Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
099 MENGAKUISISI PERUSAHAAN TEKNOLOGI SENJATA


__ADS_3

Chapter 099. MENGAKUISISI PERUSAHAAN TEKNOLOGI SENJATA.


\=


Kini hari sudah sore, suasana di pantai dekat dengan villa mewah milik Alda sangat tenang dan sejuk! Angin semilir dari arah pantai menerbangkan bau garam yang samar.


Dion pulang dengan menaiki taksi! Dia masuk dengan cepat ke dalam villa mewah milik Alda.


Seperti biasa, villa mewah itu selalu sepi dan tenang! Dion ingin mencari Alda karena dia baru saja menerima informasi bahwa Grup Brighton sudah mengakuisisi dua perusahaan sedang dan satu perusahaan besar lagi di kota Mako.


Dia di suruh oleh paman Jo untuk menyampaikan langsung pesan ini kepada Alda, karena sudah hampir dua hari ini ponsel Alda tidak aktif.


Dion mencari ke kamar Alda dan melongok ke ruang pribadi Alda namun tidak menemukannya, akhirnya dia naik ke atap barang kali Alda ada di sana.


Setelah sampai di atap, Dion melihat samar-samar tiga orang sedang berada di tepi pantai! Tiga orang itu sedang berlatih.


"Sial, ternyata kalian semua ada di sana!" Keluh Dion, dia langsung turun kembali dan menuju ke pantai lewat jalan belakang.


Area pantai ini termasuk pribadi, karena termasuk dalam pengelolaan villa mewah yang Alda beli.


*


Di pantai.


Alda, Hana dan Hani sedang berlatih beladiri! Kini Hani sudah sangat patuh dengan Alda, dia tidak lagi melawan dan memusuhi Alda lagi. Karena sudah sering di berikan ceramah panjang lebar oleh Hana sang kakak.


Baammm..!


Buk..!


Bruk..!


Alda sedang di keroyok oleh dua wanita, Hana dan Hani bekerja sama melumpuhkan Alda! Namun dengan nafas yang memburu dengan dua gundukan di dadanya naik turun keduanya tidak bisa menyerang Alda sama sekali.


Bahkan badan dan wajah keduanya sudah di penuhi oleh pasir pantai! Itu menandakan bawah Alda bukan hanya melatih keduanya namun bisa di bilang menyiksa.


"Kalian berdua sudah mengalami peningkatan! Terutama kamu Hani, sekarang kamu bisa mengalahkan petarung di atas ring!" Ucap Alda setelah menjatuhkan Hani di atas pasir pantai.


Hani hanya bisa menggertaka giginya, di bagian mananya mengalami kemajuan! Yang Hani tahu dia di siksa terus menerus oleh Alda.


Namun Hana berbeda, dia langsung mengerti ucapan Alda benar! Karena dia yakin kekuatan keduanya sudah meningkat pesat, hanya saja lawan berlatih mereka yang terlalu kuat yaitu Alda.

__ADS_1


Saat Hana kembali menyerang, Alda mengangkat tangannya untuk berhenti! Karena lari Hana yang cepat wajah dia masuk ke dalam telapak tangan Alda.


"Happ...!" Anda mencengkram wajah Hana yang mungil dengan banyak pasir pantai mengepal.


"Emmm... Emma..!" Hana mencoba lepaskan.


"Kamu sudah di beri tanda untuk berhenti namun tidak sigap! Jika lawan menghubungkan senjata rahasia, leher maupun wajah mu akan terluka bahkan bisa jadi mati." Ucap Alda entengnya.


"Maaf tuan Alda! Namun itu sangat mendadak!" Jawab Hana setelah di lepaskan.


"Justru harus mendadak karena pergerakan musuh tidak terdeteksi!" Ucap Alda, dia mengehentikan karena melihat Dion datang.


Setelah itu dia melihat Dion yang makin mendekat.


"Apa ada hal penting?" Tanya Alda penasaran.


Dia juga sudah lebih dari 2 hari tidak bertemu Dion karena dia terus mengurang diri di ruang pribadi.


"Ada pesan dari paman Jo! Dia mengatakan bahwa dia telah mengakuisisi 3 perusahaan lagi, dia di antaranya berkapasitas sedang dan satunya perusahaan besar." Ucap Dion setelah sampai di hadapan Alda.


Dia lalu melirik kedua wanita di depannya yang sekarang penampilan mereka acak-acakan.


"Hemm, cara kerja paman Jo sangat bagus! Aku yakin dia akan menjadi pemimpin yang besar di Grup Brighton itu." Ucap Alda, dia cukup senang mendengarnya.


Dia memang menyarankan untuk mengakuisisi banyak perusahaan, namun tidak dia sangka bahwa hanya dalam waktu singkat sudah mendapatkan 5 anak perusahaan.


"Namun dari salah satu itu ada perusahaan teknologi persenjataan! Paman Jo meminta pendapat kita, karena perusahaan itu ingin menjual semua sahamnya." Dion kembali memberikan informasi penting.


Mendengar itu Alda terkejut, dia tidak tahu bahwa di kota Mako ada perusahaan teknologi seperti itu.


"Jika mereka ingin menjual semua sahamnya maka kita beli! Yang penting sekaligus transfer teknologi dan ilmunya." Jawab Alda.


"Baiklah aku mengerti!" Jawab Dion.


Setelah itu dia akan pergi, Alda langsung memanggil.


"Dion sebaiknya kita berlatih satu atau dua jurus!" Ucap Alda.


Dion yang mendengarnya langsung tersenyum, dia tidak menjawab namun langsung melayangkan serangan mendadak cepat dan mematikan.


Baammm..!

__ADS_1


Adu pukulan terdengar di pesisir pantai itu, suara deru angin laut langsung teredam oleh suara kerasnya pukulan keduanya.


Akhirnya keduanya langsung adu jurus yang di pelajari di perguruan terpencil dengan sangat intens.


Hana yang melihat itu hanya bisa melototkan matanya! Dia tidak bisa percaya, bahwa keduanya benar-benar bisa di sebut master dalam hal bertarung, namun yang Hana tidak habis pikir, umur keduanya tidak berbeda jauh dengan dia dan Hani namun kekuatan mereka sudah melampaui batas normal kekuatan manusia bagi Hana.


*


Dengan cepat berita menyebar, kabar tentang Grup Brighton yang mengakuisisi perusahaan teknologi senjata dan dua perusahaan lainnya.


Kini Grup Brighton benar-benar sudah di anggap Grup besar! Karena sudah memegang peranan penting di kota Mako ini.


Apa lagi perusahaan yang berada di bawah naungan dari Grup Brighton termasuk salah satu perusahaan besar di kota Mako.


Para pelaku bisnis di kota Mako saling membicarakan tentang Grup Brighton itu! Namun hanya ada keluarga Radcliffe yang tahu siapa pemilik sebenarnya Grup Brighton itu.


Namun kali ini, perusahaan Grup Champion Ship tidak menunjukkan batang hidungnya maupun berkomentar tentang itu.


Perusahaan itu begitu tenang setelah insiden tiga divisi kelompok kalajengking merah di musnahkan sekaligus! Mereka menemukan kebuntuan atas pencarian pelaku pembantaian itu.


*


Kediaman keluarga Dorman.


Reyes Dorman sedang duduk di ruang kerja ayahnya! Dia sudah beberapa hari mencari keberadaan Alda dan Hana maupun Hani namun tidak menemukan mereka.


Sehingga dia merasa sangat kesal, apa lagi kelompok kalajengking merah yang selalu di andalkan oleh mereka tidak mau ada yang bergerak membuat keributan untuk sementara.


Jadi amarah Reyes Dorman hanya bisa di pendam untuk sesaat.


Kini dia berada di sini karena di panggil ayahnya untuk berdiskusi tentang Grup Brighton.


"Reyes, apa kamu sudah menyelidiki Grup Brighton ini?" Tanya Lori Dorman.


"Belum ayah! Memangnya itu perusahaan apa sebenarnya?" Tanya Reyes Dorman, dia akhir-akhir ini tidak terlalu memikirkan tentang perusahaan.


Yang di fokuskan oleh Reyes adalah mencari Alda, karena dia adalah orang yang selalu menyimpan dendam sehingga jika belum membuat Alda sengsara dia belum puas.


\=


...

__ADS_1


__ADS_2