
Chapter 234. KEDATANGAN MASTER LUAR NEGERI.
\=
Max masih terus berlutut! Dia sekarang tahu bukan hanya dua orang itu saja yang datang, melainkan ada juga dua orang lainnya.
Melihat Tama yang datang di awal untuk menyerang mereka, terlihat seperti mendengarkan ucapan dan perintah orang yang baru datang, membuat Max melihat ke arah Alda dan Hana yang sekarang berdiri berdampingan dengan Tama dan Hani.
Tring...!
Ponsel Tama berbunyi, tanda mendapatkan notifikasi pesan! Tama dengan cepat membukanya.
Setelah membaca, dia hanya tersenyum kecil! Dia langsung menunjukan notifikasi pesan itu kepada Alda.
"Lihat, orang-orang ku mendeteksi kedatangan master luar negeri ke negara Trukotan ini!" Ucap Tama sambil tersenyum miring.
Alda memajukan kepalanya agar bisa melihat pesan singkat yang di terima oleh Tama dengan lebih jelas.
"Di kota mana orang-orang itu mendarat?" Ucap Alda.
"Mereka datang ke kota Mako! Sepertinya karena ulah kita sehingga mereka datang ke kota Mako itu." Ucap Tama memikirkan apa yang di pikirkan di benaknya.
"Hemmm, aku paham! Sepertinya si bedebah itu belum menyerah. Kasihan Dion dia akan lebih sibuk akhir-akhir ini." Jawab Alda dengan wajah sedikit serius.
Hana dan Hani mendengarkan percakapan Alda dan Tama! Begitu juga dengan Max, meskipun dia tidak tahu apa yang di bicarakan oleh dua laki-laki itu.
Alda sudah tahu, sehingga dia sekarang duduk di foya yang masih tertata dengan rapi! Lalu kembali fokus ke arah Tama kembali, sedangkan sekarang wajahnya Alda terkejut.
"Hai, bukankah di kota Westa semua orang tahu kota tua ini di blokir arus listrik dan sinyal internet? Tapi kenapa ponsel kamu dan kita semua bisa mendapatkan sinyal dengan lancar dan mudah?" Tanya Alda dengan tatapan ingin segera tahu jawabannya dari Tama.
"Inilah kehebatan dari keluarga Aditya! Bahkan kota Westa saja meminta bantuan kepada keluarga Aditya untuk memblokir area ini!" Jawab Tama dengan bangga, dia seperti sangat membanggakan keluarganya itu.
"Oh pantes saja, bukannya sudah wajar jika tuan rumah mempunyai kunci tersendiri saat berada di kerangkeng yang di buat olehnya." Jawab Alda, sekarang dia langsung tahu.
Itu seperti pribahasa sederhana! Orang yang paling mudah untuk mencuri adalah orang yang di percaya menjaga barang itu sendiri.
__ADS_1
Tama mendengar ucapan Alda seperti menyinggung dirinya hanya bisa melebarkan matanya hingga hampir melompat keluar! Namun dia tidak bisa membantah apa-apa dengan ucapan Alda yang benar dan tepat itu.
Setelah mereka ngobrol cukup lama dan beberapa puluh menit berlalu, akhirnya ada beberapa komandan dari departemen keamanan publik kota Westa datang ke ruangan yang sekarang ada Alda dan yang lainnya.
Sedangkan di luar tepatnya tersebar di beberapa wilayah kota tua banyak pasukan keamanan kota Westa yang sibuk menangkap orang-orang dari gangster jalanan yang sudah terkapar tidak berdaya di berbagai sudut kota tua itu.
"Ternyata orang yang kita tunggu telah datang!" Ucap Tama, setelah dia masuk tiga orang yang berseragam lengkap.
Setelah tiga orang masuk, di belakang mereka masih ada 5 orang lagi yang menggunakan senjata senapan serbu dan rompi anti peluru lalu ada juga tameng peluru di tangan mereka.
"Angkat tangan kalian semua!" Teriak salah satu dari komandan yang masuk.
Tama mengerutkan keningnya, padahal sudah berbicara bahwa dia sedang menunggu mereka dengan cukup keras! Namun mereka masih saja berteriak kepada semuanya untuk mengangkat tangannya.
Namun Hana dan Hani tidak menghiraukan sama sekali ucapan mereka! Sedangkan Tama langsung bangun dari duduk nyamannya di kursi dan Alda mendongak ke arah mereka.
"Hei, yang menghubungi kalian adalah kami! Tidak perlu menggunakan senjata, urus saja mereka yang sudah terkapar dan dia." Ucap Tama sambil menunjuk ke arah Max yang kini duduk sambil bersandar di dinding.
"Kamu siapa?" Ucap komandan itu kembali.
"Aku Tama Aditya!" Jawab Tama.
"Kalian, bereskan semuanya orang-orang yang terkapar itu." Ucap komandan yang tadi bertanya kepada Tama.
Dia sekarang tahu siapa orang di depannya ini, dia adalah seorang tuan muda keluarga Aditya! Salah satu keluarga besar kelas satu kota Westa.
Pantas saja, cukup banyak orang yang ikuta dalam operasi ini! Bahkan tiga komando sekaligus bergerak bersama, ini adalah hal pertama kalinya terjadi di departemen keamanan publik kota Westa.
Ternyata yang memberikan perintah adalah keluarga Aditya, sehingga pimpinan tertinggi langsung mengutus tiga komandan sekaligus.
Dengan cepat, lima orang dengan senjata lengkap langsung bergerak untuk menjalankan perintah dan segera menangkap Max, Baron dan Josep.
*
Sedangkan di ibu kota.
__ADS_1
Tepatnya di kediaman keluarga Button cabang 2, ruang perawatan! Bramantyo Button masih menginap di ruang perawatan ini, meskipun sekarang dia sudah terlihat sehat.
Namun dokter pribadi keluarga Button cabang 2 menyarankan, agar tuan muda mereka masih harus menjalani perawatan intensif.
Di tambah, kakinya yang sekarang lumpuh! Sehingga sekarang tuan muda Bramantyo Button tidak bisa bergerak bebas seperti dulu.
Namun tatapan Bramantyo Button sekarang seperti tatapan orang dengan penuh dendam! Sehingga selalu memancarkan aura yang gelap.
Bahkan orang di depannya saat ini langsung bergidik ngeri.
Dia adalah orang yang sudah di percaya oleh Bramantyo Button sejak lama, namun setelah Bramantyo Button lumpuh seperti ini! Dia selalu berada di sampingnya.
Dia adalah Onet Rubel, orang yang sebenarnya cerdas namun sayang lahir di keluarga kecil, hingga akhirnya hidup dia di jual oleh keluarganya ke keluarga Button cabang 2.
Sehingga dia harus mengambil kepada keluarga ini, hingga waktu yang di tentukan oleh kedua belak pihak.
"Bagiamana, apa para master luar negeri sudah ada yang datang? Kenapa hingga saat ini belum ada kabarnya?" Ucap Bramantyo Button mempertanyakan tentang tugas yang telah dia berikan.
"Tuan muda! Sudah ada beberapa, namun mereka yang datang langsung menuju ke kota Mako, untuk melacak keberadaan Alda." Ucap Onet Rubel dengan rasa hormat tinggi.
Bramantyo Button mengangguk, dia kembali bertanya.
"Apa mereka semua ada yang datang ke ibu kota?" Ucap Bramantyo Button kembali.
Dia masih ingat tahu lebih banyak orang-orang yang ganas dan hebat dalam hal beladiri! Karena dia sudah merasakan sendiri kengerian Alda setelah kejadian beberapa hari yang lalu.
"Seharusnya ada, orang-orang ini akan memperlihatkan kekuatan mereka di sini! Setelah lulus langsung di tugaskan untuk melacak keberadaan Alda dan membunuhnya dengan segala cara." Ucap Onet Rubel dengan sedikit menerangkan.
Itu semua adalah ide dan pengaturan dari Onet Rubel ini! Jika yang di lawan adalah tuan muda bias, maka orang itu akan mati dengan mudah.
Tapi tidak dengan Alda, dia adalah orang yang sudah di gembleng oleh perguruan terpencil di selatan negara Trukotan ini, sehingga menghadapi para master di berbagai daerah dan berbagai negara sekalipun Alda maupun yang lainnya tidak gentar sama sekali.
Karena mereka sering menjalankan misi berat yang di berikan oleh guru mereka.
\=
__ADS_1
\=
...