Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
172 PERBURUAN SENYAP


__ADS_3

Chapter 172. PERBURUAN SENYAP.


\=


Sedangkan di kota Mako.


Alda, Tama, Dion dan Hana maupun Hani sedang melakukan perburuan senyap! Mereka berpencar memburu organisasi gelap yang di koordinasikan oleh tim milik Tama di kota Westa sana.


Alat yang di gunakan dari pemancar sinyal yang di kombinasikan dengan kamera satelit milik keluarga Aditya, keluarga Aditya memiliki perusahaan besar jaringan dari seluruh negeri! Sehingga melakukan pekerjaan melacak dengan sinyal ponsel adalah hal mudah bagi mereka.


Karena data semua orang ada di tangan keluarga Aditya! Meskipun data mereka yang di serahkan palsu, namun pemancar sinyal mereka yang di gunakan sekarang asli, sehingga mereka tidak bisa bersembunyi selagi ponsel mereka aktif.


Jadi semua jangkauan kota Mako tertata dengan rapi di genggaman keluarga Aditya! Apa lagi di fokuskan di kota Mako, itu lebih mudah setelah pemetaan selesai hasilnya di kirim masing-masing di ponsel mereka berlima.


Di sisi Alda kali ini dia sedang menggunakan mobil Land Rover Defender, mobil besar itu melaju di kegelapan malam! Menyusuri jalan kota Mako. Meskipun jarak sekarang yang di tuju cukup jauh dari pabrik terbengkalai sebelumnya, Alda tidak buruk.


Cit...!


Seketika, Alda mengentikan mobile di jalan kosong! Karena sekarang berada di antara pinggiran kota Mako di distrik utara.


"Hemm, ternyata kakek cukup cepat!" Ucap Alda, setelah melihat berkas yang di terima dari Haris Hanaga orang kepercayaan tuan besar Button.


Alda melihat secara cermat, dia tidak memperdulikan sekitar karena memang sekarang sangat sepi sehingga Alda tahu aman meskipun dia tidak waspada sekalipun.


Melihat laporan berkas itu, Alda menyipitkan matanya.


"Sial, ternyata organisasi gelap benar-benar organisasi besar! Jika di bandingkan dengan kelompok kalajengking merah, ini seratus kali lebih kuat." Keluh Alda.


Di catatan itu, ada beberapa daftar orang berbahaya di organisasi gelap! Salah satunya ada tentu ke 4 dan ke 5 yang sudah di lenyapkan olehnya.


Dengan cepat, Alda mengkopi berkas itu lalu mengirimkan kepada yang lainnya! Setelah selesai, Alda menekan nomer telpon.


"Tama, coba kamu konfirmasi orang-orang yang aku kirim barusan! Siapa saja yang datang ke kota Mako, lalu orang-orang yang tidak datang ke kota Mako kita bisa abaikan terlebih dahulu." Ucap Alda setelah sambungan teleponnya terhubung.


"Alda, kamu sangat hebat bisa menemukan identitas resmi mereka dengan begitu cepat! Jika seperti ini akan lebih mudah!" Ucap Tama dengan sangat senang di sebrang sana.


"Tama kenapa di sekitar mu begitu bising oleh musik?" Ucap Alda keheranan.


"Ini aku sedang bertugas kan! Target di tempat keramaian." Alasan Tama seperti masuk akal.


"Baiklah, secepatnya bereskan! Sebelum tengah malam berlalu kita harus sudah pulang ke villa." Ucap Alda, setelah itu dia langsung memutuskan sambungan sepihak.

__ADS_1


Tidak menunggu pekerjaan dari orang-orang milik Tama! Alda langsung melakukan mobilnya kembali, karena tergetnya mulai bergerak.


*


Di distrik barat.


Gedung hotel yang tinggi! Hotel Glasir Langit, cukup terkenal karena salah satu hotel mewah.


Hana dan Hani ada di atap gedung sebrang hotel! Karena target mereka sedang menginap di Hotel Glasir Langit.


"Hani, tuan Alda mengirimkan daftar orang hang harus kita buru! Apa orang yang ada di dalam kamar ada di dalam daftar?" Ucap Hana.


Dia menunjukkan ponselnya! Di sana deretan wajah di dalam foto dan di bawahnya ada penjelasan rinci tentang mereka.


"Ada, orang dalam urutan ke 300 dan 308! Dua orang itu benar-benar mirip." Ucap Hani.


Dia melihat dua orang itu di dalam teropong senjata miliknya! Teropong itu sangat tajam sehingga bisa melihat dengan jelas dua orang di dalam kamar Hotel Glasir Langit itu.


"Bagus, eksekusi mereka!" Ucap Hana dengan mengacungkan jempol kepada adiknya.


Tatapan Hani tajam, sehingga memeriksa deretan daftar orang di ponsel Hana tidak lah sulit baginya.


"Baik..!" Ucap Hani, setelah itu dia langsung fokus membidik.


Karena ini adalah perburuan senyap, Hana maupun Hani anak membuat pembunuh ini seperti di lakukan oleh organisasi pembunuh internasional! Mereka yang memang mantan dari anggota organisasi itu sangat ahli dalam membunuh orang secara diam-diam.


Breet...!


Suara senapan dengan peredam tinggi terdengar di atap gedung sebrang Hotel Glasir Langit! Setelah beberapa detik tembakan itu di lepaskan.


Orang di kamar hotel yang sedang melakukan adegan dewasa langsung hancur kepalanya karena di temus perlu dengan diameter yang cukup besar.


"Kemapuan menembak mu semakin baik!" Ucap Hana yang ada di sebelahnya.


Dia juga menggunakan teropong kecil, untuk mengawasi sekitar dan melihat juga ke kamar target mereka! Sehingga setelah Hani berhasil, dia langsung memujinya.


"Ya, setelah aku berlatih beladiri menurut ku pandangan mata ku semakin baik saja!" Jawab Hani.


Dia tidak buru-buru, untuk mengeksekusi korban ke 2 karena kamar mereka terpisah! Sehingga aman, meskipun kamar mereka berdampingan namun kamar hotel mewah di lengkapi dengan kedap suara jadi orang di karma sebelah tidak akan mendengarkan sedikitpun meskipun orang di kamar sebelah menjerit, mengerang maupun mendesah nikmat.


"Selesaikan tugas di sini dengan cepat! Kita segera pindah ke target berikutnya." Ucap Hana kembali.

__ADS_1


"Baik kak..!" Hani tidak membantah, dia sangat menurut kepala kakaknya! Sehingga setelah dia di sedikit di tekan oleh kakaknya untuk menghormati Alda, Hani menurutnya dan berusaha.


Hani melihat arah angin sebentar! Setelah sudah merasakan langsung fokus untuk membidik.


Treet..!


Hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 detik! Tembakan kedua melesat, peluru berwarna keemasan keluar dari moncong hitam yang mengerikan mencari targetnya.


"Selesai..!" Ucap Hani dengan keyakinan tinggal.


"Korban kita selanjutnya cukup jauh..!" Ucap Hana, dia telah melihat kordiat yang di kirim Dion.


"Tidak masalah, jika melakukan seperti ini sangat mudah!" Ucap Hani, sambil mengemasi barang-barang yang di gunakan sebelumnya.


"Huff...!" Hana menghela nafas berat.


Setelah beberapa menit, mereka segera turun dari gedung itu! Setelah melakukan penyamaran kembali saat mereka masuk.


Mereka sangat ahli dalam hal ini! Sehingga tidak ada kesalahan apapun.


*


Di distrik timur.


Tama sedang meminum anggur enak di salah satu bar, dia dengan cara licik menggunakan panggilan pengalihan agar orang-orang yang ada di distrik timur bergerak ke arah selatan dan tengah, sehingga tugas membunuh di arahkan kepada Dion dan Alda.


Untungnya orang yang ada di distrik timur sangat sedikit! Hanya ada beberapa orang sehingga Tama melakukan ini dengan mudah.


"Alda kamu belum beres, aku sudah selesai sebelum kalian mulai! He-he-he..." Sambil menyesap anggur yang ada di gelas di hadapannya.


Dia melihat ke arah laptop yang ada di sampingnya! Setelah itu Tama menggelengkan kepalanya.


"Sial, bocah itu sang ahli dalam beberapa bidang! Hingga mencari seperti ini bisa di temukan dengan sang cepat." Ucapnya setelah melihat berkas yang di kirim Alda kepadanya.


Jika saja Dion dan Alda tahu sedang di curangi oleh Tama dengan cara seperti ini, setelah mereka bertemu nanti pasti Tama akan di hajar habis-habisan.


Setelah bergumam, Tama langsung bekerja! Dia mencocokkan segera data yang di kirim Alda dengan miliknya yang sudah di lacak sebelumnya.


\=


\=

__ADS_1


..


__ADS_2