
Chapter 055. GUDANG NARKOBA.
\=
Kini Dion melihat ke arah Max dengan tatapan tajam, dia diam seperti itu saja sangat mematikan.
"Hubungi Jerry jika kamu ingin selamat!" Ucap Dion kepada Max.
Mas masih terus menggigil, mendengar ucapan Dion dia seperti mendapatkan angin segar! Karena Dion memberikan waktu untuk memanggil teman-temannya dan bos besarnya, sehingga Max yakin bahwa dia mempunyai kesempatan untuk hidup.
Dengan cepat Max menggambil ponsel miliknya di kantor, lalu dia menekan nama bos di kontaknya lalu memanggil dengan cepat.
Hanya menunggu beberapa menit, telfon itu tersambung.
"Bos, selamatkan saya bos! Ada bocah iblis bernama Dion menerobos gudang narkoba kita!" Ucap Max setelah terhubung.
Dia berucap gudang narkoba milik bosnya di bobol, agar Jerry khawatir dan mengirimkan orang yang hebat untuk melawan empat orang yang melawannya.
"Sial, gudang narkoba!" Ucap Alda dengan tidak percaya.
Dion hanya mengerutkan keningnya, dia memang pernah mendengar bahwa kelompok kalajengking merah memproduksi obat terlarang dan di kirim ke berbagai negara! Namun itu hanya desas-desus yang Dion dengar kala itu.
Namun setelah mendengar dari orang kalajengking merah sendiri, akhirnya dia hanya bisa percaya dengan rumor yang beredar dulu.
Dari sebrang telfon terdengar orang yang marah! Namun dia seperti masih tidak peduli meskipun orang yang bernama Doni mengancam maupun membunuh Max.
Dia hanya marah saja, bagaimana bisa gudang narkoba yang dia persiapkan dengan baik malah ketahuan oleh orang dari negara Trukotan itu.
Max seperti sangat putus asa, setelah mendengar makian dari sebrang telfon namun seperti tidak peduli dengan nyawanya sama sekali.
"Sepertinya, Jerry tidak peduli sama sekali terhadap orang rendahan seperti mu!" Ucap Dion setelah mendengar telfon sudah di matikan.
"Tuan jangan bunuh aku, aku akan melakukan apapun untuk tuan asalkan tuan membebaskan saya!" Ucap Max dengan suara yang pasrah dan nada memohon belas kasihan.
Baaammmm..!
__ADS_1
"Apa kamu pikir aku membutuhkan anjing seperti mu?" Ucap Dion dengan sangat kejam.
Sebelum berucap, Dion sudah menginjak wajah Max hingga kepala itu seperti hendak amblas ke dalam lantai! Seketika lantai itu penuh dengan genangan darah yang keluar dari kepala Max yang bocor.
"Dion, apa yang harus kita lakukan dengan gudang narkoba ini?" Tanya Alda karena dia bingung mau di apakan tempat ini.
"Kita jual saja ke luar negeri, maka kita akan langsung kaya raya!" Hani nyeletuk ke ucapan Alda.
Seketika, tatapan tajam Dion langsung mengarah ke Hani! Hana langsung menyumpal mulut adiknya dengan tangan begitu kuat.
"Tuan, maafkan Hani dia memang sering asal bicara! Jadi kadang-kadang tidak nyambung." Hana langsung mengklarifikasi ucapan Hani barusan.
Hana padahal tadi sedang menimang-nimang belati panjang berwarna hitam yang tadi dia rebut dari musuhnya itu, namum setelah Hani berucap demikian! Hana reflek menyumpal mulut Hani dengan tangannya.
Alda melihat itu hanya bisa tersenyum miring, dia tidak tahu apa yang harus di lakukan terhadap gudang narkoba ini! Malah Hani menyarankan di jula ke luar negeri, bukannya mereka akan sama saja dengan mereka yang tadi di bantai.
"Bakar, saja! Setelahnya kita berikan petunjuk pada kepolisian agar mereka menemukan tempat ini!" Usul Dion.
"Baiklah, itu lebih baik." Ucap Alda.
Setelah sampai di ruang bawah tanah! Di sana pencahayaan sangat redup! Namun setelah lampu utama di nyalakan langsung terpancar cerah.
Ada beberapa mesin yang berjalan memproduksi obat! Namun di sini tidak ada orang satupun, mesin itu bekerja sendiri namun mereka heran jika tidak ada orang maka yang menjaga mesin ini siapa.
Di ujung ruangan yang sangat lebar ini, ada berapa banyak obat terlarang yang sudah di produksi dan benar-benar seperti tumpukan produksi masal narkoba.
Alda tidak bisa melihat ini dengan ngeri, jika obat ini di bagian ke semua orang di kota Mako, maka orang-orang di kota ini bisa mendapatkan masing-masing lebih dari 50 butir, bahkan jika yang bubuk bisa mendapatkan ratusan gram.
Dion menyingkap penutup pada obat yang sudah bertumpuk banyak itu! Lalu dia langsung menggelengkan kepalanya.
Dia juga merasa ngeri! Saat masih kecil banyak teman-temannya terjerat obat setan ini! Jika mereka tidak minum obat ini selama satu minggu orang itu akan terkapar dan tidak memiliki tenaga sama sekali! Bahkan yang paling parah semua tulang dan kulitnya merasakan sakit yang sangat luar biasa.
Hingga akhirnya, orang-orang itu mati karena tidak kuat menahan siksaan dari akibat mengkonsumsi obat-obatan ini secara berlebihan.
Dion terus menyusuri semua sudut tempat itu, entah dari mana Dion kini membawa satu drum bensin.
__ADS_1
Dengan santai dia langsung memutari tumpukan obat terlarang, lalu menyiramkan bensin itu ke arah obat itu hingga hampir membasahi tutup terpal yang di gunakan untuk menutupi semua obat terlarang.
"Sudah tidak ada yang menarik di sini! Kita kembali ke atas." Ucap Dion.
Kalau keempat orang itu kembali ke lift yang kini masih terbuka! Alda berbalik melihat drum yang masih terus mengeluarkan bensin dari dalamnya.
Dor..dor..dor..dor..!
Boooommm..!
Drum itu langsung meledak, setelah itu api besar melahap semua narkoba yang di simpan di sini.
Kobaran api di ruang bawah tanah pabrik terbengkalai itu langsung meluap! Membakar apa saja yang bisa terbakar oleh api.
Suara dentuman keras terus bersusulan di dalam api itu! Alda dan Dion melihat itu hanya tersenyum samar.
Sedangkan Hani seperti sakit hati, padahal narkoba itu jika di jual di luar negeri bisa menghasilkan ratusan juta dollar, sehingga dia sangat sakit hati.
Sedangkan selama ini, jika ingin mendapatkan uang lebih maka harus membunuh lebih banyak target yang di keluarkan oleh drak web.
Dion dan Alda langsung masuk ke lift karena kobaran api sudah semakin besar! Mereka takut api sampai ke lift yang akan mereka gunakan, maupun listrik yang ada akan padam karena adanya kebakaran hebat.
Alarem berbunyi di mana-mana setelah Alda, Dion, Hana maupun Hani sampai di atas.
Meskipun pabrik ini sudah lama tidak di gunakan, namun karena di gunakan oleh kelompok kalajengking merah sebagai salah satu tempat penting maka keamanan di jaga dengan ketat.
Begitu juga alarem masih berfungsi, sehingga setelah kebakaran hebat itu terjadi alarem penanda berbahaya langsung berbunyi.
Namun karena sudah tidak ada orang, sehingga tidak ada yang menghiraukan alarem yang berbunyi itu.
Namun yang tidak di sadari, ada beberapa cctv yang sangat tersembunyi! Bahkan data dari cctv itu tidak di pabrik terbengkalai itu, cctv ini menggunakan sambungan rahasia bahkan orang-orang kelompok kalajengking merah yang bertugas di sini tidak tahu sama sekali.
\=
...
__ADS_1