
Chapter 219. HARGA AWAL YANG FANTASTIS.
\=
Tama masih tersenyum nakal, dia tahu bahwa sekarang waktunya untuk bermain-main! Dia ingin mengulang masa mudanya dulu, tapi target Tama kali ini bukan orang yang lebih tua dan lebih kaya, akan tetapi orang yang sebayanya.
Hiski Readbulld adalah orang yang umurnya hanya terpaut satu tahun lebih muda dari Tama! Dia berumur 29 tahun, namun belum menikah karena dia adalah orang yang gemar berpetualang menikmati wanita.
Tujuan Hiski Readbulld ingin memenangkan permata jantung laut karena dia ingin terkenal lebih jauh di kalangan wanita kota Westa, bahkan target Hiski Readbulld kali ini ingin wanita dari luar kota juga mengenal dirinya.
Di atas panggung pelelangan, pembawa acara telah selesai menjelaskan tentang permata jantung laut.
"Baiklah, tidak butuh waktu lama-lama! Harga awal dari permata jantung laut ini adalah 40 miliar rupiah, dengan kenaikan tidak kurang dari 2 miliar rupiah." Ucap pembawa acara pelelangan itu.
Deg...!
Seketika para tamu undangan langsung sepi! Mereka terkejut karena harga awal yang fantastis itu.
Termasuk Hana dan Hani! Dia terkejut, karena uang sebanyak itu mereka berdua belum pernah memegangnya! Bahkan pembayaran dari hasil keduanya bekerja di organisasi pembunuh bayaran saja tidak sampai sebanyak itu.
Seketika, Hana tidak menginginkan lagi permata jantung laut itu! Karena menurutnya itu sangat mahal.
Tamu undangan yang tadi sepi sekarang berdiskusi dengan ramai! Karena harga awal yang begitu tinggi.
Jika harga awal sudah sampai 40 miliar, maka harga akhirnya bisa berapa banyak! Setelah ruangan itu sepi seketika, lalu ramai dengan diskusi akhirnya ada suara yang kembali membuat hening.
"45 miliar!" Ucap Hiski Readbulld dengan mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan suara yang tinggi juga.
Banyak orang yang langsung memandang tuan muda keluarga Readbulld itu, lalu dari baris ke dua di pojokan seorang paruh baya mengangkat tangannya.
"47 miliar..!" Ucap seorang pria paruh baya dengan semangat.
Sebelum pembawa acara berbicara, Hiski Readbulld langsung bersuara kembali! "50 miliar...!" Suara Hiski Readbulld kembali meninggi.
Cika Lims memandang Tama, namun Tama masih duduk dengan bersandar seperti orang malas di ruang pribadinya.
Tama masih tenang, karena harga itu masih relatif rendah baginya! Dia belum berniat ikut memperburuk suasana pelelangan kali ini.
Suara saling tindih menindih menawar permata jantung laut terus terdengar.
"52 miliar..."
__ADS_1
"60 miliar..!"
"65 miliar..!"
"70 miliar...!" Hiski menaikkan harga kembali.
Seketika suasana sepi! Karena sudah hampir 2 kali lipat harga awal.
Tama tersenyum, dia mengangkat tangannya!"100 miliar rupiah..!"
"Sial, si iblis kecil mulai menunjukkan taringnya! Apa dia akan berulah kembali seperti dulu?" Ucap seseorang yang duduk di barisan belakang.
Dia tahu Tama itu siapa! Apa lagi setelah ada perselisihan antara Hiski dan Tama sebelum pelelangan di mulai.
Hana, Hani menengok ke arah Tama! Namun yang lebih cepat adalah Cika Lims, dia penasaran kenapa Tama ikut menawar permata jantung laut, seketika Cika Lims langsung berharap permata jantung laut akan jatuh ke tangan Tama dan harapan paling besar dia, Tama memberikan permata jantung laut kepadanya.
Setelah penawaran 100 miliar rupiah dari Tama, ruangan pelelangan itu sepi kembali! Banyak orang yang menahan nafasnya, karena uang sebanyak itu bagi mereka cukup untuk membangun bisnis kecil di kota Westa.
Meskipun mereka punya beberapa perusahaan, mereka juga ingin menambah anak perusahaan untuk memperbesar usahanya! Sehingga dari pada membeli permata jantung laut sebanyak itu, mending mereka buat buka cabang baru.
"Tuan muda keluarga Aditya menawar 100 juta! Apa ada yang menawar lebih tinggi lagi dari 100 miliar?" Ucap pembawa acara dengan senyum cerah.
Senyum cerah itu langsung menambah kecantikan yang tadinya sudah cantik alami! Membuat orang-orang di sana semakin ingin terus memandangnya.
Owang lain juga heran, sehingga melihat ke arah Tama dengan kaget! Karena Tama menawar dengan tidak wajar, seketika tatapan orang-orang di kalangan menengah itu hanya tertuju kepada Tama.
"105 miliar..!" Hiski Readbulld mengangkat tangannya kembali dan berucap dengan kesal.
"120 miliar..!" Tama menawar jauh lebih tinggi dari Hiski Readbulld tanpa jeda, membuat Hiski Readbulld sangat marah.
Melihat pertarungan antara tuan muda! Orang-orang di sana langsung menunjukkan minat mereka, mereka ingin menonton bagaimana akhir dari pelelangan kali ini.
"130 miliar..!" Pemuda lain langsung ikut memeriahkan, pemuda itu duduk di barisan ke dua sehingga bisa di lihat setatus dia cukup tinggi.
Tama melihat ke arah pemuda itu! Dia tidak mengenal sama sekali, namun itu tidak masalah.
Hiski Readbulld ingin menawar kembali namun di dahului oleh Tama! Saat dia mengangkat tangan dan ingin menyebutkan harga tawaran dia dari arah kursi yang di duduki Tama terdengar suara.
"150 miliar..!" Ucap Tama dengan tenang.
Hiski Readbulld langsung canggung! Dia tadi ingin mengucapkan 140 miliar namun tawaran Tama malah lebih tinggi, sehingga dia langsung memerah wajahnya.
__ADS_1
"170 miliar..!" Hiski Readbulld mengatupkan mulutnya setelah dia berteriak.
Sebenarnya hatinya sakit! Karena 170 miliar bagi dia juga cukup banyak, namun karena egonya tinggi dia ingin sekali mendapatkan permata jantung laut itu di tangannya.
"Meskipun permata jantung laut barang bagus dan langka! Nilai jualnya paling tinggi 300 miliar, jadi kalau kamu ingin bermain-main setelah 300 miliar lebih baik stop." Ucap Alda mengingatkan Tama.
"Tenang saja aku tahu batasnya! Si idiot Hiski itu pasti akan terpancing amarahnya oleh ku." Jawab Tama dengan tenang.
Alda langsung tahu, bahwa Tama hanya bermain-main di pelelangan kali ini! Sehingga dia mengingatkan di awal, stelah mengingatkan dia langsung bersandar kembali di sandaran kursi itu sambil memejamkan matanya.
"250 milir..!" Ucap Tama hanya jeda sebentar dari penawaran Hiski Readbulld.
"Tuam muda, jangan lagi menawar barang itu! Kita ke pelelangan kali ini untuk membeli sebidang tanah yang akan di lelang pada akhir pelelangan." Ucap penasehat keluarga Readbulld.
Wajahnya terlihat cemas, dia tidak ingin di salahkan oleh tuan besar Readbulld setelah pelelangan berakhir.
"Diam, aku ingin permata jantung laut itu!" Bentak Hiski Readbulld dengan sedikit keras.
"255 miliar..!" Ucap Hiski Readbulld mengangkat tangannya untuk menawar.
"Ternyata keluarga Readbulld sudah jatuh miskin! Hanya berani menaikkan harga 2 miliar saja, sungguh memalukan." Ucap Tama memancing amarah Hiski Readbulld.
"300 miliar..!" Lanjut Tama berucap.
Seketika suasana menjadi gempar! Karena dari 255 miliar langsung naik 300 miliar rupiah.
Seseorang langsung berdiskusi! Bahwa Tama sekarang lebih gila lagi dari pada dulu, namun kenaikan signifikan yang di lakukan Tama membuat pembawa acara pelelangan langsung merasa bahagia, karena semakin tinggi penawaran semakin banyak bonus yang di dapatkan setelahnya.
Hiski Readbulld langsung merasa marah! Sudah di hina miskin, malah sekarang kanaikan penawaran meningkat dengan gila! Membuat Hiski merasa paru-parunya seperti akan meledak.
Karena emosinya hampir hampir meledak, otak dia langsung menyimpang dan dengan gila menarik harga.
"350 miliar rupiah..!" Ucap Hiski Readbulld, seketika suasana menjadi sepi.
Bahkan suara ketukan jam di dinding yang jauh di belakang mereka semua terdengar keras.
"Sial, tuan muda keluarga Readbulld sudah gila..!" Keluh salah seorang yang sudah sadar dari rasa kejutnya.
\=
\=
__ADS_1
...