawal itu sudah menginspeksi kota Mako dari kemarin, sehingga dia sangat yakin bahwa sekarang keadaan sangat aman.


"Bagus Bram, tapi sebaiknya kamu bisa temui tuan muda keluarga Yantoro secepatnya! Untuk mewakili keluarga Button kita, sepertinya dia sangat berambisi untuk bangkit.....!" Ucap Bamtoro Button menjelaskan hingga panjang.


Bramantyo Button mendengarkan arahan dari ayahnya! Dia hanya mengangguk mengerti, sebelumnya dia ingin membuat tekan terhadap Alda dengan kekuatan sendiri, namun setelah mendengar ucapan ayahnya Bramantyo Button berpikir lain.


Dia berpikir sepertinya meminjam kekuatan orang lain cukup bagus! Karena Bramantyo Button masih kurang percaya dengan pembunuh bayaran internasional itu.


"Baiklah ayah, aku mengerti sekarang!" Jawab Bramantyo Button.


Setelah itu dia langsung mematikan sambungan telponnya dengan cepat! Memikirkan apa yang akan dia lakukan kedepannya Bramantyo Button menjadi bersemangat.


Lalu dia menelpon pengawal kepercayaan, dia ingin meminta semua informasi tentang tuan muda keluarga Yantoro! Di tambah dia ingin membuat janji temu dengan tuan muda itu.


Semakin cepat bertemu, maka semakin baik!.


*


Di sudut lain kota Mako.


Tepatnya di distrik timur.


Dua orang dengan penampilan orang luar! Tubuhnya tinggi besar khas orang barat petarung bawah tanah mereka sedang menikmati minuman di sebuah bar.


"Hei, apa kamu yakin informasi tentang target kita bener? Bagiamana mungkin hadiah sebesar itu hanya membunuh orang biasa?" Ucap seseorang yang mempunyai kepala botak.


"Ini pasti palsu! Apa kamu bodoh? Kita sudah melakukan pekerjaan ini sangat lama dan jika ada hadiah sebesar itu pasti orang penting, bisa jadi pengawal mereka sangat banyak makanya kita harus mempersiapkan semuanya." Ucap temannya.


Mereka sudah datang ke kota Mako sejak tadi pagi! Namun belum langsung bergerak, karena ingin memastikan orang seperti apa tergetar kali ini.


Keduanya tidak percaya sama sekali dengan informasi yang tertera, karena dengan pengalaman mereka bekerja sebelumnya! Banyak informasi palsu, sehingga sekarang juga menganggap demikian.


"Baiklah, saran mu sangat bagus! Kita jalankan seperti apa kata mu saja." Jawab orang yang memiliki kepala botak, lalu dengan rakus menenggak habis bir yang ada di gelasnya.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2