
Chapter 161. ATURAN TIDAK TERTULIS.
\=
Dion dan orang tua itu masuk ke dalam belakang restoran! Mereka menuju ruang pengawasan karena di sana DVR di tempatkan.
Dion tahu bahwa orang tua ini bukan orang tua sembarangan, karena meskipun sudah tua sorot matanya begitu tajam! Di tambah nafasnya begitu teratur dan langkahnya sangat ringan meskipun sudah tua.
Keduanya dengan cepat masuk ke ruang pengawasan! Akhirnya di sana Dion langsung membuka rekaman 30 menit lalu.
Dia dengan cepat melihat bahwa Luna datang sendirian! Namun setelah duduk pergerakan Luna tetap di sana selama hampir 30 menit, namun setelah dia minum cappuccino cincau Luna langsung tidak sadarkan diri.
Dion melihat itu dengan di percepat 60 kali lipat! Namun semua pergerakan dapat di baca dengan teliti oleh Dion.
Melihat ini, aura membunuh keluarga dari tubuh Dion dan menekan orang tua di pinggirnya saat ini.
Orang tua itu merasakan tekan berat dan aura pembunuhan yang kuat, akhirnya telah mengkonfirmasi bahwa Dion adalah seorang master.
"Baiklah nak, segera susul orang-orang itu jika kamu tidak ingin terjadi apa-apa dengan wanita muda yang mereka celakai." Ucap orang tua itu dengan sedikit senyum getir.
"Apa kamu tidak ingin memberikan penjelasan?" Ucap Dion setelah menekan tombol jeda.
Akhirnya, hanya dengan saling memandang laki-laki tua itu tidak bisa menahan aura milik Dion! Dia tahu meskipun dia di dalam kondisi prima saat waktu itu dia tidak akan bisa menang melawan anak muda di hadapannya itu.
Apa lagi sekarang, dia sudah terluka cukup parah waktu itu! Dia yakin hanya dengan sekali gerakan Dion dia akan kalah telak.
"Setelah kamu bisa menyelamatkan wanita muda itu! Datang lagi ke sini, akan aku berikan penjelasan yang memuaskan." Jawab laki-laki tua itu dengan raut tegas.
Diao mengangguk sedikit, lalu melanjutkan melihat video di layar tv di sana! Setelah melihat Bara dan Wida keluar dari dalam restoran Diao bergumam.
"Ternyata mereka?" Ucapnya.
"Kamu kenal dengan mereka berdua?" Tanya orang tua itu setelah melihat ekspresi Dion.
"Ya, urusan ku di sini sudah selesai..!" Ucap Dion langsung berjalan keluar sambil mengeluarkan ponselnya.
"Dengarkan perintah! Tutup semua jalur keluar distrik selatan hingga ke kaki gunung! Cari Bara dan Wida jika di temukan langsung ringkus keduanya!" Ucap Dion sambil berjalan setelah sambungan teleponnya terhubung.
Orang tua itu yang ada di belakang hanya bisa menggelengkan kepalanya! Sambil bergumam.
"Jamal kamu mencari musuh yang salah kali ini!" Keluhannya.
Dia lalu melihat Dion pergi dengan mobil off-road besar miliknya.
Melihat restoran itu kembali sepi, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Kakak, kenapa kakek tidak membunuh dia yang sudah hampir membunuh ku?" Tanya pelayan muda yang sekarang menghampiri orang tua itu.
__ADS_1
"Kita hanya membalas Budi kepada Jamal! Setelah ini kita tidak ada sangkut pautnya dengan mereka, sedangkan untuk membunuh anak muda itu kakek tidak mampu sama sekali." Ucap orang tua itu dengan lesu.
Deg...!
"Kakek, apa dia sangat hebat?" Ucapnya dengan sedikit getaran.
"Bodoh! Apa kamu tadi tidak merasakan serangan dia seberapa cepat?" Tanya orang tua itu pada cucunya.
"Itu memang sangat cepat, jika tidak aku bisa menghindari dengan mudah." Keluh wanita muda dengan sedikit kecewa.
"Baiklah, kedepannya harus banyak berlatih! Karena orang-orang kuat seperti anak muda itu cukup banyak, meskipun rata-rata mereka kebanyakan bersembunyi di sungai dan pegunungan, bahkan ada di tiap-tiap keluarga besar." Jawab laki-laki tua itu dengan sungguh-sungguh.
"Baik kakek" Jawabannya.
*
Meskipun instruksi Dion sedikit terlambat.
Namun karena hanya selisih beberapa menit saja setelah Luna di bawa pergi! Sedangkan Bara dan Wida pergi menuju kota Mako, dengan perjalanan tercepat menuju kota Mako mereka melewati distrik selatan sekitar 25 menit.
Setelah mereka masuk ke distrik selatan, instruksi Dion sampai! Dengan cepat pasukan dari kelompok Beruang Hitam bergerak.
Ada juga beberapa anggota baru yang langsung bergerak! Distrik selatan di tutup dari jalan pegunungan dan masuk ke pusat kota Mako.
"Hei, apa kamu merasakan ada yang tidak beres?" Ucap Wida kepada Bara.
Ini membuat hati Wida seketika menegang! Seperti naluri jika seseorang sedang melakukan kejahatan pasti setiap sesuatu akan merasakan kecemasan, begitu juga yang di alami olah Wida.
"Apanya yang aneh, seperti biasa ini aman!" Ucap Bara dengan santai.
Dia adalah orang yang dulunya berada di eksekutif Grup Champion Ship! Sehingga dengan pemeriksaan seperti ini dia anggap biasa saja.
Saat giliran mobil mereka sampai di pemeriksaan! Anggota baru dari kelompok Beruang Hitam melihat wajah Wida dan Bara tidak asing.
"Buka kaca!" Ucapnya, karena ingin jelas melihat.
Setelah membuka kaca, wajah Bara dan Wida terlihat jelas! Setelah itu anggota baru kelompok Beruang Hitam menyipitkan matanya.
"Keluarkan surat-surat kalian!" Ucap anggota baru kelompok Beruang Hitam.
"Surat-surat apa, apa kalian mempunyai hak untuk meminta seperti itu?" Tanya Bara, mulai gelisah.
Baammm..!
Baammm..!
"Aaaahhh....! Tolong orang main hakim sendiri...!" Teriak Wida.
__ADS_1
Bara langsung di pukul dengan cepat, setelah dua kali pukulan bara hanya bisa mengerang kesakitan! Karena luka sebelumnya baru saja sembuh kini bonyok kembali.
Mendengar teriakkan dari Wida, tidak ada orang yang berani bergerak maju! Mereka tahu jika ada pemeriksaan seperti ini berarti ada orang jahat yang di cari oleh orang berkuasa.
Aturan tidak tertulis seperti itu mereka semua rata-rata tahu! Apa lagi ini kota Mako, sehingga penduduk yang sudah lama tinggal di sini sudah paham.
Braakk..!
Buuk..!
Pintu mobil sebelah di buka secara paksa oleh orang-orang yang memeriksa di sana, setelah itu Wida langsung di hantam di belakang kepalanya hingga tidak sadarkan diri.
"Wanita yang merepotkan!" Ucap anggota dari kelompok Beruang Hitam.
Tatapan dia sangat kejam, sehingga membuat Bara semakin ketakutan! Dia melihat ke arah sepion belakang berharap beberapa orang yang mengikutinya langsung mengambil tindakan.
Benar saja, ada empat orang di mojok belakang langsung keluar! Setelah itu tanpa basa-basi langsung menyerang orang-orang yang sedang melakukan pemeriksaan.
"Hati-hati, di belakang ada serangan!" Seseorang mengingatkan.
Woss..!
Buuk..!
Braakk..!
Pukulan tongkat dan tendangan tersebut terdengar, Bara ingin kabur namun dia terus bergetar.
Sedangkan orang yang melakukan pemeriksaan di jalan ini cukup banyak! Dengan jumlah musuh yang lebih sedikit dengan cepat di kalahkan.
"Di jalan Arteri pelaku di temukan! Segera kirim bantuan!" Ucap salah satu anggota Beruang Hitam melalui talkie-walkie.
"Segera datang..!" Jawab orang di sebrang sana dengan cepat.
"Brengsek beraninya bertingkah di kota Mako!" Ucap kelompok Beruang Hitam kepada beberapa orang, yang pasti di tunjukkan kepada Bara.
Braakk..!
Bara di hantam dengan tongkat baja hingga kepalanya terkulai! Setelah itu dua mobil itu di pinggiran dan arus lalulintas di lancarkan kembali.
Bahkan orang-orang dari kelompok Beruang Hitam sedikit memberikan ancaman, agar orang-orang yang melihat ini tidak menyebarkan berita bohong atau desa desu apapun.
Orang-orang di dalam mobil hanya bisa patuh karena mereka juga tidak ingin mencari musuh, apa lagi mereka hanya warga biasa sehingga wajar mereka takut dan patuh saja.
\=
...
__ADS_1