Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
144 BARA YANG MENYEDIHKAN


__ADS_3

Chapter 144. BARA YANG MENYEDIHKAN.


\=


Tama kini sudah keluar dari bandara kota Mako, namun dia masih berdiri di depan pintu keluar bandara seperti sedang menunggu seseorang.


"Tuan muda! Kenapa kita berhenti di sini?" Tanya pelayan yang sedari tadi ada di sampingnya.


"Tunggu sebentar...!" Jawab Tama singkat.


Dia terus melihat ke sekeliling! Setelah itu tatapan matanya langsung menatap tajam ke arah mobil off-road yang datang dengan cepat.


Setelah itu mobil off-road besar berhenti tidak jauh dari Tama! Lalu kaca samping di kursi penumpang depan terbuka, wajah Alda terlihat dengan senyum lebar.


"Wah sial sepertinya aku salah membawa mobil! Ternyata yang datang tuan muda keluarga kaya." Ucap Alda sedikit keras.


"Sial, turun kamu akan ku hajar sampai mampus!" Bentak Tama.


Kini aura tuan muda susah tidak ada lagi! Di gantikan dengan aura mendominasi dari seorang petarung, hawa membunuh sedikit terasa.


"Wah sepertinya, si pembuat masalah telah kembali!" Ucap Dion yang baru saja turun dari mobil off-road itu.


Lalu di ikuti oleh Alda juga langsung turun! Keduanya langsung akan menghampiri Tama.


Seketika, para pengawal dan pelayan paruh baya yang ada di belakang Tama tertegun! Karena dua anak muda ini benar-benar berani berbicara begitu sembarangan terhadap tuan muda mereka.


Si pelayan itu maju di depan Tama! Dia menghalangi Dion dan Alda maju.


"Siapa kalian, berani sekali begitu lancang?" Bentak dia dengan berani.


Ada sedikit memundurkan kepalanya, dia tidak tahu apanya yang lancang dari ucapan mereka berdua! Karena itu adalah percakapan mereka sehari-hari di perguruan terpencil.


Tama melihat ini sedikit merasa salah, lalu dengan cepat menarik pelayan itu ke belakangnya kembali! Melihat ini para pengawal yang tadinya sudah hendak maju langsung mengurungkan niatnya.


"Hei, tetap di belakang! Mereka berdua adalah sahabat ku." Ucap Tama setelah menarik mundur pelayan yang mengikutinya.


Apa yang dia khawatirkan sebelumnya akhirnya terjadi, dia memang tidak ingin di dampingi oleh beberapa orang ini saat akan berpergian, namun pihak keluarga tetap ngotot mengirim mereka untuk mengikuti kemana Tama pergi.

__ADS_1


Sehingga terjadilah kejadian seperti ini, sebenarnya Tama sangat malu dengan Alda dan Dion untung saja tidak ada Riko di sini! Jika ada dia akan di tertawakan habis-habisan olehnya.


Alda dan Dion saling pandang, dia ingin tertawa namun hanya bisa menahan diri! Namun Alda yang tidak bisa bersikap dingin seperti Dion masih terlihat bahwa dia sebenarnya sedang menahan agar tidak tertawa.


"Tuan muda tapi...!" Ucap pelayan itu dengan enggan.


"Apa yang kamu tertawan Alda?" Tama kini sudah berwajah masam.


"Tidak, tidak ada...!" Alda langsung mengelak.


Meskipun Alda paling kuat di antara yang lainnya! Namun dia menghormati sahabatnya yang memang lebih tua seperti Tama ini.


"Jangan banyak bicara, segera antar aku ke rumah kalian!" Ucap Tama sudah kesal.


"Kalian semua! Cari hotel sendiri, jika ada sesuatu penting tinggal hubungi saja aku." Tama lanjut berucap.


Setelah itu dia tidak memperdulikan ucapan bawahannya itu yang terlihat sangat keberatan! Dia langsung berjalan dan masuk ke mobil off-road seperti tidak mendengar keluh dari pelayan dan pengawalnya.


Dion dan Alda akhirnya hanya bisa mengikuti kemauan Tama! Setelah itu suara deru mobil off-road bergema di jalan bandara kota Mako.


*


Setelah runtuhnya Grup Champion Ship, dengan di pindah tangankan kepada Grup Brighton.


Bara yang waktu itu masih di rumah sakit karena karena serangan Alda saat itu! Di tambah sekarang Grup Champion Ship sudah memecatnya dan menyita hampir semua aset miliknya kini dia hanya bisa terbaring di kasur kecil.


Bara yang menyedihkan itu seperti mengenang masa lalu! Dia seperti orang yang dielu-elukan dulunya namun sekarang jangankan orang-orang yang dulu di bantu, bahkan pihak keluarganya saja tidak begitu memperhatikan dia.


Dia masih sangat lemas, untuk bergerak saja perutnya masih cukup sakit.


Dia merasa menyesal, telah menerima perintah dari direktur Gerry! Jika saja dia dulu tidak membutuhkan Grup Brighton marah pasti tidak seperti ini.


Namun tatapan dendam dia lebih dalam.


"Alda si bajingan itu! Setelah aku sembuh akan ku balas rasa sakit ini." Ucap Bara dengan tekad kuat.


Bara sampai sekarang masih berpikir bahwa Alda adalah orang miskin! Sehingga dia berpikir balas dendam dengan dia itu mudah.

__ADS_1


Sedangkan jika kembali menyentuh Luna, maka dia sendiri yang akan semakin sulit.


"Hei, ternyata kamu belum mati?" Ucap seseorang di balik pintu kayu.


"Aku tidak akan mati, sebelum dendam ini terbalas!" Jawab Bara.


"Kamu bilang seperti itu memang mudah! Sekarang kota Mako sudah berubah, bahkan kelompok kecil bawah tanah seperti kami saja tidak berani bertindak terang-terangan sekarang." Ucap orang tua itu kembali.


"Pak, apa sekarang kota Mako tidak seperti dulu lagi, apa penyebabnya?" Tanya Bara sangat ingin tahu.


Dia bergerak duduk di tepi kasur kecil itu! Namun setelah itu dia sedikit meringis kesakitan sambil memegang perutnya.


"Bara, kamu dulunya hanya orang kantoran di Grup Champion Ship! Tidak akan tahu beratnya kehidupan mafia bawah tanah sekarang hidup di kota Mako ini." Keluh laki-laki paruh baya yang sudah beranjak tua itu.


Dia adalah orang yang dulunya kenal dengan Bara, melihat bara di telantarkan oleh rumah sakit akhirnya dia berbelas kasihani! Namun juga mengharapkan kedepannya bara bisa membantu perekonomian dia yang sangat buruk sekarang.


Dia berpikir seperti itu, karena Bara dulunya adalah orang yang cukup terhormat! Bahkan dia pernah melakukan tugas kotor dari bara sebelumnya.


"Pak jangan seperti itu! Hutang budi ini akan selalu saya ingat, jika kedepannya aku kembali ke posisi atas. Anda tidak akan aku lupakan pak." Jawab Bara dengan bersungguh-sungguh.


Namun dia tidak tahu, bawah kehidupan sebagai orang yang sudah di blacklist oleh Grup Brighton akan sama sulitnya! Namun Bara tidak berpikir jauh ke sana.


Dia berpikir, karena dia punya kemampuan! Maka banyak perusahaan yang akan merekrut dia ke perusahaan itu.


"Bagus, kedepannya aku harus mengandalkan kamu Bara!" Ucap orang tua itu dengan senyum lebar.


Sebenarnya kata-kata ini yang dia inginkan sejak awal! Setelah Bara mengucapkan ini berarti kesepakatan mereka terjalin.


Orang tua itu sebelumnya hanya anggota dari kelompok kecil dari mafia bawah tanah kota Mako! Namun setelah insiden besar kelompok kalajengking merah di bantai, kini pihak departemen keamanan publik lebih sering patroli di kota.


Sehingga kelompok kecil seperti mereka hanya bisa bubar perlahan! Jadi mata pencariannya mereka sudah hilang.


Namun karena operasi ini, kota Mako sudah lebih tertib dan aman dari pada sebelumnya! Di tambah departemen keamanan publik sekarang semakin berani, mereka susah tiga memperdulikan konspirasi dari negara lain.


Karena bagi mereka sekarang! Kota Mako adalah bagian dari negeri ini, sehingga mereka harus berani tanpa di takut-takuti oleh pihak asing.


\=

__ADS_1


...


__ADS_2