Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
130 TAWARKAN KERJA SAMA


__ADS_3

Chapter 130. TAWARAN KERJA SAMA.


\=


Malam hari datang di kota Mako, kini matahari sudah tenggelam cukup lama di ufuk barat.


Angin selatan bertiup ke arah pantai kota Mako, sedangkan kehidupan malam yang meriah kembali berjalan di kota ini.


Meskipun banyak perubahan di arus bisnis, namun masyarakat tidak banyak berpikir! Asalkan mereka tetap berpenghasilan itu tidak masalah siapa yang menjadi bos mereka kedepannya.


Jadi aktifitas tetap berjalan dengan lancar, sedangkan masalah hang timbul hari ini hanya di anggap buah bibir bagi mereka semua saat berkumpul di bar dan hiburan malam lainnya.


Kini nama dari Grup Brighton sudah sangat tinggi! Orang-orang lebih memperhatikan Grup Brighton lebih seksama dari lapisan masyarakat bawah hingga atas di kota Mako ini.


Di villa mewah kediaman Alda saat ini.


Setelah mendapatkan informasi dari Tama, Alda tidak menyerah sehingga masih terus menggalinya hingga setelah malam tiba dan tubuhnya merasakan lelah dia baru saja selesai bekerja di ruang pribadi itu.


Namun kerja keras itu semua tidak dapat banyak informasi yang dia dapatkan! Sepertinya Tim milik Tama sangat bagus, karena hanya sedikit yang terlewatkan! Padahal pencarian itu sangat singkat.


"Aku harus mencari orang-orang seperti yang Tama miliki, sepertinya di masa depan sangat di butuhkan!" Keluh Alda setelah meregangkan otot-otot di tubuhnya.


Bunyi berderak di tulang leher dan punggung begitu kontras dengan suasa hening ruangan pribadi itu.


Setelah keluar, ponsel Alda berbunyi! Yang menghubungi saat ini adalah paman Jo.


"Ya paman Jo, ada hal apa?" Tanya Alda cukup cepat karena tindakan ini tidak seperti biasanya dari paman Jo.


"Tuan, keluarga Jink dari ibu kota mengajak Grup Brighton bertemu, karena ingin membicarakan kerja sama." Ucap paman Jo di sebrang sana.


Alda mengerutkan keningnya, karena belum lewat 24 jam keluarga Jink sudah menawarkan kerja sama! Mendengar ini Alda tersenyum.


"Apa yang datang adalah kepala keluarga Jink langsung atau perwakilan dari keluarga itu?" Ucap Alda ingin tahu.


"Yang datang orang kepercayaannya, mereka sudah mengirimkan proposal ke Grup Brighton! Mereka menunggu jawaban kita secepatnya." Jawab paman Jo.


Di sebelah paman Jo, ada Riza! Dia sangat bersemangat setelah menerima kabar ini. Karena dia tahu bagaimana keluarga Jink di ibu kota.

__ADS_1


"Tunggu, kita abaikan beberapa hari! Setelah itu baru kita merespon." Jawab Alda dengan tenang.


Bagaimana dia akan terkesan dengan keluarga Jink itu, sehingga dia ingin sedikit bermain dengan mereka!.


"Ini....!" Jhonatan Brighton langsung tertegun di tempatnya.


Dia berpikir, setelah dia menyebutkan undangan dan pengajuan proposal dari keluarga Jink tuan Alda akan senang dan langsung setuju, malah di seperti mempermainkan.


Jhonatan Brighton bukan orang bodoh! Dia tahu maksud Alda apa.


"Baiklah tuan Alda!" Jawab paman Jo mengiyakan.


"Tapi setelah itu, kirim aku yang menemui mereka! Tulis saja identitas aku sebagai salah satu eksekutif bawah Grup Brighton." Alda kembali memberikan instruksi.


"Bagiamana bisa?" Tanya Jhonatan Brighton, dia kali ini bingung meskipun dia cerdas.


"Lakukan saja seperti itu, sisanya biar aku yang urus paman Jo!" Jawab Alda dengan senyum lebar.


Menurut dia ini akan sangat menarik! Karena dia yakin tujuan dari keluarga Jink ini tidak baik, sehingga Alda takut akan ada konspirasi di sana nantinya! Sehingga dia yang akan turun langsung.


Mereka akhirnya membicarakan tentang Grup Brighton sekarang! Alda juga sudah mengizinkan untuk mengelola Grup Dorman dan Grup Champion Ship di bawah naungan paman Jo dan Rizal.


*


Setelah yakin untuk semua urusannya, Alda menuju ke ruang makan dan memerintahkan pelayan di sana untuk membuatkan makanan.


Alda langsung makan, karena sudah tidak makan sejak dia bangun siang tadi! Beres makan Alda duduk di ruang tengah.


Malam hari seperti ini malah dia terlihat bingung, seperti sedang bengong padahal dia memikirkan banyak hal untuk ke depannya.


Hana keluar dari kamarnya, merasakan kehidupan seperti ini bagi Hana sebenarnya sangat asing! Sehingga dia juga cukup bosan.


Karena sudah bertahun-tahun hidup selalu dalam kewaspadaan tinggi! Sedangkan sekarang setelah latihan hanya berleha-leha di villa mewah, sehingga membuat dia sedikit asing.


"Tuan Alda, akhirnya anda keluar dari ruang pribadi!" Ucap Hana seperti kegirangan.


Mendengar itu Alda sedikit tersentak karena di paksa keluar dari pemikiran dia saat ini.

__ADS_1


"Ya, sudah dari tadi! Apa ada sesuatu?" Alda penasaran karena melihat wajah Hana yang cantik itu sedang senang.


"Tidak ada, bagiamana kalau kita keluar, melihat-lihat kota Mako?" Tanya Hana sedikit berharap Alda menyetujui keinginan mendadaknya itu.


"Memangnya kita akan ke mana?" Tanya Alda ingin tahu.


"Bagaimana kalau kita ke pusat perbelanjaan!" Ucap Hana seperti memberikan saran.


"Eh, apa ada sesuatu yang akan di beli?" Alda bingung, padahal semua kebutuhan di villa ini sudah di suplai semua oleh orang yang Alda kerjakan.


"Ada, tapi membeli barang pribadi!" Ucap Hana takut Alda tidak mau dia ajak keluar malam ini.


Meskipun malam ini belum laru dan pusat perbelanjaan belum tutup, namun jika berangkat sekarang maka waktunya tidak cukup.


Alda berpikir sejenak, karena dia malam ini tidak ada kepentingan apa-apa lagi sehingga dia langsung mengangguk.


"Baiklah, kita keluar sekarang!" Jawab Alda.


"Terimakasih tuan Alda..!" Hana terlihat sangat senang, seperti akan melompat-lompat karena kegirangan.


"Aku panggil Hani dulu, siapa tahu dia mau ikut!" Lanjut Hana, lalu segera berlari ke kamar keduanya kembali.


Hana terlihat begitu lincah, seperti sangat bugar tubuhnya! Hana sendiri tidak begitu sadar padahal itu manfaat dari latihan yang di berikan oleh Alda.


Karena itu salah satu metode yang di dapatkan dari perguruan terpencil, di dalam perguruan terpencil tempat Alda belajar banyak buku panduan jurus sederhana dan mematikan! Sekaligus ada yang menyehatkan tubuh, Alda sudah hampir hafal semua buku di sana sehingga dia bisa memberikan bimbingan dengan mudah.


Akhirnya, Alda juga kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaian.


Setelah 5 menit berlalu, akhirnya Alda keluar dengan pakaian yang sudah rapi! Setelah menunggu 5 menit kembali, Hana keluar dari kamar sendirian namun sudah berganti pakaian.


"Ternyata Hani tidak ingin ikut!" Keluh Hana kepala Alda.


"Ya, tidak masalah! Kita bisa keluar berdua saja!" Ucap Alda sambil melangkah menuju ke garasi bawah tanah di villa mewah itu.


Hana mengekor di belakangnya!.


Keduanya sampai di garis bawah tanah, sedangkan di sana kini ada dua mobil Ferrari SUV dan Maserati milik Hana sehingga, akhirnya keduanya memilih menggunakan mobil Maserati milik Hana.

__ADS_1


\=


...


__ADS_2