
Chapter 260. SERANGAN JANTUNG.
\=
Beberapa saat sebelumnya di ruangan VVIP rawat inap, rumah sakit internasional kota Westa.
"Ayah, akhirnya anda sadar! Apa yang sebenarnya terjadi ayah?" Tanya Ahsan Readbulld kepada Hansen Readbulld yang kini kebangun dari tidur panjangnya.
"Di mana aku sekarang?" Tanya Hansen Readbulld, dia merasakan rasa pusing yang amat sangat di kepalanya.
"Ayah ada di rumah sakit internasional kota Westa!" Jawab Ahsan Readbulld.
"Hah, di rumah sakit? Di mana pemuda itu?" Ucap Hansen Readbulld samar-samar teringat kejadian semalam.
"Pemuda? Ayah, ayah di bawah ke sini semalam! Bahkan Hiski sekarang dalam keadaan kritis, 8 pengawal kita juga banyak yang koma ayah entah mereka bisa selamat apa tidak, dokter masih belum bisa memastikan." Jawab Ahsan Readbulld menjelaskan.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Keluh Hansen Readbulld, dia mencoba memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.
"Ayah, aku tidak tahu apa yang terjadi! Apa lagi sekarang aku sedang cukup bingung, karena perusahaan milik keluarga kita sekarang sedang gempar, coba ayah jelaskan apa ini dan bagaimana bisa ayah menjual itu semua?" Ucap Ahsan Readbulld langsung menyodorkan tablet besar kepada ayahnya.
Hansen Readbulld melirik artikel yang ada di sana dia membaca dengan teliti satu persatu, namun setelah menelaah keseluruhan dia terkejut! Namun karena dia pemegang mutlak itu semua dan tidak pernah melakukan kesepakatan dia masih sedikit tentang mungkin itu hanya isu.
"Tidak, mungkin itu hanya isu dari orang-orang yang tidak suka dengan keluarga Readbulld!" Jawab Hansen Readbulld dengan yakin, namun di kedalaman matanya dia sedikit ketakutan.
"Tapi ayah, ini ada juga berkas resmi pemindahan kepemilikan itu semua! Bahkan ada tanda tangan ayah dan sidik jari yang terkonfirmasi." Lanjut Ahsan Readbulld menujunya bukti lain.
"Tidak mungkin..!" Ucap Hansen Readbulld.
Dia langsung merebut tablet itu kembali dan melihat dengan serius! Setelah memastikan beberapa kali jantungnya langsung bereaksi.
Deg..!
Baamm..!
"Bufff..!"
Kejutan besar langsung memukul rongga jantung terdalam! Seketika detak jantung itu berhenti sesaat dan akhirnya Hansen Readbulld memuntahkan seteguk darah lalu tidak sadarkan diri kembali.
Suara keras itu adalah, benturan tablet yang tadi di pegang oleh Hansen Readbulld dan terjatuh ke lantai hingga pecah berantakan.
Padahal dia baru siuman beberapa menit, dokter yang bertanggung jawab saja belum melihat dia sadar namun kini dia kembali tidak sadarkan diri.
"Ayah bangun ayah! Jangan membuat aku takut, ayah bangun!" Ahsan Readbulld berteriak di ruangan itu.
Dia berusaha mengguncang ayahnya yang baru saja pingsan! Namun matanya sudah terbalik hingga kini hanya ada putihnya saja yang terlihat.
__ADS_1
Braakk..!
"Tuan Readbulld ada apa ini?" Ucap petugas media dan beberapa dokter di sana.
Setelah membuka pintu dengan sedikit kadar orang-orang petugas medis masuk.
Salah satu dokter melihat ada bekas banyak darah di badan pasien dan mulutnya akhirnya dia langsung memeriksa! Begitu juga beberapa ahli medis lainnya membantu sebisa mungkin.
Setelah beberapa menit pemeriksaan, salah satu dokter menggelengkan kepalanya! Dia langsung mengambil alat kejut jantung.
Deg..Deg..Deg..!
Ruangan itu seketika sibuk, sedangkan Ahsan Readbulld hanya bisa menatap dengan nanar.
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan ayah ku?" Ucapnya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Tuan Readbulld, sekarang tuan besar Readbulld terkena serangan jantung!" Ucap salah satu dokter yang ada di sana.
"Apa serangan jantung?" Ahsan Readbulld juga terkejut.
Dia adalah orang yang selalu bergantung dengan ayahnya! Meskipun dia di kenal dengan orang yang cerdas, namun jika tidak ada ayahnya dia sangat bimbang sehingga tidak bisa berpikir jernih, jadi saat seperti ini dia gugup.
Sehingga saat perusahaan sedang berantakan seperti sekarang tidak ada ayahnya dia seperti orang berotak udang tidak tahu apa-apa, padahal biasanya tenang dan licik tapi sekarang untuk memutuskan sesuatu saja dia tidak berani.
Sehingga dia langsung menemui ayahnya di rumah sakit! Namun malah terjadi hal seperti ini membuat dia lebih bingung.
"Ah, baik aku baik! Dokter tolong selamatkan ayah saya dengan segala cara, berapapun biayanya akan kami tanggung." Ucap Ahsan Readbulld setelah sadar.
"Ya, kami akan berusaha keras! Tapi sekarang keadaan tuan besar Readbulld sudah melewati keadaan kritis, sekaran jantungnya sudah kembali berdetak, sehingga keduanya cukup aman! Tapi entah kapan tuan besar Readbulld bisa sadar, kami belum bisa memastikan." Ucap dokter itu, sedangkan tenaga media lainnya masih bekerja.
"Huff, terimakasih dokter!" Jawab Ahsan Readbulld sedikit lega, namun dia masih khawatir dengan keadaan perusahaan milik keluarganya.
Akhirnya pekerjaan petugas media rumah sakit internasional kota Westa selesai, kini ruangan VVIP itu kembali hening.
Ahsan Readbulld terus berpikir keras, entah kenapa meskipun dia licik dan cerdas namun jika keadaan seperti ini dia sulit berpikir.
Akhirnya dia sedikit tahu, setelah melihat reaksi ayahnya, dia yakin bahwa kejadian itu benar-benar terjadi.
"Aku harus mencari informasi ke Hotel Emperor, sepertinya hanya di sana aku bisa tahu segalanya!" Gumam Ahsan Readbulld setelah berpikir lama.
Dengan cepat dia keluar dari kamar VVIP itu, karena akan mencari informasi yang belum dia tahu pasti.
*
Sedangkan di kediaman keluarga Aditya.
__ADS_1
Alda sedang duduk di halaman belakang, seperti biasa dia melakukan gerakan latihan sederhana, namun sekarang dia tidak di temani oleh Hana maupun Hani.
Alda tidak memikirkan itu semua, dia hanya melihat semua informasi yang sedang terjadi di kota Westa kali ini.
Dia hanya tersenyum simpul, lalu kembali melihat informasi lainnya yang dia dapatkan dari Rizal.
"Kerja Rizal benar-benar sangat cepat tepat dan efisien, Dion beruntung mempunyai orang-orang sepertinya." Ucap Alda sambil terus melihat kehebohan yang di ciptakan oleh media masa.
"Hai Alda! Aku sudah tidak tahan ingin tahu kejadian sebenarnya di ruangan 203 Hotel Emperor saat malam kemarin?" Dari dalam kediaman Tama keluar.
Dia sudah tidak tahan, karena hari ini dia sudah melihat kegemparan yang berhubungan dengan Alda dan Grup Brighton.
Sehingga dia langsung menyimpulkan, bahwa kejadian ini ada hubungannya dengan kejadian di ruangan 203.
"Boleh, apa kamu sudah menghapus rekaman cctv di ruangan itu seperti apa keinginan ku kemarin?" Tanya Alda setelah menyimpan ponselnya.
Tama yang sekarang duduk di depan Alda memandang dengan serius! Padahal dia sudah tidak ingin membicarakan tentang ruangan 203 karena jika membicarakan ini dia teringat kesalah pahaman dia dengan Alda waktu itu.
"Sudah, aku sudah menghapusnya! Sebenarnya apa yang terjadi?" Tama sudah begitu penasaran.
"Ini bermula tentang keluarga Readbulld yang ingin merampas lahan tanah di distrik baru kota Westa.........!" Alda menceritakan dari awal mula Tama memberi tahu bahwa Keluarga Readbulld ingat membeli sebidang tanah yang di miliki Grup Brighton.
Hingga akhirnya Hansen Readbulld dan cucunya Hiski Readbulld menargetkan dua lahan milik Grup Brighton, hang paling parah Hiski Readbulld menginginkan Hana melayaninya sehingga terjadilah perkelahian yang brutal.
Alda menceritakan dengan terperinci, setelah mendengar itu semua wajah Tama langsung memerah.
Karena dia yang sudah salah paham di awal, sehingga setelah mendengar cerita keseluruhan dia langsung merasa malu.
Akhirnya dia memilih menyembuhkan kesalah pahaman kemarin! Namun dia bereaksi lain.
Karena Alda sudah merampok tiga property milik keluarga Readbulld yang paling menguntungkan dan bahkan sekarang menghebohkan kota Westa di kalangan atas.
"Alda kamu harus hati-hati dengan keluarga Readbulld ini! Di keluarga ini ada orang yang paling berbahaya, dia adalah Ahsan Readbulld! Laki-laki paruh baya ini selalu bersikap hati-hati namun setelah tahu masalah akan sangat agresif." Ucap Tama menjelaskan.
Tama tidak tahu, yang sebenarnya jika Ahsan Readbulld tidak ada ayahnya dia seperti macan yang ompong, bahkan untuk melawan kerbau saja sulit karena tidak ada tarung dan cakarnya.
"Baiklah terimakasih, tapi sekarang yang lebih berbahaya adalah para master luar negeri berdatangan ke kota Westa! Mereka bisa di bilang master yang kuat." Ucap Alda, dia seperti tidak peduli dengan keluarga Readbulld.
Karena keluarga Readbulld berani bertujuan merampok, maka mereka harus siap di rampok.
"Apa itu bener, sepertinya sangat seru! Ingat Alda jangan lewatkan aku di dalam masalah ini!" Ucap Tama sedikit cengengesan.
\=
\=
__ADS_1
...