
Chapter 273. MENGUKUHKAN PIJAKAN.
\=
Malam hari itu berlalu dengan cepat di kota Westa, para master luar negeri yang sudah di lumpuhkan di malam itu di hutan perbukitan juga di serahkan kepada pemerintah kota Westa oleh keluarga Aditya.
Dan juga berita penyerangan itu di blokir rapat oleh keluarga Aditya! Ternyata keluarga Aditya juga mempunyai peran penting dalam pemerintahan sehingga memblokir berita seperti itu sangat mudah bagi Tama dengan menggunakan nama tuan besar Aditya.
Kini hari sudah bagi, Tama masih belum tidur dia masih bekerja di ruang kerja miliknya pribadi, meskipun dia jarang ke sini karena sebenarnya dia sangat enggan! Bisa di katakan dia sebagai orang yang bersih-bersih dalam kekacauan yang terjadi tadi malam.
Sedangkan Alda, Riko dan Dion masih juga ikut terjaga! Kini ketiga orang itu berada di halaman belakang kediaman keluarga Aditya.
Bagi mereka semua tidak tidak hanya semalam bukanlah masalah besar! Karena di perguruan terpencil mereka sering melakukan hal seperti ini, mereka biasa tidak tidur lebih dari 3 hari.
Apa lagi dalam menjalani misi di luar negeri! Jangankan untuk tidur, untuk menjaga nyawa mereka tetep aman saja itu sangat sulit! Sehingga kemampuan untuk bertahan dari rasa kantuk mereka harus bisa melakukannya.
Ketiga orang itu sedang duduk di gazebo yang ada di halaman belakang kediaman keluarga Aditya, sebenarnya mereka semua sedang menunggu Tama menyelesaikan tugasnya.
"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya? Apa kita masih akan memburu dua orang yang lolos saat penyergapan tadi malam?" Ucap Dion.
"Tidak perlu, kita hanya perlu mengukuhkan pijakan untuk Grup Brighton saja di kota Westa ini! Setelah selesai kita langsung menuju ke kota Katao, sebenarnya aku sudah tidak sabar kembali ke sana." Ucap Alda, dia seketika terbayang di masa kecilnya.
Karena di saat masa itu dia merasa kebahagiaan yang mendalam! Meskipun dia saat kecil tidak menonjol meskipun sebagai keturunan dari salah satu keluarga terkuat di negara ini, namun bagi Alda itu adalah hal yang sangat menyenangkan.
Karena bisa membaur ke semua lapisan masyarakat! Bahkan Alda tidak di pandang seperti orang keturunan keluarga berpengaruh karena gaya hidup kedua orang tua mereka yang di bilang sederhana.
"Ibu kota ya, sepertinya akan menarik! He-he-he." Ucap Riko dengan senyum lebarnya.
"Bagiamana cara mengukuhkan pijakan yang instan? Karena biasa untuk grup besar membuat pijakan yang kokoh harus melawati tahap demi tahap, agar akar yang mereka tanamkan bisa menjangkau segalanya!" Dion langsung mengungkapkan pemikirannya.
Dia sangat penasaran, dengan kata mengukuhkan pijakan di kota Westa dengan cara yang cepat.
__ADS_1
"Hemm, proses seperti itu hanya berlaku untuk gerup yang tidak memiliki pendukung langsung! Namun jika kita menggunakan pengaruh Grup Aditya, aku yakin dengan pengaruh keluarga Aditya itu Grup Brighton akan berdiri tegak meskipun ada badai yang datang." Ucap Alda sambil berpikir panjang.
Dia berbicara seperti itu seakan mudah! Nyatanya memang sulit, karena di kota Westa ini bukan hanya keluarga Aditya saja yang berkuasa namun ada beberapa keluarga lainnya.
Tapi dengan adanya dua tanah yang ada di tangan Grup Brighton saat ini! Lalu di tambah dengan tiga property milik keluarga Readbulld sebelum yang sudah di akuisisi, jalan Grup Brighton untuk berdiri tegak di kota Westa semakin mudah.
Apa lagi sekarang nama besar Grup Brighton sedang di perbincangkan oleh orang-orang pengusaha atas! Bahkan hampir setengah keluarga menengah sudah menjalani kerjasama dengan Grup Brighton dalam pembangunan distrik baru kota Westa, ini memungkinkan mereka semakin kuat.
Alda tahu perkembangan dengan sangat cepat karena dia di beritahu oleh Rizal dan bawahnya yang terjun langsung ke masalah ini.
Apa lagi hari kemarin, Grup Brighton sudah mengadakan pertemuan bisnis besar untuk pertama kalinya di kota Westa! Ini membuktikan reputasi Grup Brighton semakin melejit tinggi.
Setelah itu Alda menceritakan semua persiapan yang telah dia lakukan dan di jalankan oleh Rizal dan yang lainnya.
Mendengar penjelasan Alda! Dion hanya bisa berseru kaget, sedangkan Riko hanya mengangguk saja karena dia tidak begitu memikirkan hal-hal rumit seperti itu.
Saat ketiganya sedang berbincang, Tama keluar dari ruang kerjanya! Dia langsung menuju ke halaman belakang kediaman keluarga Aditya.
"Hei, kalian di sini asik berbincang-bincang! Sedangkan aku membereskan sisa masalah semalam sendirian, apa kalian begitu tega?" Keluh Tama, wajahnya terlihat kusut.
"Sial, hanya seperti itu! Aku berharap dia menanggung beban lebih parah lagi." Ucap Riko yang masih belum puas Tama menderita hak seringan itu.
"Sudah cukup!" Ucap Alda menghentikan adu mulut mereka.
"Tama, apa kamu sekalian memeriksa pergerakan dari keluarga Readbulld? Sebenarnya aku berpikir, apa perlu sekaligus memusnahkan Keluarga Readbulld ini!" Ucap Alda setelahnya.
Dia sebenarnya masih kasihan dengan keluarga Readbulld itu! Namun bagi Alda itu adalah salahnya sendiri karena berani merampok seharusnya siap di rampok juga oleh orang lain.
"Belum, sebaiknya kita tunggu saja! Jika mereka masih bertindak keterlaluan terhadap kamu dan Grup Brighton! Maka itu kuburan yang mereka gali sendiri." Ucap Tama.
Perkataan dia sangat jelas, jika keluarga Readbulld masih berniat membalas maka itu kematian yang di buat oleh mereka sendiri! Kedepannya keluarga Readbulld tidak boleh menyalahkan orang lain karena itu benar-benar kesalahan sendiri.
__ADS_1
"Baiklah, aku ikut keputusan kamu karena ini kota Westa." Jawab Alda.
Setelah itu mereka semua hanya ngobrol-ngobrol ringan.
*
Hari masih pagi! Namun kantor cabang Grup Brighton kota Westa sangat penuh sesak oleh orang-orang yang datang.
Bahkan parkirannya di penuhi oleh mobil-mobil mewah! Bisa di pastikan yang datang itu bukan orang sembarangan.
Para keluarga besar sangat terkejut dengan kemampuan yang di tunjukkan oleh Grup Brighton ini! Karena keluarga Calista saja yang memenangkan sebidang tanah lainnya dari area distrik baru kota Westa saja belum bergerak sama sekali.
Namun Grup Brighton yang dapat di katakan mendapatkan dua bidang tanah malah langsung menjalankan proyek besarnya! Membuka semua orang tercengang.
Saat ini di kantor presdir perusahaan utama keluarga Lims! Cika Lims sedang menemui ayahnya, karena ayahnya semalaman sudah berdiskusi dengan tuan besar Lims mengenai banyak masalah, terutama dengan berita yang sedang hangat di kota Westa ini.
"Cika katakan yang sebenarnya, apa kamu yakini tidak tahu ini semua? Padahal orang-orang membicarakan kamu dekat dengan orang di balik Grup Brighton itu." Ucap seseorang paruh baya yang terlihat tampan dan gagah.
Dia adalah Enan Lims kepala keluarga Lims saat ini! Juga ayah dari Cika Lims, dia sekarang yang mengurus semua tentang keluarga Lims.
"Ayah aku tidak tahu, yang aku tahu Tama sangat dekat dengan salah satu eksekutif Grup Brighton! Orang itu bernama Alda, dia masih sangat muda mungkin umurnya dua tahun di bawah aku atau lebih." Ucap Cika Lims mengira-ngira.
"Dia masih sangat muda? Apa ada orang lain lagi yang mewakili Grup Brighton di kota Westa ini? Sebaiknya kamu tanyakan kepada Tama, jika bisa kamu tanyakan apa ada peluang untuk keluarga Lims bekerja sama dengan Grup Brighton itu!" Ucap Enan Lims dengan serius, tapi tatapan matanya seperti sedang memohon kepada anaknya itu.
"Ayah, tapi aku bertemu dengan kak Tama saja sangat sulit! Dia seperti selalu menghindar jika bertemu dengan ku." Ucap Cika Lims dengan suara lirih.
Sebenarnya dia sangat ingin dekat dengan Tama, namun Tama selalu menghindari dirinya.
Ruang presiden itu hening sejenak, keduanya sedang tenggelam dalam pikiran masing-masing.
\=
__ADS_1
\=
...