
Chapter 274. RENCANA TAMA LAINNYA.
\=
Cika Lims masih termenung, dia memegang akhir-akhir ini selalu memikirkan Tama! Sehingga ayahnya bertanya seperti itu dia langsung kepikiran seketika.
Sedangkan Enan Lims sedang memikirkan, bagiamana caranya agar keluarga Lims bisa bekerja sama dengan Grup Brighton! Meskipun keluarga Lims termasuk keluarga besar di kota Westa, namun banyak yang membicarakan bahwa keluarga Lims ini yang terlemah dari empat keluarga kuat lainnya.
Sehingga keluarga Lims ingin menunjukkan bahwa mereka tidak selemah yang di bicarakan oleh orang-orang kota Westa ini.
"Ayah, jika ayah ingin aku melakukan tugas untuk membuat keluarga Lims bekerja sama dengan Grup Brighton aku akan mencobanya." Ucap Cika Lims setelah merenung sebentar.
Cika Lims adalah wanita yang cerdas! Sehingga dia langsung tahu gerak-gerik dari keluarganya, namun dengan masalah asmaranya Cika Lims sangat berantakan.
Karena dia memilih Tama orang yang selalu membuat masalah di manapun dia berada! Hingga sebenarnya keluarga Aditya saja sampai kualahan menghadapi tingkah Tama itu.
"Cika, kamu sangat tahu apa yang di maksud ayah dan kakak meskipun kami tidak mengatakan dengan jelas! Kamu adalah harapan keluarga." Ucap Enan Lims berdiri dari kursinya dan segera memeluk Cika Lims.
Cika Lims hanya diam, dia sebenarnya tahu maksud keluarganya! Namun yang paling di pedulikan Cika Lims sebenarnya adalah Tama, sehingga jika ada sesuatu yang berhubungan dengan Tama dia akan selalu maju tanpa tahu kata leleh.
"Baik ayah, aku akan berusaha keras!" Jawab Cika Lims.
Setelah itu dia keluar dari kantor ayahnya! Langsung pergi begitu saja.
*
Tidak butuh waktu lama hanya kurang dari 1 jam, karena jalanan sekarang lebih lengang di karenakan jam kerja sudah tiba, sehingga Cika Lims sudah sampai di kediaman keluarga Aditya.
Dia tahu! Tama pasti sedang ada di rumah, apa lagi Alda jadi dia menuju langsung ke tempat ini.
Di halaman belakang kediaman keluarga Aditya, Tama dan yang lainnya masih mengobrol ringan! Kini di tambah ada Hana di sana, dia ikut bergabung. Sedangkan Hani masih takut terhadap Alda sehingga dia tidak berani ke sini, dia takut di sidak olehnya karena sudah menjebak Alda dan kakaknya di dalam satu kamar hotel.
Saat semuanya sedang mengobrol, Cika Lims datang.
__ADS_1
"Hei, apa aku boleh bergabung!" Ucap Cika Lims setelah sampai di gazebo tempat mereka berbincang.
Semua orang menengok ke arah sumber suara, melihat Cika Lims datang! Tama langsung memasang wajah tidak enak.
"Silahkan, apa kamu ingin mengobrol dengan Tama?" Ucap Alda yang seakan begitu terbuka.
Di karenakan dia sudah setuju hubungan Tama dengan Cika Lims! Karena Alda rasa Cika Lims adalah wanita yang cocok dengan Tama, bahkan bisa mengimbangi perilaku Tama yang bisa di bilang nakal.
"Tidak juga, untuk sekarang aku ingin berbicaralah dengan Alda!" Ucap Cika Lims, dia memanggil langsung namanya karena tahu Alda lebih muda dan setahu dia Alda hanya eksekutif dari Grup Brighton sehingga dia tidak segan.
Ucapan Cika Lims membuat sorot mata Hana langsung tajam, bahkan dia sekarang lebih menyipitkan matanya! Padahal bisa di bilang mata Hana cukup sipit, setelah di sipitkan lagi tatapan itu sangat menusuk jika di perhatikan.
Bukan Hana saja yang bereaksi berlebihan, tapi juga Tama dan Alda menatap Cika Lims dengan keterkejutan! Sedangkan Dion dan Riko masih biasa saja, karena dia tahu pesona Alda cukup bagus untuk menggaet perasaan wanita.
"Apa yang ingin kamu bicarakan dengan ku?" Alda penasaran.
Meskipun Hana gelisah, dia masih tetep diam! Untuk melihat hal selanjutnya.
"Sebenarnya ini saran ayah ku! Apa bisa keluarga Lims bekerja sama dengan Grup Brighton?" Ucap Cika Lims, dia tidak malu membicarakan tentang bekerja sama meskipun di sana banyak orang.
Tama tidak kapok, meskipun rencana sebelumnya masih di permasalahan oleh Riko dan Dion! Tapi dia sekarang akan menyusun rencana lain, yang melibatkan Alda lagi pastinya.
"Tunggu...!" Ucap Tama dia langsung berdiri.
Semua orang melihat ke arah Tama, Hana juga melirik! Tapi dia sekarang bisa bernafas lega karena Cika Lims ternyata tidak menargetkan Alda sama sekali.
Meskipun dia cantik, dia masih khawatir jika harus bersaing dengan Cika Lims! Karena tidak hanya Cika cantik tapi dia anak dari keluarga kaya dan berkuasa, sehingga dia sedikit minder jika harus bersaing bersama.
Alda ingin bertanya ada apa? Tapi dia langsung di tarik oleh Tama ke luar gazebo.
Setelah cukup jauh, Tama langsung berbisik kepada Alda! "Alda terima saja! Tapi dengan satu syarat, harus Cika Lims yang mengurus segala sesuatunya, agar dia sedikit sibuk dan tidak menggangu aku saat kita berada di kota Katao nantinya." Tama berbicara seperti sedang gaya yang sangat serius.
Sehingga Alda sedikit tertegun! Dia sebenarnya tidak ingin percaya dengan ucapan Tama, namun kata-kata kali ini sangat meyakinkan.
__ADS_1
Lagian dia juga membutuhkan bantuan Tama saat di kota Katao nanti! Karena Tama sangat mahir dengan teknik telekomunikasi, sehingga bantuan Tama sangat berharga.
"Apa jika dia menganggur dia bakal pergi ke kota Katao dan mengganggu kamu?" Ucap Alda mulai terpengaruh dengan percakapan ini.
"Itu sudah pasti, Cika Lims adalah orang yang cerdas dan sangat gigih, jika dia ingin sesuatu bisa-bisa dia sangat nekat! Jangankan kota Katao, bahkan luar negeri juga dia datangi." Jawab Tama dengan yakin.
Sebenarnya itu penilaian Tama yang sebenarnya terhadap Cika Lims! Hanya saja dia sekarang tidak ingin di ganggu dulu, karena baru saja dia turun gunung dan masih ingin bersenang-senang seperti dulu, namun karena adanya Cika Lims kesenangan dia sedikit terhambat.
Jadi dengan sekuat tenaga Tama menyingkirkan Cika Lims untuk sementara.
"Baiklah..! Aku menuruti apa kata kamu." Alda langsung menyetujui ucapan Tama.
Mendengar ini, Tama langsung tersenyum lebar dan mengacungkan dua jempol ke muka Alda bahkan hampir menyentuh dua lubang hidung Alda! Hingga akhirnya Alda menepis tangan Tama agar menyingkir dari hadapan wajahnya.
Karena tujuannya telah tercapai, Tama langsung melenggang kembali ke gazebo, namun dia tidak langsung duduk melainkan berjalan ke sisi Cika Lims.
"Aku sudah membantu melobi Alda agar keluarga Lims bisa bekerja sama dengan Grup Brighton! Kamu harus berterimakasih kepada ku." Bisik Tama kepada Cika Lims.
Menyadari wajah Tama sangat dekat dengan wajahnya bahkan telinganya! Cika Lims langsung tertegun dan wajahnya memerah seketika, dia pikir Tama akan menciumnya di depan umum.
Namun setelah mendengar ucapan Tama itu! Cika Lims malah terharu, dia malah semakin yakin bahwa sebenarnya Tama juga cinta kepadanya namun Tama sedikit enggan mengakuinya saja.
Dengan kejadian ini, Cika Lims malah bertekad akan mengejar Tama apa pun yang terjadi kedepannya.
Karena dengan perilaku Tama seperti itu, Cika Lims malah semakin yakin di buatnya.
Setelah berbisik seperti itu, Tama kembali duduk di kursinya dengan senyum tipis! Seandainya dia tahu apa yang di pikirkan Cika Lims, Tama akan mengutuk perbuatan dia sekarang.
Alda juga kembali dengan cepat lalu duduk di kursi yang tadi dia duduki, dia kembali duduk dengan tenang! Cika Lims langsung menatap Alda, dia tahu apa yang akan Alda bicarakan kali ini! Pasti mengenai persetujuan keluarga Lims bekerja sama dengan Grup Brighton.
\=
\=
__ADS_1
...