
Chapter 197. LATIH TANDING.
\=
Setelah keduanya menyepakati akan bertarung beberapa jurus, seketika suasana di sana langsung tegang.
Bahkan Hani yang biasanya cuek pun langsung tertarik, karena dia ingin melihat bagaimana orang yang selalu berseteru bertanding di atas panggung duel.
Sedangkan Hana lebih tertarik lagi, dia adalah wanita yang ingin mendalami bela diri! Sehingga jika ada para master yang akan bertarung, dia sangat menantikan.
Wajahnya sampai terlihat begitu sumringah, bahkan dia duduk saja terlihat tidak tenang.
Di depan mereka sudah ada dua pemuda yang berdiri berhadapan! Dia adalah Riko dan Tama.
Memang tubuh Riko lebih besar, dan tinggi dia juga lebih tinggi beberapa sentimeter! Namun Tama tidak gentar sama sekali, dia malah mendongak dengan sombongnya.
Riko juga sama, dia setiap menghadapi Tama selalu sombong! Jadi dia tidak mengalah sedikitpun.
Dion dan Alda duduk dengan tenang di salah satu kursi yang menghadap ke arah mereka yang akan berduel.
"Baiklah, kapan kalian akan mulai jika terus bertatapan seperti itu?" Ucap Alda, saat melihat keduanya hanya berdiri bertatapan.
"Hehehe, sebenarnya aku juga tidak sabar! Karena akan aku tunjukkan latihan keras beberapa bulan ini di rumah." Ucap Riko sambil terkekeh.
Memang selama di rumah karena dia adalah harapan bagi keluarga Setiadi, Riko selalu bertarung dengan para tetua maupun para petarung yang di undang keluarga Setiadi! Itu juga bertujuan bahwa keluarga Setiadi memiliki keturunan yang sangat hebat seperti Riko.
"Berat apanya, paling² hanya lawan anak kemarin sore. Yang belum tahu dunia seni beladiri seperti apa." Jawab Tama dengan sinis.
"Hehehe, sebaiknya kamu siapa Tama! Akan ku gebug dengan kuat!" Riko sangat percaya diri dengan kekuatan dia sekarang.
Karena benar-benar sudah berlatih sangat keras di kota Emerald.
Mereka berdua langsung tidak bicara lagi, jika latih tanding seperti ini apa lagi sesama teman satu perguruan! Mereka semua akan sangat serius, karena masing-masing dari mereka tidak ingin kalah dari yang lainnya.
Bahkan, jika mereka melawan Alda meskipun sudah tahu akan kalah namun mereka malah semakin serius dan semangat! Karena seni beladiri semakin meningkat jika bertarung dengan orang-orang yang levelnya di atas mereka.
Sehingga orang-orang ini semakin semangat! Namun apa bila bertarung dengan yang setara mereka juga sangat serius namun di dasari dengan ambisi untuk menang.
Jika dengan orang yang lebih kuat, mereka serius dengan ambisi belajar dan meningkatkan kekuatan ke tahap lebih tinggi lagi.
Riko dan Tama langsung memasang kuda-kuda, meskipun kuda-kuda mereka sama namun mereka masih bingung celah mana yang harus di ambil.
Karena kuda-kuda mereka, adalah kuda-kuda kuat yang bisa menyerang dengan jurus apa saja setelah di serang oleh lawan.
Jadi keduanya tidak ada yang berinisiatif mengambil tindakan menyerang dulu! Namun setelah cukup lama, saling menelisik Riko bergerak ke samping dengan kecepatan tinggi.
Woooss..!
__ADS_1
Tap... Woosss..!
Namun gerakan itu hanya untuk mengecoh pandangan dan prediksi Tama! Dia bergerak dengan zig-zag, ke kiri dan ke kanan dengan cepat.
Tama bergerak mundur! Setelah itu malah langsung bergerak lurus dengan tinju yang meledak.
Tap..Tap..!
Woosss..!
Tangan kanan Tama lurus ke depan, dengan kecepatan tinggi! Karena Riko tadi bergerak zig-zag, sehingga dia langsung memblokir serangan Tama dengan pukulan juga namun dia kurang siap sehingga hanya membelokkan serangan Tama.
Baammm..!
Pukulan Tama melesat, lengan tangannya di tahan oleh Riko! Setelah itu Tama langsung berjungkir balik memutar badan dengan tendangan kaki kanan menyerang Riko.
Baammm..!
Lengan kiri Riko bertebaran dengan kaki Tama di depan mukanya! Setelah itu Riko langsung mundur karena terpental dengan serangan Tama sejauh 4 langkah, Tama juga terpental dua langkah.
"Hahahaha, hanya seperti ini yang katanya berlatih keras." Cibir Tama, dia langsung sombong karena serangan tadi unggul dua langkah di bandingkan Riko.
Riko hanya menggelengkan kepalanya, karena tekanan angin itu menerpa wajah dan matanya! Lalu dia mendengus dingin.
"Huh...! Hanya seperti itu! Kamu begitu sombong, lihat ini serangan ku." Ucap Riko.
Kraakkk.. kraakkk..!
"Mana tunjukkan! Seperti apa kekuatan yang katanya telah berlatih keras!" Tama masih saja mencibir.
Dia sangat senang sekarang, karena meskipun dia tidak berlatih keras selama beberapa bulan ini! Namun masih bisa menendang Riko mundur 4 langkah jauhnya.
Padahal dulu saat di perguruan terpencil mereka benar-benar di katakan seimbang dalam segala hal.
Woosss..!
Riko langsung bergerak dengan cepat, kali ini dia tidak zig-zag lagi! Bahkan pukulan yang datang kali ini sangat ganas.
"Gila, ini sangat mengerikan bukan?" Ucap Hana, dia sangat tahu serangan Riko kali ini sangat mengerikan.
Bahkan Tama sendiri langsung tertegun, karena dia tidak pernah melihat kekuatan Riko yang seperti sekarang.
Woosss!
Tama juga langsung maju, meskipun tadi terkejut di awal dia tidak ingin kalah hanya karena gaya dorong seperti yang dia lakukan terhadap Riko tadi.
Sehingga dia langsung maju, dengan kuat tangan kanan langsung terulur dengan pukulan yang hampir sama dengan pukulan Riko.
__ADS_1
Baammm..!
Dua pukulan saling bertabrakan, lalu terdengar bunyi kreeek dengan samar.
Tama terpental mundur dua langkah! Sedangkan Riko hanya mundur satu langkah, sehingga kejadian tadi seperti terulang.
Namun Riko tidak membanggakan, dia yakin potensi pukulan tadi masih kurang maksimal.
Sedangkan Tama sedikit mengernyitkan keningnya karena menahan sakit di lengan dan jari tengah miliknya, karena sedikit terkilir oleh serangan Riko.
Namun Tama langsung menyembunyikan raut wajahnya! Namun Alda masih bisa melihatnya sehingga Alda hanya tersenyum tipis.
'Memang Tama ini kurang latihan setelah turun gunung! Sehingga saat ini kekuatan tulang miliknya sedikit menurun.' Ucap Alda di dalam hati.
Setelah itu, Riko langsung menyerang Tama tanpa ampun! Tendangan pukulan saling beradu di atap villa mewah milik Alda itu.
Suara menggelegar terus terdengar! Namun memang Riko lebih unggul sedikit, mungkin yang di maksud latihan keras Riko yang menghasilkan dia lebih unggul sedikit.
Akhirnya mereka terengah-engah, nafas keduanya naik turun! Mereka bertarung banyak jurus dari perguruan terpencil mereka, namun kadang-kadang mereka menyerang dengan jurus yang berbeda karena mereka mempelajari dari buku manual beladiri.
Baammm..!
Braakk..!
Buuuk..!
Setelah tendangan keduanya saling bentrokan di udara! Tama dan Riko mundur jauh, wajah Tama sudah ada dua bekas pukulan yang di pancarkan Riko.
Sedangkan Riko hanya satu, sehingga dia langsung berbicara.
"Bagaimana, aku berhasil memukul wajah mu dia kali! Sedangkan kamu hanya satu kali ha-ha-ha, aku menang." Ucap Riko dengan senyum lebar.
Dia tidak peduli rasa sakit akibat pukulan Tama di wajahnya! Namun karena menurutnya dia sekarang menang, meskipun sangat tipis karena unggul satu pukulan yang tidak di blokir oleh Tama.
"Sial, kenapa bisa seperti ini?" Keluh Tama sangat kesal.
Tama memang tahu, dia kalah satu pukulan! Namun rasanya sangat kesal.
"Baiklah, cukup! Makanan kita sudah datang." Ucap Alda, setelah itu dia bangkit dari kursi tempat dia duduk.
"Masih belum...!" Protes Tama.
Namun Alda, melambaikan tangannya! " Sudah lah lebih baik kedepannya kamu berlatih lebih keras lagi seperti kami, jangan hanya karena ada pengawal jadi malas." Sindir Alda.
Ucap itu langsung menusuk hati Tama, namun dia tidak bisa menjawab sindiran Alda itu hingga akhirnya dia hanya bisa pasrah.
\=
__ADS_1
\=
...