
Chapter 045. CUKUP MENONTON.
\=
Hana yang di tanya adiknya, apa yang di lakukan oleh Alda tadi dan sebelumnya hanya bisa diam dan menunduk malu.
Dia sangat malu karena terlihat begitu lemah di hadapan adiknya saat ini, sedangkan biasanya dia yang selalu melindungi Hani karena dalam seni beladiri Hani cukup lemah.
Namun dalam hal menembak Hani sangat bagus dan benar-benar berbahaya! Sehingga Hani selalu bersembunyi untuk mendukung kakaknya melakukan pekerjaan yang sudah di geluti beberapa tahun.
Sedangkan mereka berdua saling berpelukan dan berbicara bahwa mereka akan baik-baik saja.
Di sebrang mereka, Riko dan Tama sudah memandang ganas ke arah puluhan orang yang menggunakan baju hitam-hitam.
Mereka semua adalah keamanan milik keluarga Sanggoro, pemimpinnya adalah orang degan tubuh besar dan berambut cepak.
Wajahnya terlihat sangar seperti tidak bisa senyum sama sekali, di antara 9 teman seperguruan Alda Riko yang paling terlihat kasar mukanya saja masih terlihat kalem jika berendeng dengan orang itu.
"Ternyata tikus-tikus kecil! Namun berani berbuat ulah di kediaman keluarga Sanggoro." Ucap orang yang wajahnya sangat sangar dan tidak bersahabat.
Rahang yang tegas dan di padukan dengan tatapan mata membunuh sangat terlihat terlihat! Saat berbicara suaranya berat dan menekan.
Sehingga jika orang biasa akan merasakan ketakutan, namun bagi Riko dan Tama itu tidak ada apa-apanya.
Malahan mereka lebih takut cara bicara Dion yang sedikit dan lebih banyak tangan keras yang berbicara.
Jika hanya gertakan seperti itu, membuat Tama ingin tertawa terbahak-bahak! Namun dia masih marah akibat berselisih dengan Riko beberapa waktu lalu.
Sehingga dia ingin sekali menghajar orang, tidak beda dengan Tama! Riko apa lagi, dia sudah menahan amarahnya begitu lama karena di tahan bertarung oleh Alda dan Dion.
"Dion, Alda kalian cukup menonton saja!" Ucap Riko mengingat keduanya.
"Baiklah...!" Jawab Alda cepat.
Sedangkan Dion hanya menganggukkan kepalanya tanda dia setuju dengan ucapan Riko.
Pemimpin dari keamanan kediaman keluarga Sanggoro mendengar ucapan Riko yang seperti sedang meremehkan dia dan pasukannya menjadi geram.
"Banyak bicara...!" Banyak dia dengan sangat garang.
Lalu dia berlari ke arah Riko yang menurutnya paling kuat di antara orang-orang yang datang.
Woooss..!
Dia mengepalkan tangannya yang besar seperti karung pasir, lalu di arahkan ke rahang Riko dengan cepat.
__ADS_1
Pukulan itu sangat ganas, seperti laju mobil yang kencang! Bahkan anginnya seperti terdorong ke arah Riko.
Riko langsung mengulurkan tangannya juga, dia langsung memblokir dengan adu pukulan!.
Baaammmm..!
Kraakkk..!
"Uhh...!" Suara berat tertahan.
Sebenarnya dia ingin berteriak, namun gengsinya menahan itu! Tangannya langsung patah setelah bertabrakan dengan tinju milik Riko.
Baaammmm..!
Kraakkk..!
Riko langsung memukul kembali dengan tangan kirinya ke dagu yang menonjol tajam itu! Setelahnya terdengar bunyi rahang yang bergeser lalu mata pemimpin itu yang tadinya tajam langsung berubah putih dan jatuh tidak sadarkan diri.
"Uhh..!" Hana yang melihat itu hanya bisa mendesah kecil karena dia tahu pukulan pemimpin yang sangar itu sangat keras bahkan mematikan.
Jika saja pukulan itu mengenai tiang begi kemungkinan besar akan bengkok, namu pukulan ganas itu di tahan hingga lengannya patah.
"Sial, mereka semua monster!" Keluh Hana di benaknya.
Dia berpikir, bahwa Riko tidak bergerak mungkin dia sangat mudah di hadapan! Namun setelah melihat keganasan yang di tunjukkan Riko dia langsung terkejut.
Namun di lihat dari wajahnya, Alda yang paling kalem dan terlihat polos di antara keempatnya! Namun dia mencoba untuk percaya apa yang di ucapkan Dion saat di dalam mobil tadi.
Dia memandangi wajah ketiganya bergantian pertama terhadap Alda lalu Dion selanjutnya ke kakaknya! Dia ingin memastikan bahwa Alda adalah orang yang paling brutal di antara keempatnya namun dia tidak berani.
Namun untuk memastikan itu kembali, dia seakan tidak percaya! Wajah Alda begitu polos dan kalem dia seperti orang yang menenangkan dan enak di pandang.
Meskipun Hani membenci Alda, namun dia sebagai wanita mengakui itu bahwa dia suka melihat wajah Alda.
Namun Hana berpikir lain, dia langsung berpikir bahwa adiknya apakah menyukai Alda karena sedari tadi dia melirik ke arah Alda terus.
Krak...!
Baaammmm..!
Kraakkk..!
Saat Hani sibuk memandangi Alda dan yang lainnya, dia depan sana Riko maupun Alda sudah menyelesaikan pertarungan melawan puluhan orang.
Semua penjaga kediaman keluarga Sanggoro langsung terkapar, mereka semua yang paling ringan cacat dengan patah tulang tangan maupun kaki.
__ADS_1
Sedangkan yang paling parah ada yang meninggal langsung, seperti pemimpin kelompok keamanan keluarga Sanggoro.
Dia langsung mati setelah rahang dan lehernya patah seketika setelah di pukul dengan sangat kuat oleh Riko.
Setelah membunuh pemimpin itu, Riko langsung membanti yang lainnya dengan sangat ganas dan benar-benar tidak manusiawi jika di lihat dari segi hukum.
Sedangkan bagi Riko maupun Tama, dunia beladiri adalah dunianya kekerasan dan pertumpahan darah. Di mana yang kuat adalah orang yang berkuasa di atas segalanya.
Hukum itu seperti hukum di kelompok mafia bawah tanah! Mereka yang lemah hanya akan menjadi pesuruh sedangkan yang kuat mereka di junjung bagaimana raja.
*
Dari dalam kediaman keluarga Sanggoro, tuan besar Sanggoro keluar bersama orang yang memantau situasi keamanan keluarga Sanggoro.
Namun setelah melihat pembantaian di halaman depan ini, keduanya seperti di sambar petir.
Apa lagi tuan besar Sanggoro, tadi dia masih sesumbar bahwa keamanan keluarga Sanggoro sekokoh besi meskipun tanpa kekuatan dari Sugi.
Namun setelah melihat kenyataan di depan matanya, dia seperti akan gila.
"Kalian semua iblis...!" Bentak tuan besar Sanggoro dengan histeris.
Wajah tuanya langsung bertambah begitu tua, seperti terlihat umurnya bertambah 10 tahun lamanya.
Jantung dia langsung berdebar kencang, sehingga langsung terkena serangan jantung dan mati seketika karena gagal jantung, di akibatkan emosi yang berlebihan ketakutan yang sangat tinggi dan berbagai tekanan lainnya.
"Tuan besar Sanggoro, apa tuan baik-baik saja?" Ucap orang yang tadi keluar bersama tuan besar Sanggoro.
Dia juga terkejut, namun dia masih bisa menahan itu semua di tambah dia tidak begitu tua seperti tuan besar Sanggoro sehingga emosinya masih stabil.
Riko yang melihat itu hanya bisa mendesah karena geram.
"Pura-pura mati, tidak bisa kamu menipu aku dengan trik murahan itu." Desah Riko, setelahnya dia langsung berjalan menuju tuan besar Sanggoro dengan langkah lebar.
Orang yang ada di samping tubuh tuan besar Sanggoro langsung beringsut menjauh karena takut terhadap Alda.
"Kraakkk..!" Alda langsung menendang kepalanya hingga leher tuan besar Sanggoro patah.
Setelah itu Alda langsung mengambil tubuh yang sudah tewas sedari tadi itu.
Dia menyeretnya ke dalam kediaman keluarga Sanggoro seperti menyerat anjing mati saja.
Baaammm...!
Orang yang tadi bersama tuan besar Sanggoro juga langsung di tendang Riko dengan kejam, hingga tidak sadarkan diri.
__ADS_1
\=
...