Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
123 GERRY VS DION


__ADS_3

Chapter 123. GERRY VS DION.


\=


Dion juga terkejut sesaat, setelahnya dia malah tersenyum tipis dengan samar! Meskipun itu malam hari bahkan sudah termasuk dini hari, namun senyum tipis itu terlihat jelas di wajah Dion karena halaman depan keluarga Dorman sangat terang sekarang.


Apa lagi ada keributan sebelumny, pihak pelayan keluarga Dorman langsung menyalakan lampu utama! Bahkan menyalakan lampu sorot cukup banyak yang mengarah ke halaman depan kediaman keluarga Dorman.


"Sepertinya, kamu mengingat ayah ku? Bagus ini semakin menarik!" Ucap Dion.


Setelah itu dia menoleh ke arah Alda, dia langsung berkata." Dia adalah milik ku seorang! Kamu bisa mencari yang lainnya!" Tidak memperdulikan jawaban dari Alda Dion langsung menoleh kembali ke arah Gerry.


Dia berjalan perlahan ke arah Gerry dengan pandangan penghinaan! "Kamu turun sekarang apa perlu aku seret agar turun ke sini!" Ucap Dion memandang lurus ke arah Gerry dengan tangan mengacung dan sangat memprovokasi.


Aura membunuh yang samar keluar dari tubuh Dion, semua orang bisa merasakan itu! Bahkan Gerry tidak sadar mundur satu langkah karena aura samar dari tubuh Dion yang sangat buas.


Namun setelah mengingat bahwa dia bukan Luis Narendra namun hanya anaknya, Gerry akhirnya mendapatkan kepercayaan diri kembali.


"Huh, hanya anak ingusan berani menantang ku!" Ucap Gerry sombong.


Dia memang dulu kalah dengan Luis! Namun itu 10 tahun lalu, dia sekarang juga sudah berkembang ke tingkat yang lebih tinggi, sehingga mendengar tantangan Dion membuat dia mencibir.


'Sial, anak dan ayah memang sama-sama sombong!' Ucap Gerry di benaknya.


Dia sangat tidak suka dengan ucapan Dion barusan, seperti dia sangat di rendahan! Namun dia juga sadar bahwa anak itu adalah anak dari Luis Narendra yang memang sangat sombong menurutnya, di tambah kebencian terhadap Luis sehingga semua perbuatan Luis Narendra langsung salah di matanya.


"Turun lah! Aku ingin melahap orang yang katanya mengalahkan ayah ku, apa benar-benar hebat atau hanya bermain curang." Ucap Dion dengan tajam.


"Sial...!" Bentak Gerry sangat kesal.


Dia sudah kesal dengan keadaan, malah di pancing seperti ini membuat emosi dia semakin melambung tinggi.


Woosss...!


Bukk..!


Gerry mendarat dengan tegak di halaman depan kediaman keluarga Dorman! Tanah yang di pijak langsung tenggelam setengah sentimeter menandakan bahwa lompat itu sangat bertenaga.

__ADS_1


"Orang ini memiliki dasar beladiri! Pantas saja begitu sombong." Ucap Alda lirih.


Namun alda yakin bahwa kekuatan Gerry hanya seperti tetesan air di samudra! Sehingga Alda tidak menghawatirkan Dion sama sekali.


Malah yang harus menghawatirkan keadaan sebenarnya adalah Gerry itu sendiri.


Kini Gerry dan Dion berhadapan satu sama lain, mereka berdua berdiri hanya berjarak kurang dari 5 meter! Karena 5 meter adalah jarak aman dari seorang petarung apa lagi seorang ahli beladiri tertentu.


"Bocah, aku sudah datang! Apa yang kamu inginkan?" Tanya Gerry dengan suasa berat.


Pemimpin divisi 6 hanya bisa mendesah, dia percaya bahwa kekuatan Gerry sangat kuat! Sehingga dia menjadi satu-satunya yang memimpin kelompok kalajengking merah yang besar tanpa perlawanan dari orang lain karena kekuatan Gerry tidak dapat di ukur oleh mereka.


"Pertama, mematahkan kakimu!" Ucap Dion dengan tenang.


"Ha-ha-ha...!" Gerry tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan konyol Dion.


Woosss..!


Kraakkk..!


"Aaaahhhhkk...!" Suara tawa terbahak-bahak langsung sirna setelah terdengar bunyi tulang yang patah dengan mengerikan, lalu di gantikan dengan jeritan kesakitan yang sangat kuat.


Dia tidak tahu apa yang di lakukan oleh Dion di depannya, karena dia tidak merasakan gerakan lawan sama sekali! Namun langsung merasakan sakit yang sangat mengerikan di kakinya.


Semua orang yang ada di sana langsung tercengang, kecuali Alda, Hana dan Hani! Mereka tahu kekuatan Dion seperti apa.


Apa lagi Alda! Dia berguru bersama di perguruan terpencil, bahkan hampir setiap hari keduanya melakukan pertarungan fisik hidup dan mati! Meskipun semua pertarungan bisa di menangkan oleh Alda namun Dion tidak lemah.


Di seperti peluru senapan yang mengerikan senyap dan mematikan! Itulah julukan dari Dion karena kehebatannya bisa bergerak dengan sangat senyap dalam hal penyerang.


"Apa yang di lakukan orang ini tadi?" Ucap pemimpin divisi 6, dia jelas melihat bahwa tadi masih baik-baik saja namun setelah terdengar tawa terbahak-bahak langsung ada serangan.


"Hati-hati ketua Gerry! Mereka memang sangat kuat." Ucap Reyes setelah keterkejutan di hatinya sirna.


Dia tidak heran, orang yang di bawa Alda dan kedua wanita itu pasti hebat! Apa lagi melihat banyak dari pengawal keluarga Dorman berserakan di halaman depan.


Lori Dorman merasa cemas, namun dia tidak tahu harus berbicara apa dan melakukan apa sekarang! Karena dia adalah generasi kedua orang kaya di kota Mako dari keluarga Dorman.

__ADS_1


Orang-orang dari divisi 6 masih terkejut, mereka sangat mempercayai kekuatan Gerry apa lagi dalam hal bertarung, namun sekarang hanya dengan beberapa kedipan mata kepercayaan mereka runtuh seketika.


"Keinginan ku yang pertama sudah terpenuhi!" Ucap Dion setelah menendang lutut Gerry sangat kuat.


"Kamu, bagaimana kamu...!" Ucap Gerry tidak bisa keluar karena saking terkejutnya, dia tidak berharap Luis Narendra akan memiliki anak yang begitu mengerikan.


"Kedua, aku ingin kamu berlutut!" Ucap Dion.


Setelah mendengar ucapan Dion! Gerry yang sudah cukup jauh langsung waspada, namun dia masih meninggalkan kekuatan dia yang tidak seberapa.


Woosss..!


Tap...Tap..Tap..!


Baammm..!


Hanya dalam gerakan cepat, jarak yang jauh langsung hilang dengan menapakkan tiga langkah besar.


Setelah itu, Dion langsung menendang sambungan lutut Gerry dari belakang, setelah itu dia menekan tubuh Gerry dengan sangat kuat hingga lutut itu masuk ke dalam tanah halaman sedalam 5 centimeter dalamnya.


Apa lagi dengan bentuk kaki yang berbalik, berlutut seperti itu sangat menyakitkan Gerry.


"Aaaahhhhkk...!" Gerry menjerit kembali, nafasnya terengah-engah.


Dia seperti merasakan siksaan yang sangat nyata! Dia tidak berharap bahwa Dion yang di anggap masih bocah begitu kuat.


Bahkan dia tidak bisa melawan sama sekali! Lalu apa yang dia pikirkan sebelumnya, dia berpikir akan bertarung dengan Dion dan menekan anak itu di bawah kakinya seperti yang dia lakukan dulu kepada ayahnya.


Namun itu semua adalah harapan belaka sedangkan kenyataannya begitu pahit! Jangankan bertaruh melawan Dion dan menekan di bawah kakinya.


Malah kini dirinya yang di perlakukan seperti itu oleh musuhnya.


Ini membuat dia langsung frustrasi! Kini yakin bahwa hidupnya akan berakhir sehingga ego-nya yang tidak langsung hancur dan mencoba peruntungan.


Hati dia bergetar karena takut akan kematian! Sehingga setelah dia berlutut dengan posisi anah, akhirnya tangan dia menyentuh tanah dan meminta ampun dari Dion.


Ini bukan pertarungan, melainkan penyiksaan sepihak.

__ADS_1


\=


...


__ADS_2