Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
061 DIREMEHKAN TUAN MUDA


__ADS_3

Chapter 061. DIREMEHKAN TUAN MUDA.


\=


Di sisi lain.


Dion dan paman Jo sampai di kediaman yang di tempati paman Jo selama 10 tahun ini, tetangga banyak yang menyapa Jo selagi mereka melewati komplek pemukiman padat itu.


Dion dan paman Jo sampai di rumah kecil, hanya mempunyai satu kamar dan ruang tamu maupun dapur menjadi satu.


Dion hanya bisa terdiam melihat kediaman paman Jo itu, dia menyembunyikan identitas aslinya sangat dalam.


Dulu jika orang-orang mendengar nama Jonathan, orang-orang itu akan menyanjungnya dan berusaha untuk menjilat dan menyenangkan dia.


Namun setelah runtuhnya kelompok Beruang Hitam, nama Jonathan kiam menghilang bersama nama ketua Luis! Sehingga setelah Jonathan ini bersembunyi dan hanya berjumlah di kedai kopi, orang-orang hanya menyapa karena menghormati tetangga.


Meskipun di kota Mako ini bergemerlap dengan dunia hiburan dan gedung pencakar langit, namun tetap saja masih banyak keluarga miskin dan gelandangan di setiap sudut kota Mako.


Contoh paman Jo tinggal di lingkungan padat penduduk, meskipun di sini tidak kumuh namun di huni oleh orang-orang yang bekerja sebagai kuli panggul maupun karyawan kecil, sehingga tidak tahu persoalan kalangan atas.


Jadi paman Jo bersembunyi di tempat yang sangat tepat! Apa lagi penampilan paman Jo berbanding terbalik dari dia di masa jayanya.


"Masuk lah! Kenapa kamu bengong Dion?" Ucap paman Jo setelah membuka pintu kayu rumah kecilnya.


"Baiklah, paman! Maaf tadi saya terkejut." Jawab Dion yang berkata jujur.


Bagaimana tidak, dulu pamannya dan ayahnya adalah orang penting dengan kekayaan cukup banyak! Namun karena di jebak dan di bantai akhirnya jadi seperti ini.


"Tidak heran...!" Jawab paman Jo.


Dia tahu perasaan Dion seperti apa, dia yakin jika dia yang ada di posisi Dion saat ini pasti dia akan bertanya terus menerus kepadanya, namun Dion sangat mengerti hanya seperti itu responnya.


Akhirnya keduanya masuk, lalu membersihkan tempat itu! Paman Jo menyiapkan makanan siap saji untuk makan malam.


Keduanya sibuk sambil terus berbincang tentang kelompok kalajengking merah sekarang, paman Jo terus menceritakan bagaimana sekarang kelompok kalajengking merah sangat mengerikan.

__ADS_1


Dulu mereka ada saingan, seperti kelompok beruang hitam! Namun sekarang saingan itu tidak ada sehingga mereka sekarang sangat merajalela di kota Mako.


Dion yang mendengarkan penuturan dari paman Jo terus mengingat dan memahami, dia yakin kekuatan itu meskipun sangat kuat sana benar-benar mengakar, jika mengikuti rencana Alda mungkin akan bisa menang dengan mudah.


*


Siang hari telah tiba.


Mata hari bersinar di ufuk timur, semua aktivitas kembali bekerja seperti biasa! Orang-orang tidak tahu bahwa malam tadi kelompok bawah tanah kota Mako bergerak dengan semua kekuatannya untuk menemukan pelaku dari pembantaian terhadap kelompok kalajengking merah.


Namun mereka tidak menemukan hasil yang memuaskan, itu karena Alda tidak tertangkap kamera cctv di tempat! Meskipun di jalan kota mereka tertangkap cctv tapi mobil Suv milik mereka sangat gelap, sehingga orang-orang di dalamnya benar-benar terlindungi.


Ini membuat kelompok itu geram, mobil kelompok sendiri melindungi musuh yang bersembunyi di kegelapan! Mereka sebenarnya menyesal membuat mobil yang begitu tertutup dan susah di tembus oleh kamera cctv di jalanan kota.


Alda sudah bangun pagi-pagi, dia seperti biasa olahraga pagi meskipun hanya di kamar hotel, lalu dia mandi dan hendak sarapan.


Setelah keluar dari kamar, Alda menuju kamar Hana dan Hani. Setelah mengetuk beberapa kali akhirnya Hana keluar dari kamar namun tidak dengan Hani.


"Apa adik mu tidak ingin ikut?" Tanya Alda kepada Hana, setelah Hana keluar sendirian dari kamar.


"Akan membeli mobil, susah sekali tidak memiliki mobil jika kalian ikut bersama aku!" Jawab Alda seperti sedang menyalahkan Hana dan Hani.


Itu benar-benar nyata, jika Alda hanya dengan Dion saja! Meskipun berjalan puluhan kilometer dia tidak masalah sama sekali, namun ada Hana dan Hani. Di sisi Dion ada paman Jo dan orang-orangnya sehingga harus ada alat transportasi.


"Baiklah, aku akan bicara dengan Hani sebentar!" Jawab Hana, lalu dia masuk kembali ke dalam kamar tanpa menutup pintu kamar hotel itu.


"Katanya saja, kita sekalian cek out! Agar dia mau ikut."


Setelah berbicara seperti itu Alda juga tidak masuk, dia cukup menunggu di luar kamar.


Setelah sedikit lebih lama, akhirnya Hana dan Hani keluar! Karena wanita biasanya memerlukan waktu lebih lama bekerja kemas, meskipun tidak ada yang di bawa samasekali.


Tanpa bicara lagi, Alda berjalan keluar dari Hotel itu.


Setelah keluar, ketiga orang itu naik taksi di kota Mako! Alda seperti biasa meminta supir taksi itu untuk membawa ketiganya pergi ke showroom mobil.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama, ketiga orang itu sampai di salah satu showroom mobil terbesar di kota Mako! Kota ini banyak menjual mobil mewah dengan sedikit harga di bawah pasaran, karena tata letak kota Mako yang sebagai kota transit perdagangan internasional sehingga banyak barang yang berharga murah.


"Tuan di sini tersedia mobil mewah siap pakai, berbagai merek mobil ada di showroom mobil ini!" Ucap supir taksi itu kepada Alda dengan senyum ramah.


"Baiklah, terimakasih tuan!" Ucap Alda lalu dia turun dengan cepat setelah membayar biaya taksi tersebut.


Hana dan Hani mengekor kepada Alda, ketiga orang itu masuk ke dalam showroom mobil.


Namun saat ketiganya masuk! Ada dua orang yang masuk bersama mereka, dengan menggunakan mobil Rolls-Royce.


Pasangan kekasih itu, langsung berjalan masuk dengan sangat angkuh! Hingga dagunya mengangkat keatas, pakaian mereka sangat mewah dan begitu glamor.


Pramuniaga yang awalnya ingin menyambut Alda dan yang lainnya! Langsung berlari menyambut tuan muda itu.


"Selamat datang tuan muda! Nona muda." Ucap pramuniaga showroom mobil itu.


Dengan cepat, pramuniaga cantik itu menampilkan senyum cerah! Dia sudah terbiasa menyambut tamu besar, sehingga setelah melihat mereka datang dengan menggunakan mobil mewah langsung dia berpaling dari orang hang datang pertama.


Tuan muda dan pacarnya itu hanya mengangguk! Dia bangga selalu di pandang tinggi kemampuan dia pergi.


Setelah melirik Alda, Hana dan Hani! Tawa sinis tuan muda langsung terlihat.


"Orang miskin seperti kalian apa pantas masuk ke showroom mobil ini?" Ucap tuan muda itu.


Alda yang di remehkan tuan muda hanya mengerutkan keningnya, dia tidak menanggapi ucapan itu! Sedangkan Hani ingin langsung menegur dua orang itu namun Hana memegang pundaknya dengan lembut, berusaha menghentikan Hani agar tidak meledak marah.


Hani seperti itu karena dia sudah mendapatkan penghinaan yang serupa saat dia masih sangat kecil hingga remaja! Sehingga dia tidak ingin menerima penghinaan seperti ini lagi.


Alda di hina seperti itu hanya menengok ke belakang, di mana Hana dan Hani berdiri! Setelah itu dia langsung memberikan isyarat lalu masuk.


"Hay, tunggu! Apa kamu berani mengabaikan aku?" Bentak tuan muda itu dengan sangat marah.


\=


...

__ADS_1


__ADS_2