Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
162 DION SANGAT MARAH.


__ADS_3

Chapter 162. DION SANGAT MARAH.


\=


Hanya perlu beberapa menit saja bala bantuan sudah datang! Memang karena posisi tempat mereka berjaga tidak begitu jauh dari jalan Arteri itu.


Semua orang yang mengikuti Bara langsung di ringkus dan di ikat! Sedangkan setelah menggeledah mobil bara Luna di temukan di ikat, masih belum sadarkan diri.


Bara mengikat seperti itu sebenarnya untuk mengantisipasi, namun dia tidak menyangka orang-orang dari Dion akan bekerja begitu cepat dan efisien.


Tak butuh waktu lama, Dion yang sudah mendapatkan kabar langsung menuju ke jalan Arteri! Raungan mobil off-road milik Dion sangat mengintimidasi orang-orang di jalan raya itu.


Setelah sampai, Diao langsung keluar dan mendatangi orang dari kelompok Beruang Hitam.


"Ketua, selamat datang..!" Ucap mereka hampir serempak.


"Baiklah, mana orangnya?" Ucap Dion sambil mengangkat tangan.


Yang di maksud orangnya adalah Luna! Sedangkan untuk Bara dan Wida dia tidak memperdulikan.


"Ketua, ini....!" Ucap salah satu dari mereka, sambil membawa Dion ke kursi belakang mobil yang di bawa Bara.


Kini Luna susah di sandaran di kursi, ikatan di tubuhnya sudah di lepas! Terlihat wajah cantiknya yang pucat karena di berikan obat bius yang cukup kuat.


Tanpa basa-basi, Dion langsung mengangkat Luan dan memindahkan ke dalam mobil off-road miliknya.


Sebelum pergi, Dion berucap! "Bereskan semuanya!" Sambil memberikan kode dengan menyayat lehernya.


"Setelah itu, kalian selidiki orang-orang di balik mereka! Musnahkan sampai ke akarnya. Aku tunggu kabar baik dari kalian!" Ucap Dion.


"Baik ketua, siap laksanakan!" Jawab salah satu dari mereka.


Sepertinya dia adalah pernah yang memimpin anggota baru itu.


Semua anggota kelompok Beruang Hitam melihat Dion pergi, setelah itu semuanya tahu apa yang mereka akan lakukan.


Jadi bergerak dengan cepat, untuk mengurus Bara dan Wida! Lalu beberapa dari orang-orang yang bersamanya.


Melakukan itu semua karena Dion sangat marah! Dia pikir kota Mako sudah aman dan ada di dalam kendali penuh kelompok Beruang Hitam, ternyata belum.

__ADS_1


Padahal dalam beberapa hari terakhir dia sering memusnahkan beberapa kelompok kecil, ada juga yang hanya di tekan untuk tidak terlalu membuat onar kedepannya.


Dion langsung pergi ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan Luna sekarang.


*


Di villa mewah milik Alda.


"Alda, apa kita akan terus makan minum bergerak di rumah setiap hari? Aku sudah begitu bosan!" Keluh Tama.


Alda juga heran, kenapa orang-orang dari organisasi gelap tidak lagi turun tangan! Mereka juga mengirimkan orang sangat sedikit, sedangkan Alda yakin bahwa kekuatan organisasi gelap tidak seburuk itu.


"Baiklah, apa kamu ingin makan keluar?" Tanya Alda, dia juga sebenarnya bosan namun sedang menunggu orang-orang organisasi gelap.


Namun sampai lebih dari 2 hari orang-orang itu tidak kunjung datang, sekalinya datang hanya dua orang sampah yang hanya di kalahkan oleh Tama dalam beberapa pukulan.


Alda tidak tahu, bahwa keluarga Jink di tekan oleh perjanjian antara keluarga besar! Jika saja tidak ada perjanjian itu keluarga Jink akan menjungkir balikan kota Mako dengan segera.


Karena kemarahan dari salah satu keluarga besar di ibu kota bukan sesuatu yang bisa di anggap remah! Meskipun keluarga itu yang berada di peringkat terakhir sekalipun.


Andai saja Ron Jink tahu kejadiannya akan seperti ini, dia adalah orang yang pertama akan menolak usulan dari perjanjian itu! Dia berencana mencari untung malah buntung.


Dia pikir, rencananya akan rusak oleh Tama tapi malah di rusak oleh kakeknya.


"Ayo keluar! Aku sering mendengar bahwa di kota Mako ini memiliki hiburan yang sangat besar, bagaimana kalau kita ke sana?" Ucap Tama dengan sorot mata berharap Alda setuju.


Alda tertegun sejenak, lalu mengerutkan keningnya. Meskipun dunia malam di kota Mako sangat istimewa! Namun Alda tidak pernah tertarik sedikitpun, karena di sana tempat masalah.


Alda sebagai orang yang cukup lurus dalam pandangan sehingga tidak begitu tertarik dengan yang namanya judi! Meskipun judi bisa membuat senang menurut Alda itu hanya buang-buang waktu.


Melihat ekspresi Alda seperti itu Tama sudah menunjukkan sedikit kekecewaan! Dia sudah bisa menebak apa pikiran Alda, bagiamana dia tidak tahu? Dia pernah tinggal bersama Alda selama 10 tahun itu bahkan lebih lama dari pada di tinggal dengan kerabat di keluarganya.


"Baiklah, aku akan memberitahu kedua wanita itu!" Ucap Alda akhirnya sedikit mengalah.


Yang di maksud dua wanita itu adalah Hana dan Hani! Karena di sini hanya ada mereka.


"Baiklah pergi! Malam ini kita bersenang-senang." Ucap Tama terasa sangat gembira.


Melihat itu, Alda hanya menggelengkan kepalanya! Karena tidak tahu kenapa orang sudah sesuai Tama namun masih bertingkah seperti bocah.

__ADS_1


Tama memang paling tua di antara empat orang yang turun gunung bersama, namun dia yang paling bersikap kanak-kanak! Sehingga kadang kali membuat Riko marah dan tersinggung karena tingkah dan ucapan Tama.


Tidak butuh waktu lama, Alda turun dengan dua wanita cantik di belakangnya! Lalu menghampiri Tama dengan cepat.


"Dia yang akan mentraktir kita bersenang-senang malam ini!" Ucap Alda sambil menunjuk ke Tama.


"Terimakasih tuan Tama!" Ucap Hana.


"Terimakasih tuan..!" Hani juga ikut berucap, sekarang tingkah Hani tidak seperti biasanya membuat Alda cukup bingung.


Dia sedari tadi terus melirik Hani, memperhatikan sikap dan tindakan tanduk Hani membunuh Alda bertanya-tanya.


"Apa anak ini kepalanya sedangkan konslet?" Gumam Alda.


"Tidak masalah, uang bukan masalah! Ayok berangkat." Ucap Tama dengan senang.


Dia sudah melupakan tentang perjodohan yang di rencanakan oleh keluarganya! Sehingga sekarang dia sangat senang karena akan melihat hiburan malam di kota Mako.


Akhirnya, mereka langsung berangkat! Meskipun sekarang hari masih siang namun Tama punya banyak acara hingga menunggu malam tiba.


*


Di kota lain.


Rumah sakit miki keluarga Jink.


Di bangsal mewah! Roland Jink sedang berbaring di sana, perban ada di sekujur tubuhnya membuat tuan besar Jink merasa sedih.


Meskipun dia bukan cucu yang paling kompeten namun Roland Jink juga keluarga Jink, namun entah jika tuan besar Jink tahu bahwa Roland bukan keturunan keluarga Jink akan seperti apa melihat Roland Jink saat itu.


Ayah Roland Jink juga ada di sana! Berdiri sedih melihat ke arah Roland Jink anak satu-satunya, sedangkan ibu dari Roland Jink melihat sedih ke arah Roland Jink dan Sem Broko.


Wanita itu sudah menjalani hubungan gelap dengan Sem Broko sejak lama sehingga sekarang! Sehingga melihat Sem Broko yang terbaring sakit di kamar yang sama dengan Roland Jink hati dia sakit.


Namun untuk menghampiri Sem Broko dia tidak begitu berani karena sekarang ada suami sah dia yang berasal dari dari keluarga Jink itu.


Jika saja di kamar itu dia sendirian saja yang menjenguk mereka berdua! Pasti dia akan menangis sedih di pelukan Sem Broko, melihat laki-laki yang dia cintai seperti itu di tambah hanya laki-laki itu yang bisa membuat dia meracau tidak karuan hingga puas di ranjang setiap malam mereka janjian.


\=

__ADS_1


...


__ADS_2