
Chapter 275. BOM WAKTU.
\=
Semuanya kini memandang ke arah Alda! Namun pandangan Dion dan Hana bolak-balik ke Alda dan Tama, karena keduanya lebih penasaran dengan apa yang di ucapkan Tama dan Alda tadi di luar gazebo dengan bisik-bisik.
Karena untuk bekerja sama dengan Grup Brighton, Dion maupun Hana tidak peduli! Apa lagi Riko dia hanya memandang dengan sekilas lalu kembali menyesap tehnya.
"Baiklah, sebaiknya kamu duduk dulu!" Ucap Alda kepada Cika Lims.
Karena ini masalah serius, Cika Lims sampai lupa untuk duduk apa lagi setelah di bisiki oleh Tama sekarang Cika Lims malah salah tingkah.
"Ah, baik..!" Jawab Cika Lims, lalu dia duduk dengan cepat di salah satu kursi yang masih kosong.
"Untuk bekerja sama dengan Grup Brighton itu mudah! Tapi semua urusan besar yang berkaitan dengan Grup Brighton harus kamu sendiri yang memegangnya, bahkan kamu yang harus menjadi penanggung jawab utama tidak boleh orang lain, meskipun itu ayah atau orang yang lebih berkuasa di keluarga Lims" Ucap Alda menyebutkan persyaratan dengan satu kali tarik nafas.
Di awalnya Cika Lims sedikit gugup, karena takut Alda menyebutkan syarat yang rumit! Ternyata Alda meminta syarat mudah, bahkan bagi Cika Lims itu tidak seperti syarat! Malah seperti dia di berikan peluang besar.
Seketika Cika Lims melihat ke arah Tama, tatapan matanya menunjukkan kasih sayang yang dalam! Cika pikir ini adalah bentuk dari kasih sayang Tama terhadapnya sehingga Alda sebagai teman Tama mau mengikuti saran dari Tama.
"Tidak masalah, itu hal mudah!" Jawab Cika Lims sambil tersenyum manis.
Alda mengangguk, Tama juga senang mendengar ini! Karena setelah kerja sama ini di bentuk Cika Lims akan terikat dengan proyek besar milik Grup Brighton.
Sehingga dia akan sibuk, jadi tidak akan bisa menyusul dia ke kota Katao! Bahkan untuk menelepon saja Tama yakin Cika akan sulit menemukan waktunya.
Karena proyek itu besar dan pastinya penanggung jawab akan sibuk, sehingga Tama sangat optimis! Dia tidak menyangka bahwa kesempatan baik seperti ini akan terjadi.
Namun dia tidak tahu apa yang di pikirkan oleh Cika Lims! Karena tingkah dia yang seperti itu kepadanya sehingga di masa depan dia tidak akan bisa lepas dari Cika.
"Baiklah, untuk kedepannya kamu bisa temui Rizal di kantor Grup Brighton, jika kamu datang ke sana dia akan langsung tahu." Ucap Alda langsung memutuskan.
Alda membuka ponselnya, lalu mengetik pesan singkat untuk Rizal dia menyampaikan masalah kerja sama dengan keluarga Lims, dengan penanggung jawab Cika Lims.
__ADS_1
Alda menuliskan pesan secara singkat dan jelas, namun karena Rizal adalah orang yang pintar sehingga akan langsung tahu maksud dan tujuan Alda.
"Baiklah, terimakasih Alda kak Tama dan semuanya! Jika seperti itu aku kembali pulang dulu." Ucap Cika Lims, dia langsung pulang karena tujuan utamanya telah tercapai.
"Ya..!" Jawab Alda dan Tama.
Semuanya hanya mengangguk karena tidak begitu mengenal Cika! Lagian mereka juga tidak membantu apa-apa.
Hari semakin siang! Alda dan yang lainnya juga mengerjakan tugas lainnya, apa lagi Tama! Dia langsung mengurus tentang informasi keluarga Readbulld yang di tugaskan Alda.
Karena Alda yakin, keluarga Readbulld seperti bom waktu baginya! Jika tidak di tangani dengan bener maka akan membuat dia kerepotan kedepannya.
*
Di kota Katao.
Kediaman keluarga Button cabang 2, kini Bramantyo Button sudah tinggal di kamarnya sendiri! Dia juga sudah melakukan aktivitas seperti biasa.
Hanya saja Bramantyo Button tidak bisa keluar rumah dengan bebas, karena dia masih sangat malu untuk keluar rumah karena dia sekarang lumpuh.
"Tuan muda, gawat tuan! Para master luar negeri yang kita kirim untuk memburu Alda telah di basmi, apa yang harus kita lakukan tuan muda?" Ucap Aron dengan wajah sedikit panik.
Dia panik karena tidak bisa percaya kenapa orang-orang yang sudah di bayar mahal malah mahal di kalahkan dengan mudah.
Keluarga Button cabang 2 bisa mendapatkan informasi yang cepat dan tepat karena memang memiliki kekuatan yang besar, sehingga sesuatu yang sudah di kontrol sebelum akan cepat di dapatkan.
Jadi meskipun sudah di sembunyikan oleh orang-orang keluarga Aditya juga bisa di dapat oleh keluarga Button cabang 2.
Namun mendengar itu, Bramantyo Button tidak merubah ekspresi wajahnya! Dia tetap tenang seperti air.
Seketika suasana di kamar Bramantyo Button tegang! Bahkan Aron juga langsung diam, karena merasakan tekan berat karena aura kejam Bramantyo Button seperti menyebar ke seluruh ruangan.
"Jika mereka tidak musnah maka permainan ini tidak akan seru lagi! Master luar negeri tidak mampu melawan Alda, maka kita harus mencari master-master dari sekte tersembunyi." Ucap Bramantyo Button dengan menyipitkan matanya.
__ADS_1
"Tuan muda, maksudnya master dari sekte tersembunyi itu apa?" Aron sangat penasaran dengan ucapan tuan mudanya itu, karena baru sekarang dia mendengar ada sekte tersembunyi.
"Mereka adalah master yang berlatih beladiri di pegunungan dan hutan belantara yang jauh dari kota yang semarak! Sehingga bisa fokus dan berlatih, makanya biasanya mereka itu lebih kuat dari master yang sering kita lihat." Jawab Bramantyo Button sambil menatap Aron.
"Tuan muda, di mana kita harus mencari mereka?" Aron sudah tahu sehingga dia langsung ingat mencari mereka.
Plak..!
"Bodoh, itu tugas kamu! Lalu apa gunanya kamu jika masih bertanya kepada ku mencari mereka di mana." Bramantyo Button memukul kepala Aron hingga hampir terjungkal ke lantai.
"Maafkan aku tuan muda, akan aku cari mereka meskipun ke pelosok hutan terdalam di negara manapun!" Ucap Aron sambil menundukkan kepalanya.
Namun tatapan tajam Aron menyiratkan kemarahan yang di pendam sangat dalam, namun setelah mendongak kembali tatapan mata Aron sudah berubah dan yang di pancarkan sekarang malah ketakutan.
"Pergi..!" Bramantyo Button langsung melambaikan tangannya, mengiyakan agar orang kepercayaannya itu segera pergi dengan cepat.
Setelah Aron pergi! Bramantyo Button mendorong kursi rodanya ke arah meja yang tidak jauh darinya.
Setelah sampai, wajahnya langsung menggelap seketika! Setelah itu dia langsung menghancurkan semua barang-barang yang ada di atasnya hingga semuanya hancur berantakan.
"Aaaahhhhkk...!" Teriak Bramantyo Button sangat keras.
Karena kamar itu kedap suara sehingga suara teriakan dan amukan Bramantyo Button tidak di dengar oleh siapapun.
"Alda, bedebah kamu akan ku hancurkan kamu dengan apapun hingga kamu merangkak ke kaki ku untuk memohon kehidupan." Ucap Bramantyo Button dengan gigi terkatup erat.
Sekarang amarah Bramantyo Button sering meledak-ledak setelah di lumpuhkan oleh Alda, sehingga sekarang wajah terlihat begitu kusam dan gelap.
Bahkan aura tuan muda yang sering bermain wanita saja sudah tidak tampak pada wajahnya sekarang.
Jika saja Bramantyo Button keluar dan berkumpul dengan yang lainnya seperti sebelumnya! Orang lain akan melihat kesuraman yang mendalam di wajah Bramantyo Button, bahkan akan menertawakan secara diam-diam.
\=
__ADS_1
\=
...