Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
116 DIVISI 2 DAN 4 MUSNAH


__ADS_3

Chapter 116. DIVISI 2 DAN 4 MUSNAH.


\=


Begitu ketawa semua orang dari divisi 2 dan 4 yang datang dari atas meledak, langsung di tindih suara petir menyambar! Sehingga tawa panjang mereka tidak terdengar.


Namun bagi Dion ini seperti penghinaan, meskipun di selamatkan oleh suara petir yang menggelegar namun emosi dari Dion tidak mereda seperti tawa panjang orang-orang di depannya.


"Apa hanya kalian berdua bisa memusnahkan kami?" Ucap seseorang yang berdiri di depan.


"Lihat saja akhirnya dari semuanya!" Jawab Dion masih dengan wajah datar.


"Ha-ha-ha, sungguh menghibur! Aku belum pernah mendengar lelucon seperti ini semenjak bergabung dengan divisi 4!" Jawab orang itu kembali sambil tertawa menghina.


Menurutnya Dion sedikit bermimpi di siang bolong, bagaimana mungkin dua divisi dari kelompok kalajengking merah bisa musnah hanya dengan dua orang.


"Benarkah kata-kata ku ini lelucon? Kamu akan mati saat tangan ku menunjuk ke arah kepala mu!" Ucap Dion dengan senyum samar.


"Ha-ha-ha-ha-ha....!" Dia masih tertawa terbahak-bahak berpikir itu adalah lelucon.


Namun dia tidak tahu bahwa moncong senjata senapan runduk sudah mengarah di dahinya dari gedung di depan sana.


Orang-orang di sana juga tertawa, karena mereka juga sama-sama tidak percaya apa yang di katakan Dion barusan.


"Hani..!" Alda berucap di alat komunikasi yang di bawa mereka berempat, dia memberikan kode agar Hani bersiap.


Dion langsung mengangkat tangannya untuk menunjuk ke arah orang yang tadi berbicara dengan dia.


Dor..!


Di luar saja suara tembakan samar terdengar, namun karena derasnya hujan orang-orang di sini tidak dengar sama sekali.


Bruukk..!


Orang itu yang masih tertawa sebelumnya, langsung ambruk ke lantai dengan dahi berlubang besar dan langsung mati. Darah meleleh dengan cepat ke lantai.


Orang-orang di sekitar seketika sadar, lalu langsung mundur melihat sekeliling dengan tatapan waspada! Sedangkan orang yang sudah berpengalaman langsung berteriak.


"Hati-hati ada penembak jitu di luar...!" Ucap salah seorang dari kelompok kalajengking merah.


Sraakk..!


Mendengar peringatan itu, banyak orang yang langsung bergerak dengan cepat merapatkan tubuhnya ke tembok agar tidak terlihat dari luar.


Mereka semua berpikir yang paling berbahaya adalah penembak jitu di luar, tidak memandang Alda maupun Dion sama sekali.


"Bagus, tembakan kamu sangat tepat!" Ucap Alda setelah melihat hasil dari kerja Hana.


"Itu pasti, karena aku sudah berlatih cukup baik akhir-akhir ini!" Jawab Hani di sebrang sana.

__ADS_1


"Bagus...! Lindungi kita selagi beraksi." Alda kembali berucap.


"Baik..!" Jawab Hani singkat.


Woosss..!


Alda bergerak, kemudian di susul oleh Dion di belakangnya namun dia bergerak ke arah yang berbeda dari darah Alda.


Alda ke kanan, sedangkan dia ke arah kiri! Hanya beberapa langkah merak langsung sampai ke kerumunan.


Alda merebut tongkat besi dari lawannya, lalu memutarnya dengan cepat! Seketika ada dua orang sekaligus yang terpukul dan terbang keluar dengan wajah yang bengkak dan mulut mengeluarkan darah.


Keduanya di hantam di rahangnya! Hingga tidak sanggup untuk menjerit keras karena rahang keduanya langsung bengkak sehingga hanya bisa mengerang.


Baammm..!


Braakk..!


Hantaman, tendangan dan pukulan tangan kosong mengkombinasikan itu semua dengan serangan pasti! Membuat Alda dan Dion seperti seorang manik pembunuh.


"Panggil bos..!" Teriak salah satu dari mereka yang masih mematung karena terkejut.


Dia bimbingan, namum akhirnya hanya bisa menyerang maju ke arah Dion!.


Braakk..!


Dua pukulan saling bertemu, namun pukulan orang yang tadi berteriak memberikan instruksi langsung patah setelah bertemu dengan pukulan Dion.


Baammm..


Namun baru sesaat, di hantam oleh tendangan lurus di dadanya oleh Dion hingga terpental jauh ke belakang dan terkapar tidak sadarkan diri.


Alda di sisi lain begitu ganas! Setiap dia mengayunkan pipa besi panjang ada satu hingga dua orang yang terkapar, hingga tidak tahu masih hidup atau mati.


Sedangkan orang yang akan kabur maupun melawan dari belakang keduanya! Di tembok mati oleh Hani.


Serangan seperti ini begitu menakutkan! Sehingga hanya beberapa menit berlalu puluhan orang sudan terkapar berserakan di lantai Club malam ruangan utama.


*


Di lantai atas Club malam kota Mako.


Braakk..!


Pintu di buka dengan sangat kencang, di dalam ada dua orang yang sedang bermain dengan wanita.


Dia adalah pemimpin divisi 4 orang yang paling emosional! Namun memiliki nafsu seksualitas yang tinggi, setelah datang ke sini dia langsung mengangkangi dua wanita sekaligus.


Sedangkan pemimpin divisi 2 sedang menikmati minuman, di bar kecil di kamar pribadi itu.

__ADS_1


Mereka berpikir akan sangat santai keluar seperti ini! Karena hanya melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mencari orang dari kelompok Beruang Hitam.


Sedangkan di Club Mako Champions sangat membosankan jika ada ketua Gerry! Karena suasana akan selalu tegang, jadi keduanya lebih senang keluarga.


Namun mereka tidak tahu apa yang sedang menunggu di bawah.


Setelah pintu di buka dengan paksa, pemimpin divisi 4 yang sedang enak-enak langsung naik pitam karena aktifitas dia di ganggu.


"Bajingan...! Akan ku bunuh orang yang berani mengganggu!" Bentak dia dengan amarah meluap.


Sedangkan dua wanita yang sudah telanjang bulat langsung beringsut di kasur tempat mereka enak-enak.


Orang yang masuk tertegun sebentar melihat dua wanita cantik telanjang bulat, ada di depan matanya tanpa halangan! Namun dia segera sadar.


"Pemimpin, di bawah ada serangan! Dua orang sedang mengamuk di bawah orang-orang divisi 2 dan 4 musnah...!" Dia sengaja menekankan kata divisi 2 dan 4 musnah agar menggambarkan suasana yang mengerikan.


"Apa...Apa kamu bilang?" Ucap pemimpin divisi 4.


Batang yang tadinya tegang menantang, kini langsung layu karena terkejut.


"Orang-orang divisi 2 dan 4 musnah!" Kembali orang itu berucap.


Baammm...!


"Bajingan, siapa yang begitu berani melawan kelompok kalajengking merah?" Bentak pemimpin divisi 4 sambil menggebrak meja.


Aron dari mini bar, langsung mendongak setelah ada keributan di ruang pribadi itu! Dia melangkah ke depan.


"Ada apa?" Tanya Aron.


"Ka Aron, ada penyerangan di bawah dia melaporkan bahwa divisi 2 dan 4 musnah!" Ucap pemimpin divisi 4.


Aron mengerutkan keningnya, dia mengeluarkan ponselnya namun setelah melihat ponselnya tidak ada sinyal firasat buruk langsung terasa.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Gumam Aron heran.


"Kalian keluar duluan! Aku akan menyusul sebentar lagi!" Ucap Aron, dia langsung kembali ke tempat dia bersantai.


Dia mendatangi jas miliknya, lalu mengeluarkan alat kecil seperti ponsel jadul! Setelah itu dia menekan beberapa tombol dan menandainya.


Setelah itu, alat itu berkedip dan berbunyi 'tit' sekeli.


Lalu Aron melakukan panggilan darurat kepada pemimpin divisi 6, orang yang bertanggung jawab atas intelijen.


Setelah itu, dia langsung menyusul keluarga dan menuju ke bawah.


Pemimpin divisi 4, yang terburu-buru hanya mengenal celananya saja! Dia tidak sempat memakai baju.


\=

__ADS_1


...


__ADS_2