
Chapter 261. RENCANA JAHAT HANI.
\=
Di dalam kamar Hana.
Hani dan Hana sudah bangun, namun dia di diamkan oleh kakaknya! Sehingga Hani dari semalam hingga sekarang merasa tertekan dan merasa salah.
Sekarang bahkan Hana terus bersembunyi dalam selimutnya, sedangkan Hani duduk di tepi kasur tempat tidur Hana.
Hani sudah berbagi cara membujuk agar kakaknya tersenyum dan mau berbicara dengan dia, namun usaha itu nihil.
Hani melamun, dia membayangkan saat kakaknya baru pulang setelah keluar bersama Alda terlihat begitu senang dan berseri-seri, bahkan senyumnya indah Hana seperti tidak lepas dari wajahnya.
Namun saat dia mengatakan fakta tentang Alda, lalu memeringati bahwa kakaknya tidak akan mungkin bersama Alda seketika Hana langsung bersikap seperti sekarang, membuat Hani merasa bersalah.
Saat lama merenung, kilat dalam mata Hani langsung terpancar! Hani tersenyum misterius.
Seketika, rencana jahat muncul di benak Hani! Akhirnya dia bergumam.
"Alda, kamu tidak akan bisa lari dari cengkeraman ini." Saat berbicara tangan Hani langsung mencengkram erat terlihat bahwa dia bersungguh-sungguh.
Secara dia dulunya adalah seorang pembunuh bayaran profesional! Jadi jika merencanakan sesuatu dia yakin akan berhasil.
Akhirnya dia langsung keluar dari kamar Hana, setelah Hani keluar dari kamar! Hana mengeluarkan kepalanya dari balik selimut, terlihat wajahnya yang cantik namun kuyu seperti dia telah menangis cukup lama.
"Hani, kenapa kamu begitu tega mengatakan itu kepada kakak? Sebenarnya kakak juga tahu, tapi kakak tidak memiliki itu. Setidaknya biarkan kakak bahagia sebentar saja." Keluh Hana.
Dia akhirnya kembali menangis! Padahal momen semalam bersama Alda membuat dia mabuk kepayang dan membayangkan keindahan selalu, namun saat sedang berada di titik tertingginya dia bahagia.
Namun langsung di hempaskan oleh adiknya sendiri! Padahal dia ingin di dukung penuh oleh Hani, karena dia adalah satu-satunya keluarga yang Hana punya.
Sehingga dia hanya bisa bersikap seperti ini, di karenakan Hana tidak bisa marah kepada Hani.
*
Di luar kediaman keluarga Aditya, mobil menderu dengan kencang! Hani pergi begitu buruk-buruk, dia tidak memperdulikan siapapun.
Hani sampai menggunakan saluran pembunuh bayaran internasional, untuk melakukan rencananya itu.
Setelah mendapatkan informasi yang dia inginkan, Hani langsung memacu mobil dengan kencang dia tidak ingin menunggu lebih lama lagi. Setidaknya malam ini rencananya harus di jalankan.
Sedangkan Alda masih mengobrol dengan Tama di halaman belakang kediaman keluarga Aditya, suasana sejuk di pagi hari menemani keduanya berbincang.
__ADS_1
"Alda, sepertinya permusuhan kamu dengan keluarga cabang sangat mendalam! Apa kamu tidak berminat memusnahkan mereka, jika seperti itu aku akan menghubungi saudara-saudara kita di perguruan." Ucap Tama dengan tatapan serius kepada Alda.
"Tidak, jika aku berniat menghancurkan langsung mereka, aku tidak perlu merepotkan sahabat kita yang jauh di sana! Cukup kita berempat saja bisa menghabisi mereka semua, namun itu sangat enak untuk mereka bagi ku!" Alda langsung menjawab tanpa ragu.
Alda yakin dengan kekuatan yang di miliki dia dan tiga teman setia lainnya jangankan keluarga Button cabang 2! Bahkan keluarga kuat no 1 lainnya di negara Trukotan ini juga Alda sanggup menghancurkan mereka.
Namun untuk apa, jika keluarga kuat seperti itu hancur maka kekacauan besar akan terjadi di negara yang sedang damai ini.
"Tapi hidup kamu akan terus tidak tenang jika terus-menerus di incar oleh mereka! Bagiamana kalau kita berempat berkumpul kembali dan perioritas kan untuk menghancurkan mereka sesuai keinginan kamu!" Tama masih ngotot menyarankan Alda untuk menghancurkan keluarga cabang Button.
"Apa menurut kamu baiknya seperti itu?" Akhirnya Alda sedikit goyah setelah di sarankan Tama.
Sebenarnya Alda juga sudah muak, dengan perbuatan keluarga Button cabang 2! Dia juga ingin segera mengakhiri ini, karena keinginan dia masih sangat banyak jika keadaan seperti ini terus maka akan terus tertunda.
"Itu akan sangat baik! Aku yakin Dion akan sangat setuju dengan saran ini, sebaiknya kamu tidak perlu memikirkan lagi aku akan segera menghubungi Dion secepatnya! Tapi aku sekarang masih sibuk, sial hal seperti ini yang paling aku tidak suka." Ucap Tama.
"Baiklah, mungkin ini saatnya aku kembali ke ibu kota." Jawab Alda dengan yakin sekarang.
"Baiklah, aku pergi dulu!" Tama langsung pergi dari halaman belakang kediaman keluarga Aditya.
Alda kini duduk sendiri, setelah cukup lama merenung! Dia teringat Hana! "Kenapa dia tidak keluar kamar hari ini, apa sedang sakit?" Alda sedikit khawatir dengan keadaan Hana.
Namun untuk masuk ke dalam kamar Hana dia tidak berani, akhirnya dia lebih memilih melakukan aktifitas lainnya.
Waktu makan siang sudah tiba namun Hana masih belum keluar dari kamarnya, hingga Alda sedikit khawatir karena biasanya hampir sepanjang hari bersama Hana, jadi setelah seharian ini tidak ada dia di sisinya Alda merasa ada yang hilang.
Kini Alda berdiri di depan pintu kamar Hana! Tangan dia sudah menggantung di udara karena ragu akan mengetuk nya apa tidak .
Tok,,,tok ,,tok..!
"Hana, apa kamu ada di dalam?" Ucap Alda sambil garuk-garuk kepalanya.
Akhirnya dia memberanikan diri untuk mendatangi dan mengetuk kamar Hana.
"Ya Alda, aku ada di dalam..!" Ucap Hana dengan suara keras, lalu ada suara orang berlari kecil di dalam kamar.
Ceklak..!
Pintu terbuka lebar, Hana keluar menggunakan pakaian rumahan yang sedikit terbuka! Kini kuliah putih mulus dari pundak hingga lengan dan kaki lurus Hana terlihat jelas oleh Alda.
"Apa kamu baik-baik saja hari ini? Kenapa tidak keluar dan berlatih beberapa gerakan ringan untuk meningkatkan kekuatan kamu?" Ucap Alda setelah melihat Hana keluar.
Saat keduanya sedang berbicara di depan pintu, ada sepasang mata dari kejauhan yang bersembunyi sambil mengamati mereka berdua.
__ADS_1
Hana yang di tanya Alda seperti itu tersenyum manis dan menundukkan kepalanya dalam-dalam, dia seperti gadis kecil yang tertangkap basah telah berbuat kesalahan.
Sepasang mata yang mengawasi adalah Hani, setelah melihat ini dia semakin bertekad melakukan rencana jahatnya.
"Aku baik, apa boleh tidak berlatih dulu untuk hari ini?" Tanya Hana dengan suara lirih.
"Karena hari sudah cukup siang seperti ini, sebaiknya kita makan siang saja! Aku yakin kamu belum makan kan." Alda dengan tekad yang kuat menanyakan hal seperti itu.
Deg..!
Hana langsung berdebar, dia mendongak dengan tiba-tiba lalu menatap Alda yang ada di depannya! Kini keduanya saling bertatapan akhirnya Hana tidak kuat lagi dan tersenyum lebar karena saking senangnya seperti di perhatikan oleh Alda.
"Ya, aku belum makan apapun sejak pagi ini!" Jawab Hana setelah tersenyum bahagia.
"Baiklah, ayo kita makan bersama di luar sepertinya lebih baik." Ucap Alda.
Hana hanya bisa mengangguk sambil tersenyum senang, dia akhirnya masukan ke kamarnya kembali setelah menutup pintu kamar itu, Hana langsung berjingkrak-jingkrak senang tidak karuan seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah istimewa.
Alda menunggu di sana sambil duduk di kursi yang ada tidak jauh dari kamar Hana! Setelah beberapa menit berlalu Hana keluar, padahal biasanya wanita jika akan berpergian dandan selalu lama namun tidak dengan Hana.
Tapi tetap perubahan yang banyak terjadi, kini dia terlihat sangat anggun! Alda melihat itu hanya tersenyum.
Saat keduanya akan langsung pergi, Hani muncul di depan keduanya.
"Kaka, kalian mau kemana? Apa aku boleh ikut?" Ucap Hani langsung ke intinya.
Alda menoleh ke arah Hana, dia sebenarnya tidak masalah jika Hani ikut toh mereka sudah terbiasa bersama.
"Baiklah boleh, toh kita akan makan siang." Jawab Hana karena Hani adalah adiknya, dia juga sedari makan sudah mendiamkan dia.
"Baiklah, ayok berangkat..!" Hani seperti senang, setelah keduanya berjalan melewatinya dia tersenyum nakal.
'Rencana awal berjalan mulus!' Ucap Hani di benaknya sambil senyum simpul.
Mereka bertiga akhirnya menuju garasi kediaman keluarga Aditya, karena mereka sahabat Tama dan tuan besar Aditya yang sibuk dengan kesibukannya sendiri mereka di bebaskan di sini.
Padahal semua keperluan sudah di siapkan oleh para pelayan yang ada di kediaman keluarga Aditya! Namun Alda mengajak keluar untuk makan ,agar mereka ada aktifitas saja.
\=
\=
...
__ADS_1