Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
254 HARGA SELANGIT


__ADS_3

Chapter 254. HARGA SELANGIT.


\=


Tama lebih memilih masuk ke dalam Hotel Emperor, dia tidak jadi menghubungi Alda karena dia juga sekarang sedang ada perlu untuk menemui partner bisnis lainnya.


Sedangkan di dalam ruang 203 suasana masih tegang, Alda masih menatap dua anak dan kakek di hadapannya.


"Bagiamana, apa kalian berminat dengan sebidang tanah di distrik baru yang kami miliki?" Alda kembali bersuara.


Hansen Readbulld masih diam, dia menatap Alda dengan tatapan tajam! Sedangkan Hiski Readbulld melihat kakaknya lalu beralih ke Alda.


"Berapa Grup Brighton akan menjualnya?" Ucap Hansen Readbulld, dia akhirnya menemukan suaranya.


"40 triliun rupiah..!" Jawab Alda sambil tersenyum tipis.


"Apa....?" Hansen Readbulld langsung berdiri sambil berteriak karena saking terkejutnya.


Alda sengaja menawarkan harga selangit! Karena dia tidak berencana melepaskan sebidang tanah itu ke tangan keluarga Readbulld.


"40 triliun rupiah, apa kamu sedang bercanda anak muda?" Ucap Hansen Readbulld langsung marah kepada Alda karena dia merasa di permainkan oleh Alda.


Di memanggil anak muda karena memang tidak kenal siapa nama Alda! Sehingga hanya menyebut anak muda.


"Kakek, sepertinya dia memang tidak berminat menjualnya kepada kita, apa kakek akan terima perlakuan seperti ini?" Hiski Readbulld mencoba menghasut kakeknya agar kakeknya marah terhadap Alda.


Senyum samar tersinggung di mulut Hiski Readbulld, dia langsung senang setelah melihat wajah kakeknya mengerut dalam.


"Anak muda, Grup Brighton membeli sebidang tanah itu di pelelangan kurang dari 20 triliun! Bagiamana bisa kamu menjualnya sekarang dengan harga dua kali lipat lebih?" Ucap Hansen Readbulld sambil mengetakan giginya dengan kuat.


"Itu tidak ada urusannya dengan kalian, jika kalian minta dan bener-bener ingin sebidang tanah itu maka 40 triliun, harga sejumlah itu berlaku untuk hari ini jika besok mungkin bisa lebih besar." Jawab Alda dengan suara tenang.


Orang paruh baya yang ikut bersama Hansen Readbulld langsung tertegun, dia tidak menyangka sama sekali bahwa anak muda di depannya akan menawarkan harga setinggi langit di sesi pertemuan ini.


Dia hanya memundurkan kepalanya, lalu sedikit bergidik! Karena 40 triliun adalah uang yang sangat banyak, bahkan dia juga belum pernah melihat uang sebanyak itu dalam hidup dia sesungguhnya.


"Hei nak, apa percakapan ini sudah di instruksikan oleh orang pemilik Grup Brighton?" Tanya Hansen Readbulld masih dengan posisi berdiri.


Hana mengerutkan keningnya, karena dia tahu Grup Brighton di bangun oleh siapa! Namun dia lebih memilih dia, karena Alda juga tidak mengumumkan bahwa dia asli pemilik dari Gurp Brighton.


"Ya benar, kami hanya perwakilan yang di utus ke sini untuk menemui kalian!" Jawab Alda menatap ke arah Hansen Readbulld.


"Kakek, sebaiknya kita gunakan cara keras toh mereka hanya perwakilan!" Hiski Readbulld langsung berbisik di telinga Hansen Readbulld.


Hiski Readbulld yakin Alda dan Hana tidak mendengar bisikan dia, namun nyatanya Alda bisa mendengar meskipun samar karena jaraknya yang dekat hanya terhalang oleh meja bundar di depan mereka.


Hansen Readbulld langsung menengok ke arah 8 orang di belakangnya, memang 8 orang itu di siapkan untuk rencana ini jika memang kesepakatan sulit di jalin maka mereka akan menggunakan kekerasan.

__ADS_1


Namun bukan nya sulit untuk kesepakatan, melainkan harga yang tidak wajar meskipun keluarga Readbulld adalah keluarga besar di kota Westa, mereka juga tidak mau di peras begitu saja.


Hansen Readbulld, mengisyaratkan kepada delapan pengawal yang ikut masuk dengan lambaian tangan sederhana.


Seketika, tatapan 8 pengawal yang tinggi besar itu langsung menyorot ganas.


"Jangan sampai wanita cantik ini terluka, karena dia akan menghangatkan ranjang ku mama ini!" Hiski Readbulld memberikan pesan kepada delapan pengawal keluarga Readbulld.


Alda hanya menyeringai di awalnya ketika Hansen Readbulld mulai memberikan isyarat, namun setelah mendengar ucapan dari Hiski Readbulld dia sangat marah.


Tidak hanya Alda yang marah, Hana lebih marah lagi! Karena ucapan merendahkan itu di ucapkan di depan Alda sehingga kemarahan Hana dua kali lipat.


Hiski Readbulld berucap demikian karena dia sudah begitu yakin, Alda akan bisa di habisi dengan muda oleh salah satu delapan pengawal itu! Jika tidak bisa oleh salah satunya, masih ada tujuan orang jadi keyakinan mutlak itu langsung muncul.


Wosss..!


Baaammmm..!


Braakk..


Orang paling dekat langsung menyerang Alda, dengan melompati sofa yang ada di sana lalu ingin langsung mencengkram Alda di udara.


Namun yang tidak mereka duga, meskipun Alda sedang duduk tenang! Kaki dia langsung melancarkan tendangan lurus hingga mengenai dada orang yang menyerang itu begitu telak, hingga pengawal keluarga Readbulld langsung terpental mundur dan jatuh dengan keras di lantai ruangan.


"Uhhhh..!"


Hiski Readbulld dan Ahsan Readbulld terkejut bukan main, karena orang itu terpental mundur tepat di hadapan wajah keduanya.


Tap..!


Baaammmm..!


Praaanggg..!


"Apa kamu bilang? Ingin aku menghangatkan ranjang kamu malam ini! Mati saja." Ucap Hana dengan kesal.


Dia langsung berdiri dan meraih kepala Hiski Readbulld lalu Hana hantaman ke meja bundar yang ada di hadapan mereka semua.


Hiski Readbulld yang sedang tertegun karena serangan Alda tadi, langsung sadar setelah kepalanya menghantam meja bundar di hadapannya hingga pecah berkeping-keping.


Dari hidup, hibur dan dahi Hiski Readbulld langsung mengeluarkan darah.


"Aaaakkkh...! Kakek tolong aku, kakek! Bunuh perempuan iblis ini untuk ku." Teriak Hiski Readbulld, dia langsung histeris karena rasa sakit yang amat sakit di sekujur mukanya.


Tangan dia terus menutup dagu dan hidungnya yang terus mengeluarkan darah! Sedangkan matanya terpejam tidak berani di buka sama sekali.


Ada beberapa pecahan kaca yang menancap di dahi Hiski Readbulld! Serangan tiba-tiba Hana ini sangat mengerikan.

__ADS_1


Bahkan Alda saja sampai mengerutkan keningnya, karena dia tidak menyangka bawah Hana akan bertindak begitu brutal hanya karena orang berucap ingin meniduri dia karena Hana sangat cantik dan membuat orang tidak tahan melihatnya terlalu lama.


Setelah teriakan Hiski Readbulld, Hansen Readbulld tersadar kembali! Dia juga berteriak.


"Bunuh langsung dua bajingan itu untuk ku! Jika berhasil, akan aku berikan bonus hingga 2 miliar." Bentak Hansen Readbulld ke arah 7 pengawal keluarga yang masih berdiri mematung.


Sedangkan pria paruh baya yang mengikuti mereka langsung bersembunyi di balik sofa yah di duduk dia sebelumnya! Dia sangat takut akan kejadian seperti ini, bahkan dia berjongkok sambil menunjuk kepalanya.


Setelah mendengar dentuman keras akibat pecahnya meja bundar besar di hadapan mereka sebelum, dia langsung kencing di celana.


Sedangkan kedua tangannya terus menutupi kepalanya! Dia meringkuk sambil meracau tidak jelas.


Alda tidak tinggal diam, karena suasana sudah seperti ini! Dia langsung melompat dari sofa yang sedang di duduki sekarang dan memukul tengkuk Hansen Readbulld cukup keras.


Hingga orang tua itu terkapar di sofa yang tadinya bekas dia duduki.


Lalu tanpa basa basi! Alda langsung menyerang tujuan pengawal yang tersisa sendirian! Tidak butuh waktu lama hanya kurang dari dua menit, semuanya tubang namun masih hidup.


Hiski Readbulld masih terus meracau karena kesakitan! Dia terus berteriak agar Hana di bunuh.


Hana yang mendengar itu, dia langsung mendatangi Hiski Readbulld yang sedang terkapar di lantai sambil terus menjerit kesakitan dan memaki Hana dengan sebutan wanita yang kotor dan kejam.


"Apa kamu bilang, aku wanita tidak benar?" Tanya Hana saling sudah marahnya.


Baaammmm..!


"Uhuk-uhuk..!" Hiski Readbulld batuk karena di tendang perutnya oleh Hana.


Dia langsung terdorong mundur jauh ke belakang, lalu menabrak salah satu pengawal yang sudah terkapar terlebih dahulu oleh Alda.


"Uhuk-uhuk.."


Hiski Readbulld mau memaki lagi, namun hanya suara batuk yang keluar dan darah semakin banyak keluar dari mulutnya.


Hiski Readbulld tidak berani membuka matanya, karena dia merasakan perih yang amat sangat di matanya saat ini.


Baaammmm...!


"Mati saja kaku bajingan..!" Bentak Hana, sambil menendang kepala Hiski Readbulld Hinga dia tidak sadarkan diri.


"Suda Hana, jika di pukul sekali lagi dia akan mati!" Alda langsung memegang tangan Hana dan memeluknya agar Hana tenang..


Deg..!


Hana malah tambah grogi! Bahkan tubuh dia langsung bergetar hebat.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2