
Chapter 228. KOTA TUA.
\=
Mobil off-road besar berwarna hitam legam berhenti tidak jauh di pintu masuk kota tua! Tama yang menyetir mobil off-road itu sengaja berhenti di sana untuk melihat-lihat keadaan sekitar.
Di depan mereka ada gerbang megah terbuat dari batu bata merah, dengan di hiasi ornamen yang rumit! Di jaman sekarang gerbang kota itu terlihat begitu kuno.
Sebenarnya ini bisa sebagai bangunan sejarah, namun karena di rusak oleh orang-orang yang menguasai kota tua ini, sehingga orang-orang enggan untuk berkunjung, jangankan berkunjung untuk masuk ke dalam kota tua! Mendengar kota tua saja mereka menggigil ketakutan.
Karena di kota tua ini kejahatan marak, jika orang dari kota Westa maupun sekitarnya di culik dan di bawa ke sini, maka orang-orang sudah menyimpulkan orang itu hilang dan tidak akan selamat.
"Kapan kita akan masuk jika terus berhenti di sini?" Ucap Alda kepada Tama.
"Baiklah, kita masuk sekarang!" Ucap Tama, lalu dia menginjak pedal gas dan mobil melaju ke kota tua.
Setelah masuk gerbang megah, di sana langsung di sambut dengan beberapa pohon rindang, sepertinya di masa lalu itu adalah taman.
Cukup jauh masuk, kini mobil off-road besar berwarna hitam itu berhenti di deretan bangunan kuno.
Bangunan itu berdiri kokoh di pinggir jalan, dengan jalan masih menggunakan batu alam.
Alda kagum dengan kota tua itu! Namun sayang sekarang kota itu kumuh dan rusak di beberapa bagian, yang paling tidak enak di pandang banyak sekali coret-coret di tembok bangunan tua.
Alda membuka kaca jendela mobil, dia melihat ke sekitar! Setelah itu dia tersenyum simpul.
"Bangunan-bangunan ini masih sangat kokoh sepertinya kita hanya perlu merestorasi dan tetap mempertahankan keaslian dari kota tua ini! Aku yakin di masa depan akan banyak keluarga kuat yang berebut untuk mendapatkannya!" Ucap Alda, setelah melihat di sekitar itu.
Yang Alda lihat kali ini adalah bangunan yang dulunya adalah pertokoan di pinggir jalan yang besar! Namun Alda bisa menyimpulkan bahwa di kawasan perumahan banyak manor kuno di sana meskipun dia belum melihat itu.
Saat mobil masuk, di ujung jalan kota tua itu di bangunan paling tinggi ada dua pasang mata yang melihat mereka.
"Aku saja baru masuk ke sini dan ternyata ini benar-benar mengagumkan! Sesungguhnya kota Westa memiliki sejarah yang gemilang di masa lalu." Ucap Tama, dia juga ikut terkejut.
"Merunduk semuanya..!" Ucap Alda setelah menangkap ada sorot infra merah yang di pancarkan dari gedung paling tinggi di sana.
Dengan Alda yang mengingatkan semuanya langsung merunduk di balik kursi masing-masing.
Trak..Trak..!
__ADS_1
Dor..Dor..!
Suara benturan peluru ke kaca depan mobil off-road milik Tama terdengar, lalu di susul oleh suara tembakan setelahnya.
Untung saja Tama membawa mobil off-road ini yang sudah di modifikasi dengan kaca anti peluru dan di lapisi dengan plat baja, sehingga aman dengan tembakan mendadak seperti ini, hanya mengalami retak sedikit saja.
Dengan cepat Tama langsung menutup dua kaca yang tadi di buka oleh Alda dan dirinya, lalu segera mematikan mesin mobil dan lampu sorot.
"Ternyata mereka memiliki senjata laras panjang! Sepertinya mereka benar-benar bukan gangster jalanan biasa." Ucap Alda semakin tertarik.
"Apa kita harus membalas tembakan itu?" Ucap Hani dia sudah mulai merakit senjata yang di bawa sebelumnya.
"Kenapa hal bodoh itu masih di pertanyakan! Mereka berani menyerang berarti sudah siap untuk di serang balik." Keluh Alda.
"Baiklah aku mengerti, maaf sebelumnya!" Ucap Hani, dia juga berpikir itu adalah pertanyaan bodoh.
Namun sebelumnya dia mendengar rencana Alda untuk menundukkan mereka yang menduduki kota tua itu agar tidak terlalu perlu membunuh banyak gangster jalanan.
Namun setelah di pikir ulang, jika mereka berani menyerang duluan! Hani juga akan langsung melawan balik, bahkan tidak segan membunuh mereka, itulah sifat Hani di masa lalu.
Namun sekarang dia lebih bertindak hati-hati setelah mengikuti Alda cukup lama, namun kehati-hatian ini malah membuat dia terlihat konyol di hadapan Alda dan kakaknya.
Hanya butuh waktu kurang dari satu menit, Hana sudah selesai merakit senjatanya! Setelah itu Tama langsung membuka jendela atapnya.
Karena di atap mobil terdapat kerangka untuk muatan barang, sehingga senapan dan kepala Hani yang nongol sedikit tidak terlihat dari kejauhan.
"Di gedung tertinggi, lantai 3!" Ucap Alda memberikan arahan.
Dengan cepat Hani mengarahkan senjatanya ke arah sana dan dia melihat menggunakan teropong pada senjata itu.
Hani, tersenyum tipis! Karena dia benar-benar melihat orang sedang memegang senjata laras panjang terus menguntit ke arah mobil off-road mereka.
Dret..!
Peredam dari senjata milik Hani sangat bagus sehingga hanya terdengar suara yang tidak keras, namun keakuratan senjata itu semakin menurun karena di pasang peredam! Namun karena kemampuan Hani yang bagus dalam menembak itu semua bisa di atasi oleh Hani.
Bamm...!
Kepala sniper itu langsung terkulai, hampir sama kepala dia meledak karena tertembus oleh peluru senjata Hani.
__ADS_1
"Yah, itulah akibatnya jika menyerang tanpa perlindungan dan begitu gegabah." Ucap Hani dengan gembira.
Bagiamana orang itu tahu di mobil off-road yang dia incar ada seorang penembak jitu dari mantan organisasi pembunuh internasional! Jika dia tahu, pastinya tidak akan gegabah seperti itu.
"Kemampuan menembak kamu semakin baik!" Ucap Alda, dia menurunkan teropong kecil yang tadi dia gunakan.
Suasana seketika langsung sepi, Hani juga langsung kembali ke tempat duduknya! Namun dia tidak membereskan senapan runduknya karena untuk jaga-jaga.
"Terimakasih atas pujiannya taun!" Jawab Hani, dia sebenarnya sangat senang dengan pujian Alda itu.
Hani kira dia akan kalah dalam segala hal dengan Alda! Namun dalam hal menembak dia cukup unggul.
"Sepertinya kita harus turun dan bergerilya di kota tua ini!" Tama langsung menyarankan dengan semangat.
Dia juga mulai penasaran, meskipun musuh membawa senjata api! Mereka juga memiliki beberapa, sehingga dalam hal keunggulan senjata mereka tidak kalah dari mereka.
Namun dari segi kekuatan dan strategi, mereka sangat di untungkan! Apa lagi sekarang malam hari, jika bergerilya akan sangat menguntungkan mereka.
"Ide yang bagus!" Jawab Alda.
"Sekarang bentuk tim, Tama kamu bersama Hani! Sedangkan aku bersama Hana." Lanjut Alda langsung membagi tim.
"Baik, gunakan ini untuk berkomunikasi dengan cepat." Tama langsung mengeluarkan earphone kecil dari dasbor mobil itu.
Selagi jarak mereka masih di lingkaran 20 kilometer dari mobil off-road Tama, maka mereka bisa berkomunikasi dengan mudah! Karena earphone itu terhubung dengan mobil off-road yang mereka bawa sekarang.
Keluarga Tama ahli dalam hal komiknya, sehingga hal detail seperti itu bisa mereka buat dengan mudah di dalam mobilnya.
Mereka berempat bersiap-siap dengan cepat, hanya kurang dari dua menit! Tidak banyak yang mereka bawa hanya membawa beberapa pistol kecil.
Setelah itu, empat bayangan bergerak dengan cepat ke dalam kota tua yang sekarang masih gelap! Karena itu bisa di bilang sarang gangster dan tidak di berikan aliran listrik oleh pemerintah jadi mereka hanya menggunakan penerangan sederhana.
Itu semua sebuah keuntungan untuk Alda, Tama, Hana dan Hani! Mereka bisa bergerak bebas dan senyap.
Keempatnya bisa di bilang ahli dalam hal pertarungan, sehingga memprovokasi mereka seperti mengundang malaikat maut datang.
\=
\=
__ADS_1
...