Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
048 BERPISAH


__ADS_3

Chapter 048. BERPISAH


\=


Malam semakin larut, kini tiga mobil Barus saja keluar dari kediaman keluarga Sanggoro! Mereka adalah Alda dan yang lainnya.


Setelah semuanya beres, mereka langsung kembali ke hotel kota Emerald! Karena Tama sudah di tunggu oleh utusan keluarganya.


Malam ini cukup tenang, namun hiruk-pikuk di kota Emerald tidak terhindarkan! Mereka semua sibuk menjalankan aktivitas mereka masing-masing, namun dari mereka semua tidak ada yang tahu bahwa kejadian besar yang di lakukan oleh anak-anak muda akan mengerjakan arus bisnis kota Emerald berubah arah.


Bukan hanya arus bisnis, bahkan posisi mafia dan sekelompok orang-orang bawah tanah kota Emerald akan berubah juga karena kematian dari Sugi.


Sedangkan untuk bisnis legal, bahkan lebih heboh lagi nantinya! Karena perusahaan grup Sanggoro akan pindak kepemilikan besok pagi.


Kini dua mobil off-road besar dan satu mobil BMW seri 7, sudah sampai di depan hotel kota! Namun orang-orang terfokus pada mobil Mercedez Benz G-Class yang begini depannya cukup parah rusaknya.


Orang-orang berpikir, sangat sayang sekali mobil yang begitu bagus dan bisa di bilang cukup mewah di hancurkan seperti itu! Mereka akan lebih terkejut jika tahu bahwa mobil itu rusak di sengaja dengan menabrak pagar rumah yang kokoh.


Jika bisa orang-orang itu ingin memaki, dari pada di rusak begitu saja lebih baik berikan saja pada kami.


Setelah Tama dan yang lainnya masuk hotel dan baru sampai lobi hotel kota Emerald, sekelompok orang yang di pimpin oleh seorang paruh baya yang enerjik dan klimis dengan berpakaian jas dan sepatu kulit langsung menghampiri mereka.


"Tuan muda Aditya, akhirnya anda sampai juga kami semua sungguh cemas!" Ucap laki-laki paruh baya itu langsung membungkuk pada Tama.


"Buf...!" Riko ingin tertawa tapi di tahan di depan mulutnya oleh Alda yang kebetulan ada di sampingnya.


Setelah mulutnya di cengkram oleh Alda, barulah Riko teringat bahwa dia sebelumnya bermusuhan karena saling meledak dengan sebutan tuan muda.


"Paman Sam, ternyata kamu yang datang?" Ucap Tama tanpa perubahan ekspresi.


"Benar tuan muda, saya di perintahkan tuan besar menjemput anda di kota Emerald!" Jawab laki-laki paruh baya itu yang di panggil Sam.


Dia adalah Sam Lawi, salah satu orang kepercayaan dari tuan besar Aditya yang menjabat sekarang.


"Baiklah, ikut aku! Kita akan berangkat kapan?" Ucap Tama.

__ADS_1


"Malam ini tuan muda!" Ucap Sam Lawi.


Dia berbicara dengan Sam Lawi sangat tegas tanpa bercanda, tidak seperti dia saat berbicara dengan Alda dan yang lainnya seperti jarang serius.


Tama tidak menjawab, dia malahan langsung melangkah maju masuk ke dalam hotel kota Emerald.


Alda melihat ini hanya geleng-geleng kepala saja! Dia menggelengkan kepalanya karena teman-teman seperguruannya ternyata orang-orang hebat semuanya.


Dia awalnya saat di asingkan dari keluarga Button, dia merasa bahwa dia di buang dan hanya kakeknya yang perhatian! Lambat laun setelah bergaul dengan teman-teman dia seperti lupa akan kehidupan di dunia sekuler seperti sekarang.


Sehingga di pikiran Alda sekarang, dia lebih dekat dengan teman-temannya ini dari pada keluarga Button.


Itulah kenapa saat dia turun gunung, dia tidak ingin ada yang tahu keluarga Button. tapi nyatanya keputusan Alda tepat, karena bahwa kabar di keluarga Button 10 tahun yang lalu Alda hilang secara misterius setelah beberapa bulan ayah dan ibunya meninggal.


Sehingga jika dia kembali, maka akan menjadi perburuan dari pihak keluarganya sendiri! Untuknya dengan kekuatan koneksi kakeknya, dia masih bisa menyelamatkan Alda.


Karena kolusi antara keluarga besar sangat mengerikan! Masih cukup untung bahwa tuan besar Button masih memegang kendali di puncak meskipun tidak begitu besar selama 10 tahun ini.


Jika tidak, maka keluarga Button sudah jatuh ke dalam kekuasaan keluarga cabang.


Dia pikir setelah Riko bebas dari pengejaran pembunuh bayaran, maka keduanya bebas maka pemikiran itu salah besar keduanya masih di seret pergi hingga sampai di hotel ini.


Namun setelah melihat beberapa orang hang terlibat berkuasa itu membungkuk ke arah Tama, keduanya seketika berpikir bahwa orang-orang yang ingin dia bunuh benar-benar memiliki kekuasaan yang tinggi.


Setelah sampai di depan kamar yang sebelumnya, Tama membalikkan badan.


"Besok pagi saja, sekarang kita istirahat dulu." Ucap Tama kepada Sam Lawi dan yang lainnya.


"Baiklah tuan muda, jika butuh bantuan hubungan saya! Karena saya tinggal di kamar sebelah anda." Ucap Sam Lawi dengan hormat.


"Ya..!" Jawab Tama singkat.


Setelah itu dia pergi lalu masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.


Hana dan Hani yang kebingungan karena dia bukan tinggal di sini seketika canggung dia ingin menegur Alda namun sebelum dia berbicara Alda berbicara terlebih dahulu.

__ADS_1


"Kalian masuk lah ikuti kami!" Ucap Alda kepada keduanya.


Di dalam kamar Tama diam saja, dia duduk di kursi panjang di ruang tamu kamar Suite hotel itu.


Setelah cukup beberapa menit diam, akhirnya Tama berucap.


"Setelah pagi tiba, kita akan berpisah!" Ucap Tama kepada semuanya.


Terutama kepada Alda, Diao dan Riko! Mereka bertiga sudah Tama anggap seperti saudaranya sehingga setelah saatnya berpisah dia seperti enggan.


Kejadian saat di gunung sudah parah terjadi, hingga guru mereka tidak membicarakan sesuatu sedikit pun sehingga perpisahan saat itu sedikit canggung.


Namun karena saat itu mereka masih bersama tidak begitu berat untuk melepasnya, namun sekarang beberapa dari mereka akan berpisah.


"Baiklah, tidak perlu di pikirkan! Sekarang ada ponsel kita bisa saling terus menghubungi kedepannya!" Ucap Alda yang membuat perasaan semuanya menjadi stabil kembali.


"Benar, setelah kalian di tempat masing-masing jangan sungkan untuk meminta bantuan jika dalam keadaan terdesak, aku sebagai sahabat akan ke sana dengan cepat!" Riko juga menambahkan semangat agar tidak tenggelam dalam kesedihan.


Semuanya hampir mendesah pelan, karena sudah mempunyai ponsel masing-masing mereka juga sudah saling menyimpan nomer telfon teman-temannya.


Akhirnya orang-orang itu terus mengobrol sampai sedikit larut malam, keempatnya tidak mempedulikan Hana dan Hani yang termasuk orang luar, karena itu bukan rahasia bagi keempatnya.


Sedangkan Sinta merasakan kesedihan mendalam, dia memandangi Alda dengan tatapan nanar! Sebenarnya dia ingin mengucapkan sesuatu yang mengganjal namun merasa sangat berat.


Entah apa yang sedang dia pikirkan, hingga akhirnya sudut matanya sedikit basah namun langsung di hapus setelahnya dia senyum simpul untuk menghibur dirinya sendiri.


Setelah puas berbincang, semuanya kembali ke kamar masing-masing! Hani dan Hana masuk ke kamar bersama Sinta.


Alda hanya memperingatkan bahwa mereka jangan macam-macam, karena mencarinya di semua negara Trukotan hanyalah hal mudah.


Seketika, kedua saudari itu hanya bisa mengangguk kepalanya seperti ayam mematuk makanan! Keduanya sudah terlanjur takut dengan Alda dan yang lainnya.


\=


...

__ADS_1


__ADS_2