Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
138 ANCAMAN TUAN MUDA KELUARGA JINK


__ADS_3

Chapter 138 ANCAMAN TUAN MUDA KELUARGA JINK.


\=


Satpam Grup Brighton, yang sebenarnya dari orang-orang kelompok Beruang Hitam langsung mencium bahaya, sehingga dia langsung mengambil talkie-walkie dan menghubungi ketua keamanan.


"Kak Brogi, di depan kantor perusahaan ada sekelompok orang mencurigakan cepat datang ke sini bawa teman-teman lainnya." Ucap orang itu dengan cepat.


"Baik, semuanya tinggalkan pos penjagaan! Segera ke lobi kita berkumpul." Ucap Brogi berdering di talkie-walkie masing-masing anggota.


Tidak butuh waktu lama, hanya kurang dari satu menit 30 orang langsung berkumpul di lobi kantor Grup Brighton.


Setelah mengalahkan kelompok kalajengking merah, kelompok Beruang Hitam banyak yang masuk menjadi keamanan di Grup Brighton sedangkan sisanya memiliki tugas lain di luar kantor dan di dalam kantor.


Sehingga sekarang, 30 orang bergabung menjadi keamanan kuat di Grup Brighton.


Brogi dan teman-teman lainnya berjaga di luar lobi membentuk barisan panjang menutupi pintu masuk! Dengan wajah garang Brogi melihat kerumunan di depannya saat ini.


*


Di dalam kantor direktur.


Rizal dan Jhonatan Brighton duduk di kursinya! Setelah menerima laporan ada masalah di depan kantor perusahaan mereka menyalahkan cctv luar dan melihat keadaan di sana.


"Tuan Jo, apa anda mengenal mereka?" Tanya Rizal yang ingin tahu.


"Tidak, sepertinya ini cukup gawat!" Jawab Jhonatan Brighton, namun setelah melihat Sem Broko dia langsung tertegun.


"Sial, orang-orang dari keluarga Jink dari ibu kota." Ucap Jhonatan Brighton.


Keduanya sudah berada di kelompok Beruang Hitam cukup lama apa lagi Jhonatan Brighton! Dia pernah menjadi tangan kanan ketua Luis sehingga langsung paham bahwa ini tidak beres, apa lagi setelah melihat Sem Broko ada di antara mereka sehingga ini benar-benar bahaya.


Setelah penolakan kemarin atas usul Alda! Jhonatan Brighton menelusuri siapa itu keluarga Jink dan siapa orang bernama Sem Broko yang mengirimkan penawaran kerja sama.


Akhirnya dia tahu, bahwa Sem Broko adalah tokoh besar di ibu kota.


Dia langsung mengeluarkan ponselnya, menghubungi Alda.

__ADS_1


"Tuan Alda, di depan perusahaan sekarang! Ada Sem Broko bersama 50 pengawal, bagaimana ini?" Tanya Jhonatan Brighton namun masih tenang.


"Wah, mereka cukup cepat! Tenang aku dan Dion akan ke sana." Ucap Alda setelah itu langsung mematikan sambungan telpon itu tanpa memberikan perintah apapun.


Paman Jo hanya terdiam dan melihat ponselnya yang sudah terputus! Dia lalu melihat ke arah luar dan Rizal.


Di luar sana, terlihat oleh Jhonatan Brighton dan Rizal ketua keamanan Brogi sedang berjalan menghadang rombongan itu.


Di luar, di depan kantor perusahaan.


"Tunggu, ada urusan apa datang di tempat orang dengan begitu banyak membawa orang seperti ini?" Tanya Brogi dengan tenang.


Mendengar pertanyaan dari seorang petugas keamanan yang terdengar sangat arogan menurut Roland Jink membuat pemuda itu langsung tersulut emosi.


"Sial, hanya petugas kemanan saja sangat sombong!" Bentaknya.


Sem Broko mengerutkan keningnya, dia heran memang benar mereka hanya petugas keamanan! Namun kenapa begitu sombong? Apa orang-orang dari Grup Brighton ini semuanya seperti ini.


Dia teringat kembali penolakan pertama, di dalam isi surat penolakan itu seperti sedang meremehkan! Di tambah sekarang datang secara langsung juga di remehkan.


"Suruh bos kalian datang menemui kami!" Ucap Roland Jink dengan nada memerintah.


Tongkat senjata tergantung dengan megah di pinggir Brogi dan kawan-kawan lainnya.


Mendengar jawaban sombong dari petugas keamanan, membunuh Roland Jink naik pitam! Dia langsung melebarkan matanya pembuluh darah di dahinya seketika menonjol.


Karena belum pernah, martabatnya di injak-injak oleh seorang petugas keamanan! Namun di kota kecil seperti ini dia di permalukan.


"Sial, jika bos kalian tidak turun dalam beberapa menit! Maka Grup Brighton akan kami hancurkan." Bentak Roland Jink.


Ancaman tuan muda keluarga Jink seperti ini jika di arahkan kepada yang lainnya mungkin akan gemetar ketakutan! Sayangnya ini adalah Grup Brighton, milik Alda.


Bahkan petugas keamanan di sini masih berdiri dengan santai di sana! Sedangkan orang-orang dengan pakaian serab hitam itu langsung memasang wajah garang.


Mereka menganggap 30 petugas keamanan ini sebagai semut belaka, karena satu dari mereka bisa menghadapi 5 orang sekaligus dari petugas keamanan bias.


Begitu juga Roland Jink, dia menganggap petugas keamanan ini tidak ada apa-apanya! Sehingga dia ingin berteriak 'lumpuhkan mereka'.

__ADS_1


Namun kata-kata Sem Broko terdengar.


"Tuan muda Roland. Tunggu dulu! Sepertinya banyak kejanggalan di sini!" Ucap Sem Broko sambil menahan dada Roland Jink.


"Paman Sem, apa maksud anda?" Roland Jink tidak tahu, karena dia menganggap ini remeh.


Namun Sem Broko tahu, bawah keluarga Dorman dan kelompok kalajengking merah musnah pasti adalah hubungannya dengan Grup Brighton! Sehingga dari kemarin dia tidak berani bertindak gegabah, setelah mendapat 30 orang ini barulah dia berani berangkat ke sini.


Namun dia tidak menyangka akan ada hal seperti ini! Kejadian ini di luar pemikirannya liar Sem Broko sebelumnya.


"Tuangu...! Kita ke sini untuk menyelidiki kasus, sedangkan tuan muda ke sini untuk belajar, sehingga kedepannya dapat di percaya oleh tuan besar Jink! Di masa depan bisa untuk memegang jabatan penting." Tutur Sem Broko terhadap Roland Jink.


Memang Roland Jink ke sini di utus kakeknya untuk belajar menyelesaikan masalah! Sehingga kedepannya bisa di andalkan karena keturunan laki-laki di keluarga Jink tidak banyak.


Namun karena kebodohan dan sifat pemarah dia yang sulit di kontrol sehingga terjadi seperti ini.


"Paman Sem, tapi mereka semua hanya semut! Jika di biarkan maka akan menunjukan!" Jawab Roland Jink.


Inilah sifat Roland Jink, dia tidak bisa melihat kesombongan sedikitpun di hadapannya apa lagi hanya sekedar petugas keamanan dari Grup kecil.


Sedangkan anak-anak berbakat lainnya dari keluarga besar tidak banyak menjalin kontak dengan Roland Jink! Sehingga dia sering bergaul dengan orang yang setatus sosial di bawahnya, jadi selalu bersikap bahwa dia selalu berkuasa.


Tidak melihat orang di atasnya lagi, itulah yang di pikirkan Roland Jink saat ini dan seterusnya.


"Tahan, sikap mu yang seperti ini haru di ubah tuan muda! Jika tidak kapan ada dewasa?" Tanya Sem Broko kepala Roland Jink.


"Benar dengarkan paman mu anak kecil!" Ucap Brogi dengan entengnya.


"Sial, aku sudah tidak tahan lagi, paman Sem jangan halangi aku lagi! Semuanya serang bedebah-bedebah rendahan itu patahkan kakinya masing-masing." Bentak Roland Jink.


Kata-kata itu sudah sangat merendahkan kekuatan dari keamanan Grup Brighton.


50 orang pengawal langsung maju karena sudah di perintahkan oleh tuan mudanya! Melihat 50 orang itu maju dengan ganas Brogi dan teman-teman lainnya dari kelompok Beruang Hitam tidak takut sama sekali.


Meskipun bisa di katakan, jumlah lawan adalah dari 2 kali lipat jumlah mereka! Jadi satu orang melawan 2 musuh namun tatapan semuanya tetap tegas.


\=

__ADS_1


...


__ADS_2