
Chapter 132. TUAN MUDA KAMTO SOK BERKUASA.
\=
Banyak diskusi di beberapa orang yang ada di toko itu, bahkan pramuniaga toko pakaian itu juga berharap bisa kenalan dengan tuan muda Kamto ini agar bisa menjadi artis.
Itulah kenapa, Angela Chelin setelah di dekati oleh Aenan Kamto ini langsung melemparkan ke pelukannya, karena dia bisa menjadi artis yang lebih terkenal lagi kedepannya! Karena agensi milik keluarga Kamto ini bisa di bilang yang terbaik di kota Mako.
Bahkan di kota propinsi, sehingga Angela Chelin yang sebelumnya sudah debut menjadi artis sehingga melihat ini adalah kesempatan emas setelah di tinggal oleh Reyes Dorman.
"Memangnya kenapa, kalau kamu tuan muda Kamto? Bahkan aku belum tahu apa itu keluarga Kamto!" Lanjut Alda berucap kepada tuan muda Kamto yang sok berkuasa.
Mendengar bahwa dia begitu di remehkan oleh Alda! Dia sangat emosi, belum pernah dia di perlakukan seperti sekarang ini.
"Apa kamu percaya? Hanya dengan satu panggilan telfon dari ku kamu bisa keluar dari toko ini dengan merangkak!" Ucap Aenan Kamto dengan sambil menunjuk ke arah Alda dan Hani.
Kreeek..!
"Aaaahhhhkk...!" Jerit Aenan Kamto setelah jarinya di patahkan oleh Alda.
"Jangan gunakan jari kotor mu ini untuk menjual ke arah wajah kita berdua!" Alda berucap dengan berat setelah mematahkan jari tangan dari tuan muda Kamto itu.
Hana hanya senyum senang, dia merasa seperti di lindungi oleh pasangannya! Perasaan ini hang dia tunggu-tunggu setelah dia dan adiknya terlunta-lunta di luar negri.
"Bajingan, kamu akan mati! Bukan hanya akan keluar dari sini merangkak! Aku akan menendang bokong mu dan mematahkan jari mu akan ku biarkan orang lain melihat mayat mu di jalanan...!" Bentak Aenan Kamto setelah mundur beberapa langkah.
Suaranya menggelegar di toko itu! Orang-orang yang mendengar itu ketakutan sehingga mundur jauh karena tidak ingin terkena dampak dari pertengkaran kedua pasangan muda itu.
Angela Chelin hanya bisa sedikit linglung, dia selalu kalah jika harus melawan Alda dan Hana! Ini membuat dia bertambah benci dengan keduanya.
Namun setelah melihat kemarahan dari Aenan Kamto itu, dia langsung merasakan lebih baik dan senyum kecil sedikit tersinggung.
Dengan cepat, Aenan Kamto mengeluarkan ponselnya, meskipun susah punya menggunakan ponsel itu karena jari tangannya patah! Namun karena amarah dia terus berusaha hingga akhirnya dia bisa menghubungi orang.
__ADS_1
Alda dan Hana diam saja memerhatikan orang yang sok berkuasa itu, kekerasan macam apa yang belum keduanya lihat! Bahkan dalam keadaan hidup dan mati sekalipun keduanya pernah mengalami.
Apa lagi Hana! Sudah melintasi beberapa benua dan negara konflik sehingga dengan adanya kematian di hadapannya sudah tidak gentar! Apa lagi hanya di bentak dengan orang lemah, yang hanya cuma mengandalkan kekuatan keluarganya saja.
Meskipun Alda tidak banyak terlibat dengan adegan hidup dan mati! Namun latihan dan misi yang di jalankan di perguruan terpencil sangat berbahaya.
Sehingga dengan kekuatan dia saat ini, Alda tidak takut hanya dengan ancaman belaka.
Keduanya mendengarkan dengan seksama, melihat Aenan Kamto telpon dengan seseorang! Bahkan badannya seperti memberikan perintah.
Setelah selesai menelpon yang pertama, Aenan Kamto tidak berhenti dia kembali menghubungi seseorang.
"Paman, kamu ke sini ke toko! Aku di sini ada yang memprovokasi ku......!" Ucap Aenan Kamto mencoba menjelaskan apa yang di alami di toko pakaian itu.
Bahkan dia menceritakan, bahwa jari tangannya di patahkan dia beraninya tidak memandang keluarga Kamto sama sekali.
Setelah selesai menelpon, Aenan Kamto meletakkan ponselnya ke dalam saku kembali! Setelah itu dia menatap ke arah Hana dan Alda seperti sudah menatap mayat saja.
Jejak penghinaan di tatapan itu begitu terlihat! Aenan Kamto sangat merendahkan Alda, karena dia tidak tahu ada tuan muda dari keluarga kelas satu dan dua yang berparas seperti Alda, sehingga dia menganggap Alda adalah orang rendahan.
"Sayang, kamu harus memberikan pelajaran yang berarti terhadap keduanya! Apa lagi kenapa wanita itu." Ucap Angela Chelin sambil menunjuk dari kejauhan ke arah Hana.
Dia sebenarnya takut dengan tindakan Alda barusan, sehingga dia mundur ke belakang Aenan Kamto untuk bersembunyi mencari keamanan.
"Tenang sayang! Tidak perlu khawatir terhadap dua bocah ini!" Ucap Aenan Kamto sambil menatap Angela Chelin penuh arti.
Dia berencana setelah masalah ini selesai, akan membawa Angela Chelin ke dalam villa pribadi miliknya! Dia akan memusnahkan birahinya di sana, kesempatan ini tidak boleh di lewatkan begitu saja.
Makanya dia langsung menanggapi Alda dan Hana dengan sangat cepat adalah untuk menarik perhatian Angela Chelin agar dia mau naik ke tempat tidurnya untuk mengangkatkan di malam hari.
"Bagus sayang!" Ucap Angela Chelin dengan senyum manisnya.
Hanya di berikan senyuman seperti itu saja, Aenan Kamto seperti terbang ke angkasa! Dia tidak tahu apa yang akan menunggunya di depan sana.
__ADS_1
Alda masih berdiri berdampingan dengan Hana, bahkan dia tidak bergerak sedikitpun setelah dia mematahkan jari tangan milik Aenan Kamto! Dia masih ingin bermain sehingga dia menunggu dengan sabar kekuatan apa yang dia punya.
Braakk..!
Setelah menunggu kurang dari 10 menit! Seorang paruh baya dengan penampilan rapi, jas dan dasi yang senada di padukan dengan kemeja putih begitu elegan! Namun sayangnya perut buncitnya menghilangkan semua karisma dari pakaian malah itu.
Menerobos pintu depan dengan cepat, di ikuti oleh beberapa keamanan dari pusat perbelanjaan terbesar di kota Mako.
"Aenan...! Apa yang sebenarnya terjadi?" Orang itu masih saja berbasa-basi setelah sampai.
"Paman, dia orangnya!" Ucap Aenan Kamto dengan suara berat, giginya tertutup dengan rapat hingga menimbulkan suara berderit samar.
"Sudah dengar tangkap dua bocah itu, dan pukuli hingga keduanya minta ampun!" Ucap laki-laki paruh baya dengan tegas.
"Baik pak menager!" Ucap salah satu dari petugas keamanan itu.
Bisa di bilang, petugas kemanan di sini dalam kategori bagus karena memiliki postur tubuh besar dan kekar! Sepertinya mereka dari jasa keamanan yang memiliki nama dan dedikasi tinggi dalam keamanan.
"Tangkap mereka, yang membuat onar..!" Ucap pemimpin dari keamanan itu.
Saat empat orang yang di bawanya akan beraksi, Alda langsung bersuara.
"Tunggu, memuat onar apa yang kalian maksud?" Ucap Alda sambil melambaikan tangan kepada mereka untuk stop sebentar.
"Kalian berdua, membuat onar di toko pakaian ini! Saya sebagai kemana yang bertugas di sini setelah mendapatkan perintah, harus menyelesaikan masalah ini." Jawab pemimpin keamanan itu begitu tegas.
Karena dia menerima panggilan, dari bapak manager toko pakaian itu bawah ada seseorang yang membuat keributan sehingga dia meminta untuk menangkapnya.
"Tunggu, yang membuat onar itu siapa? Kalian bisa bertanya dengan orang-orang di sekitar siapa yang lebih dulu memulai keributan ini!" Jelas Alda, bukan dia takut dengan keamanan! Namun dia tidak ingin keamanan ini terlibat masalah.
Setelah Alda berucap seperti itu, beberapa dari pramuniaga langsung menundukkan kepalanya karena dia takut dengan manager toko itu.
Sedangkan, sisanya hanya beberapa pelanggan yang ada di sana! Karena ini toko bermerek sehingga tidak banyak yang berkunjung.
__ADS_1
\=
...